Obat

Obati Flu Babi Tanpa Panik dengan Cara Berikut

Fenomena terjadinya flu babi dianggap tidak begitu menggemparkan jika dibanding dengan flu burung. Pasalnya, jumlah peternakan babi di Indonesia tidak begitu banyak dengan peternakan ayam. Namun, infeksi flu babi juga tidak seharusnya untuk diabaikan. Jika infeksi virus ini tidak ditangani dengan baik, ia berisiko mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang.

Flu babi atau virus H1N1 adalah istilah yang merujuk pada penyakit influenza yang menyerang babi. Namun, penyakit ini dapat ditularkan oleh babi ke manusia, lalu dari manusia ke manusia lainnya.

Apa saja gejala flu babi yang perlu diwaspadai?

Virus flu babi yang tergolong sebagai salah satu jenis penyakit influenza memiliki gejala yang serupa dengan flu pada umumnya. Seseorang akan menunjukkan gejala flu babi dalam kurun waktu 1-3 hari setelah terinfeksi virus H1N1. Beberapa gejala yang mungkin dapat timbul, antara lain:

  • Demam.
  • Sakit kepala.
  • Tersumbatnya hidung dan pernapasan.
  • Radang tenggorokan yang seringnya disertai batuk.
  • Mata menjadi memerah dan mudah berair.
  • Merasakan pegal-pegal dan kelelahan.
  • Diare.
  • Mual dan muntah.

Bagaimana cara mengobati flu babi secara benar?

Seperti infeksi flu lainnya, ketika seseorang terserang flu babi, pertolongan pertama yang perlu diberikan adalah dengan memberikan lebih banyak cairan. Namun, jika pasien virus flu babi memiliki penyakit pernapasan kronis tertentu, dokter akan meresepkan obat tambahan untuk meringankan gejala yang muncul.

Obat antiviral oseltamivir dan zanamivir dikatakan dapat mengurangi gejala maupun kemungkinan komplikasi. Obat ini umumnya diresepkan pada hari pertama atau kedua ketika gejala mulai muncul. Selain itu, dokter juga akan meresepkan antivirus bagi pasien dengan risiko komplikasi tinggi, seperti untuk balita, kelompok usia di atas 65 tahun, ibu hamil, pasien HIV AIDS, asma, penyakit jantung, dan juga gangguan fungsi organ tubuh lain.

Sebagai langkah pencegahan, Anda dapat melakukan langkah-langkah tertentu, seperti melakukan vaksin influenza setiap enam bulan sekali. Di samping itu, Anda dapat melakukan hal pencegahan, seperti:

  • Usahakan untuk tetap berada di rumah ketika merasakan gejala flu babi.
  • Mencuci tangan secara menyeluruh dan rutin.
  • Menutup hidung dan mulut ketika akan bersin maupun batuk dengan tisu, sapu tangan, atau siku bagian dalam.
  • Menghindari kebiasaan menyentuh mata, hidung, dan mulut.
  • Jika terpaksa harus berada di lingkungan dengan kasus flu babi tinggi, maka kenakan alat perlindungan, terutama masker dan sarung tangan.