Hidup Sehat

Mengapa Obat Mual dan Muntah Menyebabkan Kantuk?

Mual dan muntah sering dialami banyak orang saat melakukan perjalanan, dan disebut sebagai mabuk perjalanan. Mabuk perjalanan disebabkan oleh gerakan berulang dari kendaraan atau gerakan lain yang mengganggu telinga bagian dalam, sehingga memicu rasa mual dan muntah. 

Ketika itu terjadi, orang-orang memilih meminum obat mual dan muntah (antiemetik) untuk mabuk perjalanan. Sebagian besar obat menyebabkan kantuk, yang membawa kerugian bagi orang yang suka menikmati pemandangan selama perjalanan.

Mengapa obat mabuk perjalanan menyebabkan kantuk?

Mengantuk merupakan efek samping paling umum dari obat-obatan. Hal itu karena obat tersebut mempengaruhi bahan kimia di otak yang disebut dengan neurotransmitter. Neurotransmitter berfungsi untuk membawa pesan dan mengontrol kewaspadaan Anda. 

Mual dan muntah akibat mabuk perjalanan bisa diatasi dengan meminum obat antiemetik yang dijual bebas. Beberapa jenis obat mabuk perjalanan yaitu:

  • Meclizine hydrochloride

Merupakan antihistamin yang efektif meredakan mual, muntah, dan pusing terkait dengan mabuk perjalanan. 

Obat yang mengandung meclizine hydrochloride sebaiknya tidak dikonsumsi oleh penderita penyakit paru-paru, glaukoma, dan pembesaran prostat. Begitu juga untuk anak di bawah 12 tahun dan wanita hamil atau menyusui, kecuali diizinkan dokter.

  • Dimenhydrinate

Dimenhydrinate juga antihistamin yang digunakan untuk mencegah serta mengobati mual, muntah, dan pusing yang disebabkan oleh mabuk perjalanan. Penggunaannya harus dibatasi untuk anak berusia dua tahun, kecuali direkomendasikan oleh dokter.

Konsumsi dimenhydrinate dan meclizine 30 hingga 60 menit sebelum perjalanan untuk mencegah mabuk perjalanan.

Obat lain yang direkomendasikan untuk mabuk perjalanan yaitu skopolamin, promethazine, dan cyclizine.

Mengatasi efek kantuk dari penggunaan obat mual

Jika obat menurunkan kewaspadaan Anda, hindari untuk melakukan aktivitas berisiko seperti mengemudi. Dalam beberapa kasus, efek kantuk akan berkurang seiring waktu saat tubuh mulai menyesuaikan diri dengan obat yang dikonsumsi. Jika Anda pengemudi mobil, minta untuk bergantian dengan orang lain sampai Anda benar-benar terjaga.

Cara lain untuk melawan efek samping kantuk dan kelelahan yaitu:

  • Menggerakkan tubuh, seperti melakukan peregangan atau aktivitas fisik lainnya
  • Menarik napas dalam-dalam
  • Minum sedikit kafein, seperti kopi atau teh

Obat untuk mabuk perjalanan di apotik

Berikut ini obat mual dan muntah akibat mabuk perjalanan yang bisa dibeli di apotik:

  1. Antimo Tablet

Antimo mengandung zat aktif dimenhidrinate yang berguna mengobati mual, muntah, dan pusing saat menjalani perjalanan jarak jauh. Antimo merupakan obat bebas terbatas yang bisa dikonsumsi oleh orang dewasa dan anak-anak sesuai dengan dosis yang tertera pada label. 

Dianjurkan untuk diminum 30 atau 20 menit sebelum bepergian, sebelum atau setelah makan. Ulangi penggunaan setelah 4 jam jika kembali merasa mual. 

  1. Antimo Anak

Antimo anak dikemas dalam bentuk sirup dengan berbagai rasa sehingga tidak akan meninggalkan rasa pahit saat dikonsumsi. Obat ini bisa dikonsumsi oleh anak usia 2 tahun, 1-2 sachet setiap 6-8 jam sekali jika terjadi mual dan muntah berulang. 

Antimo anak memiliki dua varian rasa, yaitu jeruk dan strawberry. Keduanya bisa dibeli secara bebas di warung atau apotik. 

  1. Mediamer B6 Tablet

Mediamer B6 tablet adalah obat antiemetik yang mengandung zat aktif pyrathiazine theoclate dan pyridoxine hcl atau vitamin B6.

Mediamer bisa digunakan untuk mencegah mabuk perjalanan, mual dan muntah pada awal kehamilan, serta pada pasien yang menderita gangguan saluran pencernaan dan operasi. 

Mediamer termasuk obat golongan keras sehingga penggunaannya harus dibawah pengawasan dokter.Jika Anda mencari obat mual dan muntah tanpa efek kantuk, Anda bisa mencarinya di toko kesehatan SehatQ atau berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk menentukan obat yang sesuai dengan kondisi Anda.