Uncategorized

Aneurisma Otak: Pengertian, Gejala, Penyebab, dan Cara Penanganan dengan Nimotop

gambar fusion mri dan mra brain atau magnetic resonance angiography ( mra ) . - aneurysm potret stok, foto, & gambar bebas royalti

“Aneurisma otak merupakan kondisi dinding pembuluh darah di otak mengalami pelemahan dan muncul tonjolan yang bisa memungkinkan akan pecah dan menjadi penyebab perdarahan subarachnoid. Kenali gejala dan penanganannya dengan Nimotop.”

Pengertian aneurisma otak

Aneurisma otak adalah suatu kondisi di mana pembuluh darah mengalami pembesaran dan penonjolan akibat adanya pelemahan pembuluh darah di satu titik. Tonjolan tersebut terlihat seperti buah berry yang menggantung.

Aneurisma otak juga bisa disebut dengan anuerisma selebral atau anuerisma intrakranial, di mana aneurisma otak merupaka jenis penyakit yang sering terjadi selain aneurisma aorta.

Menurut Mayo Clinic, ketika tonjolan aneurisma otak bocor atau pecah, maka akan timbul permasalahan lain, seperti perdarahan otak, stroke, hingga kematian. Pecahnya aneurisma otak sering terjadi pada ruang yang ada di antara otak dan jaringan tipis yang menutupi otak atau meningen, kondisi ini juga disebut dengan perdarahan subarachnoid.

Penyebab aneurisma otak

Munculnya aneurisma juga memiliki penyebab. Meskipun penyebab aneurisma pada otak belum pasti, akan tetapi para ahli menyebutkan ada beberapa faktor risiko yang bisa terkena penyakit ini.

  • Pernah memiliki riwayat hipertensi atau tekanan darah tinggi
  • Sudah berusia di atas 40 tahun
  • Biasa terjadi pada perempuan yang sudah menopause
  • Pernah mengalami cedera kepala
  • Memiliki kebiasaan merokok
  • Sering mengonsumsi alkohol dalam jumlah berlebihan dan menggunakan narkoba
  • Keluarga memiliki riwayat aneurisma otak
  • Memiliki gangguan pembuluh darah sejak lahir
  • Mengidap kanker atau tumor di kepala atau leher

Selain faktor di atas, beberapa penyakit juga bisa menimbulkan dan meningkatkan risiko aneurisma otak, yakni:

  • Penyakit ginjal polikistik
  • Sindrom marfan
  • Sindrom ehlers-danlos
  • Malformasi arteri-vena
  • Koartasio aorta

Gejala aneurisma otak

Pada umumnya, aneurisma otak tidak ada gejala yang muncul dan dirasakan oleh penderita. Gejala aneurisma otak akan muncul saat benjolan tersebut pecah. Maka dari itu, orang yang memiliki aneurisma otak sering kali tidak merasakan kelainan pada dirinya.

Aneurisma otak baru akan diketahui pada saat melakukan medical check up. Namun, ada kondisi di mana benjolan aneurisma semakin besar dan menekan jaringan serta saraf di sekitarnya, barulah gejala mulai terasa. Berikut ini beberapa keluhan atau gejala yang timbul.

  • Sakit kepala
  • Nyeri di sekitar mata
  • Pandangan menjadi buram atau melihat ganda
  • Kesulitan berbicara
  • Keseimbangan terganggu
  • Menjadi sulit berkonsentrasi dan memiliki daya ingat yang lemah

Sedangkan gejala yang timbul pada saat benjolan aneurisma pecah sebagai berikut:

  • Nyeri dan sakit kepala secara tiba-tiba dengan rasa sakit yang ekstrim
  • Leher dan bahu terasa kaku
  • Mual dan muntah yang menyembur
  • Mengalami stroke hingga lumpuh
  • Kesulitan berbicara dan bejalan
  • Kejang
  • Kehilangan kesadaran

Penanganan aneurisma

Bila aneurisma otak pecah, maka penanganan darurat harus segera dilakukan. Biasanya dokter akan memberikan obat untuk meredakan gejala dan mencegah terjadinya komplikasi. Salah satu obat yang diberikan adalah obat antagonis kalsim atau calcium canal blocker. Contoh obat yang bisa diberikan adalah Nimotop.

Nimotop untuk aneurisma otak

Nimotop merupakan obat dengan kandungan zat utama Nimodipin. Pemberian Nimotop tablet ini bertujuan untuk mencegah terjadinya vasospasme (kekakuan) yang merupakan bagian komplikasi aneurisma otak.

Nimotop dapat mencegah sekaligus mengobati kelainan fungsional pada area tubuh akibat terjadinya penyumbatan aliran darah yang menuju otak (defisit neurologik iskemik). Hal ini disebabkan karena terjadi penyempitan pembuluh arteri cerebral (vasospasme serebral) yang terjadi setelah adanya perdarahan ruang yang terletak di antara otak dan pelindung otak (perdarahan subaraknoid) akibat pelebaran abnormal pada pembuluh nadi yang disebabkan kondisi dinding pembuluh darah lemah.

Dengan kandungan nimodipin, Nimotop akan mengatur jalan masuknya kalsium, di mana ini dibutuhkan untuk kontraksi otot, ke dalam otot jantung dan juga dinding pembuluh darah. Sehingga, denyut jantung akan melambat dan pembuluh dari melebar.

Pastikan bahwa Anda memiliki resep dokter sebelum menggunakan Nimotop karena obat ini termasuk ke dalam golongan obat keras. Ikutilah dosis dan cara mengonsumsinya agar tidak terjadi efek samping yang bisa menyebabkan keadaan semakin memburuk.

Jadi, itulah pengertian aneurisma beserta dengan gejala dan penyebabnya. Anda dapat menggunakan Nimotop sebagai obat penanganan aneurisma otak, namun harus dalam pengawasan dan anjuran dokter.