Uncategorized

Asbestosis, Penyakit Paru Kronis Akibat Serat Asbes

Berbicara tentang penyakit paru-paru bisa dikatakan tidak ada habisnya. Banyak jenis gangguan pada paru-paru baik yang bersifat ringan hingga kronis. Penyebabnya pun beragam dan biasanya yang paling dengan dengan kita sehari-hari.

Penyakit paru dapat terjadi di area paru mana pun, mulai dari saluran pernafasan, jaringan paru-paru, hingga pada sirkulasi paru-paru. Ini bisa terjadi karena penumpukan cairan, hingga infeksi dari bakteri, virus, jamur, atau parasit.

Penyakit paru dapat terjadi akibat paparan jangka pendek hingga jangka panjang. Salah satunya adalah penyakit paru asbestosis. Penyakit paru ini termasuk kronis dan akibat dari paparan jangka panjang menghirup serat asbes. 

Bagaimana hal tersebut terjadi dan apa akibatnya pada tubuh? Berikut penjelasannya.

Penyakit asbestosis

Serat asbes yang terhirup dalam jangka panjang dapat menyebabkan jaringan parut pada paru-paru mengakibatkan penyakit paru asbestosis. Nama lain asbestosis adalah fibrosis paru dan pneumonitis interstisial.

Asbes merupakan bahan bangunan yang banyak dijadikan sebagai isolasi, lantai, dan atap. Penggunaan ini sendiri di Inggris telah dilarang sepenuhnya sejak tahun 1999, tapi di Indonesia kita masih banyak menjumpainya.  

Ketika asbes rusak, maka materialnya akan tercerai dan mengeluarkan debu halus yang mengandung serat asbes. Ketika debu dihirup, serat asbes masuk ke paru-paru dan secara bertahap dapat merusaknya seiring waktu, selama bertahun-tahun.

Jaringan parut yang terbentuk pada paru-paru akan membatasi pernapasan dan mengganggu kemampuan oksigen untuk memasuki aliran darah Anda. Agency for Toxic Substances and Disease Registry memprediksi jumlah total kematian terkait asbes di Amerika Serikat dapat melebihi 200.000 kasus pada tahun 2030. 

Gejala yang timbulkan asbestosis

Gejala yang ditimbulkan asbestosis bisa ringan hingga parah. Gejala tidak muncul di tahun-tahun awal paparan dna mulai muncul setelah jangka waktu lebih dari 20 tahun paparan. Gejala umum dari paparan jangka panjang adalah:

  • Sesak napas
  • Sesak atau sakit di dada atau bahu
  • Batuk kering terus-menerus
  • Kehilangan nafsu makan
  • Finger clubbing (ujung jari membesar)
  • Kelainan bentuk kuku
  • Mengi
  • Kelelahan ekstrim (kelelahan)

Faktor risiko asbestosis

Asbestosis mungkin dialami pada pekerja industri bangunan atau konstruksi. Terlebih mereka yang telah bekerja dari tahun 1970-an hingga 1990-an. Risiko tinggi asbestosis umumnya terkait dengan jumlah dan durasi paparan. Semakin besar paparannya, maka akan semakin besar pula risiko kerusakan paru-paru.

Paparan tangan kedua mungkin terjadi pada anggota rumah tangga dari pekerja yang terpapar, di mana serat asbes dapat dibawa pulang dengan pakaian. Orang yang tinggal di dekat tambang juga dapat terpapar serat asbes yang dilepaskan ke udara.

Secara umum, aman berada di sekitar asbes selama serat asbes terkandung dan tidak terhirup masuk ke hidung masuk ke paru-paru. Mereka yang berisiko tinggi terkena asbestosis adalah:

  • Pekerja atau insinyur pemanas dan ventilasi
  • Pekerja pembongkaran atau galangan kapal
  • Tukang ledeng
  • Pekerja konstruksi bangunan
  • Tukang listrik 
  • Penambang asbes
  • Mekanik pesawat dan mobil
  • Operator ketel
  • Pekerja kereta api
  • Pekerja kilang dan pabrik
  • Pekerja melepas insulasi asbes di sekitar pipa uap di gedung-gedung tua

Perkembangan asbestosis ini dapat dipengaruhi oleh faktor:

  • Jumlah dan konsentrasi asbes
  • Ukuran, bentuk dan jenis serat asbes
  • Lamanya atau durasi seseorang terpapar asbes
  • Faktor kesehatan, seperti merokok atau memiliki riwayat penyakit paru-paru
  • Faktor genetik atau mutasi spesifik pada DNA yang meningkatkan risiko penyakit

Asbestosis terjadi dan muncul gejalanya setelah berpuluh-puluh tahun paparan serat asbes. Serat asbes tersebut akan membuat jaringan parut di paru-paru yang bisa menggangu pernafasan. Mereka yang bekerja dekat dengan asbes yang rusak bisa memiliki risiko tinggi untuk terjangkit. Seperti pada umumnya, gejala asbestosis tidak jauh dari masalah pernafasan ditambah dengan kelainan bentuk kuku serta ujung jadi yang membesar atau bengkak.

Informasi tentang asbestosis lebih banyak dapat Anda temukan di website dan aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Anda juga dapat chat langsung dengan dokter untuk berdiskusi di aplikasi SehatQ. Download aplikasinya sekarang di App Store atau Play Store.