Kehamilan

Penyebab Janin Tidak Bergerak Aktif

Pergerakan janin yang aktif dan sering dirasakan oleh ibu saat mengandung memang merupakan salah satu tanda bahwa janin tumbuh sehat. Namun, jangan panik dulu ketika janin tidak bergerak atau berhenti bergerak tiba-tiba. Janin sendiri mulai melakukan gerakan seperti menendang perut ibunya ketika kehamilan memasuki usia 18 hingga 25 minggu.  Frekuensi dan intensitas gerakan janin dalam perut akan terus bertambah dari waktu ke waktu, di mana puncaknya terjadi pada trimester ketiga masa kehamilan. Maka dari itu, ibu hamil perlu waspada ketika janin tidak bergerak aktif seperti biasanya.

Ada berbagai macam alasan yang mengakibatkan janin tidak bergerak aktif seperti biasanya. Penurunan frekuensi dan intensitas gerakan ini bisa saja tidak berbahaya, tapi terkadang juga menjadi pertanda adanya masalah pada janin Anda.Beberapa penyebab janin tidak bergerak aktif seperti biasanya:

  • Pertumbuhan bayi melambat
  • Masalah rahim atau plasenta
  • Leher bayi terlilit tali pusar (nuchal cord)

Meski begitu, janin tidak bergerak aktif seperti biasanya juga dapat disebabkan kesalahan Anda dalam menghitung aktivitas gerakan janin sebelumnya. Sebagai contoh, Anda mungkin saja sebelumnya ikut menghitung gerakan-gerakan kecil yang dilakukan janin secara tidak sengaja ketika tidur. Sebaiknya, hitungan dilakukan saat frekuensi dan intensitas gerakan janin Anda terasa lebih aktif dalam jangka waktu tertentu.

Frekuensi dan intensitas gerakan janin dari waktu ke waktu

Frekuensi dan intensitas gerakan janin terus mengalami perubahan seiring pertumbuhan dan perkembangannya. Berikut ini panduan untuk mengetahui seberapa aktif janin melakukan gerakan di tiap trimester:

  • Trimester pertama

Pada trimester pertama kehamilan, janin Anda akan mengalami banyak perkembangan. Namun, belum ada gerakan yang bisa Anda rasakan pada trimester ini. Berada dalam bantalan pelindung rahim, ukuran janin masih terlalu kecil untuk melakukan gerakan pada trimester pertama.

  • Awal trimester kedua

Secara umum, Anda akan merasakan gerakan janin ketika masa kehamilan masuk awal trimester kedua. Gerakan janin akan pertama kali Anda rasakan antara minggu ke-16 hingga 22. Namun, gerakan kemungkinan besar baru terasa di antara minggu ke-20 dan 22 jika ini adalah kehamilan pertama Anda.

Gerakan awal janin mungkin terasa seperti gelembung-gelembung yang terbang dalam perut. Saat terasa seperti gelembung, banyak orang yang mengira hal tersebut terjadi karena banyaknya gas dalam perut.

  • Trimester kedua

Seiring berjalannya trimester kedua, frekuensi gerakan janin akan mulai bertambah dari hari ke hari. Gerakan-gerakan yang dilakukan bisa saja berupa pukulan atau tendangan. Saat menyentuh perut, Anda secara langsung dapat merasakan gerakan yang dilakukan oleh janin.

  • Trimester ketiga

Pada trimester terakhir kehamilan, Anda biasanya akan mulai menyadari pola gerakan yang dilakukan janin. Janin mungkin akan aktif pada waktu-waktu tertentu, bisa pagi, siang, maupun malam hari.Gerakan yang terjadi pada trimester ketiga lebih bertenaga dari sebelumnya. Selain itu, janin terlihat lebih antusias ketika melakukan tendangan atau pukulan. 

Anda mungkin dapat melihat tangan atau kaki bayi yang bergerak dari balik kulit perut.Ketika janin bertambah besar, ruang geraknya otomatis akan semakin kecil. Pada saat itulah, Anda mungkin merasa bahwa janin tidak bergerak aktif seperti biasanya. Dalam kondisi ini, dokter biasanya akan mulai menyarankan Anda untuk melakukan penghitungan tendangan yang dilakukan oleh janin.