Kesehatan Mental

Risiko Kesehatan dari Kebiasaan Workaholic

Apakah kamu termasuk orang yang kecanduan kerja atau workaholic? Orang yang kecanduan kerja kerap kali tidak menyadari kalau mereka “kecanduan kerja”.

Hal ini juga membuat mereka kurang awas soal potensi risiko kesehatan yang mungkin mereka alami di masa depan, akibat dari kebiasaan ini.

Hati-hati! Risiko jadi workaholic bagi kesehatan

Kebiasaan gila kerja ini bisa sangat berdampak buruk pada kesehatan kamu lho, baik kesehatan mental maupun kesehatan fisik kamu secara keseluruhan.

Berikut beberapa risiko gangguan kesehatan yang bisa muncul akibat kebiasaan gila kerja:

1. Tingginya level stres dan depresi

Sebuah penelitian menemukan kalau kecanduan pekerjaan bisa berdampak buruk pada kesehatan mental kamu lho.

Dalam penelitian ini, peserta diberikan jam kerja tambahan. Hasilnya, semakin panjang jam kerja dan semakin banyak keluhan fisik yang dialami, maka tingkat stres juga ikut meningkat.

Melakukan banyak pekerjaan setiap hari bisa sangat mengurangi kualitas hidup kamu yang bisa berujung depresi.

2.  Gangguan tidur

Orang yang gila kerja juga rentan mengalami berbagai kondisi gangguan tidur. Mulai dari sulit tidur atau insomnia, kerap terbangun, bangun terlalu awal, dan tidak mendapat cukup waktu tidur.

Hal ini dapat berdampak pada kinerja kamu di siang hari. Kamu akan sangat mengantuk, sensitif dan mudah marah, sakit kepala, dan penurunan produktivitas.

Pada akhirnya kamu akan keteteran dengan pekerjaan hari itu dan tidak dapat menyelesaikannya tepat waktu. Sehingga harus lembur, telat tidur, dan siklus “lingkaran setan” ini terus berulang.

3. Sering sakit kepala

Sakit kepala yang sering terjadi bisa dipicu oleh banyak faktor. Mulai dari kualitas tidur yang sangat buruk, terlalu lama berkutat dengan pekerjaan, hingga stres.

Stres memang bisa jadi pemicu kuat terjadinya sakit kepala hebat yang terjadi berulang. Sakit kepala ini bisa dari level rendah, hingga menengah dan berat. 

Jika kamu sudah sering migrain, kecanduan pekerjaan bisa memperburuk gejala yang kamu alami.

4. Masalah pencernaan

Seorang yang workaholic juga kerap memiliki masalah pencernaan atau gastrointestinal. Gangguan pencernaan ini bisa terjadi karena banyak faktor.

Seperti kurangnya waktu untuk memilih atau mempersiapkan makanan sehat, kebiasaan ngemil makanan manis di malam hari, hingga stres.

Kebiasaan makan yang buruk karena gila kerja bisa sebabkan sakit perut dan gangguan pencernaan lainnya seperti kram perut atau diare.

5.  Hilangnya empati 

Salah satu dampak gila kerja pada mental kamu adalah hilangnya empati. Hal ini bisa berdampak buruk pada hubungan sosial kamu dengan manusia lain.

Orang yang gila kerja terlalu fokus dengan urusan pekerjaan dan dirinya sendiri. Ini akan sangat berbahaya untuk hubungan kamu dengan orang terdekat. Mulai dari pasangan, anak, dan orang tua.

Selain hilangnya empati, kamu mungkin juga akan merasakan banyak perubahan pada mood kamu. Kamu akan lebih mudah mengalami mood swing dan bisa jadi sangat sensitif.

6. Burnout

Semua kondisi kecanduan kerja bisa membuat kamu berujung ke burnout. Burnout terjadi saat kamu merasa lelah dari segi fisik, mental, emosional, dan spiritual.

Burnout bisa menjadi pemicu berbagai kondisi mental dan fisik seperti insomnia hingga penyakit jantung. Jika kamu tengah merasakan ini, maka waktunya untuk kembali memikirkan keseimbangan antara hidup dan pekerjaan kamu.

Nah itu dia sedikit dari banyak dampak kesehatan yang bisa terjadi kalau kamu menjadi seorang workaholic. Jangan lupa perhatikan kesehatan kamu ya!