Kulit & Kelamin, Penyakit

10 Pemicu Penis Keluar Darah Saat Buang Air Kecil

Kondisi di mana penis keluar darah saat buang air kecil bisa disebut juga dengan hematuria. Darah yang keluar ini jumlahnya tidak selalu banyak. Terkadang, hanya terlihat melalui mikroskop. Ada juga jenis darah padat yang keluar bersama urin. Kondisi tersebut tentu akan membuat penis terasa sakit atau memicu rasa nyeri.

Penis keluar darah dapat terjadi karena infeksi menular seksual

Penis keluar darah saat buang air kecil umumnya terjadi tanpa gejala. Masalah ini umumnya tidak berbahaya, namun ada pula hematuria yang perlu diwaspadai.

Di bawah ini akan dijelaskan beberapa kemungkinan penyebab kencing keluar darah dan bisa jadi gejala apa saja. 

1. Imbas sejumlah makanan berwarna merah

 Melansir Self, penyebab kencing berwarna merah mirip darah terkadang bisa berasal dari imbas makanan tertentu yang berwarna merah. Makanan seperti bit, buah beri, dan sebagainya dapat membuat kencing berwarna merah. Biasanya, kencing berwarna merah mirip darah ini bisa hilang tak sampai berhari-hari dan tidak disertai gejala lain.

2. Efek samping obat 

Beberapa obat memiliki efek samping membuat darah meresap ke dalam urine. Diantaranya penisilin, pereda nyeri, anti peradangan non steroid, obat pencahar, aspirin, sampai sejumlah obat anti-kanker. Jika kamu curiga penyebab kencing keluar darah gejala efek samping obat tertentu, segera konsultasikan ke dokter. Hindari mengganti atau menghentikan pengobatan atas inisiatif sendiri tanpa sepengetahuan dokter. 

3. Infeksi saluran kencing 

Melansir Mayo Clinic, kencing keluar darah dapat menjadi tanda penyakit infeksi saluran kencing. Penyakit ini disebabkan serangan bakteri yang masuk ke tubuh melalui uretra dan berkembang biak di kandung kemih. Selain kencing keluar darah, gejala infeksi saluran kencing lainnya yakni sering kencing, kencing sakit, rasa panas saat kencing, dan urine bau tak sedap. 

4. Infeksi ginjal 

Tak hanya infeksi saluran kencing, kencing keluar darah juga dapat menjadi gejala infeksi ginjal. Penyakit ini muncul saat bakteri masuk ke ginjal dari aliran darah. Terkadang bakteri dari ureter masuk ke ginjal dan memicu infeksi. Tanda infeksi ginjal mirip dengan infeksi saluran kencing. Bedanya, penderita juga jamak merasakan demam dan nyeri pinggang. 

5. Batu ginjal 

Penyakit batu ginjal terjadi saat mineral dalam urine membentuk kristal dan menempel di dinding ginjal atau kandung kemih. Batu tersebut umumnya tidak memicu rasa sakit. Penderita baru merasakan gejala berupa nyeri dan kencing keluar darah saat batu ginjal melewati saluran kencing. 

6. Pembengkakan prostat 

Kelenjar prostat yang berada tepat di bawah kandung kemih dan mengelilingi bagian atas uretra dapat membengkak. Kondisi ini jamak terjadi pada pria berusia separuh baya. Pembengkakan prostat dapat menekan uretra dan menghalangi aliran urine. Tanda dan gejala prostat bengkak antara lain susah kencing, ingin kencing terus, dan ada darah dalam urine. Selain pembengkakan prostat, infeksi prostat juga menimbulkan gejala yang kurang lebih sejenis dengan prostat bengkak. 

7. Penyakit ginjal 

Penyebab kencing keluar darah lainnya dapat berasal dari penyakit ginjal. Salah satunya radang sistem penyaringan ginjal atau glomerulonefritis. Peradangan ginjal terkadang disebabkan komplikasi diabetes, infeksi virus, penyakit pembuluh darah, sampai gangguan imun yang memengaruhi penyaring ginjal. Selain itu, cedera pada ginjal karena kecelakaan juga dapat memicu munculnya darah dalam urine. 

8. Kanker 

Di beberapa kondisi yang jarang terjadi, kencing keluar darah juga bisa menjadi tanda penyakit kanker ginjal, kandung kemih, atau prostat. Ketiga gejala kanker di atas salah satunya ada darah dalam urine. 

9. Anemia sel sabit 

Penyakit anemia sel sabit merupakan penyakit bawaan lahir yang membuat sel darah merah penderitanya berbentuk bulan sabit. Kondisi ini dapat menghalangi darah mengalir dengan baik. Gejalanya tak jarang juga memicu kencing keluar darah, badan sering nyeri, kerap infeksi, beberapa bagian tubuh bengkak, sampai masalah penglihatan. 

10. Efek samping olahraga berat 

Penyebab kencing keluar darah yang jarang terjadi lainnya yakni efek samping olahraga berat. Kondisi ini dipengaruhi trauma atau cedera pada kandung kemih, dehidrasi, atau kerusakan sel darah merah karena olahraga berlebihan.

Itulah penjelasan mengenai penyebab penis keluar darah saat buang air kecil. Semoga dapat menambah wawasanmu.

Penyakit

5 Cara Alami Mengatasi Vulva dan Vagina Iritasi

Vagina iritasi dan gatal bisa menjadi gejala dari banyak kondisi. Iritasi vagina bisa disebabkan oleh vagina yang kering atau terpapar iritan, bisa juga disebabkan oleh infeksi jamur, bakteri, atau hal lain. 

Ada banyak pengobatan untuk vagina iritasi, gatal, dan memerah. Namun pengobatannya tergantung pada penyebabnya. Misalnya, jika gatal dan iritasi terasa di dalam vagina, bisa jadi karena infeksi jamur. Jika iritasi terjadi pada vulva, kemungkinan disebabkan oleh eksim atau kondisi kulit lainnya. 

Ketidakseimbangan hormon menjadi salah satu pemicu kandidiasis vagina

Beberapa penyebab vagina iritasi

Berikut ini beberapa penyebab potensial dari vulva dan vagina iritasi:

  • Keringat

Keringat yang terperangkap setelah berolahraga atau saat menggunakan pakaian ketat dapat menyebabkan rasa gatal dan vagina iritasi. 

  • Alergi atau dermatitis

Alergi terhadap suatu kandungan dalam sabun, pelembab, atau paparan bahan kimia lainnya dapat mengiritasi vulva.

  • Infeksi bakteri

Infeksi bakteri seperti infeksi saluran kemih dapat mempengaruhi vagina dan membuatnya terasa gatal dan nyeri di area tersebut.

  • Folikulitis

Folikulitis adalah iritasi kulit yang disebabkan oleh tumbuhnya rambut ke dalam. 

  • Infeksi jamur

Salah satu infeksi jamur yang paling umum menyebabkan sariawan vagina yang menyebabkan vagina iritasi, gatal, serta keputihan yang tidak normal. 

  • Psoriasis

Sekitar 30 – 60 persen penderita psoriasis juga mengembangkan psoriasis genital.

  • Eksim

Eksim adalah penyakit kulit yang dapat terjadi di bagian tubuh manapun, termasuk vulva. Eksim menyebabkan kulit iritasi, bersisik, dan gatal.

  • Lichen sclerosus

Lichen sclerosus adalah kondisi kulit yang ditandai dengan bercak kecil berwarna putih di kulit sekitar alat kelamin. 

  • Infeksi menular seksual

Sebagian besar infeksi menular seksual (IMS) ditandai dengan vagina iritasi, gatal, dan nyeri. Beberapa contohnya yaitu klamidia, gonore, kutil kelamin, dan herpes genital.

  • Kanker vulva

Apabila iritasi dan rasa gatal terjadi secara terus-menerus, dan diikuti dengan keluarnya darah, benjolan, dan nyeri panggul maka bisa jadi disebabkan oleh kanker vulva.

Pengobatan rumahan untuk vulva dan vagina yang iritasi

Untuk mengobati dan meredakan ketidaknyamanan akibat vagina yang teriritasi, Anda bisa melakukan perawatan rumahan berikut ini.

  1. Mandi dengan soda kue

Menurut beberapa penelitian, soda kue memiliki efek antijamur yang dapat membunuh jamur candida serta efektif mengobati psoriasis dan eksim. Untuk penggunaannya, larutkan 2 sdm soda kue ke dalam baskom berisi air, kemudian berendam di bak mandi selama 5-10 menit. Lakukan cara ini sekali atau dua kali sehari. Setelah itu, keringkan area genital dengan cara menepuknya pelan menggunakan kain lembut atau tisu hingga kering.

  1. Gunakan produk lembut untuk membersihkan area genital

Hindari sabun, deterjen, atau produk apapun yang mengandung bahan iritan seperti alkohol, SLS, dan pewangi. Sebaiknya cuci area genital dengan air hangat atau produk mandi berbahan lembut.

  1. Kenakan pakaian dalam katun

Pakaian dalam berbahan nilon tidak akan menyerap keringat sehingga area genital Anda lembab. Pilihlah pakaian dalam berbahan katun yang menyerap keringat dan mendukung sirkulasi udara yang lebih baik, sehingga mengurangi kulit gatal dan mencegah pertumbuhan jamur. Selain itu, pilihlah pakain dalam yang pas, tidak terlalu ketat atau terlalu longgar dan cuci pakaian dalam dengan sabun yang tidak beraroma.

  1. Gunakan pelembab alami

Penelitian menunjukkan bahwa minyak kelapa dapat membunuh Candida albicans, penyebab infeksi jamur. Namun dibutuhkan penelitian lebih banyak untuk mendukung klaim tersebut. Pilihan alami yang bisa Anda coba yaitu minyak zaitun dan minyak almond.

  1. Konsumsi probiotik

Probiotik mendorong pertumbuhan bakteri baik di usus dan vagina dan membuatnya jadi lebih sehat. Makanan probiotik meliputi yogurt, kimchi, kombucha, dan sup kedelai jepang. Anda juga bisa memilih meminum suplemen probiotik yang lebih praktis. 

Kapan harus ke dokter?

Meskipun vagina gatal dan iritasi bisa diobati dengan perawatan rumahan, ada kalanya Anda perlu mengunjungi dokter jika mengalami gejala seperti:

  • Rasa sakit dan vagina terasa panas saat berhubungan seksual
  • Keputihan tidak normal, meliputi perubahan warna dan berbau busuk
  • Kemerahan atau bengkak pada alat kelamin
  • Nyeri di daerah genital atau panggul 

Konsultasikan masalah vagina iritasi dengan dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download aplikasinya di App Store atau Google Play Store.

Penyakit

Mulut Terasa Pahit, Apa Pemicunya?

mulut terasa pahit

Mulut terasa pahit merupakan istilah yang menunjukkan ketidaknyamanan di mulut. Hal tersebut terjadi karena manusia mengkonsumsi makanan pahit.

Mulut terasa pahit bisa menimbulkan berbagai gejala seperti nafas bau. Ada berbagai penyebab yang dapat meningkatkan risiko mulut terasa pahit, salah satunya termasuk penggunaan obat.

Pada dasarnya, mulut terasa pahit bukan merupakan kondisi yang berbahaya bagi tubuh. Meskipun demikian, kondisi tersebut juga bisa menunjukkan bahwa seseorang mengalami kondisi yang lebih serius.

Gejala

Berikut adalah gejala yang timbul akibat mulut terasa pahit:

  • Rasa pahit di mulut.
  • Nafas bau.
  • Gusi berdarah.
  • Mulut kering.
  • Air liur yang dikeluarkan secara berlebihan.
  • Tubuh terasa lelah.
  • Sakit kepala.
  • Batuk.
  • Sakit tenggorokan.
  • Demam.
  • Nyeri.
  • Hidung tersumbat.
  • Gangguan pada indera penciuman.
  • Penurunan nafsu makanan.
  • Muntah.

Seseorang juga bisa mengalami gejala yang lebih serius berupa:

  • Perubahan kesadaran.
  • Kesulitan untuk bernafas.
  • Kesulitan untuk menelan.
  • Pembengkakan yang terjadi secara tiba-tiba di mulut atau sekitarnya.

Jika pasien mengalami kondisi yang serius pada tubuh, pasien dianjurkan untuk bertemu dengan dokter supaya kondisinya bisa segera ditangani.

Penyebab

Berikut adalah faktor yang dapat menimbulkan mulut terasa pahit:

  • Mulut kering

Mulut kering disebabkan oleh kekurangan air liur. Air liur memiliki kegunaan dalam mengurangi bakteri di mulut. Mulut kering dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti orang yang berbicara secara terus menerus.

  • Masalah pada gigi

Jika orang-orang tidak menjaga kondisi gigi, mereka bisa mengalami berbagai kondisi di dalam mulut, salah satunya termasuk mulut terasa pahit.

  • Kehamilan

Orang-orang yang memasuki masa kehamilan bisa mengalami berbagai gejala pada tubuh, salah satunya termasuk mulut terasa pahit. Mulut terasa pahit terjadi ketika mereka berada di trimester pertama. Mulut terasa pahit akan hilang setelah melahirkan.

  • Menopause

Wanita yang mengalami menopause juga berisiko terhadap mulut terasa pahit. Menopause disebabkan oleh rendahnya kadar estrogen di dalam tubuh.

  • GERD

GERD merupakan kondisi yang berkaitan dengan asam lambung. GERD juga bisa mempengaruhi mulut sehingga mulut terasa pahit.

  • Kerusakan saraf

Mulut terasa kering juga disebabkan oleh kerusakan saraf. Karena indera perasa langsung terhubung dengan saraf otak, indera perasa bisa dipengaruhi oleh saraf tersebut. Jika saraf otak bermasalah, manusia bisa mengalami masalah pada indera perasa dengan menunjukkan rasa pahit ketika mengkonsumsi makanan atau minuman.

  • Sindrom mulut terbakar

Sindrom mulut terbakar merupakan kondisi yang bisa menimbulkan sensasi terbakar pada mulut. Sindrom tersebut bisa memberikan efek yang berbeda pada mulut manusia. Sebagian orang (yang mengalami kondisi tersebut) mungkin merasa bahwa sindrom mulut terbakar bisa membuat mulut mereka pahit.

  • Tekanan

Jika manusia tidak bisa menghadapi tekanan, mereka bisa gugup atau stres. Perasaan tersebut bisa memicu berbagai reaksi pada tubuh, salah satunya termasuk mulut kering.

  • Trauma

Mulut terasa pahit juga disebabkan oleh trauma yang terjadi di mulut atau sekitarnya. Trauma di bagian mulut bisa terjadi karena berbagai faktor seperti benturan.

  • Penggunaan obat

Sebagian obat bisa memicu berbagai efek samping pada tubuh. Contoh obat yang bisa meningkatkan risiko mulut terasa pahit adalah obat antibiotik, rifampin, obat untuk asma, dan obat untuk penyakit Alzheimer.

  • Kemoterapi

Kemoterapi merupakan salah satu pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko kanker. Namun, kemoterapi juga bisa memicu berbagai efek samping (termasuk) mulut terasa pahit.

  • Kondisi lain

Kondisi lain seperti operasi gigi dan terapi radiasi bisa meningkatkan risiko mulut terasa kering.

Cara Mengatasi Mulut Terasa Pahit

Jika Anda mengalami kondisi yang lebih buruk, Anda bisa bertemu dengan dokter. Dokter akan menentukan pengobatan berdasarkan gejala dan penyebab mulut terasa kering.

Pada dasarnya, mulut terasa kering bisa diatasi dengan cara-cara sederhana seperti:

  • Menjaga kebersihan mulut setiap saat seperti menggosok gigi dua kali sehari.
  • Mengkonsumsi air putih secara rutin.

Kesimpulan

Meskipun mulut terasa pahit tidak berbahaya bagi tubuh, ada berbagai faktor yang bisa meningkatkan risiko tersebut. Oleh karena itu, manusia perlu melakukan cara-cara sederhana seperti menjaga kebersihan mulut setiap saat. Untuk informasi lebih lanjut tentang mulut, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter.

Penyakit

Macam-Macam Upaya Pengobatan untuk Penderita Tuli

Tuli adalah sebutan yang digunakan untuk menggambarkan orang-orang dengan kemampuan pendengaran yang tidak sempurna. Kondisi ini bisa menyerang siapa saja, baik itu anak-anak, orang dewasa, maupun lansia.

Akan tetapi, kehilangan kemampuan pendengaran cukup umum terjadi di kalangan lansia sebagai faktor bertambahnya usia. Namun, perlu diketahui bahwa ketulian ada yang bersifat permanen dan ada juga yang bersifat sementara. 

Bagaimana cara mengobati tuli?

Jika Anda mengalami kehilangan kemampuan pendengaran, Anda tidak perlu khawatir. Ingatlah bahwa kondisi ini wajar dan umum terjadi seiring bertambahnya usia. Anda bukanlah satu-satunya penderita yang mengalami ini.

Apabila ketulian yang Anda alami terjadi seiring bertambahnya usia, ada beberapa upaya pengobatan yang bisa dilakukan. Upaya tersebut meliputi:

  • Alat bantu dengar

Alat bantu dengar adalah perangkat elektronik kecil yang dipakai di telinga. Alat ini mampu mengeluarkan suara yang lebih keras dan jelas, sehingga membantu ketika Anda tidak bisa mendengar ucapan orang lain dengan baik.

Akan tetapi, alat ini tidak bisa membantu mengembalikan pendengaran Anda seutuhnya. Alat bantu ini dapat hadir dalam berbagai macam bentuk. Ada alat yang ditempelkan di bagian belakang telinga, ada yang dipakai di dalam kanal, dan ada juga yang dimasukkan jauh ke dalam lubang telinga. 

  • Implan koklea

Pengobatan ini digunakan apabila seseorang mengalami tuli, namun gendang telinga dan telinga tengah masih bisa berfungsi dengan baik. Implan yang digunakan berupa elektroda tipis yang dipasang di dalam koklea. 

Implan koklea bekerja dengan merangsang listrik melalui mikroprosesor kecil. Kemudian, mikroprosesor ini akan ditempatkan di bawah kulit di belakang telinga.

Secara khusus, implan koklea cocok digunakan bagi pasien yang mengalami kehilangan pendengaran akibat kerusakan sel rambut di koklea. Implan ini akan membantu Anda untuk meningkatkan pemahaman terhadap ucapan orang lain.

  • Implan telinga tengah

Jika implan dipasang di telinga bagian tengah, maka pemasangannya perlu dilakukan melalui prosedur operasi. Prosedurnya dilakukan oleh ahli bedah dengan menempelkan perangkat kecil ke salah satu tulang telinga tengah Anda. 

Nantinya, implan bisa digerakkan secara langsung dari tulang telinga, kemudian mengirimkan getaran suara yang lebih kuat ke telinga bagian dalam. 

Implan pada telinga tengah merupakan metode implan yang tergolong baru. Karena itu, Anda perlu memastikan kecocokan prosedurnya dengan kondisi Anda. Pastikan untuk meminta anjuran dari dokter terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk melakukan implan ini.

  • Implan batang otak auditori

Jenis implan ini dijadikan metode pengobatan untuk kondisi tuli permanen yang parah. Secara khusus, ini dipilih apabila gangguan pendengaran Anda disebabkan oleh adanya masalah dengan saraf pendengaran. 

Cara kerja implan jenis ini sebenarnya serupa dengan implan koklea. Bedanya, sinyal suara listrik akan dikirim langsung ke otak melalui kabel, bukan ke koklea. 

Implan batang otak auditori mungkin tidak bisa sepenuhnya mengembalikan pendengaran Anda seperti semula. Akan tetapi, metode ini bisa membantu untuk meningkatkan kemampuan pendengaran menjadi lebih baik.

Ada banyak sekali jenis-jenis implan dan alat bantu dengar yang digunakan sebagai metode pengobatan ketulian. Biasanya, dokter akan memberikan anjuran mengenai metode yang paling tepat untuk kondisi Anda. 

Setiap penderita bisa saja menjalani cara pengobatan yang berbeda, tergantung penyebab, jenis tuli, serta tingkat keparahan dari kondisi Anda. Dokter bisa membantu menganalisa seberapa tingkat keparahan ketulian Anda.

Obat, Penyakit, Tips

Lebam dan Bisakah Salep Zambuk Mengatasinya?

Bercak biru dan hitam pada kulit sering dihubungkan dengan lebam. Biasanya orang akan menggunakan salep zambuk untuk mengatasi lebam tersebut. Namun, apa sesungguhnya lebam dan mengapa kondisi ini dapat terjadi pada kulit Anda? Lebam, atau dikenal dalam dunia medis sebagai “contusion”, muncul di kulit akibat trauma. Cedera tersebut menyebabkan pembuluh darah kecil, yang disebut kapiler, pecah. Darah kemudian terjebak di bawah permukaan kulit, yang kemudian menyebabkan lebam.

Lebam dapat terjadi pada siapa saja di usia berapapun. Beberapa lebam ditemani dengan sedikit rasa nyeri, dan Anda bahkan tidak akan sadar memiliki lebam di tubuh. Meskipun lebam merupakan suatu hal yang umum dijumpai, penting untuk mengetahui pilihan perawatan yang tersedia dan apakah kondisi yang diderita memerlukan penanganan gawat darurat medis atau tidak. 

Beberapa kondisi yang menyebabkan lebam

Kebanyakan kasus lebam disebabkan karena cedera fisik. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan terjadinya lebam di antaranya adalah:

  1. Cedera olahraga
    Cedera ini terjadi pada saat Anda melakukan olahraga atau sedang latihan. Dalam kasus yang ringan, lebam akibat cedera olahraga dapat diobati menggunakan salep zambuk. Namun, cedera olahraga juga dapat hadir dengan gejala lain yang lebih parah, seperti patah tulang, keseleo, dislokasi tulang, tendon yang putus, dan pembengkakan otot. Cedera olahraga dapat terjadi akibat trauma ataupun aktivitas berlebih.
  2. Gegar otak
    Ini adalah cedera otak traumatis yang terjadi setelah adanya pukulan ke kepala. Gejala gegar otak bervariasi, tergantung pada tingkat keparahan cedera tersebut dan kondisi penderita. Gangguan ingatan, bingung, mengantuk, pusing, pandangan ganda, pandangan yang kabur, sakit kepala, mual, muntah, sensitivitas terhadap cahaya dan suara, gangguan keseimbangan, dan reaksi lambat terhadap stimuli merupakna gejala yang dapat terjadi. Gejala tersebut dapat muncul secepat setelah cedera terjadi, atau bahkan beberapa hari hingga minggu setelah cefdera kepala terjadi.
  3. Thrombocytopenia
    Kondisi ini melibatkan jumlah platelet yang lebih rendah dibandingkan dengan angka normal. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai masalah gangguan kesehatan tubuh, dengan gejala yang bervariasi. Gejala yang muncul di antaranya adalah lebam merah, ungu, atau coklat, ruam, mimisan, gusi berdarah, pendarahan jangka panjang, darah di kotoran dan urin, muntah yang berdarah, dan pendarahan menstruasi parah.
  4. Leukimia
    Istilah ini digunakan untuk menggambarkan beberapa jenis kanker darah yang terjadi ketika sel darah putih di sumsum tulang belakang tumbuh tidak terkonrol. Leukimia diklasifikasikan berdasarkan onset (kronis atau akut) dan sel yang terlibat (sel myloid dan lymphocyte). Gejala yang umum dijumpai di antaranya adalah keringan berlebih, terutama pada malam hari, kelelahan atau tubuh terasa lemah yang tidak kunjung pergi meskipun Anda sudah beristirahat, turun berat badan, dan sakit tulang. Kelenjar getah bening yang membengkak (terutama di leher dan ketiak), pembesaran hati atau limpa, bercak merah pada kulit, mudah berdarah dan mudah lebam, demam atau menggigil, serta infeksi yang sering terjadi dapat menjadi tanda Anda menderita leukimia.

Dalam kasus yang ringan, seperti cedera olahraga atau terjatuh, lebam dapat diatasi menggunakan salep zambuk. Namun, lebam yang menjadi tanda penyakit serius seperti leukimia membutuhkan perawatan dokter untuk mengatasi kondisi utama yang menyebabkannya. Anda juga bisa mencegah terjadinya lebam ringan dengan berhati-hati saat bermain, berlatih atau berolahraga, ataupun mengemudi. Gunakan alat pengaman pada lutut dan siku serta tulang kering saat melakukan aktivitas berisiko tinggi terjadinya cedera dan lebam. 

Penyakit

Sebelum Tanya Dokter Bedah, Pahami Cakupan Spesialisasinya

Seorang dokter bedah memberikan layanan untuk mengevaluasi dan mengobati suatu kondisi yang memerlukan pembedahan. Jika Anda perlu menjalani operasi untuk pengobatan, Anda bisa tanya dokter bedah mengenai apa yang perlu dipersiapkan. 

Terkadang, operasi atau pembedahan tidak hanya dilakukan untuk mengobati penyakit. Metode ini juga bisa dilakukan sekedar untuk melakukan diagnosa saja, untuk beberapa kondisi tertentu. 

Cakupan layanan dokter bedah

Pada dasarnya, terdapat dua jenis operasi yang paling utama. Pertama adalah operasi terbuka, yaitu operasi yang memerlukan sayatan pada kulit, untuk melihat bagian dalam tubuh.

Sementara, yang kedua adalah operasi invasif minimal, yaitu operasi dengan pembedahan yang cukup kecil, menjadi titik masuk alat medis untuk memperbaiki jaringan atau mengambil sampel. 

Kedua teknik ini sama-sama bisa dilakukan oleh seorang dokter bedah. Beberapa kondisi mungkin akan lebih baik diobati dengan operasi terbuka, sementara beberapa kondisi lainnya lebih cocok dengan operasi invasif minimal. 

Anda bisa tanya dokter bedah mengenai metode operasi yang paling sesuai dengan kebutuhan kondisi Anda. 

Macam-macam spesialisasi dokter bedah

Dokter bedah juga memiliki sub-spesialisasi. Biasanya, sub-spesialisasi yang paling umum ditemukan adalah: 

  • Bedah umum

Sesuai namanya, dokter bedah umum melayani pembedahan yang paling umum, yaitu operasi untuk berbagai macam kondisi yang mempengaruhi hampir semua bagian tubuh Anda. 

  • Bedah saraf

Dokter bedah saraf secara khusus melayani pembedahan untuk menangani gangguan pada saraf. Biasanya, gangguan saraf akan berhubungan dengan fungsi otak dan sistem saraf secara keseluruhan. 

  • Bedah mata

Anda bisa tanya dokter bedah mata mengenai masalah pada organ mata dan kemampuan penglihatan Anda. Tindakan yang dilakukan oleh dokter bedah mata spesifik ditujukan pada organ mata. 

  • Bedah kolon dan rektal

Spesialisasi ini adalah spesialisasi bedah usus besar dan rektal. Anda akan bertemu dengan spesialis ini jika mengalami masalah apapun pada gangguan usus dan rektal yang memerlukan pembedahan. 

  • Bedah obstetri dan ginekologi

Bedah obstetri dan ginekologi adalah spesialisasi yang melayani kelahiran, masa kehamilan, sampai dengan perawatan bayi setelah dilahirkan. Selain itu, spesialisasi ini juga menangani masalah pada sistem reproduksi wanita. 

Sebenarnya, masih ada banyak sub-spesialisasi lainnya pada dokter bedah. Sesuai dengan kondisi Anda, Anda akan mendapatkan pertolongan dari spesialisasi yang berbeda-beda.

Tanya dokter bedah mengenai prosedur operasi

Prosedur operasi yang akan dijalani oleh setiap pasien mungkin berbeda. Semua tergantung pada jenis operasi yang dilakukan serta area tubuh yang melalui pembedahan. 

Anda bisa tanya dokter bedah mengenai prosedur seperti apa yang akan Anda lalui ketika operasi. Dengan begitu, Anda akan mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai apa saja yang perlu dipersiapkan.

Berikut ini hal-hal yang umumnya terjadi pada saat operasi berlangsung:

  • Pemasangan tabung oksigen untuk bernapas
  • Pemberian obat bius agar pasien tidak merasa sakit selama operasi
  • Mengukur level oksigen dalam tubuh pasien dengan alat klip khusus di jari
  • Memantau detak jantuk dengan memasang bantalan di dada
  • Memeriksa tekanan darah sepanjang operasi dengan memasang manset di lengan

Biasanya, operasi dilakukan hanya jika metode pengobatan lain tidak bisa efektif menyembuhkan pasien. Operasi memiliki risiko komplikasi, sehingga pelaksanaannya perlu dilakukan dengan banyak pertimbangan. 

Anda bisa tanya dokter bedah Anda mengenai kemungkinan komplikasi setelah operasi, serta upaya pencegahan apa yang perlu Anda lakukan. Setelah operasi selesai, Anda tetap perlu terus berada di bawah pengawasan dokter sampai benar-benar pulih.

Penyakit

Gangguan Kesuburan Hingga Sebabkan Keguguran, Ini 5 Bahaya Servisitis

Servisitis adalah peradangan pada serviks atau mulut rahim yang disebabkan oleh infeksi bakteri dan virus yang menyebar dan berkembang biak melalui hubungan seksual. 

Pola hidup yang tidak sehat dalam menjaga kebersihan reproduksi juga menjadi salah satu penyebab servisitis.  Jenis servisitis terbagi menjadi dua jenis berdasarkan durasi peradangan yang terjadi yaitu:

  • Servisitis akut: terjadi secara tiba-tiba dengan gejala yang umumnya terasa oleh penderita. 
  • Servisitis kronis: peradangan leher rahim yang terjadi untuk jangka panjang. Gejala jenis kronis umumnya tidak terasa oleh penderita, sehingga kerap tidak disadari.

Jika kondisi ini tidak diobati, maka servisitis yang terjadi karena infeksi dapat menyebar hingga ke rongga perut, menimbulkan gangguan kesuburan, hingga menyebabkan masalah pada janin bagi ibu yang sedang hamil.

image Servisitis

1. Nyeri pada vagina hingga timbulkan perdarahan

Servisitis memang bukanlah penyakit menular. Bahkan, sebagian wanita mungkin tidak merasakan gejala apapun saat terkena radang serviks. Hanya saja penyakit menular seksual bisa menyebabkan terjadinya servisitis. Namun, ada beberapa gejala yang mungkin akan mengganggu Anda, seperti:

  • Perdarahan di luar waktu menstruasi
  • Sakit saat melakukan hubungan intim
  • Keputihan berwarna putih atau keabuan-abuan atau kekuningan yang bau
  • Nyeri vagina
  • Sakit ketika buang air kecil
  • Demam

2. Infeksi dapat menyebar ke sistem reproduksi lainnya 

Jaringan pada serviks yang mengalami peradangan akan terlihat memerah, bengkak, berlendir atau bernanah. Kemudian infeksi akibat bakteri dan virus akan berkembangbiak dalam leher rahim dan menyebar ke sistem reproduksi lainnya seperti uterus (rahim) atau tuba falopi.  Hal ini akan memicu terjadinya komplikasi penyakit pada tubuh, seperti penyakit Chlamydia, Gonore dan penyakit kelamin lainya. 

3. Dapat mempengaruhi fertilitas atau kesuburan

Akibat dari terinfeksinya leher rahim oleh bakteri dan virus tersebut, maka timbul gangguan kesuburan pada organ reproduksi wanita. Apalagi tubuh seseorang yang sedang menderita radang atau infeksi akan memproduksi sel darah putih untuk melawan infeksi tersebut.  

Nah, dampak sel darah putih ini tampaknya tidak hanya akan melawan infeksi, tapi juga menyerang sperma yang masuk ke mulut rahim. Kondisi ini pun kemudian berujung pada sulit untuk hamil.

4. Pada ibu hamil, servisitis sebabkan keguguran 

Wanita yang sedang hamil pun bisa terinfeksi peradangan ini. Jika tidak ditangani dengan benar, servisitis akibat infeksi menular seksual dapat menyebabkan terjadinya keguguran atau kelahiran prematur.

Di sinilah pentingnya melakukan penyakit menular seksual saat mengetahui diri Anda hamil. Hal ini sebagai deteksi dini dalam mencegah komplikasi yang tidak diinginkan. 

5. Membawa penyakit bagi bayi 

Jika bayi lahir, radang serviks ini juga bisa menimbulkan penyakit bagi bayi Anda. Penyakit tersebut diantaranya infeksi pada mata dan paru-paru bayi yang baru lahir dari ibu dengan gonore atau herpes simplex. Pada tahapan serius, servisitis dapat menyebabkan janin yang ada dalam kandungan terlahir dengan kondisi cacat bahkan kematian. 

Tampak berbahaya, bisakah servisitis disembuhkan?

Servisitis yang disebabkan oleh infeksi maka kemungkinan dokter akan meresepkan obat untuk menghilangkan infeksi dan mencegahnya menyebar ke rahim dan saluran tuba. Obat-obatan yang dimaksud diantaranya: 

  • Antibiotik untuk mengatasi servisitis akibat infeksi bakteri seperti gonore, chlamydia, dan vaginosis bakterialis.
  • Antijamur untuk mengatasi servisitis akibat infeksi jamur.
  • Antiviral untuk mengatasi servisitis akibat infeksi virus seperti kulit kelamin atau herpes genital.

Namun, jika servisitis diakibatkan oleh iritasi akibat pemakaian bahan, alat, atau produk tertentu, maka Anda harus segera menghentikan bahan pembuat iritasi tersebut.

Kemudian jika langkah pengobatan tidak mampu untuk menyembuhkan servisitis yang Anda alami, biasanya dokter akan menyarankan pengidapnya untuk melakukan bedah listrik, pembekuan jaringan yang terkena servisitis (cryosurgery), dan terapi laser. 

Terakhir, jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan organ reproduksi Anda agar terhindar dari bakteri. Selain itu, pastikan Anda melakukan hubungan intim dengan aman seperti menggunakan kondom agar terhindar dari servisitis.

Penyakit

Cara Mencegah Munculnya Gejala Defisiensi Glukosa-6-Fosfat Dehidrogenase

Cara Mencegah Munculnya Gejala Defisiensi Glukosa-6-Fosfat Dehidrogenase

Salah satu jenis penyakit keturunan yang umumnya dialami oleh laki-laki adalah defisiensi glukosa-6-fosfat dehidrogenase (G6PD). Defisiensi G6PD disebabkan oleh kurangnya enzim G6PD yang berfungsi untuk membantu sel darah merah berfungsi normal. Selain itu, enzim G6PD akan menghasilkan koenzim NADPH yang digunakan untuk melindungi sel dari kerusakan oksidatif. Saat tubuh kekurangan enzim G6PD maka sel darah merah dapat pecat lebih cepat daripada ketika dibentuk, sehingga menimbulkan anemia. Meski demikian, gejala defisiensi G6PD dapat dicegah dengan beberapa upaya tertentu terutama menghindari faktor pemicunya. 

Faktor risiko terkena defisiensi glukosa-6-fosfat dehidrogenase

Beberapa faktor menyebabkan risiko seseorang terkena penyakit defisiensi glukosa-6-fosfat dehidrogenase meningkat yaitu: 

  • Memiliki riwayat penyakit defisiensi glukosa-6-fosfat dehidrogenase pada keluarga kandung. 
  • Keturunan ras Mediterania, Timur Tengah, atau Afrika-Amerika. 
  • Berjenis kelamin laki-laki. 

Faktor pemicu defisiensi glukosa-6-fosfat dehidrogenase

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, penyakit defisiensi G6PD disebabkan karena keturunan. Meski begitu, penderita defisiensi G6PD dapat hidup normal bahkan banyak yang tidak menyadari bahwa memiliki penyakit defisiensi G6PD. Hal tersebut dikarenakan gejala defisiensi G6PD hanya muncul apabila berinteraksi dengan faktor pemicunya. Beberapa faktor pemicu defisiensi glukosa-6-fosfat dehidrogenase yaitu: 

  • Paparan senyawa yang terdapat pada kamper (naphthalene).
  • Infeksi akibat bakteri atau virus. 
  • Obat-obatan tertentu seperti  obat antimalaria, pereda nyeri, dan antibiotik. 
  • Makanan tertentu meliputi anggur merah, produk kedelai, blueberry, kacang fava, semua jenis legum, dan air tonik. 

Gejala defisiensi glukosa-6-fosfat dehidrogenase

Penderita defisiensi G6PD tidak akan menunjukkan gejala sama sekali jika tidak ada interaksi dengan faktor pemicu. Apabila terjadi interaksi dengan faktor pemicu yang telah disebutkan di atas, maka biasanya akan muncul beberapa gejala defisiensi glukosa-6-fosfat dehidrogenase seperti: 

  • Kulit pucat
  • Pusing
  • Sesak napas
  • Jantung berdebar cepat
  • Urine berwarna gelap
  • Tubuh mudah lelah
  • Pembesaran limpa dan organ hati
  • Mengalami penyakit kuning

Mengobati dan mencegah defisiensi glukosa-6-fosfat dehidrogenase

Untuk melakukan pengobatan pada pasien defisiensi G6PD maka diperlukan serangkaian diagnosis terlebih dahulu. Diagnosis tersebut meliputi beberapa tes yaitu: 

  • Hitung darah lengkap
  • Pemeriksaan genetik
  • USG perut

Setelah melakukan diagnosis defisiensi glukosa-6-fosfat dehidrogenase, dokter akan mencari tahu pemicu gejala. Setelah diketahui pemicunya maka pasien akan diminta menghindari pemicu tersebut. Pencegahan sulit dilakukan sebab defisiensi G6PD merupakan penyakit keturunan sehingga yang dapat dilakukan adalah mengurangi risiko munculnya gejala saja. Setelah pemicu ditangani, gejala defisiensi G6PD akan mereda dengan cepat. Meski demikian, defisiensi G6PD perlu diwaspadai jika telah berkembang menjadi anemia hemolitik. Dokter akan melakukan pengobatan lebih intensif pada pasien defisiensi G6PD yang telah mengalami anemia hemolitik seperti:

  • Rawat inap sehingga kondisi pasien dapat dipantau terus secara langsung. 
  • Pemberian oksigen untuk mempertahankan kadar oksigen dalam darah. 
  • Transfusi darah untuk menggantikan sel darah merah yang telah rusak. 

Meski pada umumnya defisiensi G6PD akan hilang gejalanya setelah faktor pemicunya ditangani, Anda tidak boleh menyepelekan ketika defisiensi G6DP telah menjadi anemia hemolitik. Penanganan medis lanjutan perlu untuk dilakukan. Jika penanganan tidak dilakukan secara tepat dan cepat, maka komplikasi defisiensi glukosa-6-fosfat dehidrogenase mungkin terjadi. Beberapa komplikasi yang dapat terjadi di antaranya yaitu kernikterus, hemolitik akut, anemia hemolitik akut, dan diabetes melitus. Apabila Anda ingin berkonsultasi dengan dokter secara lebih detail tentang defisiensi G6PD, maka tanyakan langsung melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Unduh aplikasinya sekarang secara gratis di App Store atau Google Play.

Penyakit

Sering Kehausan? Hati-hati Diabetes di Usia Muda!

Sering Kehausan? Hati-hati Diabetes di Usia Muda!

Gaya hidup dan obesitas memang menjadi penyebab angka penderita diabetes di usia muda terus meningkat. Tidak hanya pada anak-anak, remaja, hingga dewasa muda. 

Diabetes yang dialami biasanya tipe 1 dan diabetes tipe 2. Diabetes tipe 1 ini adalah penyakit autoimun serius yang bisa membuat pankreas tidak lagi memproduksi insulin. Umumnya, diabetes tipe 1 diderita oleh anak-anak.

Sedangkan diabetes tipe 2, merupakan gangguan yang menyebabkan tubuh tidak memproduksi insulin dengan benar. Sehingga glukosa dalam tubuh tidak diproses dengan baik dan membuat kadar gula darah meningkat. BIasanya diderita oleh orang dewasa atau lanjut usia. Hanya saja penyebab diabetes tipe 2 ini belum bisa dipastikan.

Ciri-ciri Diabetes di Usia Muda

Ciri-ciri atau gejala diabetes tipe 1 atau tipe 2 sebenarnya hampir mirip. Bedanya, diabetes tipe 1 gejalanya akan berkembang cepat dalam hitungan minggu saja. Sedangkan diabetes tipe 2 akan berkembang secara bertahap.

Berikut ciri-ciri diabetes di usia muda yang harus diwaspadai.

  1. Nafsu Makan Meningkat

Perlu diingat bahwa saat menderita diabetes, tubuh penderitanya tidak bisa memproses gula menjadi energi. Hal ini membuat tubuh tidak memiliki cadangan energi yang diperlukan untuk beraktivitas. Dengan adanya kondisi ini, membuat penderitanya akan sering merasa lapar.

  1. Merasa Kehausan dan Buang Air Kecil

Diabetes di usia muda sering kali ditandai dengan sering merasa haus dan kerap buang air kecil. Kedua hal ini bisa jadi peringatan dini untuk menandakan tubuh menderita diabetes. 

Hal ini terjadi karena kadar gula darah yang tinggi dan membuat tubuh menarik cairan dari jaringan sehingga tubuh akan mengalami dehidrasi. Itulah alasan kenapa penderita diabetes sering sekali merasa haus.

Sering minum tentu saja akan membuat penderita diabetes sering buang air kecil. Sedangkan pada diabetes tipe 2, buang air kecil mungkin terjadi saat malam hari.

  1. Mengalami Penurunan Berat Badan

Penderita diabetes di usia muda biasanya juga ditandai dengan penurunan berat badan. Kondisi ini terjadi saat tubuh tidak mendapat kalori yang cukup, meski nafsu makan meningkat.

Kondisi ini terjadi karena gula kurang menyuplai energi, sehingga jaringan otot dan cadangan lemak akhirnya menyusut dan berat badan pun ikut turun. Seringnya, kondisi ini terjadi pada anak-anak yang menderita diabetes tipe 1 dibanding tipe 2.

  1. Merasa Kelelahan

Penderita diabetes akan mudah merasa lesu, kelelahan, sesak napas, hingga sering mengantuk. Hal ini karena kurangnya gula dalam sel tubuh.

Jika kondisi ini terus semakin parah, maka penderita diabetes usia muda seperti anak dan remaja akan pingsan atau tidak sadarkan diri.

  1. Penglihatan Mengalami Perubahan

Ciri-ciri lain diabetes di usia muda juga bisa ditandai dari adanya perubahan penglihatan secara tiba-tiba. Tubuh menarik cairan dari lensa mata akibat gula darah yang tinggi. Sehingga mata pun jadi tidak fokus untuk melihat dengan jelas.

Selain ciri-ciri di atas, penderita diabetes tipe 2 juga biasanya mengalami gejala lain seperti:

  • Gatal di area kelamin

Hal ini biasanya karena adanya infeksi jamur. Umumnya gejala ini dialami oleh penderita wanita.

  • Akantrosis nigrikans

Ciri-ciri ini adalah penggelapan di area lipatan kulit, karena resistensi insulin. Ciri-ciri ini biasanya terjadi di area lipatan leher, ketiak, hingga pangkal paha.

  • Sindrom ovarium polikistik

Wanita diabetes juga akan mengalami kondisi terkait resistensi salah satunya sindrom ovarium polikistik ini, meskipun bukan salah satu gejalanya.

Penyakit

Penyebab Otot Nyeri Setelah Berolahraga dan Cara Mengatasinya

Setelah berolahraga memang terkadang membuat otot terasa nyeri. Biasanya terjadi ketika pertama kali atau kembali olahraga setelah lama absen. Lalu, ketika otot nyeri setelah olahraga masih terasa, apakah boleh melakukan olahraga kembali? Simak penjelasan berikut ini untuk mendapatkan jawaban selengkapnya.

Penyebab Otot Nyeri Setelah Olahraga

Tubuh yang terasa pegal atau otot nyeri setelah berolahraga merupakan hal yang wajar terjadi. Kondisi ini karena tubuh perlu beradaptasi saat mendapatkan tekanan atau beban baru.

Nyeri terjadi disebabkan oleh adanya robekan otot mikroskopis, yaitu kerusakan jaringan otot yang terjadi selama latihan. Beberapa kondisi berikut yang menyebabkan munculnya nyeri otot setelah sehari berolahraga.

  • Pertama kali melakukan olahraga berat
  • Meningkatnya intensitas latihan dari sebelumnya
  • menambahkan aktivitas baru ketika olahraga atau workout
  • Melakukan aktivitas yang sama saat latihan secara berulang, tanpa cukup istirahat

Otot Nyeri Sebaiknya Tidak Dipaksa Berolahraga

Ketika otot masih nyeri atau dalam proses penyembuhan, ada baiknya untuk tidak melakukan olahraga berat terlebih dahulu. Sebab, hal ini berpotensi membuat otot bertambah stres bahkan bisa memperparah nyeri yang dirasakan.

Namun, Anda tetap bisa melakukan olahraga atau workout ringan. Tujuannya agar aliran darah ke otot lebih lancar dan akan mempercepat proses penyembuhan.

Tidak boleh memaksakan tubuh untuk menjalani olahraga berat jika otot masih terasa nyeri. Hal ini akan menimbulkan risiko masalah baru, seperti:

  • Cedera
  • Insomnia
  • Mengalami depresi
  • Terjadinya perubahan mood tiba-tiba
  • Menurunnya nafsu makan
  • Detak jantung bahkan saat istirahat meningkat
  • Nyeri otot maupun sendi semakin parah
  • Sering mengalami flu dan pilek
  • Kelelahan

Jika Anda mengalami kondisi seperti di atas, sebaiknya biarkan tubuh Anda beristirahat sepenuhnya. Bahkan jangan berolahraga hingga tubuh pulih sepenuhnya. Jangan lupa untuk mendatangi dokter dan berkonsultasi terkait keluhan yang Anda alami.

Sebenarnya, apapun jenis olahraga yang dilakukan, Anda juga harus mempertimbangkan waktu pemulihannya. Biasanya akan butuh waktu 48-72 jam sebelum berolahraga kembali. Ini juga tergantung pada jenis dan intensitas olahraga yang dilakukan.

Cara Mengatasi Nyeri Otot Akibat Berolahraga

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, mengatasi nyeri otot setelah latihan fisik akan snagat bergantung pada tingkat keparahannya.

Berikut tindakan penanganan yang harus diambil berdasarkan tingkat keparahannya.

  1. Ketika otot nyeri dan terasa kaku pada tubuh, Anda bisa melakukan pemanasan untuk mengatasi kondisi tersebut. Anda juga bisa mengombinasikannya dengan gerakan peregangan ringan yang bertujuan untuk membantu melancarkan aliran darah ke otot. Hal ini akan mempercepat pemulihan.
  2. Apabila nyeri yang dirasakan disertai juga dengan rasa sakit pada tubuh setelah melakukan olahraga, maka yang perlu dilakukan adalah beristirahat. Anda bisa juga melakukan kardio ringan agar aliran darah menjadi lancar ke otot.
  3. Jika nyeri yang dirasakan diiringi juga dengan sakit yang tidak tertahankan bahkan sampai mengganggu berbagai aktivitas harian. Maka Anda perlu beristirahat penuh. Mungkin rasa sakit tersebut akan bertahan 2-3 hari lamanya.

Setelah beberapa hari menjalani istirahat, Anda bisa mencoba melakukan kardio ringan untuk membantu mempercepat proses pemulihan.

Anda juga bisa mengonsumsi obat pereda nyeri dan peradangan seperti ibuprofen untuk mengurangi rasa nyeri. Namun, sebelum dikonsumsi, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk mendapatkan informasi terkait dosis dan efek sampingnya.

Otot nyeri yang disebabkan karena latihan fisik atau olahraga memang hal yang wajar. Anda tetap bisa berolahraga ringan meskipun masih terasa nyeri. Hal ini untuk mempercepat proses penyembuhan. Akan tetapi, tidak diperbolehkan melakukan olahraga yang berat agar tidak menimbulkan masalah baru.