Kesehatan Wanita

Manfaat Sang Putih Bagi Organ Kewanitaan

Pernahkah Anda mendengar istilah “vagina becek”? Keluarnya pelumas alami pada vagina sebetulnya merupakan hal yang normal. Hal ini karena pelumas tersebut dapat menjaga kesehatan vagina dan membuat aktivitas seksual terasa nyaman. Namun, berbagai keluhan bisa muncul jika pelumas tersebut keluar secara berlebihan hingga membuat vagina terasa seperti becek. Jika Anda sudah merasa seperti ini, salah satu solusinya bisa dengan mengonsumsi Sang Putih.

Sang Putih adalah obat herbal dalam bentuk sediaan kapsul dan pil. Sang Putih mengandung ekstrak bahan alami, seperti kunyit, kulit buah delima, daun jati belanda, dan manjakani. Sang Putih digunakan untuk membantu mengurangi produksi lendir yang berlebih pada organ kewanitaan.

Vagina yang normal dan sehat umumnya agak lembap karena rata-rata wanita menghasilkan 1-4 ml cairan vagina dalam sehari. Ada beberapa hal yang menjadi penyebab meningkatnya produksi pelumas organ intim yang membuat vagina becek.

  1. Rangsangan seksual

Saat wanita terangsang secara seksual, kelenjar Bartholin yang terletak di sebelah kanan dan kiri lubang vagina menghasilkan lebih banyak cairan. Cairan ini membantu melumasi vagina selama melakukan aktivitas seksual untuk mengurangi risiko iritasi akibat penetrasi. Pelumas ini biasanya tetap ada hingga Anda selesai berhubungan seks atau tidak lagi merasa terangsang. Akan tetapi, sebagian wanita mungkin menghasilkan cairan ini secara berlebihan hingga vaginanya becek. 

  1. Ovulasi

Ketika ovulasi mendekat, serviks akan menghasilkan lebih banyak lendir. Lendir yang dihasilkan pun bisa saja berlebihan hingga membuat vagina terasa becek. Akan tetapi, lendir tersebut dapat membantu sperma melakukan perjalanan ke sel telur sehingga meningkatkan peluang Anda untuk hamil. 

  1. Perubahan hormon

Hormon estrogen yang tinggi juga dapat membuat vagina becek karena mendorong kelenjar Bartholin untuk menghasilkan lebih banyak cairan. Oleh sebab itu, wanita-wanita yang menggunakan alat kontrasepsi tertentu atau melakukan terapi hormon juga akan mengalami peningkatan kebasahan vaginanya.

  1. Infeksi

Keluarnya cairan vagina yang berlebihan hingga terasa becek juga dapat menjadi tanda infeksi jamur, bakteri, atau infeksi menular seksual. Infeksi jamur menyebabkan timbulnya keputihan yang tebal dan berwarna putih. Selain itu, vagina juga bisa terasa sangat gatal, terbakar, dan nyeri saat berhubungan seks.  Sedangkan, vaginosis bakteri (infeksi bakteri pada vagina) yang terjadi akibat ketidakseimbangan bakteri dalam vagina juga bisa menjadi dalang di balik vagina becek. Infeksi ini menghasilkan keputihan berwarna putih, abu-abu, atau kuning yang berbau, dengan rasa gatal atau terbakar pada vagina. 

Di sisi lain, trikomoniasis bisa menyebabkan keluarnya keputihan berwarna kekuningan atau kehijauan. Terkadang cairan ini juga bergelembung, berbau tidak sedap, dan disertai rasa gatal atau terbakar yang hebat. Kurang menjaga kebersihan vagina, sering memakai celana dalam ketat, berganti-ganti pasangan seksual, dan tidak menggunakan pengaman saat berhubungan intim, bisa memicu terjadinya infeksi-infeksi tersebut.

  1. Vagina berkeringat

Vagina basah juga bisa terjadi karena keringat atau vaginal sweat. Hal ini bisa terjadi ketika mendapatkan rangsangan awal saat bercinta, area vagina membesar karena aliran darah menjadi lebih kencang. Inilah yang menyebabkan vagina bisa mengalami transudate sehingga terasa lembap di bawah sana. 

Menariknya, vagina basah juga bisa terjadi saat tubuh memberikan respons secara fisiologis. Contohnya saat melihat gambar atau membaca sesuatu yang sensual. Meski demikian, bukan berarti hal ini berarti seorang wanita sedang horny atau terangsang. Artinya, bukan berarti setiap kali seorang wanita mengalami vagina basah berarti dirinya sedang terangsang. Itu hanyalah respons tubuh secara umum yang menunjukkan bahwa vagina sedang menjalankan fungsi anatominya.

Itulah beberapa kondisi yang bisa menjadi penyebab dari berlebihnya produksi lendir pada wanita. Meski begitu, Anda tidak perlu khawatir karena bisa diatasi dengan mengonsumsi Sang Putih. Obat herbal yang masuk dalam golongan jamu ini bisa membantu Anda secara tradisional dalam mengurangi produksi lendir yang dialami.

Kesehatan Wanita

Kenali Jenis dan Efek Samping KB Spiral

Memasang IUD (Intrauterine Device) alias KB spiral, memang banyak diminati oleh para wanita untuk mencegah terjadinya kehamilan. Jenis KB Spiral ada yaitu yaitu KB IUD hormonal disuntik ke dalam rahim, dan KB IUD yang tidak ada hormonnya. 

Lalu apa sih IUD?

Jadi, IUD adalah alat kontrasepsi yang berbentuk huruf T yang dipasang di dalam rahim melalui vagina. IUD yang dipasang dapat menahan pergerakan sperma agar tidak masuk ke sel telur sehingga tidak terjadi kehamilan.

KB spiral adalah alat kontrasepsi dalam rahim yang berbentuk huruf T dan terbuat dari plastik

Tingkat efektivitas IUD untuk mencegah kehamilan tercatat hingga 99,8 persen. Selain efektif mencegah kehamilan, KB IUD juga sifatnya tidak permanen. Artinya, ketika Anda akan kembali merencanakan kehamilan, maka Anda bisa hamil ketika IUD dilepas. Alat kontrasepsi ini bisa Anda gunakan selama 3 – 5 tahun. Yuk kenali jenis dan efek samping KB Spiral

Jenis KB Spiral  

KB spiral yang dimasukkan ke dalam rahim berfungsi mencegah sel sperma mencapai atau membuahi sel telur. Tapi, tergantung jenis IUD yang dipilih dan sesuai anjuran dokter atau bidan. Dua jenis KB spiral atau IUD yakni:

  • KB spiral tembaga yang tidak mengandung hormon dan kandungan tembaganya bertindak sebagai spermisida untuk membunuh sperma yang masuk.
  • KB spiral hormonal, menggunakan hormon progesteron yang dapat mencegah kehamilan dengan cara mencegah sperma membuahi sel telur.

Efek samping KB spiral

Meski punya banyak keunggulan, sayangnya IUD juga tak lepas dari beberapa efek samping yang mungkin akan dialami.  Berikut efek samping KB Spiral yang bisa muncul setelah pemasangannya.

1. Siklus Menstruasi Jadi Tidak Lancar

Menstruasi tidak lancar merupakan efek samping KB spiral yang paling umum terjadi pada wanita yang memasangnya. Siklusnya sendiri bisa jadi lebih panjang atau lebih pendek. 

Bahkan, tidak jarang ada juga wanita yang tidak mengalami menstruasi sama sekali usai dipasang IUD. 

2. Rasa Nyeri Haid 

Pada wanita yang mengalami menstruasi, ada kemungkinan besar Anda akan mengalami rasa nyeri haid. Anda mungkin juga mengalami keputihan yang tidak wajar.

Namun, Anda tak perlu panik, karena efek samping KB Spiral ini juga umum terjadi usai pemasangan. Umumnya, kondisi ini terjadi pada tiga bulan setelah pemasangan karena tubuh sedang beradaptasi dengan IUD. 

3. Sensasi Rahim Tertusuk

Lantaran bentuknya yang kecil dan seperti huruf T, maka efek samping KB spiral selanjutnya kemungkinan akan menusuk dinding rahim yang dapat menyebabkan perdarahan hingga infeksi. 

Kondisi ini juga dikenal sebagai perforasi uterus. Namun, kasus ini terbilang jarang terjadi. Ketika hal ini terjadi, konsultasikan ke dokter untuk mengeluarkannya karena ada kemungkinan alat kontrasepsi berpindah tempat dan melukai organ lain.  

4. Perubahan hormon

Pemasangan IUD hormonal akan memengaruhi hormon yang ada di tubuh Anda. Akibatnya Anda bisa merasakan nyeri payudara, kulit berminyak, mual, sakit kepala, sakit perut, dan gejala PMS yang lebih berat dari sebelumnya.

Anda bisa mengalami sakit kepala, nyeri perut atau kram, hingga perdarahan. Biasanya. ini akan terjadi di beberapa bulan setelah pemasangan saja. 

5. Kehamilan Ektopik

Meski terbilang efek samping KB Spiral yang jarang terjadi, tetapi Anda bisa saja mengalami kehamilan ektopik. Kehamilan ektopik adalah kehamilan yang terjadi di luar rahim, yang sering kali terjadi di tuba fallopi.

Hal ini karena ada perubahan jalur sperma. Kehamilan ektopik adalah kondisi serius yang dapat mengancam nyawa dan harus segera ditangani oleh tenaga medis.

Demikian beberapa efek samping KB Spiral yang mungkin akan Anda alami. Selain efek samping di atas, efek KB IUD yang juga sedikit mengganggu adalah rasa sakit yang dirasakan selama proses pemasangan. 

Bahkan, rasa sakit dan tidak nyaman bukan hanya muncul saat pemasangan tapi juga sesudahnya. Tetapi jangan khawatir, hal ini akan lewat dalam waktu beberapa hari saja. Namun jika gejala sangat mengganggu, segeralah konsultasi dengan dokter, ya. Semoga bermanfaat!

Kulit & Kelamin, Penyakit

10 Pemicu Penis Keluar Darah Saat Buang Air Kecil

Kondisi di mana penis keluar darah saat buang air kecil bisa disebut juga dengan hematuria. Darah yang keluar ini jumlahnya tidak selalu banyak. Terkadang, hanya terlihat melalui mikroskop. Ada juga jenis darah padat yang keluar bersama urin. Kondisi tersebut tentu akan membuat penis terasa sakit atau memicu rasa nyeri.

Penis keluar darah dapat terjadi karena infeksi menular seksual

Penis keluar darah saat buang air kecil umumnya terjadi tanpa gejala. Masalah ini umumnya tidak berbahaya, namun ada pula hematuria yang perlu diwaspadai.

Di bawah ini akan dijelaskan beberapa kemungkinan penyebab kencing keluar darah dan bisa jadi gejala apa saja. 

1. Imbas sejumlah makanan berwarna merah

 Melansir Self, penyebab kencing berwarna merah mirip darah terkadang bisa berasal dari imbas makanan tertentu yang berwarna merah. Makanan seperti bit, buah beri, dan sebagainya dapat membuat kencing berwarna merah. Biasanya, kencing berwarna merah mirip darah ini bisa hilang tak sampai berhari-hari dan tidak disertai gejala lain.

2. Efek samping obat 

Beberapa obat memiliki efek samping membuat darah meresap ke dalam urine. Diantaranya penisilin, pereda nyeri, anti peradangan non steroid, obat pencahar, aspirin, sampai sejumlah obat anti-kanker. Jika kamu curiga penyebab kencing keluar darah gejala efek samping obat tertentu, segera konsultasikan ke dokter. Hindari mengganti atau menghentikan pengobatan atas inisiatif sendiri tanpa sepengetahuan dokter. 

3. Infeksi saluran kencing 

Melansir Mayo Clinic, kencing keluar darah dapat menjadi tanda penyakit infeksi saluran kencing. Penyakit ini disebabkan serangan bakteri yang masuk ke tubuh melalui uretra dan berkembang biak di kandung kemih. Selain kencing keluar darah, gejala infeksi saluran kencing lainnya yakni sering kencing, kencing sakit, rasa panas saat kencing, dan urine bau tak sedap. 

4. Infeksi ginjal 

Tak hanya infeksi saluran kencing, kencing keluar darah juga dapat menjadi gejala infeksi ginjal. Penyakit ini muncul saat bakteri masuk ke ginjal dari aliran darah. Terkadang bakteri dari ureter masuk ke ginjal dan memicu infeksi. Tanda infeksi ginjal mirip dengan infeksi saluran kencing. Bedanya, penderita juga jamak merasakan demam dan nyeri pinggang. 

5. Batu ginjal 

Penyakit batu ginjal terjadi saat mineral dalam urine membentuk kristal dan menempel di dinding ginjal atau kandung kemih. Batu tersebut umumnya tidak memicu rasa sakit. Penderita baru merasakan gejala berupa nyeri dan kencing keluar darah saat batu ginjal melewati saluran kencing. 

6. Pembengkakan prostat 

Kelenjar prostat yang berada tepat di bawah kandung kemih dan mengelilingi bagian atas uretra dapat membengkak. Kondisi ini jamak terjadi pada pria berusia separuh baya. Pembengkakan prostat dapat menekan uretra dan menghalangi aliran urine. Tanda dan gejala prostat bengkak antara lain susah kencing, ingin kencing terus, dan ada darah dalam urine. Selain pembengkakan prostat, infeksi prostat juga menimbulkan gejala yang kurang lebih sejenis dengan prostat bengkak. 

7. Penyakit ginjal 

Penyebab kencing keluar darah lainnya dapat berasal dari penyakit ginjal. Salah satunya radang sistem penyaringan ginjal atau glomerulonefritis. Peradangan ginjal terkadang disebabkan komplikasi diabetes, infeksi virus, penyakit pembuluh darah, sampai gangguan imun yang memengaruhi penyaring ginjal. Selain itu, cedera pada ginjal karena kecelakaan juga dapat memicu munculnya darah dalam urine. 

8. Kanker 

Di beberapa kondisi yang jarang terjadi, kencing keluar darah juga bisa menjadi tanda penyakit kanker ginjal, kandung kemih, atau prostat. Ketiga gejala kanker di atas salah satunya ada darah dalam urine. 

9. Anemia sel sabit 

Penyakit anemia sel sabit merupakan penyakit bawaan lahir yang membuat sel darah merah penderitanya berbentuk bulan sabit. Kondisi ini dapat menghalangi darah mengalir dengan baik. Gejalanya tak jarang juga memicu kencing keluar darah, badan sering nyeri, kerap infeksi, beberapa bagian tubuh bengkak, sampai masalah penglihatan. 

10. Efek samping olahraga berat 

Penyebab kencing keluar darah yang jarang terjadi lainnya yakni efek samping olahraga berat. Kondisi ini dipengaruhi trauma atau cedera pada kandung kemih, dehidrasi, atau kerusakan sel darah merah karena olahraga berlebihan.

Itulah penjelasan mengenai penyebab penis keluar darah saat buang air kecil. Semoga dapat menambah wawasanmu.

Penyakit

5 Cara Alami Mengatasi Vulva dan Vagina Iritasi

Vagina iritasi dan gatal bisa menjadi gejala dari banyak kondisi. Iritasi vagina bisa disebabkan oleh vagina yang kering atau terpapar iritan, bisa juga disebabkan oleh infeksi jamur, bakteri, atau hal lain. 

Ada banyak pengobatan untuk vagina iritasi, gatal, dan memerah. Namun pengobatannya tergantung pada penyebabnya. Misalnya, jika gatal dan iritasi terasa di dalam vagina, bisa jadi karena infeksi jamur. Jika iritasi terjadi pada vulva, kemungkinan disebabkan oleh eksim atau kondisi kulit lainnya. 

Ketidakseimbangan hormon menjadi salah satu pemicu kandidiasis vagina

Beberapa penyebab vagina iritasi

Berikut ini beberapa penyebab potensial dari vulva dan vagina iritasi:

  • Keringat

Keringat yang terperangkap setelah berolahraga atau saat menggunakan pakaian ketat dapat menyebabkan rasa gatal dan vagina iritasi. 

  • Alergi atau dermatitis

Alergi terhadap suatu kandungan dalam sabun, pelembab, atau paparan bahan kimia lainnya dapat mengiritasi vulva.

  • Infeksi bakteri

Infeksi bakteri seperti infeksi saluran kemih dapat mempengaruhi vagina dan membuatnya terasa gatal dan nyeri di area tersebut.

  • Folikulitis

Folikulitis adalah iritasi kulit yang disebabkan oleh tumbuhnya rambut ke dalam. 

  • Infeksi jamur

Salah satu infeksi jamur yang paling umum menyebabkan sariawan vagina yang menyebabkan vagina iritasi, gatal, serta keputihan yang tidak normal. 

  • Psoriasis

Sekitar 30 – 60 persen penderita psoriasis juga mengembangkan psoriasis genital.

  • Eksim

Eksim adalah penyakit kulit yang dapat terjadi di bagian tubuh manapun, termasuk vulva. Eksim menyebabkan kulit iritasi, bersisik, dan gatal.

  • Lichen sclerosus

Lichen sclerosus adalah kondisi kulit yang ditandai dengan bercak kecil berwarna putih di kulit sekitar alat kelamin. 

  • Infeksi menular seksual

Sebagian besar infeksi menular seksual (IMS) ditandai dengan vagina iritasi, gatal, dan nyeri. Beberapa contohnya yaitu klamidia, gonore, kutil kelamin, dan herpes genital.

  • Kanker vulva

Apabila iritasi dan rasa gatal terjadi secara terus-menerus, dan diikuti dengan keluarnya darah, benjolan, dan nyeri panggul maka bisa jadi disebabkan oleh kanker vulva.

Pengobatan rumahan untuk vulva dan vagina yang iritasi

Untuk mengobati dan meredakan ketidaknyamanan akibat vagina yang teriritasi, Anda bisa melakukan perawatan rumahan berikut ini.

  1. Mandi dengan soda kue

Menurut beberapa penelitian, soda kue memiliki efek antijamur yang dapat membunuh jamur candida serta efektif mengobati psoriasis dan eksim. Untuk penggunaannya, larutkan 2 sdm soda kue ke dalam baskom berisi air, kemudian berendam di bak mandi selama 5-10 menit. Lakukan cara ini sekali atau dua kali sehari. Setelah itu, keringkan area genital dengan cara menepuknya pelan menggunakan kain lembut atau tisu hingga kering.

  1. Gunakan produk lembut untuk membersihkan area genital

Hindari sabun, deterjen, atau produk apapun yang mengandung bahan iritan seperti alkohol, SLS, dan pewangi. Sebaiknya cuci area genital dengan air hangat atau produk mandi berbahan lembut.

  1. Kenakan pakaian dalam katun

Pakaian dalam berbahan nilon tidak akan menyerap keringat sehingga area genital Anda lembab. Pilihlah pakaian dalam berbahan katun yang menyerap keringat dan mendukung sirkulasi udara yang lebih baik, sehingga mengurangi kulit gatal dan mencegah pertumbuhan jamur. Selain itu, pilihlah pakain dalam yang pas, tidak terlalu ketat atau terlalu longgar dan cuci pakaian dalam dengan sabun yang tidak beraroma.

  1. Gunakan pelembab alami

Penelitian menunjukkan bahwa minyak kelapa dapat membunuh Candida albicans, penyebab infeksi jamur. Namun dibutuhkan penelitian lebih banyak untuk mendukung klaim tersebut. Pilihan alami yang bisa Anda coba yaitu minyak zaitun dan minyak almond.

  1. Konsumsi probiotik

Probiotik mendorong pertumbuhan bakteri baik di usus dan vagina dan membuatnya jadi lebih sehat. Makanan probiotik meliputi yogurt, kimchi, kombucha, dan sup kedelai jepang. Anda juga bisa memilih meminum suplemen probiotik yang lebih praktis. 

Kapan harus ke dokter?

Meskipun vagina gatal dan iritasi bisa diobati dengan perawatan rumahan, ada kalanya Anda perlu mengunjungi dokter jika mengalami gejala seperti:

  • Rasa sakit dan vagina terasa panas saat berhubungan seksual
  • Keputihan tidak normal, meliputi perubahan warna dan berbau busuk
  • Kemerahan atau bengkak pada alat kelamin
  • Nyeri di daerah genital atau panggul 

Konsultasikan masalah vagina iritasi dengan dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download aplikasinya di App Store atau Google Play Store.

Kulit & Kecantikan

Manfaat Scrubs and Exfoliators Untuk Kesehatan Wajah Serta Rekomendasi Produknya

Pernah merasa wajah terlihat kusam karena menumpuknya sel kulit mati? Itu tandanya wajah kamu memerlukan penggunaan scrubs and exfoliators. Melakukan eksfoliasi dengan menggunakan scrub akan membuat berbagai kotoran dan sel kulit mati pada wajah akan terangkat. 

NIVEA Hokkaido Rose Double Cleansing Set

Scrubs and Exfoliators sama dengan pentingnya dengan menggunakan pelembab. Mengapa demikian? Simak manfaat eksfoliasi berikut.

Manfaat Melakukan Scrubs and Exfoliators

  • Mengangkat sel kulit mati

Kamu mengalami penumpukan sel kulit mati pada wajah ketika wajah tampak kusam atau saat mengaplikasikan make up pada wajah namun tidak menempel. Jika mengalami hal ini, kamu perlu segera melakukan eksfoliasi menggunakan scrub untuk mengangkat sel-sel kulit mati tersebut. Dengan begitu, make up akan menempel pada wajah secara merata dan wajah juga tampak lebih segar.

  • Mengecilkan pori-pori

Pori-pori wajah dapat membesar ketika terjadi penumpukan kotoran dan sel kulit mati. Kamu perlu menghilangkan kotoran dan sel kulit mati itu terlebih dahulu dengan eksfoliasi, kemudian pori-pori akan mengecil kembali.

  • Mengurangi jerawat

Membersihkan wajah menggunakan facial wash tidak selalu bersih hingga ke pori-pori. Sisa-sisa kotoran yang tersumbat pada pori-pori dapat menyebabkan wajah berjerawat. Eksfoliasi dengan menggunakan scrub dapat menghilangkan kotoran hingga ke pori-pori wajah sehingga wajah tidak gampang berjerawat.

  • Melawan tanda penuaan pada wajah

Munculnya garis-garis kerutan pada wajah dapat disebabkan oleh sel kulit mati. Kulit dapat beregenerasi secara alami, namun seiring bertambahnya usia kemampuan tersebut akan berkurang.  Dengan eksfoliasi, kamu bisa membantu proses regenerasi kulit dan mengurangi garis kerutan pada wajah.

  • Membantu produk perawatan wajah lainnya untuk bekerja maksimal

Setelah melakukan scrubs and exfoliators, wajah akan lebih bersih. Wajah yang bersih dari noda, kotoran, dan sel kulit mati akan membuat produk perawatan seperti pelembab, pembersih wajah, serum, dan lainnya meresap secara maksimal ke dalam kulit wajah.

  • Mencerahkan kulit wajah

Dengan perginya sel kulit mati pada wajah, maka akan muncul sel kulit baru yang membuat wajah lebih bersih. Maka dari itu, kamu bisa mendapatkan kulit yang lebih cerah dan lebih segar.

Rekomendasi Produk Scrubs and Exfoliators untuk Wajah

  1. Inez Seventh Day Scrub Cream

Bagi kamu pemilik wajah dengan kulit normal cenderung berminyak atau kombinasi, kamu bisa memilih Inez Seventh Day Scrub Cream. Produk ini mengandung formula Salicylic Acid yang melepaskan sel kulit mati. Lalu terdapat juga kandungan Polyethylene yang berguna untuk membersihkan dan mengangkat sel kulit mati tersebut.

  1. Mustika Ratu Peeling Mundisari

Salah satu scrub dari brand lokal yang patut untuk kamu pertimbangkan adalah Mustika Ratu Peeling Mundisari. Selain membantu mengangkat sel kulit mati, produk ini juga dapat membantu untuk menghaluskan kulit serta mengecilkan pori-pori.

  1. Neutrogena Deep Clean Blackhead Eliminating Daily Scrub

Untuk membersihkan kotoran dan minyak di dalam pori-pori, kamu juga bisa menggunakan Neutrogena Deep Clean Blackhead Eliminating Daily Scrub. Scrub satu ini telah melalui uji Non-comedogenic serta Dermatologist tested yang tentunya aman untuk digunakan. Pemilik wajah berminyak juga dapat menggunakannya karena produk dari Neutrogena ini oil free.

  1. Azarine Fresh Radiant Brightening Scrub

Mencari scrub yang bebas minyak dan bebas alkohol? Kamu bisa memilih Azarine Fresh Radiant Brightening Scrub. Produk ini mampu mengangkat sel kulit mati, mencerahkan wajah, memudahkan bekas jerawat, dan menghilangkan flek hitam secara bersamaan. Scrub dari Azarine ini juga cocok untuk kulit kering dan sensitif.

  1. Purbasari Lulur Wajah 

Scrub selanjutnya yang bisa menjadi pilihan adalah Purbasari Lulur Wajah varian Green Tea with Rice Extract. Selain mengangkat sel kulit mati, scrub ini bekerja dengan mengurangi produksi minyak di wajah dan mencegah jerawat. 

Itu tadi manfaat serta rekomendasi scrubs and exfoliators. Kamu dapat melakukan eksfoliasi secara rutin dan berkala untuk memastikan wajah tetap bersih dan mendapatkan wajah yang sehat. Pilih produk scrub yang sesuai dengan kondisi wajahmu untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Penyakit

Mulut Terasa Pahit, Apa Pemicunya?

mulut terasa pahit

Mulut terasa pahit merupakan istilah yang menunjukkan ketidaknyamanan di mulut. Hal tersebut terjadi karena manusia mengkonsumsi makanan pahit.

Mulut terasa pahit bisa menimbulkan berbagai gejala seperti nafas bau. Ada berbagai penyebab yang dapat meningkatkan risiko mulut terasa pahit, salah satunya termasuk penggunaan obat.

Pada dasarnya, mulut terasa pahit bukan merupakan kondisi yang berbahaya bagi tubuh. Meskipun demikian, kondisi tersebut juga bisa menunjukkan bahwa seseorang mengalami kondisi yang lebih serius.

Gejala

Berikut adalah gejala yang timbul akibat mulut terasa pahit:

  • Rasa pahit di mulut.
  • Nafas bau.
  • Gusi berdarah.
  • Mulut kering.
  • Air liur yang dikeluarkan secara berlebihan.
  • Tubuh terasa lelah.
  • Sakit kepala.
  • Batuk.
  • Sakit tenggorokan.
  • Demam.
  • Nyeri.
  • Hidung tersumbat.
  • Gangguan pada indera penciuman.
  • Penurunan nafsu makanan.
  • Muntah.

Seseorang juga bisa mengalami gejala yang lebih serius berupa:

  • Perubahan kesadaran.
  • Kesulitan untuk bernafas.
  • Kesulitan untuk menelan.
  • Pembengkakan yang terjadi secara tiba-tiba di mulut atau sekitarnya.

Jika pasien mengalami kondisi yang serius pada tubuh, pasien dianjurkan untuk bertemu dengan dokter supaya kondisinya bisa segera ditangani.

Penyebab

Berikut adalah faktor yang dapat menimbulkan mulut terasa pahit:

  • Mulut kering

Mulut kering disebabkan oleh kekurangan air liur. Air liur memiliki kegunaan dalam mengurangi bakteri di mulut. Mulut kering dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti orang yang berbicara secara terus menerus.

  • Masalah pada gigi

Jika orang-orang tidak menjaga kondisi gigi, mereka bisa mengalami berbagai kondisi di dalam mulut, salah satunya termasuk mulut terasa pahit.

  • Kehamilan

Orang-orang yang memasuki masa kehamilan bisa mengalami berbagai gejala pada tubuh, salah satunya termasuk mulut terasa pahit. Mulut terasa pahit terjadi ketika mereka berada di trimester pertama. Mulut terasa pahit akan hilang setelah melahirkan.

  • Menopause

Wanita yang mengalami menopause juga berisiko terhadap mulut terasa pahit. Menopause disebabkan oleh rendahnya kadar estrogen di dalam tubuh.

  • GERD

GERD merupakan kondisi yang berkaitan dengan asam lambung. GERD juga bisa mempengaruhi mulut sehingga mulut terasa pahit.

  • Kerusakan saraf

Mulut terasa kering juga disebabkan oleh kerusakan saraf. Karena indera perasa langsung terhubung dengan saraf otak, indera perasa bisa dipengaruhi oleh saraf tersebut. Jika saraf otak bermasalah, manusia bisa mengalami masalah pada indera perasa dengan menunjukkan rasa pahit ketika mengkonsumsi makanan atau minuman.

  • Sindrom mulut terbakar

Sindrom mulut terbakar merupakan kondisi yang bisa menimbulkan sensasi terbakar pada mulut. Sindrom tersebut bisa memberikan efek yang berbeda pada mulut manusia. Sebagian orang (yang mengalami kondisi tersebut) mungkin merasa bahwa sindrom mulut terbakar bisa membuat mulut mereka pahit.

  • Tekanan

Jika manusia tidak bisa menghadapi tekanan, mereka bisa gugup atau stres. Perasaan tersebut bisa memicu berbagai reaksi pada tubuh, salah satunya termasuk mulut kering.

  • Trauma

Mulut terasa pahit juga disebabkan oleh trauma yang terjadi di mulut atau sekitarnya. Trauma di bagian mulut bisa terjadi karena berbagai faktor seperti benturan.

  • Penggunaan obat

Sebagian obat bisa memicu berbagai efek samping pada tubuh. Contoh obat yang bisa meningkatkan risiko mulut terasa pahit adalah obat antibiotik, rifampin, obat untuk asma, dan obat untuk penyakit Alzheimer.

  • Kemoterapi

Kemoterapi merupakan salah satu pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko kanker. Namun, kemoterapi juga bisa memicu berbagai efek samping (termasuk) mulut terasa pahit.

  • Kondisi lain

Kondisi lain seperti operasi gigi dan terapi radiasi bisa meningkatkan risiko mulut terasa kering.

Cara Mengatasi Mulut Terasa Pahit

Jika Anda mengalami kondisi yang lebih buruk, Anda bisa bertemu dengan dokter. Dokter akan menentukan pengobatan berdasarkan gejala dan penyebab mulut terasa kering.

Pada dasarnya, mulut terasa kering bisa diatasi dengan cara-cara sederhana seperti:

  • Menjaga kebersihan mulut setiap saat seperti menggosok gigi dua kali sehari.
  • Mengkonsumsi air putih secara rutin.

Kesimpulan

Meskipun mulut terasa pahit tidak berbahaya bagi tubuh, ada berbagai faktor yang bisa meningkatkan risiko tersebut. Oleh karena itu, manusia perlu melakukan cara-cara sederhana seperti menjaga kebersihan mulut setiap saat. Untuk informasi lebih lanjut tentang mulut, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter.

Hidup Sehat

Efek Samping Welmove, Suplemen Tulang & Sendi

Suplemen Tulang & Sendi

Welmove merupakan salah satu merk suplemen tulang & sendi. Kandungan dari suplemen makanan yang berbentuk kaplet ini di antaranya ialah glucosamine hydrochloride 500 mg,  chondroitin, vitamin C, dan berbagai mineral seperti mangan, magnesium, dan zinc.

Sebenarnya, glucosamine adalah molekul yang secara alami ada di dalam tubuh, tetapi zat ini juga biasa digunakan sebagai bahan aktif utama suplemen makan. Bahkan, bahan aktif ini memang digunakan di berbagai suplemen makan, termasuk welmove.

Kandungan glucosamine dan chondroitin yang terdapat di dalam welmove sama-sama digunakan untuk memelihara kesehatan tulang dan sendi. Tetapi, glucosamine memiliki peran yang lebih banyak dan chondroitin biasanya digunakan sebagai bahan pendukung.

Selain memelihara kesehatan tulang dan sendi, welmove juga bisa digunakan untuk mengurangi rasa sakit, nyeri, dan peradangan yang disebabkan oleh kondisi osteoarthritis, yaitu pengapuran sendi.

Tidak hanya itu, welmove dikabarkan dapat mengatasi beberapa kondisi kesehatan, seperti:

  • Inflammatory Bowel Disease (IBD)
  • Multiple Sclerosis (MS)
  • Glaukoma
  • Temporomandibular Joint (TJ)

Suplemen tulang & sendi ini dianggap aman untuk digunakan sebagai suplemen pengurang rasa sakit, khususnya bagi orang yang tidak bisa menggunakan obat jenis NSAID atau nonsteroidal anti-inflammatory drugs.

Mengingat welmove adalah suplemen, kamu bisa membelinya di apotek tanpa membutuhkan resep dari dokter.

Cara Simpan Welmove

Tidak jauh berbeda dengan cara penyimpanan obat, kamu harus menyimpan suplemen makanan ini dengan cara yang baik agar produk tidak rusak. Demi mewujudkannya, ada beberapa hal yang harus kamu lakukan. Di antaranya adalah:

  • Jangan menyimpan suplemen ini di tempat yang terlalu dingin atau terlalu panas. Sebaiknya, welmove disimpan di tempat dengan suhu ruang.
  • Jangan menyimpan suplemen ini di dalam kamar mandi.
  • Jangan pula menyimpannya di dalam freezer hingga membeku.
  • Jauhkan suplemen ini dari tempat yang lembap.
  • Jauhkan suplemen ini dari paparan sinar matahari atau cahaya langsung.
  • Jauhkan suplemen ini dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Merek lain yang mengandung glucosamine dan chondroitin mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda.

Jika sudah tidak menggunakan suplemen makanan ini lagi atau jika sudah habis masa berlakunya, kamu harus membuang suplemen ini. Meski begitu, tetap ada tata cara yang harus dipatuhi.

Contohnya, sebaiknya saat membuang sampah produk ini, jangan menggabungkannya dengan sampah rumah tangga lainnya. Selain itu, jangan menyiramkan suplemen ini ke dalam toilet atau saluran pembuangan air lainnya.

Hal-hal tersebut harus dilakukan agar tidak terjadi pencemaran lingkungan akibat sampah obat. Namun, jika kamu tidak yakin bagaimana tata cara membuang obat dan suplemen yang benar, tanyakan kepada apoteker atau petugas dari instansi pembuangan sampah setempat untuk mendapatkan info lebih lanjut.

Efek Samping

Sama halnya dengan penggunaan obat-obatan atau suplemen lainnya, penggunaan welmove juga memiliki kemungkinan efek samping penggunaan obat. Efek samping ini bisa berupa kondisi kesehatan yang ringan hingga yang cukup serius.

Dilansir dari WebMD, efek samping berikut terjadi akibat kandungan glucosamine di dalamnya, yaitu:

  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Heartburn atau dada terasa seperti terbakar 
  • Perut terasa sakit
  • Sembelit
  • Mengantuk
  • Reaksi alergi
  • Sakit kepala
  • Tubuh terasa lemah
  • Reaksi alergi, seperti ruam kulit, kesulitan bernafas, pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, dan tenggorokan.

Sementara, efek samping lain yang mungkin muncul akibat kandungan chondroitin sulfate di dalamnya adalah:

  • Penyakit sapi gila
  • Perut kembung
  • Mata bengkak
  • Betis bengkak
  • Rambut rontok
  • Ruam kulit
  • Ritme jantung tak beraturan

Tidak semua efek samping dari suplemen tulang & sendi ini disebutkan dalam daftar di atas. Kamu mungkin tidak mengalami efek samping sama sekali saat menggunakan suplemen makanan ini.

Tetapi, jika kamu mengalami efek samping tertentu setelah menggunakan obat ini, segera hubungi apoteker atau dokter untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut.

Demikian penjelasan mengenai efek samping Welmove, suplemen tulang & sendi yang bisa kamu dapatkan di apotik mana saja. Semoga dapat menambah wawasanmu.