Tips

Mengenal Penyebab Jerawat di Jidad dan Cara Mengatasinya

Memiliki kulit wajah berjerawat tentu tidak menyenangkan. Apalagi jika jerawat tersebut muncul di area jidad yang mudah terlihat. Namun, Anda bisa terbebas dari kekhawatiran akan adanya jerawat di jidad dengan mengenali faktor-faktor pemicunya.

Mengenali penyebab kemunculan jerawat yang tumbuh di jidad bisa membantu Anda dalam mencari solusi untuk mengatasinya. Dengan begitu, jidad Anda akan bersih dari jerawat dan kemerahan.

Faktor penyebab kemunculan jerawat di jidad

Pada dasarnya, seseorang bisa mengalami kemunculan jerawat di jidad saat kelenjar kecil di bawah permukaan kulit tersumbat. Penyumbatan ini bisa dipicu oleh banyak hal, salah satunya jenis kulit Anda yang berminyak menyebabkan timbunan minyak di pori-pori.

Secara khusus, ada beberapa faktor penyebab jidad yang berjerawat, yaitu:

  • Perubahan hormon

Perubahan hormon merupakan salah satu faktor utama yang memicu jerawat. Tidak hanya di jidad, jerawat akibat perubahan hormon pun bisa muncul di area-area lain pada wajah.

Secara khusus, perubahan hormon paling besar terjadi di masa pubertas. Inilah yang memicu tumbuhnya jerawat. Biasanya, orang-orang baru pertama kali mengalami kemunculan jerawat di masa pubertas ini.

  • Iritasi akibat make up

Produk-produk riasan wajah terbuat dari campuran bahan kimia yang bisa memicu iritasi kulit. Khususnya, jika Anda memiliki jenis kulit sensitif, jerawat akan lebih mudah muncul setelah menggunakan make up.

Saat menggunakan make up, Anda mungkin menggunakan jari tangan untuk mengaplikasikan produk ke beberapa bagian wajah. Tangan yang sering menyentuh wajah juga bisa menimbulkan jerawat.

  • Malas membersihkan wajah

Penyebab lain kemunculan jerawat adalah kebiasaan membersihkan wajah yang tidak benar. Jika Anda sering melakukan aktivitas yang mengeluarkan keringat, berada di udara terbuka, dan mengenakan make up, Anda perlu melakukan pembersihan wajah yang lebih dalam dan lebih lama.

Wajah yang tidak dibersihkan dengan baik akan memicu produksi minyak berlebih yang menyumbat pori-pori di jidad. Akibatnya, jidad pun akan ditumbuhi oleh jerawat.

Cara mengatasi jerawat di jidad

Sebenarnya, upaya mengobati jerawat berbeda-beda, tergantung pada faktor pemicu dan kondisi kulit Anda secara keseluruhan. Akan tetapi, obat jerawat yang bisa dibeli secara bebas umumnya menjadi solusi untuk semua orang yang mengalami masalah jerawat.

Untuk kondisi jerawat yang sudah cukup parah, pengobatan bisa dilakukan dengan menggunakan obat jerawat khusus, seperti:

  • Antibiotik
  • Formulasi benzoyl peroxide
  • Pil KB
  • Obat anti-androgen

Obat-obatan di atas biasanya hanya dipakai berdasarkan resep dari dokter. Dokter akan memberikan obat jenis ini apabila kondisi jerawat sangat parah atau tak kunjung membaik.

Jika Anda ingin mengatasi jerawat di jidad dengan menggunakan produk perawatan kulit, pastikan produk tersebut memiliki kandungan aktif yang ampuh mengurangi jerawat, seperti:

  • Salicylic acid
  • Benzoyl peroxide
  • Retinol
  • Resorcinol

Anda juga bisa mengatasi jerawat dengan melakukan upaya pengobatan alami tanpa menggunakan bahan kimia dan obat-obatan. Caranya dengan:

  • Menggunakan gel dari tanaman lidah buaya asli dan dioleskan ke jidad
  • Mencampurkan cuka apel dan air dengan perbandingan 1:3, lalu aplikasikan ke jidad dengan menggunakan kapas
  • Memeras air dari lemon atau jeruk nipis dan dioleskan ke jidad menggunakan kapas
  • Mencampurkan minyak daun daun teh dengan air lalu diaplikasikan ke jidad

Sebaiknya, hindari memencet jerawat di jidad karena berpotensi meninggalkan kotoran dari jari ke jidad Anda. Akibatnya, kulit Anda akan mengalami infeksi dan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk sembuh.