Kehamilan

Cara Membaca Hasil USG Kelamin Bayi dengan Tepat

cara membaca hasil USG kelamin bayi

USG erat kaitannya dengan ibu hamil karena digunakan untuk memantau perkembangan janin lewat ukuran fisik, misalnya pertumbuhan tulang. Selain itu, USG juga dimanfaatkan untuk mengetahui jenis kelamin bayi yang sedang dikandung oleh ibu. Meski akan dijelaskan oleh dokter, orang tua juga harus paham bagaimana cara membaca hasil USG kelamin bayi.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Obstetrics and Gynecology pada tahun 2012, menyatakan bahwa sebanyak 69% orang tua ingin tahu jenis kelamin bayi. Alasan yang disebutkan yaitu 77,8% ingin tahu karena penasaran, dan 68% hanya ingin tahu. Sedangkan alasan untuk tidak ingin mengetahui jenis kelamin bayi yaitu sebagai kejutan saat lahir.

Agar orang tua bisa memahami cara membaca hasil USG kelamin bayi, maka pemeriksaan USG akan dilakukan pada usia kehamilan 18-22 minggu. Biasanya, janin mulai bisa terlihat jelas pada usia kehamilan 11-14 minggu. Ukurannya terlihat lebih besar dan kepalanya mulai terbentuk. Namun, tanda jenis kelamin pada janin masih belum bisa dipastikan.

Cara Membaca Hasil USG Kelamin Bayi Perempuan

Saat menentukan jenis kelamin janin dengan USG, sonographer akan mencari ciri khas janin yang disebut tanda. Untuk bayi perempuan, ada dua tanda yang harus diperhatikan:

  1. Tanda Hamburger. Merupakan istilah yang diberikan untuk menyebut tampilan labia dan klitoris pada hasil USG. Jika dilihat dengan cermat, bentuk bibir labia terlihat mirip dengan roti hamburger. Sedangkan pada klitoris terlihat menyerupai daging hamburger.
  2. Tanda Sagittal. Setiap jenis kelamin memiliki tanda sagittal. Tanda ini bisa diketahui dengan melihat profil janin (dikenal sebagai bidang sagital garis tengah). Ada inti di ujung tulang belakang yang disebut sebagai takik ekor. Jika takik ekor mengarah ke bawah dengan sudut 10 derajat, maka janin tersebut berjenis kelamin perempuan.

Cara Membaca Hasil USG Kelamin Bayi Laki-laki

Untuk bayi jenis kelamin laki-laki, akan didasarkan pada tanda-tanda berikut:

  1. Tanda Sagittal. Jika takik ekor mengarah ke atas dengan sudut lebih dari 30 derajat, maka janin berjenis kelamin laki-laki. 
  2. Tanda Kura-kura. Ketika kehamilan memasuki usia 18-20 minggu, alat kelamin bayi laki-laki mulai terlihat, yang terdiri dari penis, testis, dan skrotum. Biasanya pada hasil USG akan terlihat ujung penis yang menyembul di balik testis. Karena bentuknya terlihat seperti cangkang dan kepala kura-kura, kondisi ini disebut dengan turtle sign. Tanda ini bisa lebih mudah dilihat ketika bayi dalam keadaan ereksi. 
  3. Aliran Urine. Jika aliran urine mengalir ke atas, maka janin tersebut berjenis kelamin laki-laki.

Setelah mengetahui cara membaca hasil USG kelamin bayi, orang tua juga harus paham perkembangan janin di dalam kandungan.

Jangan ragu untuk bertanya pada dokter mengenai kondisi janin sampai ke detailnya. Tanyakan apakah pertumbuhan kepala, tangan, kaki, serta organ tubuh seperti jantung, paru-paru dan otak janin berkembang sempurna atau mengalami kelainan.

USG juga sebaiknya dilakukan secara rutin di setiap trimester kehamilan. Pada trimester pertama, USG dilakukan untuk mengetahui kondisi rahim, janin, dan kesehatan ibu untuk mengecek apakah ada potensi komplikasi kehamilan atau tidak.

Selanjutnya pada trimester kedua, orang tua diberi tahu bagaimana cara membaca hasil USG kelamin bayi karena tanda jenis kelamin sudah mulai terlihat. USG pada trimester kedua juga digunakan untuk memeriksa perkembangan struktur dan organ tubuh. Lalu di trimester ketiga, USG dilakukan untuk mempersiapkan proses persalinan.

Dokter akan memperkirakan berat bayi, volume air ketuban, dan posisi plasenta untuk menentukan apakah persalinan bisa dilakukan secara normal atau melalui operasi Caesar.