Kulit & Kelamin

Ini Beberapa Penyebab Nyeri Wajah yang Perlu Diwaspadai

Nyeri wajah merupakan hal yang biasa terjadi dan sering disebabkan karena sakit kepala ataupun cidera. Namun, nyeri wajah juga dapat disebabkan karena kondisi medis yang parah, seperti gangguan saraf, masalah pada gigi dan rahang, serta infeksi. Dokter dapat mengkategorikan nyeri wajah dalam berapa tipe, seperti nyeri gigi (yang berhubungan dengan masalah pada gigi dan gusi), nyeri saraf atau neuralgia (yang berhubungan dengan kondisi yang memengaruhi saraf wajah), nyeri temporomandibular (yang berhubungan dengan persendian temporomandibular dan otot di rahang), serta nyeri vaskular (yang terjadi akibat adanya gangguan pada pembuluh darah dan aliran darah). Artikel ini akan membahas berbagai macam penyebab nyeri wajah. 

Sakit kepala

Ada beberapa jenis sakit kepala, yang beberapa di antaranya dapat menyebabkan nyeri wajah. Beberapa jenis sakit kepala tersebut di antaranya adalah:

  • Ice pick headache, yang menyebabkan rasa nyeri parah dan menusuk. Sakit kepala ini biasanya bertahan selama 3 detik dan dapat memengaruhi pelipis, rongga mata, dan bagian samping kepala. 
  • Cluster headache, yang biasanya terjadi dengan tiba-tiba dan dapat terasa sangat menyakitkan. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa nyeri seperti terbakar di sekitar mata dan pelipis yang terkadang menjalar hingga bagian belakang kepala. Gejala lain meliputi hidung meler dan mata yang bengkak dan merah. 
  • Migraine headache, merupakan kondisi sakit kepala yang memengaruhi salah satu bagian kepala dan terjadi dengan tiba-tiba serta bersifat parah. Sekitar sepertiga orang-orang yang menderita migraine juga mengalami aura sebelum rasa nyeri fisik bermnula. Selain gangguan sensorik dan visual, aura dapat menyebabkan sensasi kesemutan dan mati rasa pada satu bagian wajah, tubuh, ataupun keduanya. 

Orang-orang yang sering menderita sakit kepala perlu mengunjungi dokter. Perawatan beragam tergantung dengan jenis sakit kepala namun dapat melibatkan perubahan gaya hidup dan konsumsi obat-obatan tertentu guna menghindari terjadinya episode yang menyakitkan dan mengurangi gejala yang ditimbulkan. 

Cidera

Nyeri wajah juga dapat disebabkan karena adanya kerusakan saraf pada wajah yang disebabkan karena cidera masa lalu ataupun terjadi baru-baru ini. Contoh cidera wajah adalah luka sayat atau benturan akibat terjatuh, menabrak sesuatu, kecelakaan, atau bahkan kekerasan fisik. Meskipun jarang dijumpai, operasi pada wajah, misalnya untuk tujuan kosmetik, juga dapat menyebabkan kerusakan saraf yang dapat mengakibatkna nyeri wajah. Gejala adanya cidera pada saraf wajah di antaranya adalah kesemutan, mati rasa, dan bahkan kelumpuhan di sekitar daerah yang terdampak. 

Abses gigi

Abses gigi adalah penumpukan nanah yang berkembang ketika bakteri menginfeksi jaringan lembut pada gigi. Infeksi ini dapat terjadi ketika gigi berlubang atau cidera yang merusak gigi menyebabkan bakteri masuk ke dalam gigi. Abses dapat menyebabkan rasa nyeri yang dapat menyebar ke rahang, wajah, dan leher. Gejala lain abses gigi adalah demam, gusi merah dan bengkak, gigi tanggal, pembengkakan pada wajah, dan bau atau rasa tidak sedap di mulut. Mereka yang memiliki gejala abses gigi perlu mengunjungi tenaga medis profesional segera karena abses dapat menyebabkan infeksi serius pada rahang dan bagian mulut lain. 

Nyeri wajah sering berhubungan dengan atau disebabkan karena sakit kepala dan cidera. Akan tetapi, kondisi lain seperti adanya masalah pada gigi, infeksi, dan gangguan saraf juga dapat menyebabkan rasa nyeri pada wajah. Orang-orang dengan nyeri wajah yang parah, sering terjadi, dan tidak kunjung sembuh perlu mengunjungi dokter segera untuk mendapatkan pemeriksaan, diagnosa, serta perawatan sesuai dengan kondisi yang dimiliki.

Penyakit

Mati Rasa Diikuti dengan Kesemutan, Apa Penyebabnya?

Mati rasa merupakan suatu kondisi saat Anda tidak bisa merasakan bagian tubuh tertentu. Terkadang, sensasi ini juga diikuti dengan kesemutan dan berlangsung sementara.

Ketika seseorang tidak bisa merasakan bagian tubuhnya, mereka cenderung menjadi panik. Akan tetapi, kondisi ini sebenarnya bisa diatasi dengan cepat bila Anda memahami faktor yang mempengaruhnya.

Penyebab seseorang mengalami mati rasa

Ada banyak sekali faktor pemicu yang menyebabkan seseorang mengalami mati rasa. Mati rasa pada area kaki mungkin disebabkan oleh hal yang berbeda dengan penyebab mati rasa di bagian tangan.

Umumnya, mati rasa yang diikuti dengan kesemutan paling sering terjadi setelah duduk atau berdiri pada posisi tertentu dalam durasi yang terlalu lama. Terkadang, memakai pakaian yang ketat juga bisa menyebabkan timbulnya sensasi ini.

Akan tetapi, dalam beberapa kasus, kesemutan dan mati rasa yang terjadi secara terus menerus juga bisa saja disebabkan oleh adanya kondisi medis tertentu. Berikut ini beberapa penyakit yang menyebabkan munculnya sensasi ini:

  • Multiple sclerosis

Multiple sclerosis merupakan penyakit autoimun yang menyerang sistem saraf pusat, menyebabkan gangguan pada saraf. Gejala utama dari kondisi ini adalah mati rasa yang diiringi juga dengan kesemutan.

Gejala yang dialami oleh penderita multiple sclerosis bisa ringan, tapi bisa juga cukup parah. Umumnya, mati rasa dan kesemutan yang disebabkan oleh kondisi ini akan terjadi pada area kaki, wajah, lengan, tangan, dan terkadang di seluruh tubuh.

  • Tumor

Penyakit lainnya yang bisa menyebabkan seseorang mengalami mati rasa dan kesemutan adalah tumor. Saat terjadi pertumbuhan tumor, sumsum tulang belakang dan otak Anda akan mengalami tekanan. Hal inilah yang menyebabkan timbulnya sensasi tidak bisa merasakan bagian tubuh dan juga kesemutan.

Apabila tumor tumbuh dekat dengan area saraf kranial, sensasi mati rasa akan diikuti dengan melemahnya kemampuan untuk merasakan wajah Anda.

  • Kekurangan magnesium

Magnesium merupakan salah satu nutrisi penting yang diperlukan oleh tubuh, salah satunya untuk menjaga fungsi sistem saraf pusat. Kurangnya kadar magnesium dalam tubuh akan berdampak pada gangguan di sistem saraf Anda.

Kondisi kekurangan magnesium disebut juga dengan hipomagnesemia. Salah satu gejala yang ditimbulkan berupa mati rasa dan kesemutan.

  • Diabetes

Penderita diabetes rentan mengalami kondisi kerusakan saraf yang disebut dengan neuropati diabetik. Hal ini bisa terjadi seiring berjalannya waktu karena metabolik diabetes dalam aliran darah Anda merusak sel saraf.

Sensasi kesemutan dan mati rasa adalah gejala umum kondisi ini. Bagi Anda yang menderita diabetes, Anda perlu mewaspadai kondisi ini, khususnya bila mati rasa terjadi dalam frekuensi yang cukup sering.

  • Carpal tunnel syndrome

Carpal tunnel syndrome merupakan penyakit saraf yang menyerang area tangan dan jari-jari tangan. Sebagai penyakit yang menyerang saraf, salah satu gejala utama dari kondisi ini adalah munculnya mati rasa dan kesemutan.

Kondisi ini bisa terjadi ketika saraf median Anda, yaitu saraf utama pada lengan, terkompresi pada ruang tempat saraf tersebut bergerak di pergelangan tangan.

  • Stroke

Stroke juga menjadi salah satu penyakit yang menyebabkan seseorang mengalami mati rasa. Biasanya, mati rasa pada penderita stroke akan terjadi secara tiba-tiba di bagian wajah, lengan, tungkai, dan terjadi hanya pada salah satu sisi tubuh.

Masih ada banyak penyakit lain yang bisa menyebabkan seseorang mengalami mati rasa. Bila Anda sering mengalami mati rasa yang diikuti dengan kesemutan, segera konsultasikan pada dokter untuk mengetahui penyebabnya.