Kehamilan

Tips Memilih KB untuk Busui yang Aman

Merencanakan kehamilan memang perlu pertimbangan matang. Ayah dan Bunda sebaiknya sudah siap secara finansial dan mental bila benar-benar ingin membesarkan anak. 

Sayangnya, di luaran sana banyak pasutri yang tidak mengerti bagaimana cara mengatur kehamilan, sehingga anak pun lahir dengan kondisi yang kurang menyenangkan. Finansial dan mental orang tua yang belum siap membuat anak terkena imbasnya. Oleh karena itu, perlu bagi Bunda dan Ayah untuk merencanakan kehamilan menggunakan KB. 

Begini Cara Pilih KB untuk Busui yang Aman

Meskipun baru saja melahirkan anak, bukan berarti kehamilan tidak bisa terjadi dalam rentang waktu yang cepat. Bunda bisa saja memiliki anak kembali setelah beberapa bulan sebelumnya melahirkan anak. Tunda kehamilan dengan menggunakan KB, berikut ini adalah tips memilih KB untuk busui yang aman. 

1. Pilih KB yang Tidak Mengandung Hormon

Alat kontrasepsi yang mengandung hormon buatan bisa mempengaruhi produksi ASI. Oleh karena itu, pilihlah kontrasepsi non hormonal seperti kondom yang bisa membantu mencegah kehamilan, bahkan hingga rate 99 persen. 

2. Pilih Kontrasepsi Progestin

WHO merekomendasikan kontrasepsi progestin bila Anda terpaksa membeli KB hormonal. Beberapa contoh kontrasepsi yang mengandung hormon progestin adalah KB suntik, spiral, implan serta mini pil. 

3. Hindari KB Estrogen

Beberapa jenis kontrasepsi mengandung hormon estrogen sehingga bisa mengganggu produksi ASI. Hindari menggunakan kontrasepsi ini bila Bunda sedang menyusui. Nampaknya, kontrasepsi yang mengandung KB Estrogen hanya digunakan pada wanita yang belum menikah, atau belum melahirkan anak pertama. 

3. Coba KB Tertentu Untuk Satu Bulan

Supaya mengerti mana kontrasepsi yang cocok untuk Anda, coba salah satu dan rasakan pengalamannya selama satu bulan. Bila tidak ada gangguan pada ASI, berarti Bunda cocok menggunakan kontrasepsi tersebut. 

Beberapa Jenis Kb untuk Busui yang Cocok 

Beberapa jenis KB berikut ini bisa Bunda coba karena sudah aman dan direkomendasikan oleh WHO. 

1. Implan Progestin

Ini adalah alat kontrasepsi yang dinamakan juga dengan KB susuk.  KB implan sendiri mengandung hormon progesteron. Dokter akan melakukan penyuntikan KB implan di bawah kulit pada lengan atas. 

Alat kontrasepsi ini bisa membantu mencegah kehamilan dalam jangka waktu yang lama, bahkan hingga 3 tahun. Bunda tidak perlu khawatir karena Implan Progestin terbilang sangat aman dan tidak mengganggu produksi ASI selama dilakukan dengan cara yang benar. 

2. IUD

Pemasangan alat kontrasepsi KB IUD bisa diberikan minimal 6 minggu sehabis melahirkan. Alat kontrasepsi tipe ini sangatlah aman karena memiliki dua pilihan, yaitu IUD non hormonal yang terbuat dari tembaga serta IUD hormonal yang mengandung hormon progesteron. 

3. KB Suntik

Pemberian KB suntik ternyata bisa diberikan pada ibu menyusui, setiap tiga bulan sekali di klinik atau rumah sakit rujukan. Kandungan dari KB suntik sendiri hanyalah progesteron, sehingga dijamin tidak akan mengganggu ASI. 

KB suntik rupanya cocok diberikan pada Bunda yang ingin menunda memiliki anak hingga satu tahun lamanya. 

4. KB Cincin

Bagi Bunda yang ingin menunda kehamilan menggunakan KB Cincin, tunggulah hingga waktu 6 minggu sehabis melahirkan. Cara meletakkan KB Cincin ini cukup dengan menaruhnya di dalam vagina selama kurang lebih tiga minggu. 

Sayangnya, KB Cincin bukanlah pilihan yang tepat untuk ibu menyusui karena resiko terganggunya produksi ASI bisa saja terjadi. Ini karena di dalam KB Cincin terkandung hormon estrogen.

Kehamilan

Pantangan Ibu Hamil Mengonsumsi Makanan Mentah

Selama kehamilan, penting untuk ibu hamil memperhatikan asupan nutrisinya. Asupan nutrisi yang sehat dan seimbang dapat mendukung tumbuh kembang janin berlangsung normal. Oleh sebab itu, selama masa hamil ibu tidak dapat mengonsumsi makanan secara sembarangan karena hal itu akan berdampak pada kesehatan janin Anda. Salah satu makanan yang menjadi pantangan ibu hamil adalah mengonsumsi makanan mentah.

Terdapat beberapa jenis makanan mentah yang wajib dihindari ibu hamil, diantaranya yaitu daging, telur, dan sayuran. Meskipun ketiganya memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk tubuh, makanan yang dikonsumsi setengah matang atau mentah justru dapat memicu resiko untuk kesehatan ibu hamil dan janin. 

Pada saat hamil, semua nutrisi dan kandungan zat yang ibu makan akan diserap langsung oleh bayi. Meski beberapa makanan tidak membahayakan ibu hamil, namun beberapa jenis makanan mungkin dapat membahayakan janin. Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil untuk memperhatikan setiap makanan yang dikonsumsi, salah satunya menghindari mengonsumsi makanan mentah. Pasalnya, makanan yang belum matang sempurna atau mentah berisiko mengandung bakteri coliform, toksoplasmosis, dan salmonella yang dapat membahayakan kehamilan.

Pantangan Makanan Mentah Untuk Ibu Hamil

Untuk mendukung kesehatan ibu dan janin, mengonsumsi makanan matang sangat direkomendasikan untuk ibu hamil terlebih lagi untuk kehamilan yang baru memasuki trisemester awal. Oleh karena itu ibu hamil harus menghindari makanan mentah selama kehamilan. Berikut beberapa makanan mentah yang menjadi pantangan ibu hamil:

Ikan mentah atau setengah matang

Sebagian besar jenis ikan aman untuk dikonsumsi selama kehamilan. Namun, terdapat beberapa jenis iakn tertentu yang harus dibatasi dan dihindari selama masa kehamilan. Mengonsumsi makanan berbahan dasar ikan yang belum matang atau mentah, termasuk sushi, sashimi, dan kerang berisiko terkontaminasi bakteri Listeria. Apabila makanan tersebut dikonsumsi saat hamil, maka ibu hamil dapat terkena bakteri tersebut yang dapat menyebabkan keguguran, gangguan kesehatan setelah bayi lahir, bahkan janin meninggal dalam kandungan.

Sushi aman dikonsumsi selama kehamilan, asalkan telah dibekukan sebelum disiapkan atau dikonsumsi. Proses pembekuan membunuh bakteri yang terkandung dalam ikan mentah. 

Daging mentah atau setengah matang

Daging mentah atau setengah matang harus dihindari ibu hamil selama masa kehamilan karena berisiko terkena oksoplasmosis, infeksi bakteri yang sering ditemukan pada daging mentah, serta kotoran domba dan kucing.

Toksoplasmosis merupakan infeksi yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii, yaitu salah satu parasit paling umum di dunia. Pada orang yang tidak hamil, infeksi biasanya tidak berbahaya dan seringkali tanpa gejala. Toksoplasmosis pada ibu hamil dapat memicu terjadinya keguguran, lahir mati, atau kerusakan pada organ bayi yang sedang berkembang. 

Tak hanya itu, jika orang hamil terkena toksoplasmosis, ini dapat menyebabkan bayi mengalami kerusakan mata. Semua daging, termasuk makanan seperti sosis, burger, dan steak, harus dimasak dengan matang, sampai tidak ada sisa darah atau warna merah jambu.

Telur mentah atau setengah matang

Selama kehamilan, telur harus dimasak sampai putih dan kuning telurnya benar-benar padat. Ini disebabkan telur yang masih mentah atau setengah matang mengandung bakteri yang dapat membuat ibu hamil mengalami mual, muntah, diare, demam, dan kram perut. 

Mengonsumsi makanan yang dibuat menggunakan bahan telur mentah, seperti mayones, saus salad juga harus dihindari. Ini termasuk telur non-ayam seperti bebek, puyuh dan telur angsa. Telur mentah atau setengah matang harus dihindari selama kehamilan karena risiko Salmonella.

Sayuran Mentah

Seperti yang kita ketahui, bahwa sayur mengandung kaya akan nutrisi, namun pada saat hamil sayur yang dikonsumsi harus sudah benar- benar dimasak dengan matang. Pasalnya, sayuran yang masih mentah kemungkinan masih terdapat kandungan pestisida atau bakteri, yang dapat mengganggu kesehatan ibu dan janin.

Selain itu, ibu hamil dianjurkan untuk mengindari membeli buah- buahan serta sayuran yang sudah dipotong- potong seperti yang dijual di supermarket. Ini dikarenakan sayuran yang sudah dipotong dan disimpan dalam waktu lama cenderung nutrisinya sudah hilang karena terjadinya oksidasi.

Nah, itulah beberapa jenis pantangan ibu hamil dalam mengonsumsi makanan mentah yang wajib dihindari. Sebaiknya konsumsi makanan yang memiliki kematangan yang cukup agar tidak mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin selama masa kehamilan.

Kehamilan

Minum Teh Saat Hamil Bisa Memicu Keguguran, Benarkah Begitu?

Saat hamil, ibu diwanti-wanti untuk menjaga asupan makanannya agar tidak berdampak negatif pada bayi, salah satunya membatasi konsumsi kafein. Ibu hamil memang tidak disarankan untuk minum kopi karena dapat membahayakan bayi, tapi apakah minum teh saat hamil juga memiliki bahaya yang sama bahkan bisa menyebabkan keguguran?

Perbandingan kafein pada teh dan kopi

Teh dan kopi adalah minuman berkafein yang paling banyak diminum di dunia. Selain itu, kafein juga bisa ditemukan dalam cokelat dan minuman bersoda. 

Kafein dikenal memiliki efek stimulasi yang sangat baik yang bisa meningkatkan kewaspadaan, konsentrasi, kinerja fisik, suasana hati, dan meningkatkan metabolisme. Namun, mengkonsumsi kafein dalam dosis tinggi memiliki efek samping yang berkebalikan dengan manfaat tersebut. 

Kandungan kafein bervariasi tergantung pada bahan dan cara penyajian minuman tersebut. Misalnya, kadar kafein dalam kopi lebih tinggi daripada teh. Oleh karena itu penting untuk mengetahui kadar kafein dalam masing-masing minuman untuk menghindari efek samping kafein. 

Berikut ini kadar kafein dalam berbagai jenis teh dan kopi dalam ukuran 1 cangkir (273 ml):

  • Teh hitam: 47-90 mg kafein
  • Teh hijau: 20-45 mg kafein
  • Teh putih: 6-60 mg kafein
  • Teh hijau matcha: 35 mg kafein (per 1 gram porsi)
  • Teh yerba mate: 85 mg kafein
  • Kopi: 95 mg kafein

Kadar kafein bisa lebih banyak jika teh dan kopi diseduh dalam air panas pada suhu 90-96°C. 

Bahaya minum teh saat hamil

Menurut berbagai lembaga kesehatan internasional termasuk U.S. Department of Agriculture (USDA) and European Food Safety Authority (EFSA), asupan kafein yang aman bagi orang dewasa adalah hingga 400 mg per hari, 200 mg per dosis tunggal, atau 3 mg per kg berat badan. Batasan ini berbeda untuk ibu hamil, dimana ibu hamil hanya diperbolehkan menerima kafein kurang dari 300 mg per hari.  

Namun batasan tersebut mungkin berbeda pada setiap wanita karena ada beberapa wanita yang secara genetika lebih sensitif terhadap efek samping kafein. Penelitian menemukan mereka memiliki risiko keguguran 2,4 kali lebih tinggi saat minum teh saat hamil dengan kadar kafein 100-300 mg per hari.

Kafein juga sangat mudah melewati plasenta dan diterima bayi. Namun bayi masih belum bisa memecah kafein dengan baik sehingga mereka rentan mengalami efek samping kafein yang dikonsumsi ibu. Akibatnya, bayi juga berisiko tinggi lahir prematur, lahir dengan berat badan rendah, atau cacat lahir.  

Apakah ada teh yang baik untuk ibu hamil?

Minum teh saat hamil dianggap aman selama dikonsumsi dalam jumlah yang disarankan, yaitu tidak melebihi 300 mg kafein per hari atau hanya 1-2 cangkir. Teh yang aman dikonsumsi ibu hamil dalam batas wajar antara lain:

  • Teh hijau
  • Teh putih
  • Teh oolong
  • Teh chai
  • Teh hitam

Teh herbal yang terbuat dari buah-buahan kering, bunga, atau rempah-rempah tidak mengandung kafein sehingga seringkali dianggap aman diminum oleh ibu hamil. Tapi teh tersebut mungkin mengandung senyawa lain yang bisa membahayakan janin. 

Agar lebih aman, ibu bisa memilih teh herbal dengan label teh kehamilan yang telah terbukti manfaatnya. Misalnya teh kehamilan dengan daun raspberry merah dapat mencegah komplikasi kehamilan seperti preeklamsia, perdarahan postpartum, dan membantu mempercepat proses persalinan. 

Catatan

Minum teh saat hamil aman selama tidak melebihi dosis yang disarankan. Tapi sebelum mengonsumsi jenis teh tertentu, sebaiknya ibu hamil berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan panduan yang tepat.

Kehamilan

Tips Melahirkan Normal Lancar dan Cepat Tanpa Sakit

Melahirkan seharusnya bisa menjadi pengalaman yang indah. Namun, bagi banyak wanita, melahirkan bisa menjadi momok yang menakutkan dan membuat cemas karena dihantui oleh rasa sakit dan ketidaknyamanan. Hal itulah yang mungkin membuat banyak orang khususnya wanita untuk mencari tips melahirkan normal lancar dan cepat, tanpa disertai rasa sakit yang berlebihan.

Banyak juga para wanita yang memilih mendapatkan epidural, yaitu obat untuk menghilangkan rasa sakit agar proses persalinan bisa berjalan dengan nyaman. Namun, tidak sedikit pula para wanita yang lebih memilih untuk melahirkan secara normal tanpa obat. Hal ini karena takut jika obat epidural dapat memberikan efek samping kepada ibu dan bayi.

Oleh karena itu, selain mengetahui tips melahirkan normal lancar, Anda juga perlu melakukan diskusi kepada dokter atau bidan untuk memberikan rekomendasi dan menentukan metode persalinan apa yang terbaik untuk kondisi Anda dan bayi Anda. 

Tips Melahirkan Normal dengan Mudah dan Cepat

Bagi Anda yang ingin proses persalinannya jadi lebih mudah, Anda bisa mengikuti tips melahirkan normal lancar dan cepat berikut ini.

1. Mengikuti Kelas Melahirkan

Untuk mengetahui dan sekaligus mempersiapkan diri untuk melahirkan secara normal, mulailah untuk mendapatkan pengetahuan prenatal yang baik dengan mengikuti suatu kelas, yang mencakup cara kerja persalinan dan kelahiran, serta teknik manajemen nyeri persalinan normal seperti teknik pernapasan, self hypnosis, dan relaksasi.

2. Buat Rencana Persalinan Normal

Setelah Anda sudah memiliki gambaran atau gagasan mengenai pengalaman melahirkan normal yang ideal, langkah selanjutnya yaitu dengan membuat rencana melahirkan dengan cara merinci apa yang Anda inginkan terjadi sebelum, selama, dan setelah proses persalinan. Rencana tersebut mencakup tentang siapa yang Anda inginkan di kamar rumah sakit selama proses persalinan berlangsung, seperti apa kondisi fisik yang seharusnya, dan sebagainya.

3. Pilih Penyedia Layanan Kesehatan yang Menyukai Persalinan Normal

Saat Anda ingin mendapatkan persalinan normal, maka sebaiknya Anda mencari bidan atau dokter yang memiliki keinginan yang sama dengan Anda. Mereka akan berusaha untuk mengatur proses persalinan Anda dengan cara yang paling kondusif untuk sukses.

4. Belajar Menghadapi Kontraksi

Salah satu tips rahasia melahirkan tanpa memerlukan obat penghilang rasa sakit adalah kemampuan untuk rileks sebagai respons terhadap rasa sakit meski hal tersebut merupakan suatu hal yang sulit. Jika Anda takut mengalami kontraksi yang menyiksa, maka reaksi tubuh Anda menjadi kaku serta membuat tubuh Anda jadi tidak nyaman. Saat Anda tegang, beberapa otot akan mengencang dan mencoba untuk menahan bayi. Sementara otot-otot di rahim mengencang untuk mencoba mendorong bayi segera keluar. Hal ini akan membuat terasa lebih sakit karena otot bekerja saling berlawanan.

5. Jongkok

Anda ternyata tidak harus selalu berbaring di ranjang rumah sakit saat proses persalinan. Faktanya, banyak wanita yang cenderung dalam posisi jongkok saat melahirkan. Posisi jongkok akan membuka panggul dan membantu bayi untuk masuk ke posisi melahirkan yang ideal. 

6. Mulai Melakukan Rutinitas Olahraga

Seperti saat melakukan lari jarak jauh, proses melahirkan juga membutuhkan energi dan stamina. Olahraga akan membuat tubuh lebih bugar. Oleh karena itu, jika sering olahraga, maka hal tersebut akan meningkatkan peluang Anda untuk sukses melahirkan tanpa menggunakan obat.

Anda juga dapat melakukan yoga prenatal selama 30 menit satu atau dua hari dalam seminggu. Tubuh akan menghasilkan relaksin selama kehamilan yang akan membuat tubuh menjadi fleksibel secara alami. Namun, tetaplah untuk berhati-hati agar tidak melakukan peregangan yang ekstrim atau terlalu keras.

Rutin berolahraga juga akan mencegah Anda mengalami kenaikan berat badan terlalu banyak yang berkorelasi dengan melahirkan bayi yang ukurannya lebih besar. Semakin besar bayi Anda, maka akan semakin sulit mereka untuk keluar.

7. Aktif Bergerak Selama Proses Persalinan

Tips melahirkan normal lancar dan cepat berikutnya yaitu dengan aktif bergerak agar Anda tetap nyaman. Anda bisa berjalan, bergoyang, jongkok, atau duduk, dengan berpindah sisi saat istirahat. Hal ini dipercaya dapat membantu tubuh Anda berkontraksi karena adanya gaya gravitasi dan mobilitas sehingga membuat bayi Anda bergerak ke jalan lahir. Tak hanya itu, dengan aktif bergerak, hal ini juga dapat meredakan ketegangan dan memberi Anda pengalihan pikiran agar tidak hanya fokus pada rasa sakit yang dialami.

Kehamilan

USG Abdomen, Apakah Efektif Untuk Masalah Perut?

Setiap orang dihimbau untuk menjaga kondisi kesehatan, salah satunya termasuk perut. Cara-cara untuk menjaga kesehatan sederhana, namun perlu dilakukan secara rutin. Menjaga kesehatan dapat mengurangi risiko seperti masalah ginjal. Jika manusia mengalami masalah pada perut, mereka perlu ke dokter. Dokter akan menggunakan alat pemeriksaan seperti USG abdomen.

Apa itu USG abdomen

Apa Yang Dimaksud Dengan USG Abdomen?

USG abdomen merupakan salah satu jenis tes USG atau ultrasonografi dimana alat tersebut menggunakan teknologi gelombang suara, dan disertai dengan frekuensi tinggi untuk menunjukkan gambar atau kondisi di dalam tubuh pasien.

Jika dokter ingin memeriksa organ-organ utama dalam rongga perut seperti hati dan usus, dokter akan menggunakan USG abdomen. Secara spesifik, USG abdomen dapat digunakan bagi pasien yang memiliki kondisi berikut:

  • Kehamilan.
  • Masalah pada perut seperti nyeri dan pembengkakan.
  • Masalah pada ginjal seperti infeksi.
  • Masalah pada tes darah.
  • Kanker.
  • Tumor.

Beberapa Hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menjalani USG Abdomen

Jika pasien mengalami masalah pada perut, pasien dapat mengikuti prosedur USG abdomen. Sebelum pasien melakukannya, pasien perlu melakukan beberapa hal di bawah sebagai persiapan:

  • Kandung kemih

Untuk menjalani USG abdomen, pasien perlu mengisi kandung kemih dengan mengkonsumsi setidaknya 6 gelas air putih dalam waktu 2 jam sebelum melakukan prosedur tersebut.

  • Puasa

Pasien juga perlu puasa antara 8 sampai 12 jam sebelum waktunya menjalani USG abdomen. Puasa perlu dilakukan pada jarak waktu tersebut karena makanan membutuhkan waktu untuk dicerna.

Jika pasien mengkonsumsi makanan dalam waktu yang dekat, mereka akan menumpuk makanan di dalam perut sehingga dapat menghalangi gelombang suara USG abdomen. Dengan kata lain, USG abdomen tidak akan berjalan dengan maksimal.

  • Penggunaan obat

Pasien sebaiknya beritahu dokter jika mereka mengkonsumsi obat-obatan tertentu.

Prosedur USG Abdomen

Pasien akan menghabiskan waktu sekitar 30 menit untuk menjalani prosedur USG abdomen. Untuk menjalani prosedur USG abdomen, pasien perlu mengikuti langkah-langkah berikut:

  • Untuk memastikan proses pemindaian berjalan dengan lancar, pasien perlu melepaskan pakaian, termasuk aksesoris seperti cincin dan gelang. Mereka akan disediakan pakaian khusus prosedur USG abdomen.
  • Jika sudah siap, pasien akan berbaring di meja scanner dan mereka perlu menunjukkan perut mereka.
  • Setelah itu, dokter akan menggunakan gel konduktif yang akan dioleskan ke seluruh bagian perut yang perlu diperiksa.
  • Selama prosedur USG abdomen berlangsung, stik yang disebut sebagai transduser akan digunakan. Stik tersebut dapat membantu dokter memperoleh gambar organ tubuh pasien, yang akan ditunjukkan melalui monitor.
  • Jika hasil USG abdomen kurang jelas, dokter akan meminta pasien untuk ganti posisi. Dokter akan memberikan instruksi kepada pasien supaya dapat memperoleh gambar yang lebih jelas.

Hasil Dari USG Abdomen

Tidak seperti CT scan dan X-ray, USG abdomen tidak menimbulkan risiko pada tubuh. Selain itu, hasil tersebut dapat membantu dokter untuk menentukan langkah selanjutnya (seperti pengobatan) untuk pasien.

Setelah menjalani USG abdomen, pasien bisa langsung pulang ke rumah dan melakukan aktivitas dengan normal. Pasien akan menerima hasil dari USG abdomen dalam waktu 1 hingga 2 hari setelah menjalani prosedur tersebut.

Jika Perut Anda Bermasalah

Anda bisa bertemu dengan dokter jika Anda mengalami masalah pada perut seperti:

  • Nyeri yang cukup parah.
  • Pembengkakan pada perut.
  • Mengeluarkan tinja yang disertai dengan darah.

Sebelum menentukan pengobatan untuk masalah pada perut, dokter akan melakukan diagnosis seperti pemeriksaan fisik dan pengambilan.

Untuk mengobati masalah pada perut, pasien dapat menggunakan cara berikut:

  • Obat-obatan

Pasien dapat menggunakan acetaminophen untuk mengatasi masalah pada perut. Pasien juga sebaiknya hindari obat NSAID, karena dapat memperburuk gejala di perut.

  • Cara alami

Pasien dapat melakukan berbagai cara alami seperti mengkonsumsi air putih secara rutin, mengkonsumsi makanan yang sehat, dan hindari kebiasaan merokok dan mengkonsumsi alkohol.

Kesimpulan

Ada berbagai prosedur yang dapat dilakukan dokter untuk memeriksa kondisi pasien, salah satunya termasuk USG abdomen. USG abdomen dapat membantu menentukan cara untuk mengobati masalah pada perut pasien. Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang USG abdomen atau masalah pada perut, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter.

Kehamilan

Kenali Berbagai Manfaat dan Bahaya Penggunaan Korset Hamil

Ibu hamil seringkali merasakan berbagai kondisi seperti rasa tidak nyaman di perut, pinggul, hingga nyeri punggung. Sehingga, berbagai peralatan untuk memenuhi kebutuhan ibu hamil pun dihadirkan, termasuk korset hamil.

Menggunakan korset hamil ini disebut bisa mengurangi nyeri punggung dan rasa tidak nyaman yang kerap dialami bumil. Apalagi kondisi janin yang makin hari membesar. Akan tetapi, penggunaan korset ibu hamil ini juga punya risiko, lho. Simak informasi selengkapnya di sini.

Korset hamil dipercaya bisa meredakan rasa nyeri di punggung dan sendi.

Manfaat Menggunakan Korset Hamil

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa korset ibu hamil ini memang diciptakan untuk menopang punggung bagian bawah dan perut ibu hamil selama kehamilan. Korset ini tentu saja elastis saat digunakan dan tersedia dalam berbagai ukuran.

Sehingga korset ini diyakini bisa memberikan berbagai manfaat bagi ibu hamil yang aktif, khususnya di trimester kedua dan ketiga. Apa saja manfaatnya?

  1. Bisa mengurangi rasa nyeri

Ibu hamil sering merasakan nyeri terlebih di bagian punggung sebelah bawah. Bahkan, menurut penelitian menyebut 71% ibu hamil mengalami nyeri punggung, dan 65% mengalami nyeri panggul. 

Dengan menggunakan korset hamil ini akan membantu mengurangi rasa nyeri yang dialami bumil, menopang punggung bagian bawah dan perut, serta berguna meminimalisir tekanan.

  1. Memperbaiki postur tubuh

Postur tubuh selama masa kehamilan memang akan berubah akibat punggung bagian bawah tegang dan adanya beban di perut. Dengan menggunakan korset, akan membantu memperbaiki postur tubuh. Korset akan menopang perut dan punggung bagian bawah, mencegah terjadinya ketegangan yang berlebihan, dan mendorong postur tubuh jadi lebih baik.

  1. Membuat lebih nyaman

Selama masa kehamilan memang akan terasa tidak nyaman ketika beraktivitas. Apalagi jika perut sudah besar. Akan tetapi, korset hamil akan membantu menopang rahim, sehingga beban perut jadi lebih ringan karena dibantu oleh penggunaan korset. Ibu hamil pun akan jadi lebih nyaman bergerak.

  1. Memberikan rasa nyaman melakukan berbagai aktivitas harian

Kehamilan membuat rasa nyeri dan tidak nyaman, sehingga ibu hamil jadi terhambat dalam beraktivitas. Dengan menggunakan korset, bisa mengurangi rasa tidak nyaman tersebut dan ibu pun akan lebih nyaman melakukan berbagai aktivitas hariannya.

Berbagai Risiko Menggunakan Korset Hamil

Tidak hanya bermanfaat, ternyata menggunakan korset ibu hamil juga memiliki bahaya, lho. Ketika menggunakan korset, akan ada tekanan di perut sehingga berisiko mengganggu sirkulasi darah. Hal ini akan berdampak buruk bagi tekanan darah. Ujung-ujungnya akan membahayakan ibu dan janin dalam kandungannya.

Korset yang terlalu ketat bisa mengganggu perkembangan janin yang tentu akan membahayakan. Keseringan menggunakan korset juga membuat otot-otot punggung melemah. Rasa nyeri akan terasa bahkan lebih buruk dari sebelumnya. RIsiko lainnya bisa memicu terjadinya mulas serta gangguan pencernaan pada ibu hamil.

Korset yang terlalu lama dipasang di perut akan membuat janin tidak memiliki ruang untuk tumbuh normal. Hal ini tentu saja menyebabkan perkembangan tubuh janin akan terpengaruh. Bahkan pada kondisi serius, penggunaan korset dapat menyebabkan rahim bermasalah.

Sebenarnya penggunaan korset hamil ini disesuaikan dengan kebutuhan ibu hamil itu sendiri. Jika memilih menggunakannya, maka sebaiknya digunakan 2-3 jam per hari saja. Hal ini juga untuk mencegah ketergantungan terhadap penggunaan korset.

Sebelum menggunakan korset, ada sebaiknya dikonsultasikan terlebih dulu pada dokter kandungan. Bumil yang memiliki gangguan tekanan darah atau sirkulasi darah tidak dianjurkan menggunakan korset ibu hamil ini. 

JIka penggunaan korset hamil diizinkan oleh dokter, sebaiknya digunakan sesuai instruksi dan arahan dari dokter kandungan Anda.

Kehamilan

Cara Membaca Hasil USG Kelamin Bayi dengan Tepat

cara membaca hasil USG kelamin bayi

USG erat kaitannya dengan ibu hamil karena digunakan untuk memantau perkembangan janin lewat ukuran fisik, misalnya pertumbuhan tulang. Selain itu, USG juga dimanfaatkan untuk mengetahui jenis kelamin bayi yang sedang dikandung oleh ibu. Meski akan dijelaskan oleh dokter, orang tua juga harus paham bagaimana cara membaca hasil USG kelamin bayi.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Obstetrics and Gynecology pada tahun 2012, menyatakan bahwa sebanyak 69% orang tua ingin tahu jenis kelamin bayi. Alasan yang disebutkan yaitu 77,8% ingin tahu karena penasaran, dan 68% hanya ingin tahu. Sedangkan alasan untuk tidak ingin mengetahui jenis kelamin bayi yaitu sebagai kejutan saat lahir.

Agar orang tua bisa memahami cara membaca hasil USG kelamin bayi, maka pemeriksaan USG akan dilakukan pada usia kehamilan 18-22 minggu. Biasanya, janin mulai bisa terlihat jelas pada usia kehamilan 11-14 minggu. Ukurannya terlihat lebih besar dan kepalanya mulai terbentuk. Namun, tanda jenis kelamin pada janin masih belum bisa dipastikan.

Cara Membaca Hasil USG Kelamin Bayi Perempuan

Saat menentukan jenis kelamin janin dengan USG, sonographer akan mencari ciri khas janin yang disebut tanda. Untuk bayi perempuan, ada dua tanda yang harus diperhatikan:

  1. Tanda Hamburger. Merupakan istilah yang diberikan untuk menyebut tampilan labia dan klitoris pada hasil USG. Jika dilihat dengan cermat, bentuk bibir labia terlihat mirip dengan roti hamburger. Sedangkan pada klitoris terlihat menyerupai daging hamburger.
  2. Tanda Sagittal. Setiap jenis kelamin memiliki tanda sagittal. Tanda ini bisa diketahui dengan melihat profil janin (dikenal sebagai bidang sagital garis tengah). Ada inti di ujung tulang belakang yang disebut sebagai takik ekor. Jika takik ekor mengarah ke bawah dengan sudut 10 derajat, maka janin tersebut berjenis kelamin perempuan.

Cara Membaca Hasil USG Kelamin Bayi Laki-laki

Untuk bayi jenis kelamin laki-laki, akan didasarkan pada tanda-tanda berikut:

  1. Tanda Sagittal. Jika takik ekor mengarah ke atas dengan sudut lebih dari 30 derajat, maka janin berjenis kelamin laki-laki. 
  2. Tanda Kura-kura. Ketika kehamilan memasuki usia 18-20 minggu, alat kelamin bayi laki-laki mulai terlihat, yang terdiri dari penis, testis, dan skrotum. Biasanya pada hasil USG akan terlihat ujung penis yang menyembul di balik testis. Karena bentuknya terlihat seperti cangkang dan kepala kura-kura, kondisi ini disebut dengan turtle sign. Tanda ini bisa lebih mudah dilihat ketika bayi dalam keadaan ereksi. 
  3. Aliran Urine. Jika aliran urine mengalir ke atas, maka janin tersebut berjenis kelamin laki-laki.

Setelah mengetahui cara membaca hasil USG kelamin bayi, orang tua juga harus paham perkembangan janin di dalam kandungan.

Jangan ragu untuk bertanya pada dokter mengenai kondisi janin sampai ke detailnya. Tanyakan apakah pertumbuhan kepala, tangan, kaki, serta organ tubuh seperti jantung, paru-paru dan otak janin berkembang sempurna atau mengalami kelainan.

USG juga sebaiknya dilakukan secara rutin di setiap trimester kehamilan. Pada trimester pertama, USG dilakukan untuk mengetahui kondisi rahim, janin, dan kesehatan ibu untuk mengecek apakah ada potensi komplikasi kehamilan atau tidak.

Selanjutnya pada trimester kedua, orang tua diberi tahu bagaimana cara membaca hasil USG kelamin bayi karena tanda jenis kelamin sudah mulai terlihat. USG pada trimester kedua juga digunakan untuk memeriksa perkembangan struktur dan organ tubuh. Lalu di trimester ketiga, USG dilakukan untuk mempersiapkan proses persalinan.

Dokter akan memperkirakan berat bayi, volume air ketuban, dan posisi plasenta untuk menentukan apakah persalinan bisa dilakukan secara normal atau melalui operasi Caesar.

Kehamilan

Pentingnya Konsumsi Vitamin Prenatal

Tidak pernah ada kata terlalu dini untuk mulai merawat bayi Anda dan tidak ada waktu yang lebih baik untuk memulainya, bahkan sebelum bayi Anda ada di kandungan. Dan meskipun Anda makan makanan super sehat, Anda tetap membutuhkan vitamin prenatal. Kenapa vitamin prenatal penting?

Dibutuhkan banyak vitamin dan mineral untuk menumbuhkan bayi yang ada di dalam kandungan Anda. Vitamin prenatal adalah polis asuransi, menawarkan Anda keamanan karena mengetahui bahwa tubuh Anda menyimpan vitamin paling penting untuk membuat bayi yang dibutuhkan untuk hamil dan memberi makan calon bayi Anda melalui kehamilan yang sehat.

Oleh karena itu, ketika Anda hamil, tanyakan kepada dokter Anda vitamin prenatal mana yang terbaik untuk Anda. Jika Anda sudah meminumnya, bawalah botolnya agar dokter dapat memeriksa nutrisi di dalamnya. 

Bahkan waktu yang terbaik adalah mulai mengkonsumsi vitamin prenatal saat Anda mencoba hamil. Cacat lahir yang dicegah oleh asam folat terjadi dalam beberapa minggu pertama kehamilan – bahkan sebelum Anda menyadarinya. Berikut beberapa alasan pentingnya vitamin prenatal:

  • Mendukung diet Anda

Hampir tidak ada orang yang mendapatkan pola makan sempurna bergizi setiap hari, terutama pada awal kehamilan, ketika mual di pagi hari adalah penekan nafsu makan yang umum. Meskipun vitamin prenatal harian tidak dapat menggantikan pola makan prenatal yang baik, suplemen ini dapat berfungsi sebagai asuransi diet, menjamin bahwa bayi Anda tidak akan ditipu jika Anda tidak selalu mencapai tanda nutrisi yang Anda inginkan. Banyak wanita, misalnya, kekurangan vitamin D, dan konsumsi vitamin prenatal dapat membantu menaikkan kadar vitamin D Anda ke posisi yang seharusnya.

  • Kurangi mual

Vitamin B6 membantu mengurangi mual  dan penelitian telah menunjukkan bahwa wanita yang mengonsumsi multivitamin harian yang mengandung setidaknya 10 mcg B6 sebelum pembuahan dan atau selama beberapa minggu pertama kehamilan mengalami lebih sedikit mual selama trimester pertama (alias “mual di pagi hari”. ).

  • Mengurangi resiko cacat lahir

Mungkin alasan yang paling penting (dan paling dipublikasikan) untuk mengkonsumsi vitamin prenatal adalah karena asam folat (vitamin B9, atau folat ketika dalam bentuk makanan) yang dikandungnya. Studi menunjukkan bahwa mendapatkan cukup asam folat dan B12 sebelum sperma bertemu sel telur dan pada tahap awal kehamilan dapat secara dramatis mengurangi resiko cacat tabung saraf (seperti spina bifida) bersama dengan cacat jantung bawaan pada bayi Anda yang sedang berkembang.

  • Dapat mengurangi risiko autisme

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bayi dari ibu yang secara teratur mengkonsumsi vitamin prenatal sebelum dan selama kehamilan kemungkinan kecil mengalami gangguan spektrum autisme.

  • Membantu mencegah kelahiran prematur

Mengonsumsi vitamin prenatal selama kehamilan telah dikaitkan dengan penurunan risiko kelahiran prematur. Itu mungkin terutama karena vitamin B12 yang dikandungnya, karena kekurangan B12 dikaitkan dengan berat badan lahir rendah dan kelahiran prematur.

Jangan khawatir jika Anda tidak mengkonsumsi vitamin prenatal sebelum hamil. Banyak wanita yang belum pernah melakukannya, dan mereka masih memiliki bayi yang sehat. Mulailah meminumnya segera setelah Anda tahu Anda hamil. Oleh karena itu, Anda disarankan untuk segera konsumsi vitamin prenatal jika Anda merencanakan kehamilan. 

Kehamilan

Mencari Perbedaan KB Suntik 1 Bulan dengan Lainnya

Suntik KB menjadi salah satu alternatif kontrasepsi yang paling populer. Banyak wanita memilih menggunakan kontrasepsi jenis ini untuk mencegah kehamilannya. Alasannya, karena mudah diaplikasikan dan memiliki tingkat efektivitas yang cukup tinggi. Alat kontrasepsi ini ada dua jenis, pertama KB suntik 1 bulan dan 3 bulan.

Dari kedua jenis itu, yang umum digunakan adalah KB suntik 3 bulan. Menjadi menarik mengetahui kenyataan mengapa KB suntik 3 bulan lebih banyak digunakan daripada KB suntik 1 bulan. Di manakah perbedaan mendasar yang menjadikan keduanya bisa lebih populer ketimbang yang satunya? Berikut ulasannya:

  • Frekuensi Penyuntikan

Perbedaan yang paling mencolok antara dua jenis KB suntik ini jelas dari frekuensi pengaplikasiannya. Seperti namanya, KB suntik 1 bulan dilakukan dalam rentang waktu 1 bulan sekali, begitu juga dengan yang 3 bulan.

  • Kandungan di Dalamnya

Suntik KB 3 bulan adalah metode kontrasepsi hormonal yang mengandung hormon progestin, tetapi tidak mengandung estrogen. Sementara itu, KB suntik 1 bulan adalah kontrasepsi hormonal yang mengandung campuran hormon estrogen dan progestin.

  • Cara Kerja

Suntik KB 3 bulan akan bekerja dengan mencegah pengeluaran sel telur sehingga tidak akan terjadi pembuahan sel telur oleh sperma. Sedangkan KB suntik 1 bulan dengan campuran hormon yang disuntikkan ke dalam tubuh, ia akan memengaruhi kesuburan dan siklus menstruasi seseorang layaknya hormon yang secara alami sudah ada di dalam tubuh mereka.

Agar KB suntik 1 bulan dapat bekerja secara efektif mencegah kehamilan, seseorang harus rajin melakukan suntik setiap 28-30 hari sekali. Jika seseorang lupa dan baru menyuntikkan lebih dari 33 hari, maka kerja KB ini menjadi tidak efektif. Untuk penggunaan yang maksimal, khususnya dalam mengurangi perdarahan saat menstruasi, Anda juga bisa menggunakan KB suntik lain yang mengandung hormon progestin yang lebih rendah.

  • Efek Samping

Ada beberapa kemungkinan efek samping atau risiko dari kedua jenis suntik KB ini. Mungkin perbedaannya tidak terlalu terlihat. Namun, paparan di bawah ini bisa menjadi sedikit gambaran untuk Anda:

KB Suntik 1 Bulan:

  • Pendarahan vagina. Salah satu efek samping lain yang mungkin Anda alami adalah terjadinya perdarahan dari vagina. Perdarahan ini tentu bukan menstruasi. Biasanya, perdarahan dari vagina ini justru terjadi saat Anda sedang tidak menstruasi.
  • Siklus menstruasi kacau. Selain perdarahan pada vagina di luar jadwal menstruasi, siklus menstruasi Anda juga mungkin berantakan. Artinya, jika Anda sebelumnya memiliki siklus menstruasi normal, setelah menggunakan KB suntik ini, mungkin saja siklus menstruasi menjadi tidak tentu.
  • Berat badan bertambah. Anda juga mungkin mengalami kenaikan berat badan. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena kenaikan berat badan yang Anda rasakan mungkin tidak akan drastis. Oleh karena itu, imbangi dengan rutin berolahraga dan atur pola makan Anda selama menggunakan KB suntik 1 bulan ini.
  • Pusing. Jangan kaget jika Anda merasa sakit kepala saat sedang menggunakan KB suntik satu bulan. Pasalnya, rasa sakit yang Anda rasakan di area kepala itu memang salah satu efek samping yang mungkin Anda rasakan. Anda bisa meredakan rasa sakit kepala ini dengan mengonsumsi berbagai obat-obatan sakit kepala. Namun, akan lebih baik jika berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

KB Suntik 3 Bulan:

  • Perubahan pola menstruasi. Perubahan haid bulanan merupakan efek samping yang sangat umum bagi pengguna suntik KB 3 bulan, yang biasanya terjadi selama beberapa bulan pertama pemakaian. Perubahan ini bisa berupa haid yang tidak teratur dan munculnya flek. Perdarahan banyak juga merupakan salah satu efek samping suntik KB 3 bulan.
  • Kenaikan berat badan. Beberapa ibu juga mengeluh karena terjadi perubahan berat badan. Rata-rata berat badan bisa naik sebesar 1-2 kg tiap tahun, tetapi terkadang bisa juga lebih.
  • Keluhan lain. Beberapa keluhan lain yang mungkin terjadi adalah sakit kepala ringan, nyeri payudara, perubahan suasana hati, mual-mual, rambut rontok, penurunan gairah seksual, maupun munculnya jerawat.

Itulah beberapa perbedaan mendasar yang ada di antara KB suntik 1 bulan dan 3 bulan. Adapun jenis mana yang paling cocok untuk Anda, sebaiknya lakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter, bidan, atau tenaga kesehatan lain.

Kehamilan

Penyebab Janin Tidak Bergerak Aktif

Pergerakan janin yang aktif dan sering dirasakan oleh ibu saat mengandung memang merupakan salah satu tanda bahwa janin tumbuh sehat. Namun, jangan panik dulu ketika janin tidak bergerak atau berhenti bergerak tiba-tiba. Janin sendiri mulai melakukan gerakan seperti menendang perut ibunya ketika kehamilan memasuki usia 18 hingga 25 minggu.  Frekuensi dan intensitas gerakan janin dalam perut akan terus bertambah dari waktu ke waktu, di mana puncaknya terjadi pada trimester ketiga masa kehamilan. Maka dari itu, ibu hamil perlu waspada ketika janin tidak bergerak aktif seperti biasanya.

Ada berbagai macam alasan yang mengakibatkan janin tidak bergerak aktif seperti biasanya. Penurunan frekuensi dan intensitas gerakan ini bisa saja tidak berbahaya, tapi terkadang juga menjadi pertanda adanya masalah pada janin Anda.Beberapa penyebab janin tidak bergerak aktif seperti biasanya:

  • Pertumbuhan bayi melambat
  • Masalah rahim atau plasenta
  • Leher bayi terlilit tali pusar (nuchal cord)

Meski begitu, janin tidak bergerak aktif seperti biasanya juga dapat disebabkan kesalahan Anda dalam menghitung aktivitas gerakan janin sebelumnya. Sebagai contoh, Anda mungkin saja sebelumnya ikut menghitung gerakan-gerakan kecil yang dilakukan janin secara tidak sengaja ketika tidur. Sebaiknya, hitungan dilakukan saat frekuensi dan intensitas gerakan janin Anda terasa lebih aktif dalam jangka waktu tertentu.

Frekuensi dan intensitas gerakan janin dari waktu ke waktu

Frekuensi dan intensitas gerakan janin terus mengalami perubahan seiring pertumbuhan dan perkembangannya. Berikut ini panduan untuk mengetahui seberapa aktif janin melakukan gerakan di tiap trimester:

  • Trimester pertama

Pada trimester pertama kehamilan, janin Anda akan mengalami banyak perkembangan. Namun, belum ada gerakan yang bisa Anda rasakan pada trimester ini. Berada dalam bantalan pelindung rahim, ukuran janin masih terlalu kecil untuk melakukan gerakan pada trimester pertama.

  • Awal trimester kedua

Secara umum, Anda akan merasakan gerakan janin ketika masa kehamilan masuk awal trimester kedua. Gerakan janin akan pertama kali Anda rasakan antara minggu ke-16 hingga 22. Namun, gerakan kemungkinan besar baru terasa di antara minggu ke-20 dan 22 jika ini adalah kehamilan pertama Anda.

Gerakan awal janin mungkin terasa seperti gelembung-gelembung yang terbang dalam perut. Saat terasa seperti gelembung, banyak orang yang mengira hal tersebut terjadi karena banyaknya gas dalam perut.

  • Trimester kedua

Seiring berjalannya trimester kedua, frekuensi gerakan janin akan mulai bertambah dari hari ke hari. Gerakan-gerakan yang dilakukan bisa saja berupa pukulan atau tendangan. Saat menyentuh perut, Anda secara langsung dapat merasakan gerakan yang dilakukan oleh janin.

  • Trimester ketiga

Pada trimester terakhir kehamilan, Anda biasanya akan mulai menyadari pola gerakan yang dilakukan janin. Janin mungkin akan aktif pada waktu-waktu tertentu, bisa pagi, siang, maupun malam hari.Gerakan yang terjadi pada trimester ketiga lebih bertenaga dari sebelumnya. Selain itu, janin terlihat lebih antusias ketika melakukan tendangan atau pukulan. 

Anda mungkin dapat melihat tangan atau kaki bayi yang bergerak dari balik kulit perut.Ketika janin bertambah besar, ruang geraknya otomatis akan semakin kecil. Pada saat itulah, Anda mungkin merasa bahwa janin tidak bergerak aktif seperti biasanya. Dalam kondisi ini, dokter biasanya akan mulai menyarankan Anda untuk melakukan penghitungan tendangan yang dilakukan oleh janin.