Obat, Penyakit, Tips

Lebam dan Bisakah Salep Zambuk Mengatasinya?

Bercak biru dan hitam pada kulit sering dihubungkan dengan lebam. Biasanya orang akan menggunakan salep zambuk untuk mengatasi lebam tersebut. Namun, apa sesungguhnya lebam dan mengapa kondisi ini dapat terjadi pada kulit Anda? Lebam, atau dikenal dalam dunia medis sebagai “contusion”, muncul di kulit akibat trauma. Cedera tersebut menyebabkan pembuluh darah kecil, yang disebut kapiler, pecah. Darah kemudian terjebak di bawah permukaan kulit, yang kemudian menyebabkan lebam.

Lebam dapat terjadi pada siapa saja di usia berapapun. Beberapa lebam ditemani dengan sedikit rasa nyeri, dan Anda bahkan tidak akan sadar memiliki lebam di tubuh. Meskipun lebam merupakan suatu hal yang umum dijumpai, penting untuk mengetahui pilihan perawatan yang tersedia dan apakah kondisi yang diderita memerlukan penanganan gawat darurat medis atau tidak. 

Beberapa kondisi yang menyebabkan lebam

Kebanyakan kasus lebam disebabkan karena cedera fisik. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan terjadinya lebam di antaranya adalah:

  1. Cedera olahraga
    Cedera ini terjadi pada saat Anda melakukan olahraga atau sedang latihan. Dalam kasus yang ringan, lebam akibat cedera olahraga dapat diobati menggunakan salep zambuk. Namun, cedera olahraga juga dapat hadir dengan gejala lain yang lebih parah, seperti patah tulang, keseleo, dislokasi tulang, tendon yang putus, dan pembengkakan otot. Cedera olahraga dapat terjadi akibat trauma ataupun aktivitas berlebih.
  2. Gegar otak
    Ini adalah cedera otak traumatis yang terjadi setelah adanya pukulan ke kepala. Gejala gegar otak bervariasi, tergantung pada tingkat keparahan cedera tersebut dan kondisi penderita. Gangguan ingatan, bingung, mengantuk, pusing, pandangan ganda, pandangan yang kabur, sakit kepala, mual, muntah, sensitivitas terhadap cahaya dan suara, gangguan keseimbangan, dan reaksi lambat terhadap stimuli merupakna gejala yang dapat terjadi. Gejala tersebut dapat muncul secepat setelah cedera terjadi, atau bahkan beberapa hari hingga minggu setelah cefdera kepala terjadi.
  3. Thrombocytopenia
    Kondisi ini melibatkan jumlah platelet yang lebih rendah dibandingkan dengan angka normal. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai masalah gangguan kesehatan tubuh, dengan gejala yang bervariasi. Gejala yang muncul di antaranya adalah lebam merah, ungu, atau coklat, ruam, mimisan, gusi berdarah, pendarahan jangka panjang, darah di kotoran dan urin, muntah yang berdarah, dan pendarahan menstruasi parah.
  4. Leukimia
    Istilah ini digunakan untuk menggambarkan beberapa jenis kanker darah yang terjadi ketika sel darah putih di sumsum tulang belakang tumbuh tidak terkonrol. Leukimia diklasifikasikan berdasarkan onset (kronis atau akut) dan sel yang terlibat (sel myloid dan lymphocyte). Gejala yang umum dijumpai di antaranya adalah keringan berlebih, terutama pada malam hari, kelelahan atau tubuh terasa lemah yang tidak kunjung pergi meskipun Anda sudah beristirahat, turun berat badan, dan sakit tulang. Kelenjar getah bening yang membengkak (terutama di leher dan ketiak), pembesaran hati atau limpa, bercak merah pada kulit, mudah berdarah dan mudah lebam, demam atau menggigil, serta infeksi yang sering terjadi dapat menjadi tanda Anda menderita leukimia.

Dalam kasus yang ringan, seperti cedera olahraga atau terjatuh, lebam dapat diatasi menggunakan salep zambuk. Namun, lebam yang menjadi tanda penyakit serius seperti leukimia membutuhkan perawatan dokter untuk mengatasi kondisi utama yang menyebabkannya. Anda juga bisa mencegah terjadinya lebam ringan dengan berhati-hati saat bermain, berlatih atau berolahraga, ataupun mengemudi. Gunakan alat pengaman pada lutut dan siku serta tulang kering saat melakukan aktivitas berisiko tinggi terjadinya cedera dan lebam. 

Obat

Apa Itu Floxigra? Obat Untuk Infeksi Bakteri

Floxigra

Floxigra adalah obat resep yang digunakan untuk merawat infeksi bakteri pada kulit, jaringan lunak, tulang, dan persendian.

Floxigra juga digunakan untuk merawat berbagai infeksi saluran pernapasan termasuk bronkitis dan sinus; untuk merawat infeksi bakteri di dalam tubuh, seperti infeksi saluran kemih, ginjal, lambung, usus, dan telinga; untuk merawat infeksi menular seksual seperti gonore; untuk merawat demam tifoid dan infeksi diare, dan untuk merawat penyakit menular yang berpotensi fatal seperti anthrax dan wabah. 

Bagaimana cara mengonsumsi Floxigra?

Floxigra dapat digunakan bersamaan dengan obat lain untuk merawat kondisi tertentu dengan rekomendasi dari dokter. Obat ini dapat dikombinasikan dengan metronidazole untuk merawat infeksi bakteri di perut. 

Floxigra merupakan obat resep yang masuk ke dalam kelas obat yang disebut fluoroquinolone antibacterial. Ini adalah kelas obat yang digunakan untuk perawatan dan pencegahan berbagai jenis infeksi bakteri. 

Obat dalam kelas obat ini biasanya digunakan untuk merawat infeksi saluran kemih dan pernapasan. Floxigra dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Minumlah banyak air saat Anda mengonsumsi floxigra, dan telan dalam bentuk utuh. 

Jangan menghancurkan, membagi dua, atau mengunyah obat ini secara langsung.Anda disarankan untuk mengonsumsi obat ini pada pagi dan malam hari. 

Rekomendasi dosis untuk orang dewasa yang menderita infeksi jaringan lunak dan kulit adalah 500-750 mg setiap 12 jam selama 1-2 minggu. Untuk infeksi bakteri usus dan lambung adalah 500-750 mg dua kali sehari selama 1-2 minggu. 

Untuk infeksi persendian dan tulang adalah 500-750 mg setiap 12 jam selama 4-8 minggu. Untuk demam typhoid adalah 500 mg setiap 12 jam selama 10 minggu. Untuk infeksi menular seksual adalah 500 mg dalam sekali dosis. 

Efek samping

Sama seperti obat lain pada umumnya, floxigra dapat menyebabkan efek samping seperti tes fungsi hati yang tidak normal, berkurangnya sensitivitas terhadap rasa, endapan kristal di bagian depan mata, daire, mata yang tidak nyaman, mata yang memerah, formasi gas, mual, ruam kulit, dan muntah. 

Apabila efek samping tersebut sebelumnya tidak kunjung sembuh setelah beberapa waktu atau malah berubah menjadi lebih parah, konsultasikan dengan dokter. 

Floxigra juga dapat menyebabkan efek samping parah, seperti:

  • Gangguan nutrisi dan metabolisme, dengan gejala seperti gula darah tinggi dan gula darah rendah
  • Gangguan gastrointestinal (kemungkinan fatal), dengan gejala seperti pendarahan di lambung dan peradangan usus karena pertumbuhan bakteri berlebih
  • Gangguan sistem kekebalan tubuh, seperti reaksi alergi serius (reaksi anaphylactic)
  • Gangguan jantung (kemungkinan fatal), dengan gejala seperti detak jantung yang cepat, tekanan darah rendah, peradangan pembuluh darah, detak jantung yang tidak teratur, serangan jantung, dan lain-lain
  • Infeksi jaringan lunak dan kulit, dengan gejala seperti reaksi kulit yang mengancam nyawa (sindrom Stevens-Johnson), meningkatnya sensitivitas kulit terhadap cahaya, pembengkakan di lapisan bawah kulit, reaksi kulit parah yang berhubungan dengan obat
  • Gangguan sistem saraf pusat, dengan gejala seperti kejang, rasa nyeri akibat kerusakan saraf di tangan dan kaki
  • Gangguan pendengaran, seperti tuli

Floxigra adalah obat resep, dalam arti untuk mendapatkan obat ini Anda membutuhkan resep dan anjuran dari dokter. 

Obat ini dapat dikonsumsi sebelum dan sesudah makan, dan biasanya digunakan untuk mengatasi infeksi saluran kemih, infeksi saluran napas, infeksi kulit, infeksi jaringan lunak, infeksi tulang, dan infeksi pada sendi. 

Sama seperti obat lain, floxigra dapat menyebabkan efek samping. Hubungi dokter apabila efek samping tidak kunjung sembuh atau malah berubah menjadi lebih parah. 

Obat

Amankah Obat Metamizole untuk Ibu Hamil dan Menyusui?

Ibu hamil dan menyusui memiliki banyak pantangan karena metabolisme tubuh yang berubah serta menghindari risiko buruk terhadap janin atau bayi. Penggunaan obat-obatan juga harus sangat diperhatikan dan dilakukan di bawah pengawasan dokter. Obat Metamizole sebagai obat penghilang nyeri umumnya tidak dianjurkan dikonsumsi ibu hamil dan menyusui karena efek buruk yang mungkin akan ditimbulkan. 

Kegunaan 

Obat metamizole atau dypirone merupakan jenis analgesik atau penghilang rasa nyeri. Obat ini digunakan untuk mengatasi nyeri akut atau kronis yang parah, seperti nyeri trauma pembedahan, sakit perut berat, nyeri tumor, serta demam yang tak kunjung membaik setelah diberikan serangkaian pengobatan lain. Meskipun metamizole tergolong sebagai analgesik, namun juga memiliki efek anti-inflamasi yang lemah. 

Terdapat sekitar 66 jenis obat metamizole yang beredar di Indonesia dengan berbagai merk dan sediaan. Sebanyak 29 diantaranya merupakan obat tunggal, sedangakan 37 lainnya merupakan obat kombinasi. 

Keamanannya bagi ibu hamil 

Metamizole umumnya tidak direkomendasikan bagi ibu hamil sebab risiko metamizole dapat menembus plasenta sampai ke janin. Sebuah studi menunjukkan bahwa terdapat kasus gagal ginjal yang terjadi selama kehamilan setelah mengonsumsi metamizole dosis tinggi atau dalam jangka waktu panjang, terlebih pada trimester pertama dan ketiga. 

Berdasarkan European Journal of Cancer Prevention, ibu yang mengonsumsi metamizole selama kehamilan mampu meningkatkan risiko anak lahir dengan leukimia. Meskipun biasanya leukimia disebabkan faktor genetik, tetapi kemungkinan terjadinya penyakit tersebut karena konsumsi obat-obatan tertentu selama kehamilan dapat terjadi. 

Biasanya ibu hamil diberikan parasetamol untuk meredakan nyeri selama kehamilan. Akan tetapi, pilih parasetamol murni atau tidak disarankan yang mengandung kafein. Hindari pula jenis analgesik ibuprofen karena berisiko tinggi mengakibatkan keguguran pada kehamilan di minggu-minggu pertama. 

Keamanannya bagi ibu menyususi

Pada ibu menyusui, metamizole yang dikonsumsi juga ditemukan dalam darah dan urin bayi sehingga dapat menyebabkan efek farmakologis. Obat ini umumnya juga tidak direkomendasikan untuk ibu menyusui. Bayi akan menerima dosis metamizole tinggi jika dibandingkan dengan porsi berat badannya. 

Sebuah studi melapporkan bahwa terdapat bayi menderita sianosis yang dikaitkan dengan adanya dosis metamizole dalam ASI.  Sianosis merupakan kondisi dimana jari tangan, kuku, serta bibir berwana kebiruan karena kekurangan oksigen dalam darah. 

Meskipun terdapat sumber menyebutkan bahwa ibu sebaiknya tidak menyusui selama 48 jam setelah mengonsumsi metamizole untuk menghindari risiko yang mungkin terjadi pada bayi, namun agaknya memilih alternatif obat analgesik lain akan lebih aman. 

Peredaran metamizole di beberapa negara

Amerika Serikat dan sebagian besar negara di Eropa Barat melarang penggunaan metamizole karena berisiko menyebabkan agranulositosis. Kondisi ini menunjukkan kegagalan sumsum tulang belakang dalam membentuk sel darah putih yang berguna melawan infeksi. Pada tahun 1976 di Inggris, sebanyak 1 dari 100 pengguna metamizole mengidap agranulositosis. Setengah penderitanya mengalami kematian.

Metamizole biasanya digunakan beberapa negara Dunia Ketiga untuk mengatasi nyeri dan demam yang efektifitasnya diklaim mirip dengan aspirin. 

Sedangkan di Indonesia, Peraturan BPOM No. 29 tahun 2017 memperbolehkan peredaran metamizole di Indonesia. Untuk mendapatkan metamizole, Anda bisa melalui resep dokter atau dibeli dengan bebas (OTC). Meskipun demikian, biasanya obat ini menjadi pilihan terakhir setalah obat lain tidak efektif digunakan mengingat efek sampingnya yang cukup berbahaya. 

Penggunaan obat selama kehamilan dan menyusui sebaiknya dilakukan dengan sangat hati-hati untuk menghindari risiko buruk pada janin atau bayi. Pastikan nerkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu serta gunakan dosis yang tepat sesuai anjuran.

Obat

Methampyrone, Senyawa ‘Kunci’ dalam Neurosanbe Plus Kaplet

Methampyrone, Senyawa ‘Kunci’ dalam Neurosanbe Plus Kaplet

Neurosanbe merupakan produk farmasi yang sudah sangat familiar di Indonesia. Banyak pelaku medis yang menggunakan obat ini untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan. Salah satu varian produk Neurosanbe adalah Neurosanbe Plus yang dapat mengatasi masalah nyeri, utamanya di bagian saraf. 

Neurosanbe Plus masuk ke dalam kelompok obat NSAID atau nonsteroidal anti-inflammatory drugs. Indikasi dari produk ini adalah pengobatan pada gangguan saraf seperti neuritis dan neuralgia dan gejala nyeri hebat pada penderita penyakit akibat pertambahan usia pada tulang belakang.

Selain itu, Neurosanbe Plus juga umum digunakan untuk meredakan atau mengobati berbagai macam nyeri, misalnya nyeri otot, nyeri akibat sakit gigi, dan nyeri ringan lainnya. Semua indikasi atau manfaat dari obat ini berasal dari salah satu zat aktif yang dikandungnya, yakni Methampyrone atau metampiron.

Metampiron dikenal juga dengan nama metamizole atau dipiron. Ketika dikonsumsi, senyawa ini akan mulai bekerja dengan menghambat produksi zat tertentu yang menyebabkan peradangan dalam tubuh. Ketika dikombinasikan dengan vitamin B kompleks, Metampiron akan bekerja dengan optimal. 

Perlu diketahui bahwa di dalam Neurosanbe Plus juga terkandung vitamin B1, vitamin B6, dan vitamin B12. Vitamin B1 berfungsi membantu metabolisme karbohidrat menjadi energi  untuk otak dan saraf; vitamin B6  bekerja menjalankan fungsi darah, kulit, dan sistem saraf pusat; sementara vitamin B12 melakukan pembentukan darah dan menyokong fungsi normal otak.

Karena mengandung Metampiron, Neurosanbe Plus tergolong sebagai obat keras. Penggunaannya harus didahului oleh pemeriksaan dokter. Setelah mengetahui kondisi seseorang, dokter baru akan meresepkan obat ini. Kendati demikian, secara umum Metampiron aman digunakan dalam dosis 0,5-4 gram per hari yang dikonsumsi 3-4 kali sehari untuk meredakan nyeri sedang hingga berat pada orang dewasa.  

  • Efek samping Metampiron

Efek samping dari Neurosanbe Plus tentu saja berkaitan dengan potensi yang dibawa oleh Metampiron. Ada banyak kemungkinan efek samping yang diberikan Metampiron, seperti:

  • Mengantuk
  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Tekanan darah rendah
  • Tremor
  • Lemas
  • Mual
  • Sulit buang air kecil
  • Konstipasi
  • Diare
  • Sakit perut

Efek samping Metampiron yang disebut di atas mungkin berbeda-beda pada setiap pasien. Jadi, tidak semua orang mengalami efek samping tersebut. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. 

Efek samping di atas juga bisa dipengaruhi oleh cara mengonsumsi kita. Jika dikonsumsi dengan tepat dan sesuai petunjuk, kemungkinan besar kita bisa terbebas dari efek samping tersebut, begitu juga sebaliknya. Oleh karenanya menjadi penting mengetahui aturan pakai dari Neurosanbe Plus:

  • Selalu baca petunjuk pemakaian obat sebelum menggunakan obat ini. Ikuti semua petunjuk pemakaian yang tertera pada label kemasan atau resep.
  • Minum obat ini setelah makan. Telan obat secara langsung dengan bantuan air putih. Jangan mengunyah atau menghancurkan tablet karena hal tersebut dapat meningkatkan efek samping obat.
  • Minum obat ini di waktu yang sama setiap harinya agar kinerja obat dapat bekerja lebih efektif. Jika satu waktu Anda lupa minum obat dan jeda dengan jadwal konsumsi berikutnya tidak terlalu dekat, segera minum ketika Anda ingat. Namun, jika jadwal konsumsinya sudah dekat, abaikan saja dan jangan menggandakan dosis obat.
  • Jangan gunakan obat ini terlalu banyak, sedikit, lebih lama dari yang disarankan. Jika setelah minum obat ini kondisi Anda tidak juga membaik atau justru memburuk, segera konsultasi ke dokter.

Kemudian seseorang perlu juga memperhatikan kemungkinan interaksi obat yang terjadi. Ada beberapa jenis obat yang mungkin akan menimbulkan efek atau reaksi tertentu jika digunakan secara bersamaan dengan Metampiron. Itulah mengapa seseorang harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan Neurosanbe Plus.

Obat

Bisakah Madu Menjadi Obat Batuk Pilek?

Bisakah Madu Menjadi Obat Batuk Pilek?

Infeksi saluran pernapasan atas, termasuk batuk pilek, merupakan sebuah kondisi kesehatan yang umum dijumpai. Menurut para peneliti dalam tinjauan atau review yang ada pada jurnal Obat Berbasis Bukti BMJ, infeksi saluran pernapasan atas merupakan alasan utama dan paling sering mengapa orang-orang membutuhkan resep antibiotik. Sayangnya, kebanyakan kasus infeksi saluran pernapasan atas disebabkan oleh virus, sehingga antibiotik tidak dapat mengatasi kondisi tersebut. Rhinovirus merupakan virus yang bertanggung jawab atas 80 persen kasus infeksi saluran pernapasan atas. Di jaman resistensi antibiotik ini, kurangnya obat batuk pilek atau penyakit infeksi saluran pernapasan atas yang efektif cukup mengkhawatirkan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganggap resistensi antibiotik sebagai ancaman terbesar kesehatan dunia, keamanan pangan, dan perkembangan saat ini. Oleh karena itu, butuh pendekatan alternatif untuk mengatasi penyakit ini dan infeksi lain secepatnya. 

Apakah madu jawaban kekhawatiran tersebut?

Banyak orang menggunakan madu sebagai obat batuk pilek alami. Meskipun metode perawatan ini cukup populer, bukti ilmiah akan efektivitas madu untuk mengatasi infeksi saluran pernapasan atas masih kurang. Untuk itulah tinjauan sistematis dan analisis meta yang dilakukan baru-baru ini mencoba mengisi kekurangan tersebut dengan penelitian khusus. Dalam proses pengumpulan makalah/jurnal studi, para peneliti mendapatkan 14 studi yang relevan. Hasil dari analisa meta yang dikumpulkan tersebut umumnya bersifat positif, namun tidak konklusif. Dua dari tiga studi yang membandingkan madu dengan placebo mengindikasikan efek bermanfaat dari madu, namun secara keseluruhan, tidak ada bukti yang kuat dari perbandingan antara madu dan placebo tersebut. Namun, ketika madu dibandingkan dengan perawatan biasanya, hasil yang didapat sedikit lebih jelas. Menurut para peneliti, madu dihubungkan dengan berkurangnya gejala tingkat keparahan dan frekuensi batuk. 

Namun, para peneliti menemukan batasan dari penelitian yang mereka lakukan. Beberapa faktor mengganggu mereka untuk mendapatkan kesimpulan yang jelas. Masalah umumnya tidak disebabkan oleh metode penelitian, namun dikarenakan kualitas studi yang tersedia yang dapat dianalisa oleh tim peneliti. Misalnya, saat mereka mencoba menginvestigasi risiko bias dalam studi, 9 dari 14 studi memiliki setidaknya 1 jenis risiko bias, dengan 7 di antaranya memiliki lebih dari 1 jenis bias. Selain itu, 9 studi menggunakan anak-anak sebagai peserta, sehingga hasil dari studi tersebut mungkin tidak untuk orang dewasa. Di sisi lain, beberapa studi tidak menggunakan madu murni. Satu studi menggunakan sirup Honitus, yang memiliki basis madu namun mengandung rempah, sementara dua studi mengkombinasikan madu dengan kopi, dan satu studi mengkombinasikan madu, kopi, dan susu. 

Klaim manfaat

Madu mengandung banyak zat kimia tanaman yang bertindak sebagai antioksidan. Beberapa jenis madu bahkan memiliki antioksidan yang sama banyaknya dengan buah dan sayuran. Antioksidan membantu melindungi tubuh dari kerusakan sel akibat radikal bebas. Radikal bebas berkontribusi terhadap proses penuaan dan juga perkembangan penyakit kronis seperti kanker dan penyakit jantung. Penelitian menunjukkan bahwa senyawa antioksidan di madu yang bernama polyphenol juga memainkan peran penting dalam mencegah penyakit jantung. 

Penelitian juga menunjukkan bahwa madu segar dapat membunuh bakteri dan jamur berbahaya. Madu mengandung hydrogen peroxide alami yang bersifat antiseptik. Karena sifat antibakteri dan antijamur inilah madu dianggap sebagai obat batuk pilek yang efektif. Berhati-hatilah saat menggunakan madu, mengingat madu segar dapat mengandung bakteri berbahaya bernama Clostridium botulinum yang khususnya berbahaya untuk bayi. Madu murni tidak boleh diberikan pada bayi kurang dari 1 tahun.

Obat

Obat Sakit Kepala Alami atau Bukan, Ini Dia Rekomendasi bagi Anda untuk Hempaskan Nyut-Nyutan

obat sakit kepala alami dan yang dapat dibeli di apotek

Sakit kepala bukanlah suatu kondisi yang sulit ditemukan. Pasalnya, banyak orang yang mengeluhkan kondisi sakit kepala dan mencari jalan tercepat untuk mengatasinya. Maka dari itu, tidak heran bahwa obat sakit kepala mudah ditemui bahkan di minimarket atau warung terdekat sekalipun. Beberapa orang juga memilih untuk mengobati sakit kepala dengan obat alami. Pilihan obat sakit kepala alami atau bukan, yang terpenting adalah aman untuk dikonsumsi dan ampuh menghempaskan nyut-nyutan. 

Pilihan obat sakit kepala alami

Di bawah ini terdapat rekomendasi obat sakit kepala alami yang dapat Anda pilih untuk mengatasi nyeri sakit kepala:

  • Jahe

Selain bermanfaat untuk menetralkan asam lambung, ternyata jahe juga dapat dikonsumsi sebagai obat sakit kepala. Di dalam jahe itu sendiri, terdapat molekul antioksidan dan senyawa antiradang. 

Dalam sebuah penelitian, menunjukkan bahwa bubuk jahe bekerja secara efektif dalam mengurangi rasa nyeri akibat migrain. Tidak hanya itu, manfaat jahe ini setara dengan obat sumatriptan.

  • Kafein dalam kopi dan teh

Tidak hanya kopi, namun teh juga mengandung kafein. Tanpa Anda sadari, kafein dalam teh dan kopi ini dapat bermanfaat dalam memperbaiki suasana hati, membantu diri untuk tetap segar, dan menyempitkan pembuluh darah. Selain itu, kafein juga dapat meredakan nyeri akibat sakit kepala.

Diyakini bahwa manfaat kafein ini setara dengan obat ibuprofen dan asetaminofen. Menyeduh satu gelas kopi atau teh ketika gejala sakit kepala muncul, patut Anda coba. Meskipun memiliki beragam manfaat, kafein tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan.

  • Mengoleskan aromaterapi

Jika Anda pernah mendengar essential oils atau yang dalam bahasa Indonesia dikenal dengan minyak atsiri, tidak ada salahnya mencoba untuk memaksimalkan manfaatnya untuk mengobati sakit kepala.

Mengoleskan essential oils di bagian atas bibir, khususnya minyak lavender dapat meringankan nyeri migrain. Selain itu, Anda juga dapat mengoleskan peppermint di sekitar pelipis atau belakang telinga untuk meredakan rasa nyeri akibat kepala yang terasa tegang.

Pilihan obat sakit kepala non-alami

Di bawah ini terdapat beberapa jenis obat sakit kepala yang biasanya tersedia di pasaran.

  • Paracetamol

Tentu Anda sudah tidak asing dengan jenis obat sakit kepala satu ini. Paracetamol atau acetaminophen tergolong dalam obat analgesik yang bekerja dengan mengubah respon tubuh jika ada rasa sakit yang dirasakan, tanpa menghalangi konduksi impuls saraf. 

Obat paracetamol ini tersedia dalam dua jenis, yaitu:

  • Paracetamol tablet, dengan dosis 2 tablet dosis 500 mg yang dikonsumsi tiap 4-6 jam.
  • Paracetamol cair, seperti sirup atau suspensi, dengan dosis 325-650 mg yang dikonsumsi tiap 4-6 jam atau 1000 mg tiap 6-8 jam sekali.

Dalam sebuah hasil penelitian yang diterbitkan oleh The Journal of Head and Face Pain, paracetamol akan bekerja lebih efektif jika dikonsumsi bersamaan dengan kafein atau aspirin.

  • Sumatriptan

Tergolong sebagai selective serotonin receptor agonists, obat sakit kepala sumatriptan bekerja dengan menghentikan sinyal rasa sakit yang dikirim ke otak dengan menghalangi pelepasan zat alami yang memicu rasa sakit, mual, atau gejala lain.

Dosis yang direkomendasikan mulai dari 25, 50, 100 mg untuk satu kali konsumsi saja. Sumatriptan termasuk ke dalam obat resep. Maka dari itu, Anda memerlukan resep dokter untuk mengonsumsi obat ini. Biasanya, jika efek obat tidak terasa dalam dua jam setelah konsumsi, dokter memperbolehkan Anda mengonsumsi 200 mg untuk sehari konsumsi.

Dapatkan konsultasi dan rekomendasi dokter lebih lanjut mengenai kesehatan Anda dengan mudah dari rumah hanya di SehatQ.com.

Obat

Inilah Efek Samping dari Asetilkolin

Asetilkolin Adalah Neurotransmitter yang Paling Banyak Ada di ...

Merupakan obat yang cara penggunaannya langsung disuntikan ke mata dan digunakan dalam beberapa prosedur operasi katarak dan glaukoma disebut dengan asetilkolin. Fungsi dari obat ini terdapat beberapa di antaranya memperbesar dan memperkecil pupil, melebarkan pembuluh darah dan menurunkan tekanan bola mata.

Obat ini menyebabkan otot pada iris berkontraksi sehingga pupil mengecil dan terjadi miosis, tujuan dari pemberian obat ini adalah untuk mengurangi risiko terjadinya peningkatan tekanan dalam bola mata setelah dilakukannya tindakan operasi. Sama seperti obat pada umumnya, penggunaan obat ini juga akan menimbulkan efek samping bagi penggunanya.

Penggunaan Asetilkolin

Obat ini hanya tersedia dalam bentuk suntik, penggunaan atau pemberiannya harus dilakukan oleh dokter atau tenaga medis sesuai dengan instruksi dokter. Dokter juga akan memantau beberapa kondisi pasien, seperti pernapasan, tekanan darah hingga fungsi saraf selama obat tersebut diberikan kepada pasien.

Ketika akan menggunakannya, pastikan cairan obat ini dalam keadaan tersegel, bening dan tidak berwarna sebelum digunakan. Sangat dianjurkan untuk tidak membekukan obat ini baik sebelum digunakan maupun setelah segel obat dibuka. Perlu diketahui bahwa terdapat beberapa risiko yang bisa terjadi ketika obat ini digunakan bersamaan dengan obat lain, seperti berikut.

  • Meningkatkan risiko gangguan pernapasan dan jantung, apabila digunakan dengan obat darah tinggi berjenis penghambat beta, seperti atenolol, metoprolol, carvedilol, propranolol dan timolol.
  • Dapat menurunkan efektivitas obat, kondisi ini bisa ditemui ketika digunakan dengan obat tetes mata anti radang seperti misalnya diclofenac dan ketorolac.
  • Meningkatkan serta memperpanjang efek obat, hal ini terjadi apabila digunakan obat untuk demensia, seperti donepezil dan memantine.

Bentuk obat ini yang tersedia sebenarnya berbentuk bubuk steril yang nantinya harus dilarutkan menggunakan cairan khusus. Setelahnya, obat akan disuntikkan ke bagian mata secara perlahan dengan tujuan untuk mendapatkan efek miosis.

Efek Samping

Penggunaan obat ini untuk operasi mata sangat memungkinkan timbulnya sejumlah efek samping dengan gejala tertentu. Berikut ini beberapa efek samping yang muncul dari penggunaan obat ini ketika dilakukannya operasi mata. Efek samping yang ada sangat perlu diketahui, agar nantinya dapat memilih penanganan yang tepat.

  • Sakit kepala disertai mual, muntah hingga mengalami diare.
  • Tekanan darah rendah dan peningkatan frekuensi buang air kecil.
  • Perlambatan detak jantung hingga munculnya pembengkakan kornea.
  • Penglihatan menjadi kabur dan adanya peningkatan produksi air mata.
  • Keluar lendir dari hidung yang menimbulkan gangguan pernapasan.
  • Produksi keringat berlebih hingga membuat reaksi alergi seperti gatal, ruam dan lainnya.

Jika mengalami gejala atau efek samping di atas segera kunjungi dokter untuk melakukan konsultasi terkait masalah yang muncul. Selanjutnya dokter akan melakukan pemeriksaan dan tindakan medis lebih lanjut sebagai langkah penanganan efek samping yang muncul. Jika dokter sudah mengetahui dengan pasti penyebabnya, pasien akan diberikan obat sebagai penanganan.

Peringatan Penggunaan

Sebelum menggunakan obat ini terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan khususnya bagi para pasien yang akan menjalani operasi atau tindakan medis. Seperti penggunaan asetilkolin sebaiknya dilakukan ketika pasien sedang tidak mengonsumsi obat-obatan lainnya, terlebih obat yang berinteraksi dengan obat ini.

Hentikan penggunaan obat jika pasien mengalami sejumlah efek samping yang berbeda, seperti sakit kepala disertai mual muntah dan beberapa efek samping yang sudah disebutkan di atas. Bagi pasien yang akan menjalani operasi mata dan menggunakan obat ini wajib untuk memberitahu dokter jika sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Obat

Begini Cara Redakan Radang Tenggorokan Tanpa Obat

Berbagai obat radang tenggorokan alami ini bisa bantu atasi sakit tenggorokan.

Seseorang yang mengalami radang tenggorokan biasanya terjadi pada faring atau organ disekitarnya seperti amandel atau tonsil (tonsilitis), pembengkakan kelenjar adenoid di hidung, hingga peradangan pita suara yang ditandai dengan suara serak. Meski termasuk kondisi yang cukup serius, salah satu cara untuk mengatasi bahkan bisa dilakukan tanpa mengonsumsi obat radang tenggorokan.

Kondisi ini pada umumnya ditandai dengan gejala sakit tenggorokan, keluhan yang muncul biasanya paling sering disebabkan karena infeksi virus. Salah satunya virus corona yang saat ini tengah mewabah, selain itu keadaan ini juga bisa disebabkan karena infeksi bakteri. Penyebab lainnya bisa dari kebiasaan merokok tembakau atau rokok elektrik.

Redakan Radang Tenggorokan Tanpa Obat

Radang tenggorokan yang menyerang biasanya terjadi dalam beberapa waktu, selama masa tersebut para penderitanya wajib menghindari beberapa hal yang bisa memperparah kondisi atau juga menyebabkan iritasi. Seperti salah satunya hindari merokok dan konsumsi makanan garing serta berminyak, berikut ini beberapa cara meringankan tanpa konsumsi obat radang tenggorokan.

  • Perbanyak Konsumsi Air Putih

Dehidrasi yang disebabkan karena kekurangan carian bisa menambah parah gejala radang tenggorokan, untuk itu sangar disarankan banyak minum air putih. Bisa juga mengonsumsi minuman hangat seperti campuran teh lemon dan madu, supaya tenggorokan terasa lebih nyaman.

  • Konsumsi Makanan Lembut

Selama masih mengalami radang tenggorokan, pastikan mengonsumsi makanan yang lembut dan tidak mengganggu atau bahkan bisa melukai tenggorokan. Bisa dipilih beberapa makanan berikut seperti bubur, sup atau juga nasi tim dalam kondisi tidak terlalu panas.

  • Berkumur Air Garam

Berkumur menggunakan air yang dicampur dengan garam dipercaya bisa membantu mengurangi keluhan peradangan terhadap tenggorokan. Lakukan hal ini pada tenggorokan dua hingga tiga kali sehari, bisa menggunakan campuran air putih dan seperempat sendok garam, tapi jangan digunakan pada anak-anak kecil.

  • Hirup Udara Lembap

Udara lembap yang terhirup bagian atas saluran pernapasan dapat membantu membersihkan lendir dan cairan yang muncul akibat peradangan. Sebisa mungkin hindari terlalu lama berada di dalam ruangan ber-AC atau bisa juga gunakan pelembap udara (humidifier).

  • Jangan Banyak Bersuara

Tujuan tidak terlalu banyak bersuara agar menjaga penggunaan pita suara, jika digunakan secara berlebihan maka bukan tidak mungkin justru memperparah radang tenggorokan. Selain itu, tak banyak bersuara juga diklaim mampu mempercepat proses penyembuhan, setidaknya hindari penggunaan suara dengan volume keras.

  • Hentikan Merokok

Bagi perokok aktif sangat disarankan untuk menghentikan kebiasaan buruk tersebut, hal ini sangat efektif terutama jika radang yang muncul disebabkan oleh infeksi. Menghentikan kebiasaan merokok bisa membuat waktu penyembuhan lebih cepat.

  • Mandi Air Hangat

Mandi dengan menggunakan air hangat bisa membantu meredakan radang tenggorokan, uap air hangat berfungsi untuk melembapkan pita suara. Selain itu, air hangat juga bisa membuat tubuh penderita semakin rileks, ketika mandi bisa ditambahkan minyak esensial atau aromaterapi.

Selain prosedur penyembuhan tanpa konsumsi obat radang tenggorokan di atas, penderita disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Hal ini juga harus dilakukan jika keluhan radang tenggorokan yang terjadi hingga lebih dari sepuluh hari justru bertambah. Terutama jika penderita mengalami sesak napas dan tidak mampu menelan.

Lebih lanjut, para penderita sangat dianjurkan untuk banyak beristirahat guna mempercepat proses penyembuhan radang tenggorokan. Istirahat yang dilakukan bertujuan untuk mendukung tubuh melawan penyebab yang menimbulkan radang tenggorokan.

Obat

Obati Flu Babi Tanpa Panik dengan Cara Berikut

Fenomena terjadinya flu babi dianggap tidak begitu menggemparkan jika dibanding dengan flu burung. Pasalnya, jumlah peternakan babi di Indonesia tidak begitu banyak dengan peternakan ayam. Namun, infeksi flu babi juga tidak seharusnya untuk diabaikan. Jika infeksi virus ini tidak ditangani dengan baik, ia berisiko mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang.

Flu babi atau virus H1N1 adalah istilah yang merujuk pada penyakit influenza yang menyerang babi. Namun, penyakit ini dapat ditularkan oleh babi ke manusia, lalu dari manusia ke manusia lainnya.

Apa saja gejala flu babi yang perlu diwaspadai?

Virus flu babi yang tergolong sebagai salah satu jenis penyakit influenza memiliki gejala yang serupa dengan flu pada umumnya. Seseorang akan menunjukkan gejala flu babi dalam kurun waktu 1-3 hari setelah terinfeksi virus H1N1. Beberapa gejala yang mungkin dapat timbul, antara lain:

  • Demam.
  • Sakit kepala.
  • Tersumbatnya hidung dan pernapasan.
  • Radang tenggorokan yang seringnya disertai batuk.
  • Mata menjadi memerah dan mudah berair.
  • Merasakan pegal-pegal dan kelelahan.
  • Diare.
  • Mual dan muntah.

Bagaimana cara mengobati flu babi secara benar?

Seperti infeksi flu lainnya, ketika seseorang terserang flu babi, pertolongan pertama yang perlu diberikan adalah dengan memberikan lebih banyak cairan. Namun, jika pasien virus flu babi memiliki penyakit pernapasan kronis tertentu, dokter akan meresepkan obat tambahan untuk meringankan gejala yang muncul.

Obat antiviral oseltamivir dan zanamivir dikatakan dapat mengurangi gejala maupun kemungkinan komplikasi. Obat ini umumnya diresepkan pada hari pertama atau kedua ketika gejala mulai muncul. Selain itu, dokter juga akan meresepkan antivirus bagi pasien dengan risiko komplikasi tinggi, seperti untuk balita, kelompok usia di atas 65 tahun, ibu hamil, pasien HIV AIDS, asma, penyakit jantung, dan juga gangguan fungsi organ tubuh lain.

Sebagai langkah pencegahan, Anda dapat melakukan langkah-langkah tertentu, seperti melakukan vaksin influenza setiap enam bulan sekali. Di samping itu, Anda dapat melakukan hal pencegahan, seperti:

  • Usahakan untuk tetap berada di rumah ketika merasakan gejala flu babi.
  • Mencuci tangan secara menyeluruh dan rutin.
  • Menutup hidung dan mulut ketika akan bersin maupun batuk dengan tisu, sapu tangan, atau siku bagian dalam.
  • Menghindari kebiasaan menyentuh mata, hidung, dan mulut.
  • Jika terpaksa harus berada di lingkungan dengan kasus flu babi tinggi, maka kenakan alat perlindungan, terutama masker dan sarung tangan.
Obat

Lawan Tipes dengan Obat Ampisilin

Terkadang orang seringkali terlalu sibuk dengan aktivitasnya sebagai pelajar atau pekerja sehingga tidak terlalu memperdulikan kebersihan makanan yang dimakannya. Apakah Anda termasuk salah satu yang seperti ini? Jika iya, tidak heran jika kebiasaan buruk ini berujung pada penyakit tipes, penyakit ini bukanlah kondisi langka di negara kita. Tipes sudah dianggap sebagai hal biasa. Bahkan ada yang bilang belum kerja keras namanya kalau belum kena tipes.

Namun demikian, tipes tidak dapat disepelekan begitu saja. Komplikasi tipes yang tidak ditangani dengan baik diantaranya perdarahan dan robeknya usus yang biasa terjadi di minggu ketiga sejak awal sakit. Komplikasi lain yang dapat terjadi akibat tipes adalah peradangan otot jantung serta katup dan bagian dalam jantung, pneumonia atau paru-paru basah, infeksi ginjal, infeksi selaput otak hingga gejala kejiwaan seperti halusinasi.

Karena itulah tipes tidak dapat dipandang sebelah mata. Mengenali gejala awal tipes penting agar pengobatan yang tepat segera diberikan agar mempercepat penyembuhan dan menghindari komplikasi seperti di atas. Salah satu obat yang sering diresepkan dokter bagi penderita tipes adalah Ampisilin.

Kenali gejala awal tipes

Gejala awal tipes tidak terlalu bisa dikenali, bisa menyerupai gejala sakit biasanya seperti demam tinggi, berkurangnya nafsu makan, sakit kepala, pegal pada otot dan sekujur tubuh, serta diare.Jarak sejak bakteri penyebab tipes masuk ke dalam tubuh sampai mengakibatkan gejala adalah 1-2 minggu.

Jadi misalnya, Anda mengalami gejala tipes, untuk membantu mengkonfirmasinya Anda bisa ingat-ingat apakah dalam 1-2 minggu sebelumnya pernah melakukan hal yang beresiko menyebabkan tipes. Hal yang beresiko menyebabkan tipes seperti makan dan minum minuman yang terkontaminasi bakteri penyebab tipes.

Apakah Ampisilin bisa mengobati tipes?

Ampisilin adalah obat golongan antibiotik. Sediannya dalam bentuk tablet minum, sirup, dan suntik. Ampisilin yang diberikan dokter untuk penderita tipes bisa berupa obat tablet minum atau suntikan tergantung dari berat ringannya gejala.

Saran bagi kamu yang diberikan resep Ampisilin tablet minum oleh dokter, sebaiknya diminum dalam keadaan perut kosong untuk meningkatkan penyerapan dan efek obat. Dan ingat untuk selalu minum antibiotik sesuai anjuran dokter.