Obat, Penyakit, Tips

Lebam dan Bisakah Salep Zambuk Mengatasinya?

Bercak biru dan hitam pada kulit sering dihubungkan dengan lebam. Biasanya orang akan menggunakan salep zambuk untuk mengatasi lebam tersebut. Namun, apa sesungguhnya lebam dan mengapa kondisi ini dapat terjadi pada kulit Anda? Lebam, atau dikenal dalam dunia medis sebagai “contusion”, muncul di kulit akibat trauma. Cedera tersebut menyebabkan pembuluh darah kecil, yang disebut kapiler, pecah. Darah kemudian terjebak di bawah permukaan kulit, yang kemudian menyebabkan lebam.

Lebam dapat terjadi pada siapa saja di usia berapapun. Beberapa lebam ditemani dengan sedikit rasa nyeri, dan Anda bahkan tidak akan sadar memiliki lebam di tubuh. Meskipun lebam merupakan suatu hal yang umum dijumpai, penting untuk mengetahui pilihan perawatan yang tersedia dan apakah kondisi yang diderita memerlukan penanganan gawat darurat medis atau tidak. 

Beberapa kondisi yang menyebabkan lebam

Kebanyakan kasus lebam disebabkan karena cedera fisik. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan terjadinya lebam di antaranya adalah:

  1. Cedera olahraga
    Cedera ini terjadi pada saat Anda melakukan olahraga atau sedang latihan. Dalam kasus yang ringan, lebam akibat cedera olahraga dapat diobati menggunakan salep zambuk. Namun, cedera olahraga juga dapat hadir dengan gejala lain yang lebih parah, seperti patah tulang, keseleo, dislokasi tulang, tendon yang putus, dan pembengkakan otot. Cedera olahraga dapat terjadi akibat trauma ataupun aktivitas berlebih.
  2. Gegar otak
    Ini adalah cedera otak traumatis yang terjadi setelah adanya pukulan ke kepala. Gejala gegar otak bervariasi, tergantung pada tingkat keparahan cedera tersebut dan kondisi penderita. Gangguan ingatan, bingung, mengantuk, pusing, pandangan ganda, pandangan yang kabur, sakit kepala, mual, muntah, sensitivitas terhadap cahaya dan suara, gangguan keseimbangan, dan reaksi lambat terhadap stimuli merupakna gejala yang dapat terjadi. Gejala tersebut dapat muncul secepat setelah cedera terjadi, atau bahkan beberapa hari hingga minggu setelah cefdera kepala terjadi.
  3. Thrombocytopenia
    Kondisi ini melibatkan jumlah platelet yang lebih rendah dibandingkan dengan angka normal. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai masalah gangguan kesehatan tubuh, dengan gejala yang bervariasi. Gejala yang muncul di antaranya adalah lebam merah, ungu, atau coklat, ruam, mimisan, gusi berdarah, pendarahan jangka panjang, darah di kotoran dan urin, muntah yang berdarah, dan pendarahan menstruasi parah.
  4. Leukimia
    Istilah ini digunakan untuk menggambarkan beberapa jenis kanker darah yang terjadi ketika sel darah putih di sumsum tulang belakang tumbuh tidak terkonrol. Leukimia diklasifikasikan berdasarkan onset (kronis atau akut) dan sel yang terlibat (sel myloid dan lymphocyte). Gejala yang umum dijumpai di antaranya adalah keringan berlebih, terutama pada malam hari, kelelahan atau tubuh terasa lemah yang tidak kunjung pergi meskipun Anda sudah beristirahat, turun berat badan, dan sakit tulang. Kelenjar getah bening yang membengkak (terutama di leher dan ketiak), pembesaran hati atau limpa, bercak merah pada kulit, mudah berdarah dan mudah lebam, demam atau menggigil, serta infeksi yang sering terjadi dapat menjadi tanda Anda menderita leukimia.

Dalam kasus yang ringan, seperti cedera olahraga atau terjatuh, lebam dapat diatasi menggunakan salep zambuk. Namun, lebam yang menjadi tanda penyakit serius seperti leukimia membutuhkan perawatan dokter untuk mengatasi kondisi utama yang menyebabkannya. Anda juga bisa mencegah terjadinya lebam ringan dengan berhati-hati saat bermain, berlatih atau berolahraga, ataupun mengemudi. Gunakan alat pengaman pada lutut dan siku serta tulang kering saat melakukan aktivitas berisiko tinggi terjadinya cedera dan lebam.