Penyakit

5 Cara Alami Mengatasi Vulva dan Vagina Iritasi

Vagina iritasi dan gatal bisa menjadi gejala dari banyak kondisi. Iritasi vagina bisa disebabkan oleh vagina yang kering atau terpapar iritan, bisa juga disebabkan oleh infeksi jamur, bakteri, atau hal lain. 

Ada banyak pengobatan untuk vagina iritasi, gatal, dan memerah. Namun pengobatannya tergantung pada penyebabnya. Misalnya, jika gatal dan iritasi terasa di dalam vagina, bisa jadi karena infeksi jamur. Jika iritasi terjadi pada vulva, kemungkinan disebabkan oleh eksim atau kondisi kulit lainnya. 

Ketidakseimbangan hormon menjadi salah satu pemicu kandidiasis vagina

Beberapa penyebab vagina iritasi

Berikut ini beberapa penyebab potensial dari vulva dan vagina iritasi:

  • Keringat

Keringat yang terperangkap setelah berolahraga atau saat menggunakan pakaian ketat dapat menyebabkan rasa gatal dan vagina iritasi. 

  • Alergi atau dermatitis

Alergi terhadap suatu kandungan dalam sabun, pelembab, atau paparan bahan kimia lainnya dapat mengiritasi vulva.

  • Infeksi bakteri

Infeksi bakteri seperti infeksi saluran kemih dapat mempengaruhi vagina dan membuatnya terasa gatal dan nyeri di area tersebut.

  • Folikulitis

Folikulitis adalah iritasi kulit yang disebabkan oleh tumbuhnya rambut ke dalam. 

  • Infeksi jamur

Salah satu infeksi jamur yang paling umum menyebabkan sariawan vagina yang menyebabkan vagina iritasi, gatal, serta keputihan yang tidak normal. 

  • Psoriasis

Sekitar 30 – 60 persen penderita psoriasis juga mengembangkan psoriasis genital.

  • Eksim

Eksim adalah penyakit kulit yang dapat terjadi di bagian tubuh manapun, termasuk vulva. Eksim menyebabkan kulit iritasi, bersisik, dan gatal.

  • Lichen sclerosus

Lichen sclerosus adalah kondisi kulit yang ditandai dengan bercak kecil berwarna putih di kulit sekitar alat kelamin. 

  • Infeksi menular seksual

Sebagian besar infeksi menular seksual (IMS) ditandai dengan vagina iritasi, gatal, dan nyeri. Beberapa contohnya yaitu klamidia, gonore, kutil kelamin, dan herpes genital.

  • Kanker vulva

Apabila iritasi dan rasa gatal terjadi secara terus-menerus, dan diikuti dengan keluarnya darah, benjolan, dan nyeri panggul maka bisa jadi disebabkan oleh kanker vulva.

Pengobatan rumahan untuk vulva dan vagina yang iritasi

Untuk mengobati dan meredakan ketidaknyamanan akibat vagina yang teriritasi, Anda bisa melakukan perawatan rumahan berikut ini.

  1. Mandi dengan soda kue

Menurut beberapa penelitian, soda kue memiliki efek antijamur yang dapat membunuh jamur candida serta efektif mengobati psoriasis dan eksim. Untuk penggunaannya, larutkan 2 sdm soda kue ke dalam baskom berisi air, kemudian berendam di bak mandi selama 5-10 menit. Lakukan cara ini sekali atau dua kali sehari. Setelah itu, keringkan area genital dengan cara menepuknya pelan menggunakan kain lembut atau tisu hingga kering.

  1. Gunakan produk lembut untuk membersihkan area genital

Hindari sabun, deterjen, atau produk apapun yang mengandung bahan iritan seperti alkohol, SLS, dan pewangi. Sebaiknya cuci area genital dengan air hangat atau produk mandi berbahan lembut.

  1. Kenakan pakaian dalam katun

Pakaian dalam berbahan nilon tidak akan menyerap keringat sehingga area genital Anda lembab. Pilihlah pakaian dalam berbahan katun yang menyerap keringat dan mendukung sirkulasi udara yang lebih baik, sehingga mengurangi kulit gatal dan mencegah pertumbuhan jamur. Selain itu, pilihlah pakain dalam yang pas, tidak terlalu ketat atau terlalu longgar dan cuci pakaian dalam dengan sabun yang tidak beraroma.

  1. Gunakan pelembab alami

Penelitian menunjukkan bahwa minyak kelapa dapat membunuh Candida albicans, penyebab infeksi jamur. Namun dibutuhkan penelitian lebih banyak untuk mendukung klaim tersebut. Pilihan alami yang bisa Anda coba yaitu minyak zaitun dan minyak almond.

  1. Konsumsi probiotik

Probiotik mendorong pertumbuhan bakteri baik di usus dan vagina dan membuatnya jadi lebih sehat. Makanan probiotik meliputi yogurt, kimchi, kombucha, dan sup kedelai jepang. Anda juga bisa memilih meminum suplemen probiotik yang lebih praktis. 

Kapan harus ke dokter?

Meskipun vagina gatal dan iritasi bisa diobati dengan perawatan rumahan, ada kalanya Anda perlu mengunjungi dokter jika mengalami gejala seperti:

  • Rasa sakit dan vagina terasa panas saat berhubungan seksual
  • Keputihan tidak normal, meliputi perubahan warna dan berbau busuk
  • Kemerahan atau bengkak pada alat kelamin
  • Nyeri di daerah genital atau panggul 

Konsultasikan masalah vagina iritasi dengan dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download aplikasinya di App Store atau Google Play Store.