Uncategorized

7 Penyakit yang Timbulkan Risiko Ileus

Kondisi ileus atau melambannya gerakan usus yang membuat makanan menumpuk di area usus bisa dipicu oleh berbagai penyebab. Adanya luka di usus ataupun penurunan berat badan yang terjadi secar berulang tidak jarang menjadi pemantik munculnya kondisi masalah kesehatan yang satu ini. Namun tidak jarang, ileus merupakan buah dari kondisi penyakit yang sudah Anda idap sebelumnya. 

Tidak ada gejala yang terlalu spesifik dari ileus. Kebanyakan hanya mengarah pada gejala yang mirip penyakit maag atau penyakit kronis. Hal ini tidak mengherankan karena beberapa penyakit kronis bisa berpotensi besar menimbulkan komplikasi berupa ileus. 

Berikut ini adalah beberapa penyakit yang bisa menimbulkan risiko ileus pada diri Anda. Apakah salah satu dari penyakit di bawah ini sempat Anda idap atau Anda sedang berjuang melewatinya sampai saat ini? 

Kanker Usus 

Kanker usus merupakan kondisi terjadinya pertumbuhan sel asing yang bersifat merusak dan ganas dalam usus Anda. Jenis kanker ini akan sangat mudah berpengaruh pada kebiasaan Anda buang air. Tidak jarang, penderita kanker usus menjadi sangat sulit untuk buang air besar atau justru menjadi terlalu sering mengalami diare. Pertumbuhan sel asing dalam usus tak ayal juga berpengaruh pada pergerakan usus, yang salah satu risikonmya menimbulkan perlambatan gerakan usus sehingga memicu kondisi ileus. 

Penyakit Crohn

Penyakit Crohn merupakan suatu jenis autoimun yang menyebabkan peradangan usus. Ini merupakan penyakit seumur hidup yang tidak jarang menghadirkan komplikasi. Peradangan usus yang disebabkan oleh Penyakit Crohn tak ayal membuat dinding usus lebih tebal sehingga jalur pengolahan dan pembuangan di usus menjadi terhambat. 

Divertikulitis 

Divertikulitis merupakan kondisi ketika dinding usus melemah dan melebar, kemudian menimbulkan tonjolan. Perubahan usus ini akan sangat berpengaruh pada pergerakan makanan di usus. Tak ayal benjolan divertikulitis bisa membuat pergerakan makanan di usus menjadi lamban sehingga memicu ileus. Anda pun akan menemui gejala kesulitan buang air besar juga perut kembung. 

Radang Usus Buntu 

Peradangan yang terjadi di usus buntu tidak hanya berhenti di area tersebut. Peradangan ini kerap bisa menjalar ke bagian usus besar dan menimbulkan pelemahan gerakan. Hal inilah yang memicu kondisi ileus pada penderita radang usus buntu. Beberapa gejala ileus, seperti tidak bisa buang angina ataupun perut nyeri, biasa pula dirasakan pula oleh penderita radang usus buntu. 

Parkinson

Parkinson sejatinya merupakan gangguan sistem saraf yang dapat berpengaruh pada gerakan tubuh. Gejala khas dari parkinson adalah sulitnya mengendalikan alat gerak tubuh dan cenderung muncul tremor. Tremor atau getaran yang tidak bisa dikendalikan karena parkinson bukan hanya bisa terjadi di tangan, kaki, ataupun bagian tubuh yang terlihat. Gerakan yang sulit dikendalikan ini juga berpengaruh pada otot dan saraf yang ada di usus. Inilah yang rentan membuat gerakan usus melamban dan meningkatkan risiko ileus. 

Gagal Ginjal

Seseorang dikatakan mengalami gagal ginjal apabila fungsi dari ginjal kurang dari 10 persen. Dengan obat-obatan ataupun cuci darah, pasien gagal ginjal tetap berkesempatan memiliki umur panjang. Namun, tidak jarang penyakit lain ikut datang sebagai bentuk komplikasi, salah satunya ileus. Kondisi ini bisa terjadi karena penderita gagal ginjal kerap mengalami penurunan berat badan yang berulang sehingga membuat kapasitas usus berubah. Penderita gagal ginjal juga harus mengonsumsi beragam obat-obatan yang salah satu efeknya bisa sangat besar bagi sistem pencernaan. 

Hipotiroid 

Tidak cukupnya kelenjar tiroid dalam tubuh Anda menghasilkan hormon tiroid dikenal sebagai kondisi hipotiroid. Kurangnya hormon tiroid pada tubuh akan berpengaruh besar terhadap berbagai fungsi organ. Salah satunya adalah metabolisme tubuh menjadi melambat dan gerakan usus pun menjadi berkurang. Kondisi inilah yang akhirnya menyeret penderita hipotiroid pada kondisi ileus. 

*** 

Kontrol secara teratur apabila mengidap berbagai penyakit di atas sangat penting dilakukan. Tujuannya untuk membuat penyakitnya benar-benar sembuh dan Anda tidak perlu terlalu berisiko terkait ileus atau masalah lain sebagai komplikasinya.