Kulit & Kelamin, Penyakit

10 Pemicu Penis Keluar Darah Saat Buang Air Kecil

Kondisi di mana penis keluar darah saat buang air kecil bisa disebut juga dengan hematuria. Darah yang keluar ini jumlahnya tidak selalu banyak. Terkadang, hanya terlihat melalui mikroskop. Ada juga jenis darah padat yang keluar bersama urin. Kondisi tersebut tentu akan membuat penis terasa sakit atau memicu rasa nyeri.

Penis keluar darah dapat terjadi karena infeksi menular seksual

Penis keluar darah saat buang air kecil umumnya terjadi tanpa gejala. Masalah ini umumnya tidak berbahaya, namun ada pula hematuria yang perlu diwaspadai.

Di bawah ini akan dijelaskan beberapa kemungkinan penyebab kencing keluar darah dan bisa jadi gejala apa saja. 

1. Imbas sejumlah makanan berwarna merah

 Melansir Self, penyebab kencing berwarna merah mirip darah terkadang bisa berasal dari imbas makanan tertentu yang berwarna merah. Makanan seperti bit, buah beri, dan sebagainya dapat membuat kencing berwarna merah. Biasanya, kencing berwarna merah mirip darah ini bisa hilang tak sampai berhari-hari dan tidak disertai gejala lain.

2. Efek samping obat 

Beberapa obat memiliki efek samping membuat darah meresap ke dalam urine. Diantaranya penisilin, pereda nyeri, anti peradangan non steroid, obat pencahar, aspirin, sampai sejumlah obat anti-kanker. Jika kamu curiga penyebab kencing keluar darah gejala efek samping obat tertentu, segera konsultasikan ke dokter. Hindari mengganti atau menghentikan pengobatan atas inisiatif sendiri tanpa sepengetahuan dokter. 

3. Infeksi saluran kencing 

Melansir Mayo Clinic, kencing keluar darah dapat menjadi tanda penyakit infeksi saluran kencing. Penyakit ini disebabkan serangan bakteri yang masuk ke tubuh melalui uretra dan berkembang biak di kandung kemih. Selain kencing keluar darah, gejala infeksi saluran kencing lainnya yakni sering kencing, kencing sakit, rasa panas saat kencing, dan urine bau tak sedap. 

4. Infeksi ginjal 

Tak hanya infeksi saluran kencing, kencing keluar darah juga dapat menjadi gejala infeksi ginjal. Penyakit ini muncul saat bakteri masuk ke ginjal dari aliran darah. Terkadang bakteri dari ureter masuk ke ginjal dan memicu infeksi. Tanda infeksi ginjal mirip dengan infeksi saluran kencing. Bedanya, penderita juga jamak merasakan demam dan nyeri pinggang. 

5. Batu ginjal 

Penyakit batu ginjal terjadi saat mineral dalam urine membentuk kristal dan menempel di dinding ginjal atau kandung kemih. Batu tersebut umumnya tidak memicu rasa sakit. Penderita baru merasakan gejala berupa nyeri dan kencing keluar darah saat batu ginjal melewati saluran kencing. 

6. Pembengkakan prostat 

Kelenjar prostat yang berada tepat di bawah kandung kemih dan mengelilingi bagian atas uretra dapat membengkak. Kondisi ini jamak terjadi pada pria berusia separuh baya. Pembengkakan prostat dapat menekan uretra dan menghalangi aliran urine. Tanda dan gejala prostat bengkak antara lain susah kencing, ingin kencing terus, dan ada darah dalam urine. Selain pembengkakan prostat, infeksi prostat juga menimbulkan gejala yang kurang lebih sejenis dengan prostat bengkak. 

7. Penyakit ginjal 

Penyebab kencing keluar darah lainnya dapat berasal dari penyakit ginjal. Salah satunya radang sistem penyaringan ginjal atau glomerulonefritis. Peradangan ginjal terkadang disebabkan komplikasi diabetes, infeksi virus, penyakit pembuluh darah, sampai gangguan imun yang memengaruhi penyaring ginjal. Selain itu, cedera pada ginjal karena kecelakaan juga dapat memicu munculnya darah dalam urine. 

8. Kanker 

Di beberapa kondisi yang jarang terjadi, kencing keluar darah juga bisa menjadi tanda penyakit kanker ginjal, kandung kemih, atau prostat. Ketiga gejala kanker di atas salah satunya ada darah dalam urine. 

9. Anemia sel sabit 

Penyakit anemia sel sabit merupakan penyakit bawaan lahir yang membuat sel darah merah penderitanya berbentuk bulan sabit. Kondisi ini dapat menghalangi darah mengalir dengan baik. Gejalanya tak jarang juga memicu kencing keluar darah, badan sering nyeri, kerap infeksi, beberapa bagian tubuh bengkak, sampai masalah penglihatan. 

10. Efek samping olahraga berat 

Penyebab kencing keluar darah yang jarang terjadi lainnya yakni efek samping olahraga berat. Kondisi ini dipengaruhi trauma atau cedera pada kandung kemih, dehidrasi, atau kerusakan sel darah merah karena olahraga berlebihan.

Itulah penjelasan mengenai penyebab penis keluar darah saat buang air kecil. Semoga dapat menambah wawasanmu.

Kulit & Kelamin

Ini Beberapa Penyebab Nyeri Wajah yang Perlu Diwaspadai

Nyeri wajah merupakan hal yang biasa terjadi dan sering disebabkan karena sakit kepala ataupun cidera. Namun, nyeri wajah juga dapat disebabkan karena kondisi medis yang parah, seperti gangguan saraf, masalah pada gigi dan rahang, serta infeksi. Dokter dapat mengkategorikan nyeri wajah dalam berapa tipe, seperti nyeri gigi (yang berhubungan dengan masalah pada gigi dan gusi), nyeri saraf atau neuralgia (yang berhubungan dengan kondisi yang memengaruhi saraf wajah), nyeri temporomandibular (yang berhubungan dengan persendian temporomandibular dan otot di rahang), serta nyeri vaskular (yang terjadi akibat adanya gangguan pada pembuluh darah dan aliran darah). Artikel ini akan membahas berbagai macam penyebab nyeri wajah. 

Sakit kepala

Ada beberapa jenis sakit kepala, yang beberapa di antaranya dapat menyebabkan nyeri wajah. Beberapa jenis sakit kepala tersebut di antaranya adalah:

  • Ice pick headache, yang menyebabkan rasa nyeri parah dan menusuk. Sakit kepala ini biasanya bertahan selama 3 detik dan dapat memengaruhi pelipis, rongga mata, dan bagian samping kepala. 
  • Cluster headache, yang biasanya terjadi dengan tiba-tiba dan dapat terasa sangat menyakitkan. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa nyeri seperti terbakar di sekitar mata dan pelipis yang terkadang menjalar hingga bagian belakang kepala. Gejala lain meliputi hidung meler dan mata yang bengkak dan merah. 
  • Migraine headache, merupakan kondisi sakit kepala yang memengaruhi salah satu bagian kepala dan terjadi dengan tiba-tiba serta bersifat parah. Sekitar sepertiga orang-orang yang menderita migraine juga mengalami aura sebelum rasa nyeri fisik bermnula. Selain gangguan sensorik dan visual, aura dapat menyebabkan sensasi kesemutan dan mati rasa pada satu bagian wajah, tubuh, ataupun keduanya. 

Orang-orang yang sering menderita sakit kepala perlu mengunjungi dokter. Perawatan beragam tergantung dengan jenis sakit kepala namun dapat melibatkan perubahan gaya hidup dan konsumsi obat-obatan tertentu guna menghindari terjadinya episode yang menyakitkan dan mengurangi gejala yang ditimbulkan. 

Cidera

Nyeri wajah juga dapat disebabkan karena adanya kerusakan saraf pada wajah yang disebabkan karena cidera masa lalu ataupun terjadi baru-baru ini. Contoh cidera wajah adalah luka sayat atau benturan akibat terjatuh, menabrak sesuatu, kecelakaan, atau bahkan kekerasan fisik. Meskipun jarang dijumpai, operasi pada wajah, misalnya untuk tujuan kosmetik, juga dapat menyebabkan kerusakan saraf yang dapat mengakibatkna nyeri wajah. Gejala adanya cidera pada saraf wajah di antaranya adalah kesemutan, mati rasa, dan bahkan kelumpuhan di sekitar daerah yang terdampak. 

Abses gigi

Abses gigi adalah penumpukan nanah yang berkembang ketika bakteri menginfeksi jaringan lembut pada gigi. Infeksi ini dapat terjadi ketika gigi berlubang atau cidera yang merusak gigi menyebabkan bakteri masuk ke dalam gigi. Abses dapat menyebabkan rasa nyeri yang dapat menyebar ke rahang, wajah, dan leher. Gejala lain abses gigi adalah demam, gusi merah dan bengkak, gigi tanggal, pembengkakan pada wajah, dan bau atau rasa tidak sedap di mulut. Mereka yang memiliki gejala abses gigi perlu mengunjungi tenaga medis profesional segera karena abses dapat menyebabkan infeksi serius pada rahang dan bagian mulut lain. 

Nyeri wajah sering berhubungan dengan atau disebabkan karena sakit kepala dan cidera. Akan tetapi, kondisi lain seperti adanya masalah pada gigi, infeksi, dan gangguan saraf juga dapat menyebabkan rasa nyeri pada wajah. Orang-orang dengan nyeri wajah yang parah, sering terjadi, dan tidak kunjung sembuh perlu mengunjungi dokter segera untuk mendapatkan pemeriksaan, diagnosa, serta perawatan sesuai dengan kondisi yang dimiliki.