Rumah Sakit & Faskes

Anak Alami Alergi? Segera Kunjungi Rumah Sakit Jember, Siloam

Alergi biasanya paling sering muncul dan terdeteksi pada masa bayi atau anak-anak. Alergi dapat mengganggu kemampuan anak untuk tidur nyenyak, bermain, dan sekolah. Oleh karena itu, alergi pada anak harus segera diobati oleh para ahli di Rumah Sakit Jember, Siloam. Mereka memiliki dokter yang mampu menangani segala jenis alergi pada anak. Akan tetapi, apa saja jenis alergi yang paling sering menyerang anak? Berikut lengkapnya.

Dalam reaksi alergi, sistem kekebalan tubuh akan menyerang untuk melawan apa yang dianggap sebagai zat normal bagi kebanyakan orang, tetapi tidak untuk tubuh mereka yang menderita alergi. Alergen, atau zat penyebab, bisa berupa makanan, bulu hewan peliharaan, atau serbuk sari dari rumput atau pohon. Ini dapat memicu sejumlah reaksi. Sistem kekebalan Anda akan bereaksi seolah-olah melawan penjajah asing.

1. Perubahan warna kulit

Kulit, organ tubuh terbesar dan bagian dari sistem kekebalan, terkadang akan bereaksi sebagai protes terhadap alergen. Periksa kulit anak Anda untuk eksim, yang muncul sebagai bercak kering, merah, bersisik yang gatal. Waspadai gatal-gatal, yang mungkin juga menandakan alergi. Bintik merah pada kulit ini bisa bermacam-macam ukurannya. Mereka bisa sekecil ujung pena atau sebesar piring makan.

2. Gejala pernapasan

Alergi lainnya dapat memengaruhi pernapasan anak Anda. Jika Anda mendengar bunyi mengi saat anak bernapas atau jika melihat napas cepat atau sesak napas, periksakan segera periksa anak ke Rumah Sakit Jember, Siloam. Batuk kering dengan lendir bening adalah tanda lain dari alergi pernapasan. Perhatikan anak saat bermain. Jika mereka tampak mudah lelah atau lebih cepat daripada anak-anak lain, ini mungkin merupakan tanda alergi.

3. Masalah perut dan tanda-tanda alergi lainnya

Alergi dapat memicu gejala usus pada anak-anak. Jika anak sering mengeluh kram perut atau mengalami serangan diare berulang, ini mungkin menandakan alergi. Tanda-tanda alergi lain pada anak-anak bisa termasuk sakit kepala atau kelelahan yang berlebihan.

Alergi juga dapat memengaruhi perilaku anak, menghasilkan suasana hati menjadi lebih pemarah atau gelisah. Anda juga dapat mencatat gejala dan apa yang terjadi tepat sebelum timbulnya (misalnya, paparan hewan peliharaan atau makan makanan tertentu).

Penyebab alergi

Sebesar 90% alergi umumnya disebabkan oleh makanan, seperti berikut:

– Susu

– Telur

– Kacang kacangan

– Kacang pohon, seperti almond, kacang mete, dan kenari

– Ikan, seperti bass, cod, dan flounder

– Kerang, kepiting, lobster, dan udang

– Kedelai

– Gandum

Selain itu, beberapa anak tidak bisa mentolerir buah jeruk. Kacang bisa bersembunyi di sereal, dan kedelai bisa bersembunyi di perasa atau pengental yang ditemukan dalam makanan olahan atau beku. Hubungan antara alergi dan alergen tidak selalu jelas, jadi Anda mungkin harus melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit Jember, Siloam untuk menemukan jawabannya.

Alergi hewan peliharaan

Kehadiran hewan peliharaan rumah, bahkan hewan berbulu pendek yang tidak rontok, dapat memicu gejala alergi pada anak. Bukan hewan peliharaan itu sendiri yang menyebabkan alergi, tetapi bulunya (sel kulit mati), air liur, urin, dan bulunya. Jika anak Anda bersin dan mengi setelah bermain dengan atau memegang hewan peliharaan, pertimbangkan untuk membawanya ke Rumah Sakit Jember, Siloam  untuk alergi hewan.

Dokter anak di Rumah Sakit Jember, Siloam dapat membantu memilah apakah gejala terkait dengan alergi dan dapat membantu dalam mengurangi masalah tersebut. Meredakan gejala alergi kulit, pernapasan, atau usus mungkin memerlukan antihistamin atau obat lain. Anda dapat mengajari anak strategi untuk menghindari atau mengurangi reaksi alergi, termasuk menghindarkan makanan tertentu, bermain di luar ruangan saat jumlah serbuk sari rendah, dan mencuci tangan segera setelah menyentuh hewan peliharaan.