Obat

Apa Itu Floxigra? Obat Untuk Infeksi Bakteri

Floxigra

Floxigra adalah obat resep yang digunakan untuk merawat infeksi bakteri pada kulit, jaringan lunak, tulang, dan persendian.

Floxigra juga digunakan untuk merawat berbagai infeksi saluran pernapasan termasuk bronkitis dan sinus; untuk merawat infeksi bakteri di dalam tubuh, seperti infeksi saluran kemih, ginjal, lambung, usus, dan telinga; untuk merawat infeksi menular seksual seperti gonore; untuk merawat demam tifoid dan infeksi diare, dan untuk merawat penyakit menular yang berpotensi fatal seperti anthrax dan wabah. 

Bagaimana cara mengonsumsi Floxigra?

Floxigra dapat digunakan bersamaan dengan obat lain untuk merawat kondisi tertentu dengan rekomendasi dari dokter. Obat ini dapat dikombinasikan dengan metronidazole untuk merawat infeksi bakteri di perut. 

Floxigra merupakan obat resep yang masuk ke dalam kelas obat yang disebut fluoroquinolone antibacterial. Ini adalah kelas obat yang digunakan untuk perawatan dan pencegahan berbagai jenis infeksi bakteri. 

Obat dalam kelas obat ini biasanya digunakan untuk merawat infeksi saluran kemih dan pernapasan. Floxigra dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Minumlah banyak air saat Anda mengonsumsi floxigra, dan telan dalam bentuk utuh. 

Jangan menghancurkan, membagi dua, atau mengunyah obat ini secara langsung.Anda disarankan untuk mengonsumsi obat ini pada pagi dan malam hari. 

Rekomendasi dosis untuk orang dewasa yang menderita infeksi jaringan lunak dan kulit adalah 500-750 mg setiap 12 jam selama 1-2 minggu. Untuk infeksi bakteri usus dan lambung adalah 500-750 mg dua kali sehari selama 1-2 minggu. 

Untuk infeksi persendian dan tulang adalah 500-750 mg setiap 12 jam selama 4-8 minggu. Untuk demam typhoid adalah 500 mg setiap 12 jam selama 10 minggu. Untuk infeksi menular seksual adalah 500 mg dalam sekali dosis. 

Efek samping

Sama seperti obat lain pada umumnya, floxigra dapat menyebabkan efek samping seperti tes fungsi hati yang tidak normal, berkurangnya sensitivitas terhadap rasa, endapan kristal di bagian depan mata, daire, mata yang tidak nyaman, mata yang memerah, formasi gas, mual, ruam kulit, dan muntah. 

Apabila efek samping tersebut sebelumnya tidak kunjung sembuh setelah beberapa waktu atau malah berubah menjadi lebih parah, konsultasikan dengan dokter. 

Floxigra juga dapat menyebabkan efek samping parah, seperti:

  • Gangguan nutrisi dan metabolisme, dengan gejala seperti gula darah tinggi dan gula darah rendah
  • Gangguan gastrointestinal (kemungkinan fatal), dengan gejala seperti pendarahan di lambung dan peradangan usus karena pertumbuhan bakteri berlebih
  • Gangguan sistem kekebalan tubuh, seperti reaksi alergi serius (reaksi anaphylactic)
  • Gangguan jantung (kemungkinan fatal), dengan gejala seperti detak jantung yang cepat, tekanan darah rendah, peradangan pembuluh darah, detak jantung yang tidak teratur, serangan jantung, dan lain-lain
  • Infeksi jaringan lunak dan kulit, dengan gejala seperti reaksi kulit yang mengancam nyawa (sindrom Stevens-Johnson), meningkatnya sensitivitas kulit terhadap cahaya, pembengkakan di lapisan bawah kulit, reaksi kulit parah yang berhubungan dengan obat
  • Gangguan sistem saraf pusat, dengan gejala seperti kejang, rasa nyeri akibat kerusakan saraf di tangan dan kaki
  • Gangguan pendengaran, seperti tuli

Floxigra adalah obat resep, dalam arti untuk mendapatkan obat ini Anda membutuhkan resep dan anjuran dari dokter. 

Obat ini dapat dikonsumsi sebelum dan sesudah makan, dan biasanya digunakan untuk mengatasi infeksi saluran kemih, infeksi saluran napas, infeksi kulit, infeksi jaringan lunak, infeksi tulang, dan infeksi pada sendi. 

Sama seperti obat lain, floxigra dapat menyebabkan efek samping. Hubungi dokter apabila efek samping tidak kunjung sembuh atau malah berubah menjadi lebih parah.