Penyakit

Ketahui Gejala Tumor Wilms Terutama Pada Anak

Jenis penyakit tumor ada bermacam-macam, salah satunya adalah tumor Wilms. Penyakit tumor Wilms sering menyerang anak-anak dan terdeteksi pada anak usia 3 atau 4 tahun. Saat usia telah lebih dari 6 tahun, risiko terkena tumor Wilms menjadi turun drastis. Penyebab tumor Wilms sendiri hingga kini belum bisa dipastikan. Akan tetapi dugaan terbesar penyebab tumor Wilms adalah faktor genetika. Tumor Wilms dapat sembuh jika tertangani dengan baik. Secara data 90% anak penderita tumor Wilms pada akhirnya berhasil sembuh.

Gejala tumor Wilms

Tumor Wilms yang terjadi pada anak akan menunjukkan gejalanya. Sayangnya, gejala yang muncul tidak terlalu spesifik sehingga seringkali dikira penyakit biasa. Oleh karena itu, perlu diagnosis langsung dari dokter untuk memastikan terkena tumor Wilms. Beberapa gejala yang muncul misalnya demam, nyeri dada, konstipasi, nyeri perut, mual hingga muntah, sakit kepala, serta hilangnya nafsu makan. Anak juga mungkin menunjukkan gejala lain seperti pertumbuhan tidak seimbang, tekanan darah tinggi, urine mengandung darah, dan kesulitan bernapas.

Diagnosis tumor Wilms

Untuk menentukan anak menderita tumor Wilms atau tidak diperlukan pemeriksaan jangka panjang dan berulang. Jika seorang anak memiliki keturunan tumor Wilms atau terlahir dengan cacat tertentu, maka dokter perlu melakukan pemeriksaan secara berkala. Pemeriksaan tersebut meliputi pemeriksaan fisik dan ultrasound. Selain itu, pemeriksaan lain juga diperlukan seperti pemeriksaan darah, X-ray, urine, dan CT scan. Melaluiserangkaian pemeriksaan tersebut nantinya dokter akan mendapat diagnosis dengan pasti dan menentukan stadium tumor yang terbagi menjadi 5, seperti berikut ini.

  • Stadium 1

Stadium awal tumor Wilms adalah stadium 1. Pada posisi ini, terdapat 20-50% kasus dari keseluruhan kasus tumor Wilms. Saat masih stadium 1, tumor belum menyebar ke mana-mana. Tumor masih menyerang salah satu ginjal saja. Prosedur berupa operasi biasanya dapat menyembuhkan tumor Wilms stadium 1.

  • Stadium 2

Pada stadium 2, tumor Wilms dapat diangkat dengan cara operasi. Sekitar 20% penderita tumor Wilms berada pada stadium 2. Kondisi pasien di stadium 2 ini, tumor baru mulai menyebar ke pembuluh darah dan jaringan sekitar ginjal.

  • Stadium 3

Penderita tumor Wilms pada stadium 3 berjumlah sekitar 20-25% dari keseluruhan kasus tumor Wilms. Pada stadium 3, penderita telah mengalami penyebaran tumor hingga ke rongga perut. Penanganan berupa operasi sudah tidak dapat digunakan jika tumor Wils pada anak telah memasuki stadium 3.

  • Stadium 4

Pada stadium 4, tumor telah tersebar ke berbagai organ tubuh. Beberapa organ yang telah terkena tumor Wilms pada stadium 4 yaitu paru-paru, liver, hingga otak. Terdapat sekitar 10% dari total penderita tumor Wilms yang berada pada stadium 4.

  • Stadium 5

Ini adalah stadium terparah. Pada stadium 5, tumor telah berada di kedua ginjal. Meski demikian, presentase penderita tumor Wilms pada stadium ini tidak terlalu banyak, hanya sekitar 5% saja.

Tumor Wilms tidak dapat disembuhkan secara mandiri. Anda perlu melakukan bantuan medis secara intensif. Penanganan dokter yang biasanya dilakukan sebagai rangkaian pengobatan tumor Wilms yaitu operasi, kemoterapi, dan terapi radiasi. Penanganan akan lebih mudah jika stadium tumor masih awal. Oleh karena itu, apabila anak menunjukkan gejala tumor Wilms sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter sehingga dapat dilakukan diagnosis yang mendalam secepatnya.

Penyakit

Kenali Kondisi Gangguan Pendengaran

Gangguan pendengaran adalah kondisi medis yang berefek pada indera pendengaran Anda. Gangguan pendengaran membuat pendengaran Anda menjadi sulit, tetapi bukan tidak mungkin. Kondisi ini seringkali dapat dibantu, namun ketulian dapat membuat Anda sama sekali tidak mendengar suara.

Kehilangan pendengaran merupakan gangguan pendengaran yang terjadi secara bertahap seiring bertambahnya usia (presbycusis). Gangguan pendengaran didefinisikan sebagai salah satu dari tiga jenis, seperti:

  • Konduktif (melibatkan telinga luar atau tengah)
  • Sensorineural (melibatkan telinga bagian dalam)
  • Campuran (kombinasi keduanya)
  • Penuaan dan paparan kronis terhadap suara keras keduanya berkontribusi pada gangguan pendengaran. Faktor lain, seperti kotoran telinga yang berlebihan, untuk sementara dapat mengurangi seberapa baik telinga Anda mengeluarkan suara.

Anda tidak dapat membalikkan sebagian besar jenis gangguan pendengaran. Namun, Anda dan dokter Anda atau spesialis pendengaran dapat mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan apa yang Anda dengar. Tanda dan gejala gangguan pendengaran mungkin termasuk:

  • Meredam ucapan dan suara lainnya
  • Kesulitan memahami kata-kata, terutama pada kebisingan latar belakang atau di tengah keramaian
  • Kesulitan mendengar konsonan
  • Sering meminta orang lain untuk berbicara dengan lebih lambat, jelas dan keras
  • Perlu menaikkan volume televisi atau radio
  • Penarikan dari percakapan
  • Menghindari beberapa pengaturan sosial

Ribuan rambut kecil yang menempel pada sel saraf di koklea Anda membantu menerjemahkan getaran suara menjadi sinyal listrik yang dikirim ke otak Anda. Otak Anda mengubah sinyal ini menjadi suara. Gangguan pendengaran meliputi:

  • Kerusakan telinga bagian dalam. Penuaan dan paparan suara keras dapat menyebabkan kerusakan pada rambut atau sel saraf di koklea yang mengirimkan sinyal suara ke otak. Ketika rambut atau sel saraf ini rusak atau hilang, sinyal listrik tidak dikirim secara efisien, dan terjadi gangguan pendengaran.
  • Nada yang lebih tinggi dapat meredam Anda. Anda mungkin akan kesulitan memilih kata dengan kebisingan latar belakang.
  • Penumpukan kotoran telinga secara bertahap. Kotoran telinga dapat menghalangi saluran telinga dan mencegah konduksi gelombang suara. Pengangkatan kotoran telinga dapat membantu memulihkan pendengaran Anda.
  • Infeksi telinga dan pertumbuhan tulang atau tumor yang tidak normal. Di telinga luar atau tengah, semua ini dapat menyebabkan gangguan pendengaran.
  • Gendang telinga pecah (perforasi membran timpani). Suara ledakan yang keras, perubahan tekanan yang tiba-tiba, menusuk gendang telinga dengan benda, dan infeksi dapat menyebabkan gendang telinga pecah dan mempengaruhi pendengaran Anda.

Perawatan gangguan pendengaran tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan gangguan pendengaran Anda. Pilihannya antara lain:

  • Menghapus penyumbatan lilin. Penyumbatan kotoran telinga adalah penyebab gangguan pendengaran yang dapat diperbaiki. Dokter Anda mungkin mengeluarkan kotoran telinga menggunakan alat hisap atau alat kecil dengan lingkaran di ujungnya.
  • Prosedur operasi. Beberapa jenis gangguan pendengaran dapat diobati dengan operasi, termasuk kelainan pada gendang telinga atau tulang pendengaran (ossicles). Jika Anda pernah mengalami infeksi berulang dengan cairan yang terus-menerus, dokter Anda mungkin memasukkan tabung kecil yang membantu mengeringkan telinga Anda.
  • Alat bantu dengar. Jika gangguan pendengaran Anda disebabkan oleh kerusakan pada telinga bagian dalam Anda, alat bantu dengar dapat membantu. Seorang audiolog dapat mendiskusikan dengan Anda potensi manfaat dari alat bantu dengar dan menyesuaikan Anda dengan perangkat tersebut.¬†
  • Implan koklea. Jika Anda mengalami gangguan pendengaran yang lebih parah dan mendapatkan manfaat yang terbatas dari alat bantu dengar konvensional, maka implan koklea dapat menjadi pilihan. Tidak seperti alat bantu dengar yang memperkuat suara dan mengarahkannya ke saluran telinga Anda, implan koklea melewati bagian telinga bagian dalam yang rusak atau tidak berfungsi dan secara langsung merangsang saraf pendengaran. Seorang audiolog, bersama dengan dokter medis yang mengkhususkan diri pada gangguan telinga, hidung, dan tenggorokan (THT), dapat mendiskusikan risiko dan manfaatnya.

Jika Anda memiliki masalah gangguan pendengaran, Anda perlu untuk segera berkonsultasi dengan dokter untuk mencegah kondisi yang lebih serius. Perawatan tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan gangguan pendengaran Anda. Oleh karena itu, Anda disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter jika Anda memiliki gejala-gejala gangguan pendengaran.

Penyakit

Mengenal Blok Jantung Pertama Hingga Blok Jantung Komplit

Detak jantung diciptakan oleh sinyal listrik yang berawal di serambi kanan jantung. Sinyal ini diproduksi di area sel khusus pada serambi jantung yang disebut simpul sinus. Sinyal listrik bergerak melewati jantung ke simpul atrioventricular, sekumpulan sel khusus lain yang terletak di pusat jantung, tepat di antara serambi dan bilik jantung. Simpul atrioventricular tersebut berfungsi dalam memperlambat arus listrik sebelum dikirim ke bilik jantung (ventrikel). Dari simpul atrioventricular, arus listrik bergerak ke bilik jantung melalui serat khusus yang ada di dinding jantung. Saat arus sampai di bilik jantung, mereka berkontraksi dan memompa darah keluar dari tubuh. Pada orang yang menderita blok jantung, sinyal listrik yang mengatur detak jantung dihambat sebagian (blok jantung tingkat pertama dan kedua) atau sepenuhnya blok jantung komplit saat akan mencapai bilik jantung.

Jenis dan perbedian blok jantung

Blok jantung diklasifikasikan sebagai tingkat pertama, kedua, atau ketiga, tergantung pada tingkat hambatan sinyal listrik. Dalam blok jantung tingkat pertama, impuls listrik bergerak lebih lambat dibandingkan dengan biasanya melalui simpul atrioventricular namun masih tetap mengalirkan masing-masing arus. Kondisi ini umum dijumpai pada atlet. Selain itu, kondisi ini juga dapat disebabkan karena penggunaan obat-obatan, khususnya yang dapat memperlambat konduksi impuls listrik lewat simpul atrioventricular, seperti penghambat beta, verapamil, diltiazem, amiodarone, dan digoxin.

Blok jantung tingkat dua dikatergorikan dalam dua jenis, yaitu tipe 1 dan tipe 2.

  • Blok jantung tipe 1, juga disebut dengan blok atrioventricular Wenckebach atau Mobitz Tipe 1, merupakan bentuk tidak parah dari blok jantung tingkat 2. Dalam kondisi ini, sinyal listrik bergerak dengan lebih lambat hingga jantung melewatkan 1 detakan.
  • Pada pasien blok jantung tipe 2, juga disebut Mobitz tipe 2, beberapa sinyak listrik tidak sampai ventrikel, dan dengan pola yang tidak teratur. Seseorang dengan blok jantung tipe ini memiliki detak jantung yang lebih lambat dari biasanya. Daerah yang dihambat lebih rendah pada sistem konduksi dan sering dihubungkan dengan penyakit konduksi yang lebih parah.

Blok jantung tingkat tiga, juga dikenal dengan nama blok jantung komplit, sinyal listrik tidak dikirim dari serambi jantung ke bilik jantung. Jantung mengkompensasi hal ini dengan memproduksi sinyal listrik dari alat pacu jantung khusus yang ada di ventrikel. Sinyal ini membuat jantung berkontraksi dan memompa darah, namun dalam laju yang jauh lebih lambat dari biasanya.

Gejala blok jantung

Blok jantung tingkat 1 biasanya tidak menyebabkan gejala apapun, dan dapat dideteksi saat Anda mendapatkan electrocardiogram rutin. Namun, detak dan ritme jantung pasien biasanya normal. Sementara itu, gejala blok jantung tingkat 2 dan blok jantung komplit adalah pingsan, pusing, kelelahan, sesak napas, dan nyeri dada. Dalam kasus blok jantung ketiga atau blok jantung komplit, gejala merefleksikan tingkat keparahan detak jantung yang rendah. Dalam kasus-kasus tertentu, kondisi ini bisa sangat berbahaya dan membutuhkan perawatan medis secepatnya.

Blok jantung yang bukan bawaan disebabkan oleh banyak penyebab, seperti serangan jantung (salah satu penyebab utama), penyakit jantung, jantung yang membesar atau cardiomyopathy, gagal jantung, dan demam rheumatic. Bahkan, terkadang baik blok jantung tingkat 1, tingkat 2, atau bahkan blok jantung komplit dapat disebabkan oleh cidera pada saat operasi jantung terbuka, efek samping penggunaan obat-obatan tertentu, dan paparan terhadap beberapa jenis racun.

Penyakit

Pentingnya Lakukan Pemanasan agar Otot Hamstring Tak Kena Cedera

Sebelum melakukan inti gerakan olahraga apapun, pemanasan perlu dilakukan untuk mengurangi peluang terjadinya cedera. Sebagian besar orang akan mengalami rasa nyeri pada bagian belakang paha atau yang disebut dengan cedera otot hamstring jika melakukan olahraga tanpa pemanasan.

Hamstring adalah kumpulan dari tiga otot besar yang berada di belakang paha. Umumnya, otot ini digunakan untuk aktivitas, seperti menekuk lutut, berlari, melompat, memanjat, maupun gerakan lain yang membutuhkan koordinasi otot secara mendadak.

Jika otot hamstring berada dalam kondisi tegang ketika Anda melakukan aktivitas fisik yang berat atau aktivitas fisik secara mendadak, otot tersebut akan tertarik bahkan dapat robek. Kondisi ini akan berujung pada rasa ngilu atau nyeri yang Anda akan rasakan di sekitar belakang paha. Seseorang yang menderita cedera hamstring memiliki kemungkinan besar akan mengalami cedera tersebut kembali. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk mengurangi risiko cedera ini sebaik mungkin.

Siapa saja yang dapat terkena cedera otot hamstring?

Cedera otot hamstring dapat menimpa siapapun, bahkan atlet profesional sekalipun. Atlet justru berisiko tinggi terkena cedera ini dikarenakan sering melakukan aktivitas fisik secara berat dan intens secara tiba-tiba, seperti atlet lari, sepakbola, bola basket, bahkan penari. Di samping itu, cedera otot hamstring dapat menimpa siapapun dalam kondisi berikut:

  • Otot hamstring berada dalam kondisi lemah, sehingga sulit untuk melakukan kegiatan yang berat.
  • Tidak dapat melakukan menyeimbangkan otot, yang mana otot quadricep lebih kuat dibanding dengan otot hamstring.
  • Otot hamstring bersifat tidak fleksibel.
  • Anda menderita kelelahan otot.
  • Anda pernah mengalami cedera hamstring.
  • Melakukan kegiatan fisik yang terlalu berat secara intens.
  • Pertumbuhan tulang yang terjadi lebih cepat dibanding pertumbuhan otot, seperti pada remaja yang masih dalam proses pertumbuhan, baik pertumbuhan tulang atau tubuh.

Kapan waktu yang tepat untuk berkonsultasi dengan dokter?

Jika Anda mengalami cedera otot hamstring ringan, yaitu tertariknya otot (strain), Anda hanya perlu mengompres area yang terasa sakit dengan es yang dilapisi kain maupun mengoleskan obat pereda nyeri. Namun, jika cedera tersebut mengakibatkan Anda tidak dapat berjalan lebih dari empat langkah, maka segera temui dan konsultasikan kondisi tersebut dengan dokter agar mendapatkan perawatan intensif lebih dini.

Penyakit

Perhatikan Tumbuh Kembang Anak dari Kifosis

Postur tubuh normal adalah tulang belakang yang agak melengkung pada bagian leher, di punggung atas maupun dada, dan juga punggung bagian bawah. Namun, jika lengkungan tersebut melebihi 45 derajat, maka kondisi yang terjadi termasuk dalam kifosis.

Kifosis adalah kondisi pelengkungan tulang belakang yang dapat menimbulkan tampilan bagian atas punggung tampak lebih membungkuk jika dibanding dengan kondisi normal. Penyakit ini lebih banyak menyerang kelompok usia lanjut, namun kemungkin kifosis menyerat anak-anak juga cukup besar. Pasalnya, terdapat penyakit Scheuermann yang diturunkan secara genetik yang sebabkan kondisi serupa.

Apa penyebab pasti dari kifosis?

Di bawah ini, terdapat faktor-faktor penyebab kifosis yang perlu Anda waspadai:

  • Kondisi otot yang lemah pada punggung bagian atas.
  • Osteoporosis (penurunan kepadatan tulang).
  • Cedera pada tulang belakang.
  • Arthritis (radang sendi menahun) maupun penyakit degenerasi tulang lainnya.
  • Penuaan yang didukung juga akibat postur tubuh buruk akibat posisi duduk, berdiri, dan tidur yang tidak tepat.
  • Penyakit Scheuermann yang umumnya diturunkan pada anak.
  • Skoliosis (kondisi tulang belakang melengkung ke arah samping secara tidak normal).

Di samping penyebab yang telah disebutkan di atas, kifosis juga berpeluang terjadi akibat:

  • Infeksi pada tulang belakang.
  • Cacat bawaan lahir, seperti spina bilfida.
  • Tumor.
  • Penyakit jaringan ikat.
  • Polio.
  • Penyakit paget.
  • Penyakit sistem endokrin (hormon).
  • Distrofi (pengecilan) otot.

Gejala kifosis seperti apa yang perlu diwaspadai?

Pada dasarnya, kifosis tidak menunjukkan gejala lain, kecuali bentukan tulang punggung yang terlihat jelas bungkuk. Namun, dalam beberapa kasus tertentu, penderita kifosis akan merasakan beberapa masalah di sekitar tulang belakang, seperti sakit punggung. Selain itu, ia juga akan merasakan kekuaan pada punggung dan area sekitarnya. Di area tulang belakang akan terasa nyeri seperti diberi tekanan serta mudah merasa lelah.

Jika Anda mengalami gejala seperti yang disebutkan di atas maupun berisiko terkena kifosis, akan lebih baik bagi Anda untuk berkonsultasi mengenai kondisi kesehatan tulang Anda dengan dokter. Nantinya, dokter akan menyarankan untuk melakukan terapi rutin maupun prosedur lain, seperti pemasangan brace punggung bagi anak.

Penyakit

Hati-Hati, Hipertensi Bisa Sebabkan Serangan Jantung dan Stroke

Tekanan darah tinggi atau hipertensi sudah cukup familiar di kalangan masyarakat Indonesia. Seseorang dikatakan terkena hipertensi jika ia memiliki tekanan darah pada nilai 130/80 mmHg atau lebih tinggi dari angka tersebut. Tekanan darah diukur lebih tinggi jika jantung memompa darah lebih cepat atau arteri berukuran lebih sempit.

Hipertensi diketahui memiliki risiko memicu penyakit yang lebih serius, seperti serangan jantung atau stroke. Mulanya memang tidak ada gejala yang ditimbulkan karena seseorang yang terkena hipertensi baru akan menyadarinya ketika telah terjadi komplikasi. Walaupun begitu, tekanan darah tinggi dapat secara mudah dideteksi dengan pemeriksaan tekanan darah.

Seperti apa tanda dan gejala hipertensi?

Tanda maupun gejala yang timbul dari penyakit hipertensi akan berbeda-beda bagi setiap orang. Beberapa orang tidak merasakan adanya gejala yang signifikan, sementara itu pada sebagian orang lainnya, kondisi hipertensi dapat menimbulkan efek sakit kepala, sesak napas, bahkan mimisan.

Tekanan darah pada umumnya terbagi menjadi empat kategori:

  • Tekanan darah normal: merupakan kondisi tekanan darah dengan nilai 120/80 mmHg.
  • Tekanan darah meningkat: kondisi ini terjadi ketika tekanan sistolik seseorang berada dalam rentang nilai 120 hingga 129 mmHg dan tekanan diastolik berada di bawah 80 mmHg.
  • Hipertensi tingkat 1: tekanan sistolik berada di 130-139 mmHg dengan tekanan diastolik 80-89 mmHg.
  • Hipertensi tingkat 2: jika tekanan sistolik berada di rentang 140 mmHg ke atas maupun tekanan diastolik 90 mmHg ke atas.

Apa yang menyebabkan hipertensi?

Hingga saat ini, faktor yang menjadi penyebab hipertensi baik pada wanita maupun pria, belum diketahui secara jelas. Namun, beberapa kondisi seperti di bawah ini, berisiko lebih tinggi terkena hipertensi:

  • Berusia lebih dari 65 tahun.
  • Mengalami kelebihan berat badan
  • Memiliki riwayat kesehatan anggota keluarga mengalami hipertensi.
  • Terlalu banyak mengonsumsi garam dan tidak diimbangi dengan mengonsumsi buah dan sayuran.
  • Kebiasaan merokok.
  • Kurang tidur maupun seringkali mengalami kesulitan tidur.
  • Tidak melakukan olahraga secara teratur.

Di samping itu, seseorang dengan kondisi kesehatan memiliki masalah pada ginjal, mengalami diabetes, atau mengalami lupus, juga berisiko tinggi terkena hipertensi.

Penyakit

Tips untuk Mengatasi Gejala Wasir

Saat mengalami rasa sakit da iritasi di daerah anus, banyak orang kemudian berasumsi dirinya menderita wasir. Padahal kondisi lain seperti kutil kelamin yang tumbuh di anus, infeksi atau hanya luka kecil juga bisa menimbulkan rasa sakit di anus. Lalu, bagaimana gejala wasir?

Rasa gatal dan panas, perdarahan dari dubur dan benjolan yang seperti hilang timbul saat buang air besar menjadi gejala wasir internal. Penderita wasir jenis ini mengalami peradangan dan pembengkakan pembuluh darah di dalam rectum. Pada kondisi ringan, gejala wasir internal tidak menumbulkan rasa sakit yang mengganggu. Keluhan yang sering dirasakan sangat mengganggu biasanya merupakan gejala wasir eksternal, berupa nyeri, gatal, pedir, perdarahan dan benjolan yang terlihat dan terasa di anus.

Pengobatan wasir juga akan tergantung dari gejalanya. Gejala wasir ringan atau perdarahan dari dubur yang terjadi sesekali umumnya masih bisa diatasi dengan perubahan pola makan, utamanya dengan meningkatkan asupan serat lewat konsumsi sayuran dan buah-buahan, serta banyak minum air putih. Asupan serat dan cairan akan mencegah konstipasi dan membuat feses lebih lunak, sehingga tidak perlu mengejan saat buang air besar yang menjadi salah satu penyebab timbulnya wasir.

Untuk mengatasi gejala wasir yang timbul saat wasir kambuh, biasanya obat-obatan oral serta salep wasir yang dijual bebas bisa sangat membantu. Jika wasir sering kambuh dan ukuran pembengkakannya belum terlalu besar, ada pilihan metode rubber-band ligation untuk mengatasinya. Caranya cukup mudah, yaitu dengan mengikat pangkal pembuluh darah yang membengkak untuk memutus aliran darah.

Dengan demikian pembengkakan akan berkurang, jaringan mati kemudian copot sendiri. Tidak ada waktu yang pasti mengenai berapa lama keluhan yang ditimbulkan oleh gejala wasir akan dirasakan. Wasir yang ringan bisa menghilang dalam beberapa hari tanpa pengobatan, tetapi wasir eksternal yang ukurannya sudah besar bisa jadi butuh waktu yang cukup lama untuk sembuh dan untuk beberapa waktu akan menimbulkan nyeri yang signifikan serta mengganggu aktivitas.

Sebagian besar gejala wasir yang dialami penderitanya tidak parah atau berbahaya tetapi memang menyebabkan ketidaknyamanan dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Perubahan kebiasaan buang air besar dan perubahan pola makan pun biasanya cukup untuk mengatasi gejala wasir dan mencegah kekambuhan

Penyakit

Seperti Apa Akibat Kurang Tidur yang Perlu Diperhatikan? Simak Penjelasannya Berikut

Memberikan waktu beristirahat dengan cukup bagi tubuh adalah hal yang sangat penting. Akibat kurang tidur yang mungkin akan Anda rasakan tidak hanya mengganggu kesehatan mental, namun juga kondisi kesehatan fisik tubuh secara keseluruhan. Dampak yang mungkin saja timbul memiliki efek jangka pendek maupun panjang bagi kesehatan Anda.

Akibat Kurang Tidur yang Perlu Anda Perhatikan

Di bawah ini, terdapat kondisi-kondisi yang mungkin terjadi akibat kurang tidur:

  • Meningkatkan risiko kecelakaan

Beberapa orang yang seringkali berkendara dan tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup berisiko untuk mengalami kecelakaan. Pasalnya, keadaan mengantuk akan mengganggu konsentrasi ketika berkendara, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Kondisi ini serupa dengan kecelakaan kendaraan ketika pengemudi sedang dalam keadaan mabuk.

  • Kenaikan berat badan

Kekurangan waktu tidur dapat memicu rasa lapar dan nafsu makan meningkat. Hal ini akan berdampak pada kondisi obesitas. Seseorang yang mengalami kekurangan jam tidur cenderung akan mengonsumsi makanan dengan kandungan lemak dan karbohidrat yang tinggi.

  • Memicu gangguan kesehatan

Kekurangan waktu tidur dalam berisiko pada kesehatan tubuh. Tidak jarang, kondisi ini dapat berdampak pada risiko terkena penyakit serius, seperti sakit jantung, serangan jantung, gagal jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, hingga stroke.

  • ¬†Pelupa dan terganggunya konsentrasi

Tubuh yang mendapatkan waktu tidur yang cukup akan berdampak pada kinerja organ tubuh, seperti otak. Penyimpanan sebagian besar memori di dalam otak terjadi ketika seseorang sedang tertidur lelap. Jika waktu tidur tersebut terganggu, maka dapat membuat orang yang bersangkutan menjadi pelupa.

Selain itu, otak juga tidak dapat memproses informasi secara jelas. Sebagai contoh, ketika Anda melihat ada lampu yang berkedip, namun Anda tidak yakin dengan apa yang Anda lihat. Hilangnya konsentrasi dan kemampuan berpikir yang optimal dapat mengganggu aktivitas Anda sehari-hari.

Lakukan tips berikut agar tidur malam lebih nyenyak

Jika Anda mengalami kesulitan ketika ingin tidur, lakukanlah hal berikut ini:

  • Tidur di jam yang sama secara rutin.
  • Ciptakan suasana tenang ketika ingin tidur.
  • Hindari mengonsumsi kafein di sore hari.
  • Pastikan perut dalam keadaan terisi sebelum Anda beranjak tidur.
  • Bangun tidur di jam yang sama.