Penyakit

Mengenal Blok Jantung Pertama Hingga Blok Jantung Komplit

Detak jantung diciptakan oleh sinyal listrik yang berawal di serambi kanan jantung. Sinyal ini diproduksi di area sel khusus pada serambi jantung yang disebut simpul sinus. Sinyal listrik bergerak melewati jantung ke simpul atrioventricular, sekumpulan sel khusus lain yang terletak di pusat jantung, tepat di antara serambi dan bilik jantung. Simpul atrioventricular tersebut berfungsi dalam memperlambat arus listrik sebelum dikirim ke bilik jantung (ventrikel). Dari simpul atrioventricular, arus listrik bergerak ke bilik jantung melalui serat khusus yang ada di dinding jantung. Saat arus sampai di bilik jantung, mereka berkontraksi dan memompa darah keluar dari tubuh. Pada orang yang menderita blok jantung, sinyal listrik yang mengatur detak jantung dihambat sebagian (blok jantung tingkat pertama dan kedua) atau sepenuhnya blok jantung komplit saat akan mencapai bilik jantung.

Jenis dan perbedian blok jantung

Blok jantung diklasifikasikan sebagai tingkat pertama, kedua, atau ketiga, tergantung pada tingkat hambatan sinyal listrik. Dalam blok jantung tingkat pertama, impuls listrik bergerak lebih lambat dibandingkan dengan biasanya melalui simpul atrioventricular namun masih tetap mengalirkan masing-masing arus. Kondisi ini umum dijumpai pada atlet. Selain itu, kondisi ini juga dapat disebabkan karena penggunaan obat-obatan, khususnya yang dapat memperlambat konduksi impuls listrik lewat simpul atrioventricular, seperti penghambat beta, verapamil, diltiazem, amiodarone, dan digoxin.

Blok jantung tingkat dua dikatergorikan dalam dua jenis, yaitu tipe 1 dan tipe 2.

  • Blok jantung tipe 1, juga disebut dengan blok atrioventricular Wenckebach atau Mobitz Tipe 1, merupakan bentuk tidak parah dari blok jantung tingkat 2. Dalam kondisi ini, sinyal listrik bergerak dengan lebih lambat hingga jantung melewatkan 1 detakan.
  • Pada pasien blok jantung tipe 2, juga disebut Mobitz tipe 2, beberapa sinyak listrik tidak sampai ventrikel, dan dengan pola yang tidak teratur. Seseorang dengan blok jantung tipe ini memiliki detak jantung yang lebih lambat dari biasanya. Daerah yang dihambat lebih rendah pada sistem konduksi dan sering dihubungkan dengan penyakit konduksi yang lebih parah.

Blok jantung tingkat tiga, juga dikenal dengan nama blok jantung komplit, sinyal listrik tidak dikirim dari serambi jantung ke bilik jantung. Jantung mengkompensasi hal ini dengan memproduksi sinyal listrik dari alat pacu jantung khusus yang ada di ventrikel. Sinyal ini membuat jantung berkontraksi dan memompa darah, namun dalam laju yang jauh lebih lambat dari biasanya.

Gejala blok jantung

Blok jantung tingkat 1 biasanya tidak menyebabkan gejala apapun, dan dapat dideteksi saat Anda mendapatkan electrocardiogram rutin. Namun, detak dan ritme jantung pasien biasanya normal. Sementara itu, gejala blok jantung tingkat 2 dan blok jantung komplit adalah pingsan, pusing, kelelahan, sesak napas, dan nyeri dada. Dalam kasus blok jantung ketiga atau blok jantung komplit, gejala merefleksikan tingkat keparahan detak jantung yang rendah. Dalam kasus-kasus tertentu, kondisi ini bisa sangat berbahaya dan membutuhkan perawatan medis secepatnya.

Blok jantung yang bukan bawaan disebabkan oleh banyak penyebab, seperti serangan jantung (salah satu penyebab utama), penyakit jantung, jantung yang membesar atau cardiomyopathy, gagal jantung, dan demam rheumatic. Bahkan, terkadang baik blok jantung tingkat 1, tingkat 2, atau bahkan blok jantung komplit dapat disebabkan oleh cidera pada saat operasi jantung terbuka, efek samping penggunaan obat-obatan tertentu, dan paparan terhadap beberapa jenis racun.