Hidup Sehat

Muncul Jerawat Akibat Pakai Masker? Waspada Maskne!

Semakin maraknya kasus COVID-19 saat ini, maka pelaksanaan protokol kesehatan juga semakin ketat, salah satunya memakai masker saat keluar dari rumah atau berada di tempat keramaian. Hal ini ternyata menimbulkan masalah baru, yaitu mengalami iritasi pada kulit wajah dan muncul jerawat (maskne). Terlebih lagi, jika Anda memiliki tipe kulit sensitif, maka patut waspada dengan masalah maskne atau mask acne ini.

maskne

Seorang dermatolog dari Loma Linda University Health menjelaskan bahwa maskne sebenarnya bukanlah sesuatu yang baru, melainkan para tenaga kesehatan yang sering memakai masker dalam pekerjaannya, banyak yang pernah mengalami maskne. Namun, saat ini maskne semakin meluas terjadi di kalangan masyarakat umum. 

Mengenal maskne

Istilah medis maksne sebenarnya adalah acne mechanica, yaitu suatu kondisi kulit yang disebabkan oleh pemakaian alat pelindung diri dan wajah dalam waktu lama. Alasan pemakaian masker dapat menyebabkan kondisi ini karena masker menimbulkan panas, gesekan, dan penyumbatan pada kulit Anda. Bila dikombinasikan dengan lingkungan yang lembab saat Anda bernapas, berbicara, atau berkeringat, maka semakin mendukung pertumbuhan jerawat atau kista jerawat. Selain itu, juga dapat menyebabkan kulit Anda menjadi kering, gatal, dan kasar.

Masalah kulit lain selain maskne

Ternyata, maskne bukanlah satu-satunya kondisi kulit yang muncul akibat pemakaian masker, melainkan ada masalah kulit lainnya, termasuk:

  • Dermatitis kontak alergi.
  • Rosacea.
  • Dermatitis seboroik.
  • Folliculitis.

Cara merawat kulit dari serangan maskne

Ada beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk merawat kulit agar terlindungi dari masalah maskne saat memakai masker.

  1. Bersihkan wajah.

Cuci muka Anda dengan sabun lembut dan bilas dengan air hangat yang bersih sebelum menggunakan masker. Ini dapat mencegah kotoran dan minyak terperangkap di permukaan kulit yang menyebabkan maskne muncul.

  1. Oleskan pelembab wajah.

Selain menjaga kulit Anda tetap terhidrasi, pelembab sebagai penghalang antara wajah dan masker Anda, sehingga mengurangi gesekan. Aplikasikan ke wajah Anda setelah dibersihkan sebelum dan sesudah memakai masker. Selain itu, gunakanlah pelembab yang mengandung ceramides, hyaluronic acid, atau dimethicone untuk memberikan perlindungan ekstra. 

  1. Tidak menggunakan make up tebal.

Menurut American Academy of Dermatology, mengenakan riasan kulit saat Anda memakai masker hanya akan menyebabkan pori-pori tersumbat dan muncullah jerawat. Terlebih lagi, sisa riasan juga akan mengotori masker yang Anda pakai.

  1. Cuci masker secara rutin.

Jika kebetulan Anda menggunakan masker kain, maka rutinlah untuk mencuci masker setelah digunakan. Hal ini karena permukaan kainnya mengandung kotoran dan minyak, serta menjadi tempat yang nyaman untuk pertumbuhan bakteri dari hidung dan mulut.

  1. Gunakan sabun cuci bebas pewangi.

Hal ini karena wewangian dari sabun cuci dapat mengiritasi kulit, sehingga menimbulkan masalah kulit maskne.

  1. Hindari penggunakan produk kecantikan yang keras.

Produk perawatan kulit yang mengandung benzoyl peroxide, retinol, dan asam salisilat lebih mudah mengiritasi kulit Anda saat memakai masker. Jadi, berhati-hatilah jika produk kecantikan yang Anda gunakan mengandung bahan-bahan tersebut.

Dengan melakukan beberapa tips di atas secara rutin, dapat membantu mengurangi masalah iritasi kulit Anda terkait masker dan maskne. Jika setelah melakukan perawatan di atas maskne Anda tidak kunjung hilang, semakin banyak muncul kemerahan, atau bengkaknya masih berlanjut, maka segeralah temui dokter kulit Anda untuk mendapatkan perawatan secara medis. Ingat ya, jerawat yang muncul jangan sampai digaruk, agar tidak semakin meradang dan menyebar ke area kulit lainnya.