Obat

Begini Cara yang Tepat Mengonsumsi Paracetamol Sumagesic

Saat sedang nyeri atau demam, obat yang paling sering dicari untuk membantu menyembuhkan adalah Sumagesic. Obet berjenis paracetamol ini termasuk ke dalam obat golongan antipiretik (penurun demam) dan golongan analgesik (pereda nyeri). 

Di dalam tubuh, paracetamol bekerja dengan cara mengurangi produksi zat prostaglandin alias zat yang dilepaskan oleh tubuh pada saat ada jaringan yang rusak maupun terinfeksi. 

Kerusakan ini dapat menyebabkan munculnya demam, rasa nyeri, dan peradangan. Dengan mengurangi produksi zat prostaglandin, paracetamol dapat membantu mengurangi rasa sakit dan demam.

Walaupun termasuk obat bebas yang bisa dibeli tanpa resep dokter, Anda tidak bisa mengonsumsi Sumagesic sembarang.

Ada beberapa aturan yang harus Anda penuhi saat meminum obat ini, diantaranya: 

Baca Petunjuk Penggunaan

Membaca petunjuk penggunaan yang terdapat di kemasan sebelum menggunakan Sumagesic adalah cara utama yang harus Anda lakukan.

Paracetamol dalam sediaan oral atau diminum melalui mulut untuk dewasa seperti Sumagesic, biasanya diminum setiap 4-6 jam sekali, bergantung pada demam dan beratnya nyeri yang dialami. 

Sumagesic dapat diminum sebelum atau sesudah makan.

Sesuaikan Dosis 

Dosis Sumagesic pun harus disesuaikan, jangan sampai berlebihan. Dosis maksimal paracetamol untuk satu kali konsumsi adalah 1.000 mg. Jangan mengonsumsi paracetamol dengan dosis lebih dari 4.000 mg dalam sehari. 

Konsumsi paracetamol melebihi dosis yang ditentukan dapat meningkatkan risiko Anda mengalami overdosis obat. 

Untuk mengatasi nyeri bagi orang dewasa, Sumagesic maksimal digunakan selama 10 hari, sedangkan bagi anak-anak digunakan maksimal selama 5 hari, kecuali atas petunjuk dokter.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Sumagesic

Kandungan paracetamol di dalam Sumagesic jarang menimbulkan efek samping. Namun, beberapa orang dapat mengalami efek samping di bawah ini setelah mengonsumsi obat yang mengandung paracetamol:

  • Mual
  • Sakit kepala
  • Nyeri tenggorokan
  • Sariawan
  • Memar dan perdarahan yang tidak biasa
  • Urin berdarah
  • BAB berdarah
  • Penyakit kuning
  • Lemas yang berlebihan
  • Demam yang tidak terkait dengan penyakit sebelumnya
  • Nyeri pada punggung

Sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum Anda atau anak Anda minum paracetamol, terutama jika Anda menderita gangguan hati dan ginjal. Anda juga perlu berhati-hati mengonsumsi paracetamol jika mengalami dehidrasi dan malnutrisi. 

Interaksi Sumagesic dengan Obat Lain

Sebagai informasi, ada beberapa jenis obat yang tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan paracetamol seperti Sumagesic. Kombinasi obat-obatan ini dikhawatirkan akan mengurangi efektifitas obat atau justru menimbulkan efek samping yang berbahaya bagi tubuh.

Jika digunakan bersama obat-obatan lain, kandungan paracetamol yang ada di dalam Sumagesic dapat menimbulkan efek interaksi obat, seperti meningkatkan kadar busulfan di dalam darah

  • Mengurangi efektifitas paracetamol jika digunakan bersama rifampicin, phenytoin, phenobarbital, carbamazepine, colestyramine, atau primidone
  • Meningkatkan kadar paracetamol di dalam darah jika digunakan bersama probenecid, isoniazid, metoclopramide, atau domperidone
  • Meningkatkan risiko terjadinya perdarahan jika digunakan bersama warfarin

Selain itu, orang yang sering mengonsumsi alkohol dalam jangka waktu lama juga perlu berhati-hati. Reaksi efek sampingnya bisa jadi lebih besar, apalagi risikonya bagi tubuh.

Itulah informasi yang bisa disampaikan mengenai Sumagesic. Meski bisa didapatkan dengan mudah, tidak ada salahnya untuk konsultasi ke dokter sebelum minum obat ini. 

Dokter akan menyarankan dosis dan aturan minum paracetamol yang tepat dan sesuai kondisi Anda. Dengan demikian, Anda dapat terhindar dari risiko efek samping paracetamol yang membahayakan tubuh.