Hidup Sehat

Apakah Kanker Prostat Memengaruhi Masa Subur Pria?

Ada beberapa jenis kanker yang bisa memengaruhi masa subur pria, salah satunya kanker prostat. Penanganannya yang mengharuskan pasien menjalani terapi radiasi atau kemoterapi seringkali tidak hanya mematikan sel kanker, namun juga menghancurkan sel sperma dan merusak testis. Pada penderita kanker prostat, masa subur pria juga bisa terhambat karena prosedur bedah testis atau pun prostat. Kedua prosedur ini berpotensi mengganggu masa subur pria dan bisa memicu kemandulan. Bedah testis bertujuan untuk mengurangi pertumbuhan sel kanker dengan menghentikan produksi testosteron. Selain itu, bedah prostat dilakukan untuk mencegah kanker prostat menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Apakah penderita kanker prostat masih bisa punya keturunan?

Masa subur pria terjadi saat usia 30 hingga 35 tahun. Saat itu, jumlah sperma pria sangat banyak dengan kualitas yang bagus sehingga merupakan saat yang tepat untuk menjalani program memiliki keturunan. Hanya saja, pria yang mengalami kanker prostat memang tidak bisa mengandalkan hitungan masa subur pria yang satu ini. Dengan kata lain, mereka harus mengandalkan cara alternatif untuk memiliki keturunan.

Salah satu cara yang bisa dipilih adalah dengan melakukan pengambilan sperma langsung dari testis. Sel sperma yang sudah diambil kemudian disuntikkan langsung ke sel telur. Sayangnya, tingkat keberhasilan prosedur ini pun hanya kurang dari 50 persen. 

Cara lainnya adalah melakukan penyimpanan sperma. Proses ini dilakukan dengan membekukan air mani yang berisi sperma menggunakan cairan nitrogen. Sekitar 50 persen dari sel sperma yang dibekukan masih bisa digunakan untuk pembuahan. Caranya, sperma tersebut disuntikkan vagina melalui proses yang dinamakan inseminasi buatan.

Cara mencegah kanker prostat

Tentu kamu tidak ingin menderita kanker prostat, bukan? Untuk mencegah penyakit serius ini menghampiri kamu, lakukan dua langkah mudah berikut ini:

  • Olahraga teratur: olahraga dapat menurunkan risiko terserang kanker prostat, menjaga kesehatan secara umum, serta mencegah kamu kegemukan, apalagi obesitas. Syaratnya, cobalah untuk berolahraga rutin, setiap minggunya.
  • Jaga pola makan: selain olahraga, menjaga pola makan juga tidak kalah pentingnya. Usahakan untuk selalu menjaga asupan yang mengandung nilai gizi seimbang. Sebaiknya, penuhi semua nutrisi yang dibutuhkan tubuh dari makanan, bukan suplemen.
Hidup Sehat

Asal Komponen Darah dan Cara Kerjanya

Darah adalah cairan tubuh yang terdiri atas empat komponen, yaitu sel darah merah, sel darah putih, platelet atau trombosit, dan plasma darah. Pada setiap komponen darah memiliki peranan masing-masing. Secara umum, darah memiliki fungsi seperti berikut:

  • Membawa oksigen dan nutrisi menuju jaringan
  • Membentuk gumpalan darah untuk mencegah kehilangan darah dalam jumlah banyak
  • Membawa sel kekebalan tubuh dan antibodi yang berperan melawan infeksi
  • Membawa produk sisa metabolisme tubuh menuju ginjal dan hati. Produk sisa tersebut akan disaring dan dibuang dari dalam darah.
  • Pengaturan suhu tubuh

Seluruh komponen darah tersebut akan berjalan di sirkulasi melalui arteri, vena, dan pembuluh kapiler darah. Darah utuh yang diperoleh pada saat donor darah maupun diambil untuk pemeriksaan darah mengandung 55% plasma dan 45% komponen sel darah.

Proses Pembentukkan komponen darah

Proses pembentukkan komponen darah atau hematopoesis terjadi di sumsum tulang. Sumsum tulang adalah bagian seperti spons pada bagian tengah dari tulang. Selain di sumsum tulang, kelenjar getah bening, limpa, dan hati juga berperan mengatur peredaran sel darah. Ketiga organ tersebut tidak hanya berperan membantu produksi dan menjaga komponen darah berfungsi baik. Organ-organ tersebut juga berperan dalam proses penghancuran sel darah.

Pada sumsum tulang, komponen darah berada dalam bentuk sel stem. Seiring berjalannya waktu, sel stem kemudian akan mengalami pematangan. Dengan bantuan berbagai faktor pertumbuhan yang berbeda, sel stem akan berkembang masing-masing menjadi sel darah merah, sel darah putih, dan platelet. Sel stem dapat ditemukan dalam darah di sirkulasi ataupun dalam sumsum tulang pada segala usia, Pada bayi baru lahir, sel stem juga bisa ditemukan di tali pusat.

Sel stem ini dapat digunakan untuk mengobati berbagai penyakit kelainan komponen darah, seperti leukemia, limfoma, kerusakan sumsum tulang, dan gangguan sistem imun tertentu. Selain sel stem, ada pula yang disebut dengan sel blas. Sel blas merupakan sel darah yang belum matang. Sebagian dari sel blas akan ditemukan di sumsum tulang dan sebagian lagi ditemukan dalam sirkulasi darah.