Hidup Sehat

Mengenal tentang Diet Paleo

Bosan dengan program diet Anda biasanya? Mungkin ini waktu yang tepat untuk mencoba Diet Paleo. Siapa sangka jika cara makan ala manusia purba ini ternyata dapat menyehatkan tubuh? Meskipun kita tidak mungkin mengetahui secara pasti apa saja menu makanan manusia purba sehari-hari, namun sebuah riset sudah membuktikan bahwa diet paleo ini berisi makanan utuh (whole food) karena manusia purba membutuhkan energi yang kuat untuk berburu.

Selain itu, diet paleo juga dapat mengurangi risiko diabetes, obesitas, dan penyakit jantung. Bahkah ada beberapa studi yang menemukan bahwa diet paleo dapat membantu menurunkan berat badan. Berikut beberapa panduan diet paleo yang bisa Anda praktekkan di rumah.

Pola makan untuk diet paleo

Manusia yang hidup di zaman Paleolitikum dikenal memiliki pola makan yang cukup bervariasi dari ada yang tersedia di adalah tempat mereka hidup. Ada yang mengonsumsi makanan hewani yang rendah kalori, ada juga yang mengonsumsi sayuran. Untuk menghindari kebingungan, Anda juga dapat menggunakan panduan dasar berikut sebagai permulaan mencoba diet paleo.

Rekomendasi makanan untuk diet paleo

  • Daging: sapi, kambing, ayam, kalkun, babi, dan lain-lain
  • Ikan dan seafood: salmon, udang, kerrang, dan usahakan ikan yang masih segar
  • Telur: telur yang omega-3
  • Sayuran: brokoli, kale, bawang bombay, wortel, dan tomat
  • Buah-buahan: apel, pisang, jeruk, pir, alpukat, stroberi, dan blueberi
  • Umbi-umbian: kentang, ubi, dan lobak
  • Kacang dan biji-bijian: almond, walnut, hazelnut, biji bunga matahari, dan biji labu
  • Lemak dan minyak sehat: minyak zaitun, minyak kelapa, dan minyak alpukat
  • Garam dan rempah: garam laut, bawang, kunyit, dan rosemary

Diet paleo juga tidak menekankan untuk mengurangi jenis zat gizi makro tertentu. Anda diperbolehkan untuk mengonsumsi protein, lemak, dan karbohidrat sebanyak yang Anda mau, asalkan makanan yang dipilih termasuk dalam daftar makanan yang diizinkan untuk paleo. Akan lebih baik jika Anda memilih bahan makanan yang organik, namun jika memang tidak menungkinkan, cukup menghindari bahan makanan yang kurang sehat seperti contoh berikut ini:

  • Gula dan sirup jagung fruktosa: minum bersoda, jus buah, gula, permen, produk pastry, dan es krim
  • Produk olahan gandum seperti roti, pasta, gandum, dan barley
  • Legume: kacang-kacangan, lentil, dan sejenisnya
  • Olahan susu: susu rendah lemak yang tidak dianjurkan untuk yang sedang menjalani diet paleo karena membutuhkan susu yang tinggi lemaknya, seperti keju dan mentega.
  • Minyak sayur: minyak kedelai, minyak bunga matahari, minyak jagung, minyak biji kapas, dan lainnya.
  • Lemak trans: lemak trans ini dapat ditemukan di dalam margarin dan makanan olahan lainnya.
  • Makanan yang mengandung pemanis buatan: aspartam, siklamat, dan sakarin
  • Makanan olahan: semua makanan yang memiliki zat aditif berlebihan serta makanan berlabel “diet” atau low-fat” termasuk makanan pengganti buatan.

Dalam diet paleo juga tidak ada aturan pasti untuk membatasi Anda mengonsumsi makanan tertentu. Hal yang terpenting adalah Anda perlu menghindari makanan olahan dan berganti ke produk makanan yang alami. Diet mana yang lebih baik buat Anda akhirnya tergantung dari tujuan dan komitmen masing-masing orang. Dari sinilah Anda bisa menentukan ingin memilih pengaturan makan yang mana.

Uncategorized

Ini Manfaat Bernyanyi untuk Atasi Kebiasaan Mendengkur

Mendengkur adalah kondisi yang terjadi akibat adanya getaran pada jaringan tenggorokan saat tertidur. Mengatasi kebiasaan mendengkur bisa dilakukan dengan berbagai macam cara, salah satunya dengan bernyanyi. Apabila dilakukan secara rutin dan tepat, Anda bisa merasakan manfaat bernyanyi bagi kebiasaan mendengkur saat tidur.

manfaat bernyanyi

Bagaimana bernyanyi mengatasi kebiasaan mendengkur?

Ketika bernyanyi, Anda dipaksa untuk melakukan proses bernapas yang berbeda dari biasanya. Pada situasi normal, otot di sekitar tenggorokan akan mengeraskan jalur pernapasan bagian atas ketika menghirup udara. Situasi ini memungkinkan udara untuk masuk ke paru-paru dengan lancar.

Sementara, saat tertidur, otot di sekitar hidung dan tenggorokan akan beristirahat, menyebabkan penyempitan jalur pernapasan bagian atas dan menyebabkan dengkuran.

Saat sedang bernyanyi, udara bergerak melewati kotak suara dan menyebabkan pita suara bergetar. Untuk bisa menghasilkan perubahan nada dan volume suara selama bernyanyi, perlu adanya pengaturan tekanan pada pita suara dengan mengontrol udara yang melalui kotak suara.

Untuk bisa mengontrol udara yang lewat, perlu adanya koordinasi yang tepat antara otot pernapasan pada hidung, diafragma, perut, dan otot-otot pernapasan. Koordinasi ini memungkinkan seluruh sistem pernapasan untuk terbiasa bekerja secara bersamaan dengan pola yang teratur dan tepat.

Melalui bernyanyi, otot pernapasan akan terlatih dan terbiasa dalam menghirup udara tanpa merusak jalur pernapasan bagian atas. Dengan begitu, kemungkinan penyempitan jalur pernapasan bagian atas saat tidur pun akan berkurang. Hal ini menjadi salah satu manfaat bernyanyi untuk mengurangi resiko munculnya dengkuran saat tidur.

Mengapa perlu bernyanyi untuk mengatasi mendengkur?

Umumnya, orang yang memiliki berat badan berlebih dan penumpukan lemak di area leher lebih mungkin untuk memiliki kebiasaan mendengkur. Hal yang sama juga terjadi pada orang yang menderita penyakit pada amandel atau kelenjar gondok.

Ketika tidur, dengkuran muncul dari getaran di jaringan tenggorokan. Getaran yang terjadi secara berulang akan menyebabkan peradangan pada hidung dan tenggorokan. Akibatnya, siklus pernapasan saat tidur akan semakin terganggu dan kebiasaan mendengkur pun semakin memburuk.

Manfaat bernyanyi bisa dirasakan saat getaran di jaringan tenggorokan berkurang. Kebiasaan mendengkur yang tidak diatasi berpotensi untuk menyebabkan rasa kantuk lebih saat beraktivitas di siang hari. Selain itu, dengkuran juga akan menimbulkan ketidaknyamanan bagi orang lain yang tidur di ruangan yang sama dengan Anda.

Terkadang, mendengur juga bisa disebabkan oleh kondisi medis tertentu, salah satunya sleep apnea. Pada kondisi ini, saluran pernapasan bagian atas mengalami penyempitan saat tidur, menyebabkan siklus pernapasan menjadi terganggu.

Bagi penderita sleep apnea, bernyanyi bisa dijadikan sebagai salah satu upaya penyembuhan dan mengurangi dengkuran.

Berdasarkan penelitian, orang yang melakukan terapi bernyanyi cenderung mengalami peningkatan pada kualitas tidur. Terlebih lagi, manfaat bernyanyi akan semakin terlihat apabila dikombinasikan dengan perubahan pola hidup sehat dan olahraga teratur.

Kondisi lain yang bisa disembuhkan dengan bernyanyi

Mendengkur bukanlah satu-satunya kondisi medis yang bisa diatasi dengan bernyanyi. Manfaat bernyanyi juga bisa dirasakan oleh pasien yang menderita kondisi kesehatan mental dan meningkatkan kualitas psikologis dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Secara garis besar, selain mengurangi kebiasaan mendengkur, manfaat bernyanyi dapat berupa:

  • Meningkatkan kemampuan mengingat
  • Menurunkan tekanan darah dan kolesterol
  • Mengurangi stres dan depresi
  • Menurunkan resiko terkena penyakit jantung dan stroke
  • Meningkatkan kemampuan untuk mengontrol rasa sakit

Apabila dilakukan dengan benar, Anda akan merasakan manfaat bernyanyi bagi kesehatan fisik dan mental, secara khusus untuk mengatasi kebiasaan mendengkur. 

Tips

Cara Mengatasi Sakit Rahang Tanpa Obat

Saat mengalami sakit rahang, seringkali hal yang kita lakukan dengan mengonsumsi obat penghilang nyeri yang dijual bebas di pasaran. Hal ini memang langsung menghilangkan nyeri, namun ternyata tanpa obat pun Anda bisa menghilangkan sakit rahang, caranya pun cukup dengan beristirahat dan melakukan kompres. Berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan.

Istirahat rahang

Gerakan pada rahang terus menerus akan membuat sakit rahang yang dialami semakin parah. Oleh karena itu, kurangi menggunakan rahang secara berlebihan agar rahang bisa beristirahat sejenak. Caranya yang dilakukan, yaitu:

  • Hindari mengunyah permen karet. Mengunyah terus menerus akan meningkatkan kerja otot dan membuat sendiri pada rahan kelelahan
  • Hindari kebiasaan buruk seperti menggigit kuku atau pensil. Jika Anda merasa cemas, salurkanlah dengan kebiasaan lain
  • Posisikan tubuh telentang atau miring pada saat tidur. Hal ini untuk menghindari tekanan pada kepala yang dapat menyebabkan pergeseran rahang jika tidur dengan posisi tengkurap dan kepala miring.
  • Jika Anda membawa tas dengan satu Pundak, sebaiknya kurangi beban yang diberikan pada Pundak. Beban berlebih akan membuat perubahan posisi leher dan tulang belakang. Secara tidak langsung hal ini memengaruhi adanya sakit rahang. Anda dapat memindahkan tas dari satu Pundak ke Pundak lainnya secara bergantian.
  • Jangan membuka rahang terlalu lebar. Gerakan seperti menguap atau tertawa terlalu lebar dapat memperparah kondisi sakit rahang yang dialami.

Kompres panas dingin

Salah satu cara untuk meredakan sakit rahang adalah dengan mengompresnya. Terkadang saat kita bingung perlu melakukan kompres hangat atau dingin. Ternyata keduanya dapat digunakan untuk mengatasi sakit rahang. Hal ini bergantung pada jenis sakit yang dialami. Jika Anda merasakan nyeri seperti tertusuk, pilihan terbaik adalah dengan kompres dingin. Kompres dingin akan membantu menumpulkan ujung saraf yang nyeri di sekitar rahang dan menghambat sinyal nyeri ke otak.

Begitu pun sebaliknya, jika sakit rahang bersifat tumpul dan menetap, lebih baik Anda menggunakan kompres hangat. Hal ini bermanfaat untuk melemaskan otot rahang dan memperlancar aliran darah. Jika telah melakukan perawatan sendiri, tetapi masih terasa nyeri dan tidak hilang dalam dua minggu atau semakin parah, sebaiknya Anda coba berkonsultasi dengan dokter.

Penyakit

Pentingnya Lakukan Pemanasan agar Otot Hamstring Tak Kena Cedera

Sebelum melakukan inti gerakan olahraga apapun, pemanasan perlu dilakukan untuk mengurangi peluang terjadinya cedera. Sebagian besar orang akan mengalami rasa nyeri pada bagian belakang paha atau yang disebut dengan cedera otot hamstring jika melakukan olahraga tanpa pemanasan.

Hamstring adalah kumpulan dari tiga otot besar yang berada di belakang paha. Umumnya, otot ini digunakan untuk aktivitas, seperti menekuk lutut, berlari, melompat, memanjat, maupun gerakan lain yang membutuhkan koordinasi otot secara mendadak.

Jika otot hamstring berada dalam kondisi tegang ketika Anda melakukan aktivitas fisik yang berat atau aktivitas fisik secara mendadak, otot tersebut akan tertarik bahkan dapat robek. Kondisi ini akan berujung pada rasa ngilu atau nyeri yang Anda akan rasakan di sekitar belakang paha. Seseorang yang menderita cedera hamstring memiliki kemungkinan besar akan mengalami cedera tersebut kembali. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk mengurangi risiko cedera ini sebaik mungkin.

Siapa saja yang dapat terkena cedera otot hamstring?

Cedera otot hamstring dapat menimpa siapapun, bahkan atlet profesional sekalipun. Atlet justru berisiko tinggi terkena cedera ini dikarenakan sering melakukan aktivitas fisik secara berat dan intens secara tiba-tiba, seperti atlet lari, sepakbola, bola basket, bahkan penari. Di samping itu, cedera otot hamstring dapat menimpa siapapun dalam kondisi berikut:

  • Otot hamstring berada dalam kondisi lemah, sehingga sulit untuk melakukan kegiatan yang berat.
  • Tidak dapat melakukan menyeimbangkan otot, yang mana otot quadricep lebih kuat dibanding dengan otot hamstring.
  • Otot hamstring bersifat tidak fleksibel.
  • Anda menderita kelelahan otot.
  • Anda pernah mengalami cedera hamstring.
  • Melakukan kegiatan fisik yang terlalu berat secara intens.
  • Pertumbuhan tulang yang terjadi lebih cepat dibanding pertumbuhan otot, seperti pada remaja yang masih dalam proses pertumbuhan, baik pertumbuhan tulang atau tubuh.

Kapan waktu yang tepat untuk berkonsultasi dengan dokter?

Jika Anda mengalami cedera otot hamstring ringan, yaitu tertariknya otot (strain), Anda hanya perlu mengompres area yang terasa sakit dengan es yang dilapisi kain maupun mengoleskan obat pereda nyeri. Namun, jika cedera tersebut mengakibatkan Anda tidak dapat berjalan lebih dari empat langkah, maka segera temui dan konsultasikan kondisi tersebut dengan dokter agar mendapatkan perawatan intensif lebih dini.

Hidup Sehat

Apakah Kanker Prostat Memengaruhi Masa Subur Pria?

Ada beberapa jenis kanker yang bisa memengaruhi masa subur pria, salah satunya kanker prostat. Penanganannya yang mengharuskan pasien menjalani terapi radiasi atau kemoterapi seringkali tidak hanya mematikan sel kanker, namun juga menghancurkan sel sperma dan merusak testis. Pada penderita kanker prostat, masa subur pria juga bisa terhambat karena prosedur bedah testis atau pun prostat. Kedua prosedur ini berpotensi mengganggu masa subur pria dan bisa memicu kemandulan. Bedah testis bertujuan untuk mengurangi pertumbuhan sel kanker dengan menghentikan produksi testosteron. Selain itu, bedah prostat dilakukan untuk mencegah kanker prostat menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Apakah penderita kanker prostat masih bisa punya keturunan?

Masa subur pria terjadi saat usia 30 hingga 35 tahun. Saat itu, jumlah sperma pria sangat banyak dengan kualitas yang bagus sehingga merupakan saat yang tepat untuk menjalani program memiliki keturunan. Hanya saja, pria yang mengalami kanker prostat memang tidak bisa mengandalkan hitungan masa subur pria yang satu ini. Dengan kata lain, mereka harus mengandalkan cara alternatif untuk memiliki keturunan.

Salah satu cara yang bisa dipilih adalah dengan melakukan pengambilan sperma langsung dari testis. Sel sperma yang sudah diambil kemudian disuntikkan langsung ke sel telur. Sayangnya, tingkat keberhasilan prosedur ini pun hanya kurang dari 50 persen. 

Cara lainnya adalah melakukan penyimpanan sperma. Proses ini dilakukan dengan membekukan air mani yang berisi sperma menggunakan cairan nitrogen. Sekitar 50 persen dari sel sperma yang dibekukan masih bisa digunakan untuk pembuahan. Caranya, sperma tersebut disuntikkan vagina melalui proses yang dinamakan inseminasi buatan.

Cara mencegah kanker prostat

Tentu kamu tidak ingin menderita kanker prostat, bukan? Untuk mencegah penyakit serius ini menghampiri kamu, lakukan dua langkah mudah berikut ini:

  • Olahraga teratur: olahraga dapat menurunkan risiko terserang kanker prostat, menjaga kesehatan secara umum, serta mencegah kamu kegemukan, apalagi obesitas. Syaratnya, cobalah untuk berolahraga rutin, setiap minggunya.
  • Jaga pola makan: selain olahraga, menjaga pola makan juga tidak kalah pentingnya. Usahakan untuk selalu menjaga asupan yang mengandung nilai gizi seimbang. Sebaiknya, penuhi semua nutrisi yang dibutuhkan tubuh dari makanan, bukan suplemen.
Hidup Sehat

Asal Komponen Darah dan Cara Kerjanya

Darah adalah cairan tubuh yang terdiri atas empat komponen, yaitu sel darah merah, sel darah putih, platelet atau trombosit, dan plasma darah. Pada setiap komponen darah memiliki peranan masing-masing. Secara umum, darah memiliki fungsi seperti berikut:

  • Membawa oksigen dan nutrisi menuju jaringan
  • Membentuk gumpalan darah untuk mencegah kehilangan darah dalam jumlah banyak
  • Membawa sel kekebalan tubuh dan antibodi yang berperan melawan infeksi
  • Membawa produk sisa metabolisme tubuh menuju ginjal dan hati. Produk sisa tersebut akan disaring dan dibuang dari dalam darah.
  • Pengaturan suhu tubuh

Seluruh komponen darah tersebut akan berjalan di sirkulasi melalui arteri, vena, dan pembuluh kapiler darah. Darah utuh yang diperoleh pada saat donor darah maupun diambil untuk pemeriksaan darah mengandung 55% plasma dan 45% komponen sel darah.

Proses Pembentukkan komponen darah

Proses pembentukkan komponen darah atau hematopoesis terjadi di sumsum tulang. Sumsum tulang adalah bagian seperti spons pada bagian tengah dari tulang. Selain di sumsum tulang, kelenjar getah bening, limpa, dan hati juga berperan mengatur peredaran sel darah. Ketiga organ tersebut tidak hanya berperan membantu produksi dan menjaga komponen darah berfungsi baik. Organ-organ tersebut juga berperan dalam proses penghancuran sel darah.

Pada sumsum tulang, komponen darah berada dalam bentuk sel stem. Seiring berjalannya waktu, sel stem kemudian akan mengalami pematangan. Dengan bantuan berbagai faktor pertumbuhan yang berbeda, sel stem akan berkembang masing-masing menjadi sel darah merah, sel darah putih, dan platelet. Sel stem dapat ditemukan dalam darah di sirkulasi ataupun dalam sumsum tulang pada segala usia, Pada bayi baru lahir, sel stem juga bisa ditemukan di tali pusat.

Sel stem ini dapat digunakan untuk mengobati berbagai penyakit kelainan komponen darah, seperti leukemia, limfoma, kerusakan sumsum tulang, dan gangguan sistem imun tertentu. Selain sel stem, ada pula yang disebut dengan sel blas. Sel blas merupakan sel darah yang belum matang. Sebagian dari sel blas akan ditemukan di sumsum tulang dan sebagian lagi ditemukan dalam sirkulasi darah.

Penyakit

Perhatikan Tumbuh Kembang Anak dari Kifosis

Postur tubuh normal adalah tulang belakang yang agak melengkung pada bagian leher, di punggung atas maupun dada, dan juga punggung bagian bawah. Namun, jika lengkungan tersebut melebihi 45 derajat, maka kondisi yang terjadi termasuk dalam kifosis.

Kifosis adalah kondisi pelengkungan tulang belakang yang dapat menimbulkan tampilan bagian atas punggung tampak lebih membungkuk jika dibanding dengan kondisi normal. Penyakit ini lebih banyak menyerang kelompok usia lanjut, namun kemungkin kifosis menyerat anak-anak juga cukup besar. Pasalnya, terdapat penyakit Scheuermann yang diturunkan secara genetik yang sebabkan kondisi serupa.

Apa penyebab pasti dari kifosis?

Di bawah ini, terdapat faktor-faktor penyebab kifosis yang perlu Anda waspadai:

  • Kondisi otot yang lemah pada punggung bagian atas.
  • Osteoporosis (penurunan kepadatan tulang).
  • Cedera pada tulang belakang.
  • Arthritis (radang sendi menahun) maupun penyakit degenerasi tulang lainnya.
  • Penuaan yang didukung juga akibat postur tubuh buruk akibat posisi duduk, berdiri, dan tidur yang tidak tepat.
  • Penyakit Scheuermann yang umumnya diturunkan pada anak.
  • Skoliosis (kondisi tulang belakang melengkung ke arah samping secara tidak normal).

Di samping penyebab yang telah disebutkan di atas, kifosis juga berpeluang terjadi akibat:

  • Infeksi pada tulang belakang.
  • Cacat bawaan lahir, seperti spina bilfida.
  • Tumor.
  • Penyakit jaringan ikat.
  • Polio.
  • Penyakit paget.
  • Penyakit sistem endokrin (hormon).
  • Distrofi (pengecilan) otot.

Gejala kifosis seperti apa yang perlu diwaspadai?

Pada dasarnya, kifosis tidak menunjukkan gejala lain, kecuali bentukan tulang punggung yang terlihat jelas bungkuk. Namun, dalam beberapa kasus tertentu, penderita kifosis akan merasakan beberapa masalah di sekitar tulang belakang, seperti sakit punggung. Selain itu, ia juga akan merasakan kekuaan pada punggung dan area sekitarnya. Di area tulang belakang akan terasa nyeri seperti diberi tekanan serta mudah merasa lelah.

Jika Anda mengalami gejala seperti yang disebutkan di atas maupun berisiko terkena kifosis, akan lebih baik bagi Anda untuk berkonsultasi mengenai kondisi kesehatan tulang Anda dengan dokter. Nantinya, dokter akan menyarankan untuk melakukan terapi rutin maupun prosedur lain, seperti pemasangan brace punggung bagi anak.

Penyakit

Hati-Hati, Hipertensi Bisa Sebabkan Serangan Jantung dan Stroke

Tekanan darah tinggi atau hipertensi sudah cukup familiar di kalangan masyarakat Indonesia. Seseorang dikatakan terkena hipertensi jika ia memiliki tekanan darah pada nilai 130/80 mmHg atau lebih tinggi dari angka tersebut. Tekanan darah diukur lebih tinggi jika jantung memompa darah lebih cepat atau arteri berukuran lebih sempit.

Hipertensi diketahui memiliki risiko memicu penyakit yang lebih serius, seperti serangan jantung atau stroke. Mulanya memang tidak ada gejala yang ditimbulkan karena seseorang yang terkena hipertensi baru akan menyadarinya ketika telah terjadi komplikasi. Walaupun begitu, tekanan darah tinggi dapat secara mudah dideteksi dengan pemeriksaan tekanan darah.

Seperti apa tanda dan gejala hipertensi?

Tanda maupun gejala yang timbul dari penyakit hipertensi akan berbeda-beda bagi setiap orang. Beberapa orang tidak merasakan adanya gejala yang signifikan, sementara itu pada sebagian orang lainnya, kondisi hipertensi dapat menimbulkan efek sakit kepala, sesak napas, bahkan mimisan.

Tekanan darah pada umumnya terbagi menjadi empat kategori:

  • Tekanan darah normal: merupakan kondisi tekanan darah dengan nilai 120/80 mmHg.
  • Tekanan darah meningkat: kondisi ini terjadi ketika tekanan sistolik seseorang berada dalam rentang nilai 120 hingga 129 mmHg dan tekanan diastolik berada di bawah 80 mmHg.
  • Hipertensi tingkat 1: tekanan sistolik berada di 130-139 mmHg dengan tekanan diastolik 80-89 mmHg.
  • Hipertensi tingkat 2: jika tekanan sistolik berada di rentang 140 mmHg ke atas maupun tekanan diastolik 90 mmHg ke atas.

Apa yang menyebabkan hipertensi?

Hingga saat ini, faktor yang menjadi penyebab hipertensi baik pada wanita maupun pria, belum diketahui secara jelas. Namun, beberapa kondisi seperti di bawah ini, berisiko lebih tinggi terkena hipertensi:

  • Berusia lebih dari 65 tahun.
  • Mengalami kelebihan berat badan
  • Memiliki riwayat kesehatan anggota keluarga mengalami hipertensi.
  • Terlalu banyak mengonsumsi garam dan tidak diimbangi dengan mengonsumsi buah dan sayuran.
  • Kebiasaan merokok.
  • Kurang tidur maupun seringkali mengalami kesulitan tidur.
  • Tidak melakukan olahraga secara teratur.

Di samping itu, seseorang dengan kondisi kesehatan memiliki masalah pada ginjal, mengalami diabetes, atau mengalami lupus, juga berisiko tinggi terkena hipertensi.

Penyakit

Tips untuk Mengatasi Gejala Wasir

Saat mengalami rasa sakit da iritasi di daerah anus, banyak orang kemudian berasumsi dirinya menderita wasir. Padahal kondisi lain seperti kutil kelamin yang tumbuh di anus, infeksi atau hanya luka kecil juga bisa menimbulkan rasa sakit di anus. Lalu, bagaimana gejala wasir?

Rasa gatal dan panas, perdarahan dari dubur dan benjolan yang seperti hilang timbul saat buang air besar menjadi gejala wasir internal. Penderita wasir jenis ini mengalami peradangan dan pembengkakan pembuluh darah di dalam rectum. Pada kondisi ringan, gejala wasir internal tidak menumbulkan rasa sakit yang mengganggu. Keluhan yang sering dirasakan sangat mengganggu biasanya merupakan gejala wasir eksternal, berupa nyeri, gatal, pedir, perdarahan dan benjolan yang terlihat dan terasa di anus.

Pengobatan wasir juga akan tergantung dari gejalanya. Gejala wasir ringan atau perdarahan dari dubur yang terjadi sesekali umumnya masih bisa diatasi dengan perubahan pola makan, utamanya dengan meningkatkan asupan serat lewat konsumsi sayuran dan buah-buahan, serta banyak minum air putih. Asupan serat dan cairan akan mencegah konstipasi dan membuat feses lebih lunak, sehingga tidak perlu mengejan saat buang air besar yang menjadi salah satu penyebab timbulnya wasir.

Untuk mengatasi gejala wasir yang timbul saat wasir kambuh, biasanya obat-obatan oral serta salep wasir yang dijual bebas bisa sangat membantu. Jika wasir sering kambuh dan ukuran pembengkakannya belum terlalu besar, ada pilihan metode rubber-band ligation untuk mengatasinya. Caranya cukup mudah, yaitu dengan mengikat pangkal pembuluh darah yang membengkak untuk memutus aliran darah.

Dengan demikian pembengkakan akan berkurang, jaringan mati kemudian copot sendiri. Tidak ada waktu yang pasti mengenai berapa lama keluhan yang ditimbulkan oleh gejala wasir akan dirasakan. Wasir yang ringan bisa menghilang dalam beberapa hari tanpa pengobatan, tetapi wasir eksternal yang ukurannya sudah besar bisa jadi butuh waktu yang cukup lama untuk sembuh dan untuk beberapa waktu akan menimbulkan nyeri yang signifikan serta mengganggu aktivitas.

Sebagian besar gejala wasir yang dialami penderitanya tidak parah atau berbahaya tetapi memang menyebabkan ketidaknyamanan dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Perubahan kebiasaan buang air besar dan perubahan pola makan pun biasanya cukup untuk mengatasi gejala wasir dan mencegah kekambuhan

Obat

Obati Flu Babi Tanpa Panik dengan Cara Berikut

Fenomena terjadinya flu babi dianggap tidak begitu menggemparkan jika dibanding dengan flu burung. Pasalnya, jumlah peternakan babi di Indonesia tidak begitu banyak dengan peternakan ayam. Namun, infeksi flu babi juga tidak seharusnya untuk diabaikan. Jika infeksi virus ini tidak ditangani dengan baik, ia berisiko mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang.

Flu babi atau virus H1N1 adalah istilah yang merujuk pada penyakit influenza yang menyerang babi. Namun, penyakit ini dapat ditularkan oleh babi ke manusia, lalu dari manusia ke manusia lainnya.

Apa saja gejala flu babi yang perlu diwaspadai?

Virus flu babi yang tergolong sebagai salah satu jenis penyakit influenza memiliki gejala yang serupa dengan flu pada umumnya. Seseorang akan menunjukkan gejala flu babi dalam kurun waktu 1-3 hari setelah terinfeksi virus H1N1. Beberapa gejala yang mungkin dapat timbul, antara lain:

  • Demam.
  • Sakit kepala.
  • Tersumbatnya hidung dan pernapasan.
  • Radang tenggorokan yang seringnya disertai batuk.
  • Mata menjadi memerah dan mudah berair.
  • Merasakan pegal-pegal dan kelelahan.
  • Diare.
  • Mual dan muntah.

Bagaimana cara mengobati flu babi secara benar?

Seperti infeksi flu lainnya, ketika seseorang terserang flu babi, pertolongan pertama yang perlu diberikan adalah dengan memberikan lebih banyak cairan. Namun, jika pasien virus flu babi memiliki penyakit pernapasan kronis tertentu, dokter akan meresepkan obat tambahan untuk meringankan gejala yang muncul.

Obat antiviral oseltamivir dan zanamivir dikatakan dapat mengurangi gejala maupun kemungkinan komplikasi. Obat ini umumnya diresepkan pada hari pertama atau kedua ketika gejala mulai muncul. Selain itu, dokter juga akan meresepkan antivirus bagi pasien dengan risiko komplikasi tinggi, seperti untuk balita, kelompok usia di atas 65 tahun, ibu hamil, pasien HIV AIDS, asma, penyakit jantung, dan juga gangguan fungsi organ tubuh lain.

Sebagai langkah pencegahan, Anda dapat melakukan langkah-langkah tertentu, seperti melakukan vaksin influenza setiap enam bulan sekali. Di samping itu, Anda dapat melakukan hal pencegahan, seperti:

  • Usahakan untuk tetap berada di rumah ketika merasakan gejala flu babi.
  • Mencuci tangan secara menyeluruh dan rutin.
  • Menutup hidung dan mulut ketika akan bersin maupun batuk dengan tisu, sapu tangan, atau siku bagian dalam.
  • Menghindari kebiasaan menyentuh mata, hidung, dan mulut.
  • Jika terpaksa harus berada di lingkungan dengan kasus flu babi tinggi, maka kenakan alat perlindungan, terutama masker dan sarung tangan.