bayi & menyusui

Kapankah Waktu yang Tepat Memberikan Madu untuk Bayi?

madu untuk bayi

Memberikan madu untuk bayi sangat tidak disarankan. Hal ini karena pemberian madu pada anak berusia di bawah 1 tahun dapat menyebabkan gangguan kesehatan, mulai dari kerusakan gigi hingga keracunan serius.

Sebagian orang tua percaya bahwa memberikan madu untuk bayi dapat membantu mencegah penyakit dan meningkatkan daya tahan tubuhnya. Padahal, memberikan madu jenis apapun untuk anak berusia di bawah 1 tahun justru sangat berisiko untuk kesehatannya.

Jangan pernah memberikan madu apapun kepada anak yang belum berusia satu tahun. Jika mengonsumsi madu, bayi berisiko mengalami beberapa masalah kesehatan berikut ini.

1. Keracunan madu atau botulisme

Madu mengandung bakteri Clostridium botulinum. Pada anak usia 1 tahun ke atas, bakteri ini aman dikonsumsi. Namun bagi anak di bawah 12 bulan, bakteri pada madu ini dapat menyebabkan keracunan serius yang disebut botulisme. Ini terjadi karena anak usia 1 tahun ke bawah belum memiliki daya tahan tubuh dan sistem pencernaan yang kuat untuk melawan bakteri tersebut.

Meski tergolong penyakit yang jarang terjadi, botulisme bisa berakibat fatal dan mengancam nyawa. Bakteri Clostridium botulinum bisa menyerang sistem saraf bayi, membuat otot-ototnya menjadi lemah bahkan lumpuh, serta mengancam sistem pernapasannya.

2. Kerusakan gigi

Alasan lain mengapa madu tidak boleh ditambahkan pada makanan dan minuman bayi adalah karena madu mengandung kadar gula yang tinggi dan bisa merusak giginya yang baru tumbuh.

3. Obesitas

Dampak lain pemberian madu pada bayi adalah membuatnya terbiasa dengan rasa manis. Akibatnya, ia akan terus-menerus menginginkan makanan yang manis, dan menolak makanan lain yang rasanya kurang manis. Hal ini berisiko menyebabkan anak menderita kelebihan berat badan atau obesitas ketika dewasa, serta meningkatkan risikonya untuk menderita diabetes tipe 2, penyakit jantung, hingga kanker.

Sebenarnya, madu untuk anak 1 tahun maupun orang dewasa aman dikonsumsi. Hanya saja, madu tidak boleh diberikan sebagai MPASI bayi hingga mereka berusia 1 tahun. Alasannya, madu mengandung spora bakteri (Clostridium botulinum) yang dapat berkembang pada sistem pencernaan bayi yang belum matang.

Ketika spora berubah menjadi bakteri di dalam usus, maka spora tersebut akan menghasilkan neurotoksin yang berbahaya dalam tubuh. Hal ini akan mengakibatkan penyakit botulisme pada bayi.

Meski jarang terjadi, kondisi ini bersifat gawat darurat dan dapat berakibat fatal. Pada usia 6 bulan, bayi berada pada risiko tertinggi mengalami botulisme. Segera periksakan bayi Anda ke dokter jika bayi menunjukkan gejala-gejala botulisme, seperti ini.

  • Susah BAB
  • Otot lemah
  • Sulit menyusu
  • Rahang kendur
  • Menangis lemah
  • Tidak nafsu makan
  • Rewel
  • Sulit bernapas
  • Sebagian bayi dapat mengalami kejang

Gejala botulisme biasanya muncul dalam waktu 12-36 jam setelah mengonsumsi makanan yang telah terkontaminasi Clostridium botulinum, dan dimulai dengan sembelit. Namun, sebagian bayi mungkin tidak menunjukkan gejala hingga 14 hari setelah paparan bakteri.

Beberapa gejala botulisme dapat menyebabkan salah diagnosis. Hal ini dikarenakan gejala ini mirip dengan gangguan atau penyakit lain. Agar tidak terjadi botulisme atau gangguan kesehatan lainnya akibat madu, maka anak yang usianya masih di bawah 1 tahun tidak dianjurkan untuk mengonsumsi madu. Sebagai pemanis alami untuk makanan pendamping ASI bagi bayi usia 6 bulan ke atas, Bunda dapat menggunakan sari buah.

Oleh karena itu, penting untuk memberi tahu dokter jika Anda memberikan madu untuk bayi. Diagnosis yang benar akan membuat bayi mendapat perawatan yang tepat. Menurut jurnal dari Lakartidningen, diagnosis botulisme ditegakkan berdasarkan kultur feses dan deteksi racun pada feses.

bayi & menyusui

Kejang pada Bayi Menjadi Pertanda Terkena Meningitis

Kejang pada Bayi Menjadi Pertanda Terkena Meningitis

Meningitis adalah peradangan pada tiga selaput yang melapisi otak dan sumsum tulang belakang.

Meskipun meningitis dapat menyerang orang dari segala usia, bayi di bawah 2 tahun memiliki risiko tertinggi terkena meningitis. Bayi Anda bisa terkena meningitis ketika bakteri, virus, atau jamur yang menginfeksi bagian lain dari tubuh mereka mengalir dalam aliran darah ke otak dan sumsum tulang belakang.

Dari 1.000 kelahiran hidup, sekitar 0,1 hingga 0,4 neonatus bayi berusia kurang dari 28 hari mengalami meningitis, perkiraan tinjauan tahun 2017. Ini adalah kondisi yang serius, tetapi 90 persen dari bayi-bayi ini bertahan hidup. Studi yang sama mencatat di mana saja dari 20 hingga 50 persen dari mereka memiliki komplikasi jangka panjang, seperti kesulitan belajar dan masalah penglihatan, serta akan terjadi kejang pada bayi 

Itu selalu jarang terjadi, tetapi penggunaan vaksinasi melawan meningitis bakterial telah secara dramatis mengurangi jumlah bayi yang mengidapnya. 

Gejala meningitis bisa datang dengan sangat cepat. Bayi Anda mungkin sulit untuk dihibur, terutama saat digendong. Gejala lain pada bayi mungkin termasuk:

  • mengalami demam tinggi mendadak
  • tidak makan dengan baik
  • muntah
  • menjadi kurang aktif atau energik dari biasanya
  • sangat mengantuk atau sulit untuk bangun
  • menjadi lebih mudah tersinggung dari biasanya
  • menonjol dari titik lunak di kepala mereka (ubun-ubun)

Gejala lain yang mungkin sulit terlihat pada bayi, seperti:

  • sakit kepala parah
  • leher kaku
  • kepekaan terhadap cahaya terang

Kadang-kadang, bayi mungkin mengalami kejang. Sering kali hal ini disebabkan oleh demam tinggi dan bukan karena meningitis itu sendiri.

Mengapa Terjadi Kejang Terkait Meningitis?

Selama tahap awal meningitis bakteri, kejang pada bayi bisa terjadi akibat pembengkakan dan tekanan di otak, serta racun bakteri dalam cairan yang mengelilingi otak. Saat infeksi meningitis berlanjut, mungkin ada kejang fokal, kejang yang melibatkan satu anggota tubuh atau satu bagian tubuh.

Kejang fokal dan yang berkepanjangan atau datang kemudian dalam penyakit biasanya merupakan indikator hasil yang lebih buruk. Jenis kejang ini lebih sering dikaitkan dengan kematian dan kecacatan.

Meningitis bakteri juga dapat menyebabkan kondisi yang mencegah tubuh mengeluarkan cairan dengan benar, yang dapat menyebabkan penurunan kadar natrium dalam darah.

Diagnosis meningitis pada bayi

Tes dapat memastikan diagnosis meningitis dan menentukan organisme penyebabnya. Tes meliputi:

  • Kultur darah. Darah yang dikeluarkan dari pembuluh darah bayi Anda tersebar di piring khusus tempat bakteri, virus, atau jamur tumbuh dengan baik. Jika ada sesuatu yang tumbuh, itu mungkin penyebab meningitis.
  • Tes darah. Beberapa darah yang dikeluarkan akan dianalisis di laboratorium untuk mengetahui tanda-tanda infeksi.
  • Pungsi lumbal. Tes ini juga disebut spinal tap. Beberapa cairan yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang bayi Anda dikeluarkan dan diuji. Itu juga diletakkan di piring khusus untuk melihat apakah ada yang tumbuh.
  • CT scan. Dokter Anda mungkin mendapatkan CT scan kepala bayi Anda untuk melihat apakah ada kantong infeksi, yang disebut abses.

Pengobatan meningitis pada bayi

Perawatan untuk meningitis tergantung pada penyebabnya. Bayi dengan beberapa jenis meningitis virus menjadi lebih baik tanpa pengobatan apa pun.

Namun, selalu bawa bayi Anda ke dokter sesegera mungkin setiap kali Anda mencurigai adanya meningitis. Anda tidak dapat memastikan apa penyebabnya sampai dokter Anda melakukan beberapa tes karena gejalanya mirip dengan kondisi lain.

Jika diperlukan, pengobatan harus dimulai secepat mungkin untuk mendapatkan hasil yang baik.

Mencegah meningitis pada bayi

Vaksin dapat mencegah banyak, tetapi tidak semua, jenis meningitis jika diberikan sesuai anjuran CDCT. Tidak ada yang 100 persen efektif, sehingga bayi yang divaksinasi pun bisa terkena meningitis dan kejang pada bayi 

Perhatikan bahwa meskipun ada “vaksin meningitis”, itu untuk satu jenis meningitis bakterial tertentu yang disebut meningitis meningokokus. Biasanya dianjurkan untuk anak-anak yang lebih tua dan remaja di Amerika Serikat. Ini tidak digunakan pada bayi. Sedangkan, di beberapa negara seperti Inggris Raya, bayi sering mendapatkan vaksin meningitis.

bayi & menyusui

Perhatikan Dosis Sebelum Memberikan Apialys Drop untuk Anak

Bayi membutuhkan banyak asupan nutrisi penting untuk menunjang proses tumbuh dan kembangnya. Umumnya, kebutuhan bayi akan nutrisi penting itu dapat dipenuhi oleh ASI. Namun, ada banyak kondisi yang membuat ASI tak lagi cukup mengejar kebutuhan itu. Di sinilah biasanya dokter merekomendasikan produk suplemen makan atau multivitamin, semisal Apialys Drop, agar kebutuhan nutrisi bayi tetap terjaga.

Apialys Drop adalah obat atau suplemen makanan yang bisa dikonsumsi karena dirancang khusus untuk anak berusia 1 bulan sampai 3 tahun. Selain sebagai penambah nutrisi, kandungan Apialys Drops juga membantu memenuhi kebutuhan perkembangan si kecil. 

Kondisi-kondisi yang bisa membuat dokter merekomendasikan Apialys Drop amat berkaitan dengan kesehatan bayi juga ibu, termasuk kebiasaan dan cara hidup ibu. Bayi yang lahir prematur; berat lahir rendah; atau memiliki penyakit kronis perlu sesuatu untuk menunjang kebutuhan nutrisinya. 

Bayi yang punya masalah makan, semisal hanya mau minum sedikit ASI atau bahkan sama sekali tak mau minum ASI juga perlu mendapat pengganti dari suplemen makan. Ibu yang menjalani kehidupan sebagai vegetarian pun biasanya disarankan memberikan tambahan suplemen makanan kepada bayinya walaupun si anak tidak mengalami kondisi atau masalah kesehatan seperti di atas.

Pasalnya, ASI yang diproduksi ibu yang menjalani kehidupan sebagai vegetarian cenderung tidak mengandung cukup nutrisi penting yang dibutuhkan bayi untuk menunjang tumbuh kembangnya. Nutrisi yang dimaksud seperti vitamin B12, zat besi, seng, kalsium, dan asam lemak omega-3 yang mana diketahui nutrisi-nutrisi itu banyak terkandung di dalam protein hewani.

Sebagai suplemen makanan, Apialys Drops mengandung cukup banyak vitamin yang bermanfaat untuk pertumbuhan dan perkembangan si kecil. Di dalam produk ini setidaknya terkandung 2000 IU vitamin A, 30 mg vitamin C, 400 IU vitamin D, 1 mg vitamin B1, dan 1,2 mg vitamin B2.

Tak hanya itu, di dalam Apialys Drop juga terkandung vitamin B6 sebanyak 1 mg, vitamin B12 sebanyak 2 mikrogram, nicotinamide tak kurang dari 10 mg, lysine HCI hingga 25 mg, dan pantothenol sebesar 5 mg.

Adapun indikasi atau manfaat produk yang diklaim oleh produsen Apialys Drop, yakni Lapi Laboratories, adalah membantu mencukupi kebutuhan nutrisi anak selama masa perkembangan dan pertumbuhan dengan cara meningkatkan nafsu makan anak; membantu pertumbuhan gigi anak, menjaga kepadatan dan pertumbuhan tulang, hingga meningkatkan kekebalan tubuh anak.

Namun, kendati begitu banyak nutrisi baik yang dikandung di dalamnya, Apialys Drop tetap tidak boleh dikonsumsi sembarangan. Suplemen makanan ini hanya boleh dikonsumsi dengan dosis tepat atau sesuai resep dokter. Dari informasi yang bisa didapat di kemasan, penggunaan Apialys Drop aman dikonsumsi dengan dosis sebagai berikut:

  • Untuk anak usia 1-12 bulan, konsumsi Apialys Drops sebanyak 0,3 ml satu kali sehari;
  • Untuk anak usia 1 tahun hingga 3 tahun, Apialys Drops dapat dikonsumsi sebanyak 0,6 ml satu kali sehari.

Namun, dosis di atas bisa jadi tidak berlaku jika dokter anak yang bertanggung jawab terhadap kesehatan anak kamu mengharuskan dosis yang berbeda. Oleh karenanya penting untuk selalu mengikuti aturan dan petunjuk dari dokter. Apialys Drop ini dapat dikonsumsi baik sebelum atau sesudah makan. 

Perlu digarisbawahi dan selalu diingat bahwa penggunaan suplemen makanan atau vitamin yang tidak tepat mungkin sekali menimbulkan kontraindikasi atau hal-hal lain yang cenderung membahayakan kesehatan. Jadi, berilah anak Apialys Drop ini secara bijak.

bayi & menyusui

Promo Susu yang Wajib Bunda Ketahui

Belanja secara online dapat memberikan berbagai manfaat bagi pengguna. Karena pandemi COVID-19 masih berlangsung, banyak orang menggunakan metode tersebut untuk meminimalisir kontak fisik dengan penjual. Selain itu, pengguna bisa melihat secara langsung apakah produk yang ingin dibeli tersedia atau tidak. SehatQ merupakan salah satu situs yang menawarkan produk kesehatan. SehatQ juga menawarkan beragam promo seperti promo susu.

Tips Sebelum Membeli Produk Kesehatan

Pada dasarnya, promo susu merupakan jenis promo yang menawarkan susu dengan potongan harga. Ada berbagai jenis susu yang ditawarkan SehatQ, salah satunya termasuk susu untuk ibu hamil. Jika Anda ingin membeli produk kesehatan seperti susu, Anda sebaiknya pahami beberapa tips sebagai berikut:

  • Harga

Salah satu tips yang sebaiknya Anda pahami adalah harga yang ditawarkan kepada konsumen. Jika harga yang ditawarkan terjangkau, Anda bisa membeli produknya dengan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Jika harganya mahal, Anda sebaiknya pertimbangkan lagi apakah Anda ingin membeli produk tersebut atau tidak.

  • Kualitas

Tips lain yang sebaiknya Anda pahami adalah kualitas produk. Jika Anda merasa bingung untuk memilih produk seperti apa, Anda sebaiknya bandingkan terlebih dahulu pilihan-pilihan yang ada. Jika salah satu produk dapat memberikan lebih banyak manfaat, Anda bisa memilih produk tersebut.

  • Tempat belanja

Jika Anda ingin membeli produk kesehatan di toko, Anda sebaiknya belanja di toko yang resmi seperti toko-toko yang berlokasi di mal. Jika Anda ingin membeli produk kesehatan secara online, Anda sebaiknya belanja di situs-situs resmi.

  • Izin edar

Tips lain yang penting untuk dipahami adalah apakah produk tersebut memiliki izin edar resmi atau tidak. Produk-produk kesehatan perlu diuji melalui pihak terkait seperti BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) sebelum dijual di pasaran di Indonesia, untuk memastikan produknya aman untuk digunakan.

  • Diskusi dan rekomendasi

Tips lain yang dapat membantu Anda dalam mengambil keputusan bisa melalui diskusi dan rekomendasi. Anda bisa bertanya kepada teman atau anggota keluarga yang sering belanja secara online. Jika Anda sudah bertanya kepada mereka dan mayoritas setuju dengan produk-produk tertentu, Anda bisa membeli produk yang mereka rekomendasikan.

  • Ketentuan

Sebagian produk kesehatan memiliki aturan pakai yang berbeda jika produk tersebut perlu dikonsumsi. Jika pengguna tidak mengkonsumsi sesuai dengan aturan yang tertera pada kemasan, pengguna bisa mengalami efek samping pada tubuh.

Selain itu, jika pengguna menemukan bahwa produk yang dibeli (secara online) tidak sesuai dengan keterangannya, pengguna bisa mengembalikan produk tersebut (jika situsnya memperbolehkan pengguna untuk mengembalikan produk dan memperoleh refund atau pengembalian uang).

Contoh Produk Susu Yang Ditawarkan Di Situs SehatQ

Berikut adalah contoh-contoh susu yang ditawarkan melalui situs SehatQ dengan potongan harga:

  • Pediasure Triplesure Rasa Vanila (400 gram)

Pediasure Triplesure Rasa Vanila bisa dikonsumsi anak untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Susu tersebut bisa dibeli dengan harga Rp 145.500,00. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa lihat produk tersebut melalui situs SehatQ: https://toko.sehatq.com/produk/pediasure-triplesure-rasa-vanila-400-g.

  • Zee Platinum Strawberry Ice (350 gram)

Zee Platinum Strawberry Ice bisa dikonsumsi untuk membantu pertumbuhan anak. Susu tersebut bisa dibeli dengan harga Rp 53.200,00. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa lihat produk tersebut melalui situs SehatQ: https://toko.sehatq.com/produk/zee-platinum-strawberry-ice-350-g.

  • Diabetasol Vanilla (180 gram)

Diabetasol Vanilla bisa dikonsumsi untuk menjaga kadar gula darah. Susu tersebut bisa dibeli dengan harga Rp 40.000,00. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa lihat produk tersebut melalui situs SehatQ: https://toko.sehatq.com/produk/diabetasol-susu-rasa-vanila-box-180-g.

  • Prenagen Mommy Rasa Coklat (200 gram)

Prenagen Mommy Rasa Coklat bisa dikonsumsi oleh ibu hamil jika mereka ingin menjaga kesehatan selama masa kehamilan. Susu tersebut bisa dibeli dengan harga Rp 43.650,00. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa lihat produk tersebut melalui situs SehatQ: https://toko.sehatq.com/produk/prenagen-mommy-susu-ibu-hamil-rasa-coklat-box-200-g.

Kesimpulan

SehatQ menawarkan berbagai promo untuk konsumen, salah satunya termasuk promo susu. Jika Anda ingin membeli produk kesehatan seperti susu, Anda sebaiknya pahami tips-tips yang disebutkan di atas supaya Anda bisa belanja dengan aman.

bayi & menyusui, Ibu dan Anak

Jangan Keliru, Begini Cara Memilih Rekomendasi Botol Susu Bayi

Bagi Anda yang memiliki anak masih bayi, Anda tentu tahu pentingnya memberikan susu bagi bayi. Selain menentukan jenis susu yang diberikan, memilih botol susu juga penting karena perlu disesuaikan dengan kebutuhan bayi. Anda perlu memahami cara memilih rekomendasi botol susu bayi agar bayi bisa mendapatkan asupan susu dengan baik.

Cara memilih rekomendasi botol susu bayi

Jika Anda pernah mencari botol susu di toko, Anda tentu tahu bahwa ada banyak sekali botol bayi yang tersedia dengan desain dan ukuran yang berbeda-beda. Sebenarnya, masing-masing bentuk botol memiliki fungsi yang berbeda.

Tidak semua bayi bisa menggunakan botol bayi yang sama. Ada botol yang dirancang untuk bayi kolik, ada juga botol untuk bayi kembung. Saat ingin memilih rekomendasi botol susu bayi, perhatikanlah hal-hal berikut ini:

  • Bentuk botol yang umum

Jangan membeli bentuk botol susu yang terlalu unik. Hal ini akan menyulitkan Anda untuk membeli botol dengan bentuk atau rancangan yang sama di kemudian hari. 

Sebagian besar bayi tidak suka minum susu dari botol yang bentuknya berbeda dengan botol sebelumnya. Jika Anda membeli bentuk botol yang unik, belum tentu bayi Anda bisa tetap minum susu dengan nyaman.

Karena itu, pilihlah botol yang bentuk dan rancangannya cukup umum. Sehingga, bila botol mengalami kerusakan, Anda bisa dengan mudah membeli yang baru sesuai selera bayi Anda. 

  • Botol yang mudah dibersihkan

Membersihkan botol susu akan menjadi tanggung jawab Anda sebagai orang tua. Ketika Anda membeli botol dengan bentuk yang terlalu unik, Anda akan memerlukan waktu lebih banyak untuk membersihkannya.

Hal ini mungkin akan menghambat Anda untuk melakukan kegiatan lainnya dengan lebih produktif. Apalagi kalau Anda membeli botol susu yang bisa dilepas pasang setiap bagiannya. 

Karena itu, sebaiknya carilah botol susu bayi yang mudah untuk dibersihkan serta tidak sulit untuk dilepas dan dipasang. 

  • Lubang di botol susu

Sebelum membeli, perhatikan juga lubang di botol susu bayi yang akan Anda beli. Ada lubang yang cukup kecil, tapi ada juga lubang yang besar.

Untuk bayi yang lebih kecil, rekomendasi botol susu bayi yang tepat adalah botol dengan lubang yang kecil. Hal ini akan membuat susu mengalir keluar dengan lambat. Ini akan memudahkan bayi yang masih kecil untuk minum susu sesuai dengan kecepatan yang ia bisa. 

Sementara, jika bayi sudah lebih besar, Anda bisa mengganti botol susu dengan lubang yang lebih besar. 

Keuntungan memberikan susu bayi lewat botol

Memberikan susu formula lewat botol sama pentingnya dengan ASI. Ada manfaat yang bisa Anda dapatkan dengan memberikan susu lewat botol yang mungkin tidak ada pada ASI. Berikut ini keuntungannya:

  • Bayi akan lebih baik dalam mengenali rasa dan terbiasa dengan berbagai macam campuran bahan-bahan 
  • Sama seperti ASI, susu formula bisa membantu meningkatkan kesehatan bayi, sehingga risiko infeksi bayi lebih rendah

Bagi Anda yang ingin memberikan susu lewat botol pada bayi, jangan lupa untuk mempertimbangkan hal-hal yang telah disebutkan sebelumnya. Ingat juga untuk memiliki botol dengan kualitas yang baik, karena kualitas botol yang buruk berpotensi menimbulkan dampak negatif untuk kesehatan bayi.

Anda bisa mencari rekomendasi botol susu bayi yang paling sesuai dengan kebutuhan bayi Anda. Tidak perlu membeli botol susu yang populer hanya sekedar untuk mengikuti tren.

bayi & menyusui

Langkah-langkah Cara Membersihkan Mulut Bayi

Menjaga kebersihan mulut bayi sangat penting karena menjaga kesehatan mulut, dapat membersihkan susu dan sisa makanan serta menghindari penumpukan bakteri pada bayi Anda. Namun kapan yang tepat untuk membersihkan dan bagaimana cara membersihkan mulut bayi?

Banyak hal yang harus Anda pikirkan, tetapi mulut bayi Anda mungkin bukan sesuatu yang Anda pertimbangkan. Setelah bayi lahir, dokter atau perawat Anda akan memeriksa tubuhnya, termasuk mulutnya. Mereka memeriksa gusi, lidah, dan langit-langit lunak bayi Anda untuk memeriksa apakah mereka telah berkembang sepenuhnya dan siap untuk menyusu.

Apa masalah umum gigi atau mulut bayi baru lahir?

  1. Mutiara Epstein— Mutiara Epstein disebut mutiara karena penampilannya. Itu adalah bintik mutiara putih yang bisa muncul di atap atau langit-langit mulut bayi Anda.
  2. Nodul Bohn— Bintik-bintik putih kecil ini muncul di bagian yang disebut alveolus rahang atas anterior, atau bagian atas gusi di atas tempat gigi bayi Anda akan tumbuh.
  3. Kista inklusi— Benjolan kecil ini muncul di sepanjang puncak gusi.
  4. Gigi natal dan neonatal — Terkadang bayi lahir dengan satu gigi atau lebih; kondisi ini disebut gigi kelahiran. Dan beberapa bayi akan memiliki gigi tumbuh dalam 30 hari pertama kehidupan, yang disebut gigi neonatal. Karena ini adalah gigi sulung, atau gigi bayi, dan bukan gigi tambahan, sebaiknya Anda mencoba memeliharanya jika memungkinkan. Namun, dokter gigi Anda mungkin menyarankan untuk melepaskannya jika longgar, karena dapat menyebabkan iritasi pada lidah atau bibir, atau mengganggu saat menyusui.

Semua benjolan atau kista ini dianggap tidak berbahaya, cenderung hilang setelah beberapa minggu, dan tidak akan mengganggu proses makan.

Gigi bayi, yang juga disebut gigi susu menahan ruang terbuka untuk gigi permanen masuk dan tumbuh. Meskipun kebanyakan bayi tidak mulai tumbuh gigi sampai mereka berusia enam bulan, dianjurkan untuk mulai membersihkan mulut bayi saat baru lahir, bahkan sebelum gigi pada bayi muncul. Menyikat gigi dapat dimulai setelah gigi mulai muncul. Anda juga disarankan untuk membawa bayi ke dokter gigi sebelum ulang tahun pertama untuk memastikan kesehatan gigi yang sesuai pada anak Anda. 

Lalu bagaimana cara membersihkan mulut bayi Anda? Mulut bayi bisa Anda bersihkan dua kali sehari. Berikut langkah-langkah yang bisa Anda ikuti saat membersihkan mulut bayi:

  • Anda harus membuat bayi berbaring di pangkuan Anda atau pengasuh dan Anda harus memegang kepala bayi di dekat dada Anda sehingga Anda dapat memvisualisasikan mulutnya dengan jelas.
  • Anda dapat menggunakan waslap lembab / handuk lembut untuk menggosok lembut gusi atas dan bawah bayi.
  • Menyikat gigi dapat dimulai setelah gigi mulai muncul, yang biasanya dilakukan setelah usia enam bulan. Anda dapat menggunakan sikat gigi berbulu lembut berukuran bayi yang telah disetujui oleh dokter gigi untuk menyikat gigi bayi dengan pasta gigi yang sangat sedikit.
  • Membersihkan lidah bayi bisa menjadi tantangan karena mereka jarang bekerja sama. Anda bisa mencoba mengalihkan perhatian bayi dengan aktivitas dan mainan yang menarik untuk bisa membersihkan lidahnya. Anda dapat menggosok lembut kain lembut yang dicelupkan ke dalam air hangat di atas lidah bayi untuk membersihkannya.

Bayi Anda akan mulai tumbuh gigi antara tiga dan sembilan bulan. Kebanyakan anak memiliki 20 set gigi susu lengkap pada usia 2½ atau 3 tahun. Pertumbuhan gigi biasanya dimulai dengan dua gigi depan bawah (gigi seri). Waktunya akan sangat bervariasi di antara anak-anak, bahkan saudara kandung; namun, urutannya biasanya bisa diprediksi.

Anda disarankan untuk menindaklanjuti dengan dokter anak secara berkala untuk memastikan kesehatan mulut dan kesehatan bayi secara keseluruhan. Anak juga dianjurkan untuk diperiksa oleh dokter gigi, lebih disukai dokter gigi anak, sebelum usia satu tahun untuk pembersihan gigi guna memastikan kesehatan mulut yang baik. Perlu juga untuk diingat, sama seperti Anda, Anda harus membersihkan mulut bayi sebanyak dua kali sehari dengan cara yang sesuai.