Penyakit

Mengatasi Skoliosis Selain Menggunakan Brace Skoliosis

Salah satu kondisi yang dapat dialami anak-anak usia sepuluh sampai lima belas tahun adalah skoliosis. Ihwal skoliosis sendiri merupakan kondisi yang mana bentuk tulang belakang bisa dikatakan tidak normal. Hal itu karena pasien yang mengalami skoliosis tulang belakangnya mengarah ke samping, sehingga seperti membentuk huruf C atau huruf S. Adapun kondisi yang bisa dicegah perkembangannya dengan alat brace skoliosis itu, hingga saat ini belum diketahui pasti apa penyebabnya.

Berkenaan dengan skoliosis sendiri, kondisi itu sebetulnya bisa diamati. Pasalnya, berbagai sumber menyebut ketidaknormalan tulang belakang itu dapat dilihat dari gejala yang muncul. Selain pertumbuhan tulang belakang yang seperti huruf S atau huruf C, tanda atau gejala lain dari skoliosis adalah bentuk panggul yang tingginya tidak sama, pasien mengalami sesak napas, posisi bahu tidak sama, tulang belakang berputar, dan lain sebagainya.

Penyebab skoliosis tergantung dari jenis yang diderita

Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, ketidaknormalan bentuk tulang belakang tersebut bisa dicegah perkembangannya menggunakan brace skoliosis. Alat yang satu ini, umumnya memang diperuntukan bagi pasien skoliosis yang masih dalam masa pertumbuhan tulang atau pasien anak menuju remaja. Manfaat penggunaan alat tersebut adalah mengurangi tingkat kelengkungan dari tulang belakang. 

Namun demikian, beberapa sumber mengatakan kalau brace skoliosis hanya bermanfaat untuk mencegah perkembangan ketidaknormalan tulang belakang. Dengan kata lain, alat tersebut tak bisa menyembuhkan secara sepenuhnya. Walaupun begitu, pemakaian alat tersebut terbilang penting untuk anak-anak yang mengalami skoliosis. Sebab, jika kondisi itu tidak dicegah perkembangannya sejak dini, maka bisa membahayakan. 

Hal tersebut dikemukakan karena ada sumber yang menyampaikan apabila kondisi skoliosis ini tidak dicegah atau tak mendapatkan penanganan sejak dini, maka risiko yang bisa dihadapi pasien pada waktu yang akan datang adalah terjadinya komplikasi. Adapun salah satu komplikasi yang bisa dialami pasien skoliosis adalah terjadinya masalah pada jantung. Hal itu karena kondisi tulang yang tidak normal bisa saja menekan jantung, sehingga memungkinkan membuat organ tubuh tersebut tidak maksimal dalam menjalankan fungsinya.

Oleh sebab itulah, penanganan sejak dini terhadap pasien skoliosis perlu dilakukan, yang salah satu di antaranya adalah menggunakan brace skoliosis. Namun demikian, skoliosis juga bisa diatasi dengan cara lain. Adapun penanganan yang dimaksud adalah melakukan operasi tulang belakang. Dalam cara penanganan operasi ini sendiri terdapat dua jenis. 

Pertama operasi fusi tulang belakang yang mana akan diletakkan potongan tulang di antara bagian tulang belakang. Selain potongan tulang, bisa juga dipakai potongan lain yang bahannya serupa. Operasi kedua adalah operasi pertumbuhan tulang rusuk dan tulang belakang. Sebagai informasi, biasanya operasi ini dilakukan pada pasien skoliosis anak. 

Lebih lanjut, beberapa sumber mengatakan selain menggunakan brace skoliosis, kondisi tulang belakang yang tak normal ini bisa juga diatasi dengan pemasangan gips dan melakukan terapi. Untuk terapi fisik yang dimaksud, biasanya menggunakan metode schroth.

Dari penjelasan di atas, kita bisa menarik kesimpulan kalau skoliosis merupakan kondisi yang terjadi pada tulang belakang dan harus mendapatkan penanganan sejak dini. Ihwal penanganan kondisi tersebut bisa dilakukan dengan menggunakan brace skoliosis atau cara lain yang sudah disampaikan. Namun demikian, sebelum memutuskan menggunakan metode yang mana, ada baiknya pasien skoliosis berkonsultasi lebih dulu dengan dokter terkait. 

Akhir kata, demikian keterangan yang bisa disampaikan ihwal skoliosis dan cara mengatasinya selain menggunakan brace skoliosis. Besar harapan artikel ringkas ini bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Tentu sangat bijak apabila pembaca mencari referensi lain atau tanya langsung kepada ahlinya.

Penyakit

Mengetahui Lebih Jauh Tentang Arteri Pulmonalis

Arteri pulmonalis berpasangan yang berjalan dari ventrikel kanan ke paru kanan dan kiri memberikan darah terdeoksigenasi dalam sistem sirkulasi paru. Batang paru tunggal yang terletak di belakang katup pulmonal terbagi menjadi pulmonalis arteri  kanan dan kiri yang elastis saat sehat. Ketika elastisitas ini hilang, hipertensi arteri pulmonal dapat terjadi.

Pulmonalis arteri merupakan salah satu dari dua pembuluh darah yang dibentuk sebagai cabang terminal dari trunkus pulmonalis dan membawa darah yang tidak diangin-anginkan ke paru-paru. Kedua pulmonalis arteri berbeda panjang dan anatominya. Pulmonalis arteri kanan lebih panjang dari keduanya. Ia berjalan secara transversal melintasi garis tengah di dada bagian atas dan berjalan di bawah arkus aorta untuk memasuki hilus paru kanan sebagai bagian dari akarnya. Pulmonalis arteri kiri lebih pendek dari dua cabang terminal trunkus pulmonalis. Ini menembus perikardium (kantung di sekitar jantung) dan memasuki hilus paru-paru kiri.

Arteri dan Vena Pulmonalis

Pulmonalis arteri dan vena pulmonalis paru kiri dan kanan memiliki fungsi yang berbeda tetapi sangat berhubungan. Fungsi pulmonalis arteri adalah untuk mengangkut darah terdeoksigenasi dari sisi kanan jantung ke paru-paru. Vena pulmonalis mengembalikan darah yang baru teroksigenasi ke sisi kiri jantung.

Sama seperti dalam sistem kardiovaskular, sistem arteri dan vena terhubung melalui jaringan arteriol, venula, dan kapiler yang lebih kecil. Kapiler mengelilingi alveoli paru-paru yang menyediakan area permukaan yang luas untuk pertukaran gas di sinilah difusi alveolar terjadi.

Fungsi Arteri Paru-paru

Cabang pulmonalis arteri kanan dan kiri membawa darah terdeoksigenasi ke paru-paru kanan dan kiri yang sesuai. Di sana, darah diperkaya dengan oksigen dan dipompa kembali ke jantung melalui vena pulmonalis. Darah yang kaya oksigen ini mengalir ke atrium kiri jantung dan kemudian dipompa ke ventrikel kiri. Akhirnya, itu disebarkan melalui aorta ke arteri yang membawa darah beroksigen ke seluruh tubuh kita. Biasanya tekanan darah di pulmonalis arteri adalah 18 sampai 25 mmHg (tekanan sistolik saat istirahat). Tekanan paru rata-rata berkisar antara 12 hingga 16 mm Hg.

Tekanan Arteri Paru

Tekanan pulmonalis arteri normal jauh lebih rendah daripada tekanan darah sistemik. Tekanan sistemik harus memompa darah ke seluruh tubuh dan nilai normalnya kira-kira 120/80 mm Hg.

Dalam sirkulasi pulmonal, tekanan arteri normal adalah sekitar 25/10 mm Hg. Tekanan tinggi tidak diperlukan karena paru-paru terletak sangat dekat dengan jantung. Selain itu, alveolus sangat halus dan dapat rusak jika tekanannya terlalu tinggi.

Tekanan arteri pulmonalis naik sangat sedikit karena saturasi oksigen kita turun saat tidur. Tekanan yang lebih tinggi ini biasanya tetap dalam kisaran normal. Pada sebagian kecil orang dengan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), kadar oksigen yang lebih rendah tidak memerintahkan otak untuk melebarkan arteri. Hal ini menyebabkan hipoksia (kadar oksigen jaringan rendah). Seiring waktu, dinding pulmonalis arteri berubah dan bahkan lebih kecil kemungkinannya untuk merespons sinyal oksigen rendah. Pulmonalis arteri yang terus menyempit menghentikan pengosongan sisi kanan jantung. Ini adalah fase awal dari gagal jantung sisi kanan.

Gangguan pernapasan saat tidur juga tampaknya memiliki hubungan yang tidak normal dengan tekanan pulmonalis arteri, meskipun kemungkinan besar orang-orang ini sudah menderita hipertensi pulmonal. Penyakit ini akan dibahas pada bagian berikut.

Penyakit Arteri Paru

Penyakit arteri paru adalah subkategori penyakit pembuluh darah paru (PVD). PVD mempengaruhi vena dan arteri yang menghubungkan paru-paru dan jantung. Gejala utama PVD adalah sesak napas karena suplai oksigen yang tidak efisien.

Ketika sirkulasi pulmonal harus terus-menerus menangani tekanan yang lebih tinggi dari normal, diagnosis hipertensi pulmonal mungkin terjadi. Diagnosis ini diberikan ketika rata-rata (rata-rata) tekanan arteri pulmonal adalah 25 mmHg atau lebih tinggi.

Ada tiga penyebab utama hipertensi pulmonal:

  • Hipertensi arteri paru
  • Hipertensi vena pulmonal
  • Emboli paru

Emboli adalah gumpalan darah, gelembung udara, potongan plak arteri, atau tetesan lemak yang menyebabkan penyumbatan pada sistem peredaran darah. Setelah ini terperangkap dalam pembuluh darah yang lebih kecil, jaringan apapun setelah titik itu dapat menjadi kekurangan oksigen dan mati. Ketika ini terjadi di paru-paru dan tidak ada perawatan segera yang diberikan, hasilnya bisa menjadi bencana besar.

Hipertensi vena pulmonal adalah akibat dari gagal jantung kongestif atau masalah dengan katup mitral yang terletak di antara atrium kiri dan ventrikel kiri. Dalam kasus terakhir, darah mengalir kembali dari ventrikel ke atrium mekanisme yang dikenal sebagai regurgitasi. Ini menghentikan vena pulmonalis dari mengosongkan darah ke jantung dan dengan demikian meningkatkan tekanan vena pulmonalis.

Hipertensi arteri pulmonal (PAH) disebabkan oleh obat-obatan, racun, mutasi genetik, penyakit jaringan ikat, infeksi, penyakit hati, kelainan darah, kerusakan pembuluh darah paru-paru, dan berbagai jenis penyakit jantung.

Hipertensi pulmonal bisa memakan waktu bertahun-tahun untuk berkembang. Gejala semakin memburuk dan termasuk:

  • Sesak napas
  • Warna kebiruan pada bibir dan kulit
  • Batuk berdarah
  • Kelelahan dan pusing
  • Nyeri dada
  • Pergelangan kaki, kaki, dan perut bengkak
  • Detak jantung cepat atau palpitasi

Faktor risiko hipertensi pulmonal adalah:

  • Usia
  • Riwayat keluarga PAH
  • Kegemukan
  • Masalah pembekuan darah
  • Kelainan genetik
  • Pengobatan
  • Merokok
  • Paparan asbes
  • Hidup di dataran tinggi

Ketika tekanan arteri pulmonalis tinggi, efeknya menyebar ke jantung. Kor pulmonale menggambarkan ventrikel kanan yang besar; bagian jantung ini harus bekerja sangat keras untuk memaksa darah melewati pulmonalis arteri yang kaku dan rusak. Berkurangnya aliran darah di paru-paru juga berarti darah dapat mengembangkan gumpalan kecil. Ini dapat memblokir pembuluh yang lebih kecil dari kedua paru-paru emboli paru.

Penyakit

Apa Itu Pikun? Ini Penyebab dan Tanda-tanda Gejalanya

Kebanyakan orang mengenal pikun sebagai kondisi yang menyerang orang tua atau lansia. Biasanya, kondisi ini akan membuat para lansia kehilangan kemampuan untuk mengingat dengan baik, hingga mengalami perubahan perilaku. 

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan kondisi ini. Tapi, perlu diingat bahwa penurunan kemampuan berpikir yang terjadi seiring bertambahnya usia adalah hal yang wajar, sehingga tidak perlu terlalu dikhawatirkan. 

Mengapa lansia bisa menjadi pikun?

Kemampuan untuk mengingat berkaitan dengan fungsi kognitif otak yang juga membentuk kemampuan untuk berpikir, mengambil keputusan, melakukan penilaian, dan lain sebagainya. 

Seiring bertambahnya usia, akan terjadi penurunan kualitas kesehatan secara keseluruhan, termasuk pada otak. Penelitian telah melihat bahwa pada lansia, terdapat penumpukan protein jenis tertentu yang berkaitan dengan penurunan kemampuan untuk mengingat. 

Semakin tua, akumulasi protein ini akan semakin meningkat. Itulah mengapa penurunan kemampuan berpikir dan mengingat juga berkembang secara perlahan seiring bertambahnya usia, semakin lama semakin parah. 

Inilah yang membuat para lansia menjadi lebih mudah pikun. Apabila kondisi perubahan perilaku dipengaruhi oleh faktor usia, maka tidak perlu dikhawatirkan. Ini adalah kondisi yang wajar dan tidak akan mengganggu kegiatan Anda sehari-hari. Anda tidak perlu sampai menjalani perawatan medis khusus untuk mengatasi kondisi ini.

Gangguan kognitif yang disebabkan oleh demensia

Dalam beberapa kasus, penurunan kemampuan kognitif juga bisa disebabkan oleh demensia. Demensia sendiri merupakan kelompok gejala yang akan menyebabkan penurunan kemampuan berpikir, mengingat, dan melakukan hal-hal lain yang berhubungan dengan kognitif. 

Demensia umumnya berkembang pada lansia. Salah satu gejalanya adalah kehilangan ingatan serta perubahan perilaku yang cukup parah, serta membuat penderitanya menjadi pikun. Dalam kasus yang sangat parah, demensia juga bisa membuat penderitanya tidak tahu cara untuk makan dan berganti pakaian. 

Apabila kondisi kehilangan ingatan yang diderita disebabkan oleh demensia, maka akan mengganggu aktivitas sehari-hari. Penderitanya dianjurkan untuk melakukukan pemeriksaan ke dokter dan menjalani pengobatan melalui obat-obatan serta terapi. 

Mewaspadai tanda-tanda gejala sejak muda

Sebaiknya, ingatlah bahwa kehilangan kemampuan mengingat bisa terjadi pada siapa saja, apalagi memasuki usia tua. Sejak muda, ada baiknya Anda sudah menyadari hal ini dan mengenali tanda-tandanya.

Biasanya, gejala awal dari kondisi ini bisa dirasakan saat sudah memasuki usia di atas 60-65 tahun, dan akan berkembang semakin parah seiring bertambahnya usia. Berikut gejala yang perlu diwaspadai: 

  • Mudah lupa, menanyakan atau membicarakan hal yang sama berulang kali
  • Memerlukan waktu lama untuk menyelesaikan pekerjaan tertentu yang sebenarna sudah sering dikerjakan
  • Lupa pada kata-kata tertentu ketika berbicara
  • Mudah tersesat ketika berjalan atau berkendara di lokasi yang familier
  • Mengalami perubahan sikap, perilaku, dan suasana hati tanpa sebab yang jelas
  • Melupakan kejadian atau aktivitas yang dilakukan belum lama ini

Mungkin saja, tanda-tanda di atas tidak bisa langsung dikenali oleh penderita pikun seorang diri. Terkadang, tanda ini akan lebih dulu disadari oleh teman atau keluarga terdekat yang sering melakukan interaksi dengan penderita. 

Jika kondisi ini terjadi pada orang tua atau anggota keluarga lain, sebaiknya Anda memberikan dukungan dan rasa pengertian. Karena, kondisi sering lupa ini bukanlah kondisi yang bisa dihindari, namun sering terjadi seiring bertambahnya usia. 

Tidak perlu khawatir ketika Anda atau orang terdekat menjadi pikun. Selama bukan disebabkan oleh kondisi medis, ini tidak akan berbahaya.

Penyakit

Penyebab Diare dan Demam Pada Anak

Diare dan demam merupakan suatu penyakit yang kerap kali menimpa siapapun, tidak terkecuali anak-anak. Diare atau demam bisa terjadi dalam periode waktu yang berbeda dan juga bisa terjadi dalam waktu yang bersamaan. Dan jika terjadi bersamaan, itu merupakan tanda jika ada masalah kesehatan pada anak

Penyebab Diare dan Demam

Diare dan demam merupakan suatu gejala penyakit salah satunya adalah flu perut. Flu perut atau gastroenteritis merupakan infeksi pada usus yang biasa menyerang anak-anak. Ini merupakan penyakit menular yang bisa menyebar melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi atau melalui makanan dan air yang terkontaminasi.

Gastroenteritis bisa disebabkan oleh infeksi virus, bakteri atau parasit yang membuat peradangan pada perut dan usus. Namun ada sejumlah virus yang bisa menyebabkan munculnya flu perut seperti berikut ini.

Diare akut dapat berbahaya jika tak benar ditangani
  • Norovirus

Virus ini bisa menyerang usia berapapun dan menyebar melalui makanan, air atau permukaan yang terkontaminasi. Orang yang terinfeksi juga bisa menyebarkan virus tersebut. Gejala flu perut karena infeksi norovirus seperti:

  • Mual
  • Diare dan demam
  • Pegal-pegal

Menurut CDC, flu perut karena virus jenis ini tidak memerlukan pengobatan khusus dan dapat membaik satu hingga dua hari sejak gejala muncul.

  • Rotavirus

Virus jenis ini cukup sering menyerang bayi dan anak-anak dan dapat menyebar ke anak-anak lainnya bahkan ke orang dewasa. Gejala rotavirus akan muncul setelah dua hari anak terinfeksi yang meliputi:

  • Muntah
  • Diare berair selama tiga hingga delapan hari
  • Tidak nafsu makan

Guna mencegah bayi terinfeksi, maka Anda bisa memberikan vaksin rotavirus pada bayi dan anak-anak.

  • Adenovirus

Sama seperti norovirus, adenovirus juga bisa menginfeksi segala usia dan bisa menyebabkan gastroenteritis. Adenovirus bisa menyebar melalui droplet dan benda yang terkontaminasi.

Gejala virus ini seperti:

  • Sakit tenggorokan
  • Mata merah
  • Demam
  • Batuk
  • Pilek

Anak-anak yang menderita gastroenteritis karena infeksi adenovirus dapat sembuh dalam beberapa hari.

  • Astrovirus

Astrovirus juga salah satu virus yang bisa menyebabkan flu perut dan ditularkan melalui kontak dan makanan yang terinfeksi. Gejala penyakit ini seperti:

  • Diare
  • Sakit kepala
  • Dehidrasi ringan
  • Sakit perut

Dari awal terpapar, gejala dapat muncul dua hingga tiga hari. Dan penderita akan sembuh dalam waktu tiga hari.

Gejala Flu Perut

Umumnya gejala flu perut bisa muncul satu sampai dua hari setelah terinfeksi.

  • Diare dan demam
  • Mual dan muntah
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot dan sendi
  • Kram perut
  • Tidak nafsu makan

Gejala-gejala tersebut bisa berlangsung dari 1 hingga 10 hari. Anda juga harus langsung menemui dokter jika anak Anda memiliki gejala seperti:

  • Diare lebih dari tiga hari
  • Muncul darah di tinja
  • Adanya tanda-tanda dehidrasi, seperti bibir kering, mata cekung dan saat menangis tidak mengeluarkan air mata.

Salah satu cara untuk mengobati flu perut pada anak adalah dengan memastikannya minum dengan cukup. Anda juga bisa memberikan elektrolit pada anak Anda. Dan jangan pernah memberikan antibiotik dan aspirin tanpa resep dokter.

Cara Mencegah Flu Perut

Semua virus yang menyebabkan flu perut bisa menyebar dengan mudah. Namun ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan sebagai pencegahan agar anak Anda tidak terinfeksi flu perut, yaitu:

  • Ajak anak Anda untuk mencuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah dari kamar mandi.
  • Jangan berbagi peralatan makan jika ada anggota keluarga Anda yang sakit.
  • Jangan biarkan anak Anda makan makanan mentah atau setengah matang.
  • Pastikan Anda sudah mencuci buah dan sayur yang akan anak Anda makan dengan benar.

Diare dan demam pada anak-anak pada dasarnya umum terjadi, namun jika disertai gejala lain dan tidak kunjung sembuh hingga beberapa hari segera periksakan anak Anda ke dokter.

Penyakit

Bedakan Flu dan Bronkitis Menular, serta Ketahui Cara Pencegahannya

Bronkitis merupakan suatu penyakit yang mengganggu sistem pernapasan. Penderitanya akan mengalami kesulitan bernapas dan batuk. Waspadai bronkitis menular dan ketahui bagaimana cara menanganinya.

Bronkitis adalah peradangan yang terjadi pada saluran pernapasan, tepatnya pada bronkus. Bronkus ini bertugas untuk menyalurkan udara yang masuk dari dan menuju ke paru-paru. Seseorang yang menderita bronkitis biasanya mempunyai gejala umum, yakni batuk yang berlangsung lama dan napas terasa pendek bila dibandingkan dengan sebelumnya.

Perlu Anda ketahui, bahwa gangguan pernapasan yang satu ini bisa menular. Namun, tidak semua jenis bronkitis menular. Ketahui perbedaannya.

Bronkitis menular

Bronkitis terbagi menjadi dua jenis, yakni bronkitis akut dan bronkitis kronis. Pada bronkitis kronis tidak akan terjadi penularan. Sebab, kebanyakan orang dengan bronkitis kronis terjadi karena faktor perokok, baik perokok aktif, maupun pasif, polusi, debu, dan polutan lainnya, tidak ada agen infeksi pada penyebab bronkitis kronis. 

Akan tetapi, seseorang yang menderita bronkitis kronis akan mengalami gejala yang berlangsung lama, setidaknya 3 bulan atau terus berlanjut hingga 2 tahun.

Sedangkan, pada bronkitis akut biasanya terjadi karena terpapar oleh virus, dan virus yang menyerang ini sama jenisnya dengan virus penyebab pilek dan flu (influenza). Bronkitis akut ini bisa terjadi selama 1-3 minggu.

Karena virus yang menyerang bronkitis akut sama jenisnya dengan virus pilek dan flu, maka bronkitis akut pun bisa menjadi bronkitis menular, seperti halnya pilek dan flu yang bisa menularkan. Lalu apa yang membedakan bronkitis menular dengan flu biasa?

Perbedaan bronkitis menular dengan flu

Bronkitis akut memiliki beberapa gejala, seperti batuk, badan meriang, sesak napas, dan mengi. Melihat dari gejala yang terjadi akan serupa dengan gejala pada saat Anda terserang flu. Maka dari itu, sulit mengetahui apakah Anda terkena bronkitis menular atau hanya sekadar flu. 

Oleh karena itu, bila gejala tak kunjung sembuh Anda disarankan untuk melakukan pertemuan dengan dokter. Nantinya dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan dan melakukan tes fisik untuk mengetahui apakah Anda mengalami bronkitis menular atau tidak. 

Biasanya dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan, seperti riwayat kesehatan, rontgen dada, tes dahak, tes fungsi paru, atau juga tes darah.

Bagaimana bisa tertular?

Sama halnya dengan flu, virus bronkitis pun dapat menular melalui udara atau suatu benda yang terkena liur setelah batuk atau bersin penderita sebelumnya. 

Lalu, pada hari pertama virus tersebut masuk ke dalam tubuh, biasanya Anda akan mulai mengalami demam sebagai alarm pertahanan tubuh. Setelah demam dan pilek terjadi, disusul dengan batuk yang tak kunjung mereda. Jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter bila batuk tak kunjung mereda. 

Cara mencegah bronkitis menular

Bronkitis menular tidak bisa disepelekan, sehingga Anda harus melakukan proteksi diri agar tidak tertular. Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda lakukan agar tidak terkena bronkitis menular. 

1. Menggunakan masker

Seperti yang sudah disebutkan, bahwa virus bronkitis bisa terdapat di udara dan benda-benda sekitar. Maka dari itu, Anda perlu menggunakan masker untuk menyaring udara yang akan masuk melalui hidung.

Selain itu, dengan menggunakan masker, Anda juga meminimalisir penyebab bronkitis kronis, yakni dari asap rokok, polusi, debu, dan lainnya.

Bagi penderita bronkitis menular atau tidak pun tetap perlu menggunakan masker agar tidak menyebarkan virus di tempat umum, dan juga agar Anda terhindar dari faktor lain yang menyebabkan pemulihan semakin lama.

2. Mencuci tangan 

Lakukanlah kebiasaan mencuci tangan agar terhindar dari berbagai macam virus dan bakteri penyebab penyakit. Sebisa mungkin hindari memegang area mulut, hidung, dan mata pada saat tangan Anda kotor karena virus bronkitis menular bisa masuk melalui area tersebut.

3. Menjaga jarak dengan penderita

Bila Anda sedang berada di ruang publik dan di sekitar terdapat orang dengan gejala flu, maka disarankan Anda untuk menjaga jarak agar tidak terlalu dekat dengannya. Hal ini dimaksudkan agar virus bronkitis menular ataupun flu tidak terpapar kepada Anda.

4. Menerapkan pola hidup sehat

Ketika virus masuk ke dalam tubuh, maka sistem imun akan bekerja melawan virus tersebut. Maka, pada saat imun sedang rendah, Anda lebih mudah untuk terpapar penyakit.

Oleh karena itu, terapkanlah gaya hidup sehat, mulai dari menjaga makanan, rajin berolahraga, waktu tidur yang cukup, dan lainnya.

5. Lakukan vaksin 

Pencegahan bronkitis menular juga bisa dilakukan dengan suntik vaksin flu. Setelah vaksin, maka tubuh Anda akan mengenali virus pembawa bronkitis menular tersebut sehingga sistem imun dapat langsung melakukan tugasnya. 

Biasanya, vaksin inni diberikan satu kali dalam setahun. Namun, pastikan Anda sudah melakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Itu dia pembahasan mengenai bronkitis menular dan bagaimana cara pencegahan sederhana yang bisa Anda lakukan sehari-hari.

Penyakit

Pilihan Makanan Untuk Penderita Diabetes

Memilih makanan untuk penderita diabetes bukan suatu hal yang sulit. Sederhananya, tujuan utama Anda adalah untuk mengatur level gula darah dalam tubuh. Sangat penting pula untuk hanya mengonsumsi makanan yang dapat membantu mencegah komplikasi diabetes, seperti penyakit jantung. Diet yang Anda miliki memiliki peran besar dalam mencegah dan mengatasi diabetes. Adapun beberapa makanan untuk penderita diabetes di antaranya adalah sebagai berikut.

Jenis minuman protein yang menyehatkan

Ikan berlemak

Makanan untuk penderita diabetes yang pertama adalah ikan berlemak. Ikan salmon, ikan sarden, ikan herring, ikan mackerel, dan ikan teri mengandung asam lemak omega-3 DHA dan EPA yang baik. Asam lemak tersebut memiliki manfaat penting dalam kesehatan jantung. Mendapatkan cukup asupan lemak tersebut secara teratur khususnya sangat penting bagi orang-orang yang menderita diabetes, yang mana memiliki peningkatan risiko penyakit jantung dan stroke. 

DHA dan EPA akan melindungi sel-sel yang melapisi pembuluh darah, mengurangi penanda peradangan, dan membantu meningkatkan bagaimana arteri Anda berfungsi. Penelitian mengindikasikan bahwa orang-orang yang mengonsumsi ikan berlemak secara teratur memiliki risiko lebih rendah dalam menderita sindrom koroner akut, seperti serangan jantung, dan kurang berisiko meninggal akibat penyakit jantung. Studi menunjukkan bahwa konsumsi ikan berlemak juga dapat membantu mengatur gula darah. Sebuah studi yang melibatkan penderita obesitas menemukan bahwa peserta yang mengonsumsi ikan berlemak memiliki peningkatan signifikan dalam level gula darah pasca-makanan dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi ikan tanpa lemak. Ikan merupakan sumber protein dengan kualitas yang sangat tinggi. Konsumsi ikan dapat  membantu Anda merasa lebih kenyang dan membantu menstabilkan level gula darah. 

Sayuran hijau

Sayuran berdaun hijau sangat bernutrisi dan rendah kandungan kalori. Sayuran juga rendah karbohidrat yang dapat dicerna, atau karbohidrat yang dapat diserap oleh tubuh. Hal ini membuat sayuran tidak akan memengaruhi level gula darah secara signifikan. Bayam, kale, dan sayuran daun hijau lainnya merupakan sumber banyak vitamin dan mineral, salah satunya adalah vitamin C. Beberapa bukti menyatakan bahwa orang-orang yang menderita diabetes memiliki level vitamin C yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki penyakit ini. Hal ini membuat penderita diabetes membutuhkan asupan vitamin C yang lebih banyak. Vitamin C bertindak sebagai antioksidan kuat dan bersifat sebagai anti-peradangan. Mengonsumsi vitamin C dapat membantu penderita diabetes memenuhi level vitamin C serum dan juga mengurangi peradangan dan kerusakan sel. 

Alpukat

Makanan untuk penderita diabetes berikutnya adalah alpukat. Alpukat hanya memiliki kurang dari 1 gram gula, sedikit karbohidrat, tinggi kandungan serat, dan memiliki lemak yang sehat. Sehingga Anda tidak perlu khawatir alpukat akan meningkatkan level gula darah Anda. Konsumsi alpukat juga dihubungkan dengan meningkatnya kualitas diet keseluruhan dan menurunkan berat badan dan indeks masa tubuh (BMI) secara signifikan. Hal ini membuat alpukat camilan yang ideal bagi orang-orang yang menderita diabetes, terutama mengingat obesitas dapat meningkatkan kemungkinan menderita diabetes. Alpukat juga dapat memiliki sifat yang spesifik dalam pencegahan diabetes. 

Selain mengonsumsi makanan untuk penderita diabetes di atas, Anda juga perlu tahu makanan jenis apa saja yang perlu dihindari. Pada intinya, Anda harus menghindari makanan yang tinggi kandungan karbohidrat maupun gula. Gandum olahan, minuman berpemanis tambahan, makanan gorengan, alkohol, permen, daging olahan, dan jus buah yang tinggi kandungan gula harus dihindari. Konsumsi makanan yang tepat dapat mengatur diabetes yang diderita.

Penyakit

Berbagai Perawatan untuk Mengatasi Depresi Berat

Depresi berat atau juga disebut dengan Major Depressive Disorder (MDD) adalah penyakit medis yang memengaruhi kesehatan mental dan fisikmu.

Orang dengan MDD akan mengalami perubahan dan gangguan pada suasana hati, cara berpikir, dan juga cara bersikap.

Untuk bisa sembuh dari kondisi ini, seseorang harus menjalani berbagai jenis perawatan, mulai dari pengobatan hingga terapi. Apa saja sih jenis perawatan yang digunakan? Ini ulasannya!

Diagnosis depresi berat

Sebelum melakukan perawatan, dokter biasanya akan melakukan diagnosa terlebih dahulu. Beberapa hal yang diperhatikan adalah gejala, perasaan, dan pola tingkah laku.

Kamu akan ditanya beberapa pertanyaan yang terkait untuk mengetahui seberapa parah MDD yang kamu alami. Selain itu dokter juga mungkin akan melakukan tes fisik dan juga tes laboratorium.

Kamu akan didiagnosis mengalami depresi berat jika mengalami beberapa kriteria di bawah ini:

  • Mengalami gejala depresi lebih dari 2 minggu
  • Kamu merasakan perubahan dari diri kamu sebelumnya
  • Mengalami gejala yang salah satunya adalah kehilangan minat dan kesenangan atau suasana hati yang tertekan

Pilihan perawatan depresi berat

Pilihan perawatan biasanya didasarkan pada tingkat keparahan depresi dan gejala yang muncul.

Perawatan yang diberikan bisa beragam, mulai dari aktivasi perilaku, terapi perilaku kognitif dan psikoterapi interpersonal, hingga penggunaan obat-obatan.

Berikut beberapa jenis perawatan yang biasanya diberikan pada pasien dengan masalah depresi:

1. Penggunaan obat antidepresan

Reaksi kimia di dalam otak bisa menjadi salah satu pemicu depresi pada seseorang. Nah penggunaan obat antidepresan bisa digunakan untuk memperbaiki reaksi kimia tersebut.

Obat antidepresan ini bukan obat penenang, dan tidak membentuk kebiasaan. Antidepresan umumnya tidak akan memberikan efek stimulasi pada orang yang tidak mengalami depresi.

Efek dari obat ini biasanya akan dirasakan antara 1 hingga 2 minggu setelah pemakaian. Akan terasa efek maksimalnya setelah 2 hingga 3 bulan.

Jika selama 2 minggu tidak ditemui adanya perbaikan gejala, dokter atau psikiater mungkin akan melakukan perubahan dosis atau perubahan jenis obat.

2. Psikoterapi

Psikoterapi juga populer dengan istilah terapi psikologis atau terapi bicara. Terapi ini mengharuskan kamu menjalani beberapa sesi pertemuan secara teratur dengan terapis.

Psikoterapi biasanya dilakukan bersamaan dengan penggunaan obat. Terapi ini berfokus pada bagaimana cara memecahkan masalah di masa sekarang.

Cognitive behavioral therapy (CBT) sudah terbukti efektif untuk mengatasi depresi. Terapi ini membantu kamu mengenali perilaku negatif atau menyimpang dengan tujuan mengubah pemikiran atau perilaku kamu untuk merespons hal tersebut dengan cara yang lebih positif.

Durasi dan lamanya terapi akan sangat bervariasi tergantung dengan kondisi dan gejala yang kamu alami. Biasanya terapi dilakukan antara 10 hingga 15 sesi.

3. Electroconvulsive Therapy (ECT)

Terapi Electroconvulsive Therapy (ECT) ini umum dilakukan untuk merawat seseorang dengan masalah depresi berat. 

Cara kerja ECT dalam meredakan depresi adalah dengan mengalirkan arus listrik ke otak untuk mempengaruhi  fungsi dan efek neurotransmitter di otak. Selama terapi biasanya pasien akan dibius.

Terapi ini akan diberikan pada seseorang yang sudah menjalani pengobatan namun belum juga membaik, atau orang yang tidak boleh mengonsumsi antidepresan karena alasan kesehatan.

ECT biasanya dilakukan sebanyak 2 sampai 3 kali dalam seminggu, dengan total 12 kali perawatan. Ini adalah opsi terakhir yang diketahui efektif untuk membantu masalah depresi, sejak tahun 1940-an.

Itu dia 3 pilihan perawatan depresi berat yang biasanya diberikan. Segera cari bantuan medis apabila kamu mengalami gejala depresi, ya!

Penyakit

Mengobati Diabetes Tipe 2 dengan Forbetes 500, Apa yang Perlu Diperhatikan?

Diabetes mellitus adalah penyakit yang dikenal dengan dua tipe, tipe 1 dan tipe 2. Meski sama-sama penyakit yang bermasalah dengan insulin, keduanya cukup berbeda dari segi penyebab, kondisi, dan perawatan. Jika diabetes tipe 1 umumnya mendapat obat seperti Pramlintide, maka diabetes tipe 2 kerap diatasi dengan Forbetes 500.

Perbedaan mendasar lainnya adalah dari segi penyebab. Diabetes tipe 1 merupakan penyakit autoimun karena kerusakan pankreas akibat serangan antibodi. Akibatnya, pankreas tidak sanggup memproduksi insulin. Sementara itu, diabetes tipe 2 merupakan penyakit metabolisme. Yang artinya disebabkan oleh gaya hidup yang buruk. Akibatnya, meski pankreas dapat memproduksi insulin, sel-sel dalam tubuh tidak bisa menggunakannya dengan optimal. Ini menyebabkan terjadinya penumpukan gula dalam darah, yang akhirnya disebut sebagai penyakit gula darah.

Diabetes 1 bisa jadi disebabkan oleh riwayat keluarga atau memang lahir dalam kondisi genetik tersebut. Sementara itu, pola makan yang buruk, kebiasaan merokok, jarang beraktivitas, hingga konsumsi gula berlebih menjadi akar permasalahan diabetes tipe 2. Karenanya, diabetes tipe 2 bukanlah penyakit yang datang tiba-tiba.

Diabetes tipe 2 sendiri jadi penyakit yang cukup umum diderita banyak orang, mulai dari dewasa hingga kini anak-anak yang punya masalah kegemukan. Lantas, apa yang perlu diperhatikan dari pengobatan diabetes tipe 2, terutama yang menggunakan Forbetes 500?

Mengenali Forbetes 500

Forbetes 500 adalah obat dalam bentuk tablet yang digunakan untuk menurunkan kadar gula hanya pada pasien diabetes tipe 2. Yang artinya, penderita diabetes tipe 1 tidak diperbolehkan untuk mengonsumsi obat ini. Forbetes 500 diberikan pada pasien yang sudah melakukan perubahan gaya hidup dan diet ketat namun masih tidak menemui perubahan sebagai tambahan terapi pengobatan. Obat ini sendiri tergolong dalam obat keras, sehingga harus dikonsumsi hanya melalui resep dokter.

Forbetes 500 mengandung metformin yang mampu menurunkan produksi gula (glukoneogenesis) pada hati, mengurangi penyerapannya oleh usus, serta meningkatkan sensitivitas sel atas insulin agar penyerapan dan pemanfaatan glukosa perifer bisa lebih optimal.

Pada awal pengobatan, umumnya dokter akan menganjurkan konsumsi Forbetes 500 sebanyak 2-3 kali dalam sehari atau 850 mg sebanyak 1-2 kali dalam sehari. Namun, dosis ini dapat ditingkatkan sesuai anjuran dokter secara bertahap dengan interval waktu minimal 1 minggu. Mengingat kini anak-anak pun ada yang menderita diabetes tipe 2, maka untuk anak-anak dengan usia 10 tahun ke atas dapat diberikan Forbetes 500 sebanyak 500-850 mg/hari.

Efek Samping Konsumsi Forbetes 500

Ada beberapa efek samping dari konsumsi Forbetes 500 yang harus diperhatikan oleh penderita diabetes tipe 2, antara lain:

  • Rasa logam yang kurang enak pada mulut

Ini merupakan efek samping yang dapat diatas dengan mengunyah permen karet bebas gula

  • Muntah atau diare

Untuk mengatasi dehidrasi yang umum terjadi pada penderita muntah dan diare, cobalah untuk meningkatkan frekuensi minum air namun dalam jumlah yang sedikit. Tapi, kalau gejala dehidrasi berlanjut sampai urine jadi berwarna kegelapan dan memiliki bau yang kuat, konsultasikan segera dengan dokter.

  • Sakit perut

Ini efek samping yang sebenarnya cukup wajar terjadi, untuk itu Anda perlu mencoba untuk beristirahat dan konsumsi makanan dengan kuantitas yang sedikit namun lebih sering. Rasa nyeri di perut ini juga bisa diredakan dengan menempelkan bantal yang hangat atau botol berisi air hangat yang tertutup di area perut. Jika efek samping terus berlanjut, segera hubungi dokter.

Forbetes 500 dapat dikonsumsi bersama makanan untuk mengurangi risiko nyeri sebagai efek samping. Ini juga bisa membantu Anda meningkatkan dosis dengan interval satu minggu. Nah, agar bisa memahami konsumsi Forbetes 500 secara lebih mendalam, konsultasikan pada pakarnya melalui aplikasi SehatQ, ya. Unduh sekarang di Google Play atau App Store.

Penyakit

Tips Mengatasi BAB Berdarah saat Hamil

Penyebab BAB berdarah saat hamil yang paling umum adalah wasir atau hemoroid. Wasir terjadi ketika pembuluh darah di bagian anus melebar dan tampak membengkak, sehingga menyerupai benjolan di anus. Biasanya hal ini terjadi pada trimester akhir kehamilan dan beberapa minggu setelah persalinan. 

Ambeien saat hamil merupakan masalah kehamilan yang sering terjadi

Munculnya darah saat BAB ini terjadi ketika tinja yang keras mengenai pembuluh darah di bagian anus yang bengkak, sehingga menyebabkan pembuluh darah tersebut robek atau pecah. BAB berdarah saat hamil cenderung mudah diobati bahkan dapat mereda dengan sendirinya.

Selain wasir, penyebab lain BAB berdarah saat hamil adalah fisura ani. Kondisi ini terjadi ketika dinding anus mengalami robekan. Fisura ani dapat menimbulkan keluhan nyeri pada anus. Hampir serupa dengan wasir, kondisi ini biasanya dipicu oleh tinja yang keras akibat konstipasi, yaitu kondisi yang cukup sering dialami oleh ibu hamil. 

Sebelum mengatasi BAB berdarah, ada baiknya kamu memastikan asal jalur keluarnya darah. Bila perdarahan berasal dari vagina, tentunya ini lebih berbahaya. Sebaiknya segeralah pergi ke dokter kandungan untuk mendapat tindak lanjut. Jika berasal dari proses pembuangan feses, ibu hamil dapat bernapas sedikit lega, karena hal ini disebabkan oleh kondisi yang cenderung tidak berbahaya.

Untuk mencegah dan mengatasi BAB berdarah saat hamil, ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh ibu hamil, antara lain:

  • Perbanyak konsumsi serat

Ibu hamil bisa mencoba memperbanyak konsumsi serat. Misalnya saja dari buah, sayuran, dan oatmeal. Konsumsi serat akan membantu memperlancar pencernaan serta melunakkan BAB. Tentunya, cara ini dapat mencegah terjadinya sembelit. Selain mendapatkan manfaat serat, rutin konsumsi buah dan sayur juga membuat ibu hamil mendapatkan berbagai manfaat kesehatan dari vitamin dan mineralnya.

  • Pastikan cukup mengonsumsi air putih

Cukupi kebutuhan cairan tubuh dengan mengonsumsi setidaknya 8–10 gelas setiap harinya. Seringkali, ibu hamil takut untuk minum mengingat salah satu keluhan lain yang sering muncul saat kehamilan adalah sering buang air kecil. Padahal, cukup cairan diperlukan sehingga feses yang dikeluarkan tidak keras.

  • Mengonsumsi makanan mengandung probiotik

Selain serat, konsumsi makanan mengandung probiotik pun sehat bagi saluran pencernaan. Probiotik bermanfaat bagi bakteri baik yang hidup dalam saluran pencernaan manusia. Agar terhindar dari BAB berdarah saat hamil, kamu bisa banyak mengonsumsi makanan yang melalui proses fermentasi, seperti yoghurt, acar, kimchi, hingga miso.

  • Jangan menunda bab

Jangan menunda ketika merasakan dorongan untuk BAB dan hindari mengejan terlalu kuat saat BAB. Jika memungkinkan, usahakan untuk BAB secara rutin sehingga kamu tidak menunda untuk mengeluarkannya. Waktu setelah makan (misalnya makan pagi) ini cukup ideal. Hal ini mengingat umumnya usus bekerja lebih setelah makan. Tentunya, ini turut mendorong munculnya rasa mulas.

  • Menggosok anus dengan kasar

Kebiasaan menggosok, untuk membersihkan, anus terlalu keras atau kasar dapat menyebabkan permukaan anus terluka dan berdarah. Oleh karena itu, ibu hamil disarankan membasuh anus dengan air setelah BAB dibandingkan menggunakan tisu. 

Permukaan tisu yang kasar potensial menyebabkan luka di anus. Penting pula untuk menggunakan tisu dengan saksama, yakni mengusap atau menepuk perlahan, bukan dengan menggosok.

  • Rutin berolahraga

Lakukan olahraga secara teratur dan pilihlah jenis olahraga, seperti berjalan, yoga, atau berenang, sesuai dengan kondisi kesehatan dan kehamilan. Dengan rutin melakukan olahraga, saluran pencernaan juga akan terpacu untuk bekerja dengan baik sehingga proses keluarnya feses lebih lancar. 

Walaupun keluhan lemas dan mudah lelah seringkali dialami bumil, jangan dijadikan alasan untuk tidur-tiduran sepanjang hari. Luangkan sedikit waktu untuk beraktivitas dan melakukan olahraga yang disukai.

Apabila kamu mengalami BAB berdarah saat hamil, penting untuk tidak panik. Pada dasarnya kondisi ini terjadi karena sesuatu yang tidak serius. Namun, apabila penyebab BAB berdarah karena faktor lain yang mungkin serius, segeralah periksakan diri ke dokter kandungan atau dokter lain yang kompeten.

Penyakit

Bagaimana Cara Menghilangkan Daging Tumbuh?

Sebagian orang berpikir bahwa menjaga penampilan dapat meningkatkan rasa percaya diri. Ada berbagai cara yang dapat dilakukan manusia untuk menjaga penampilan, baik dengan cara sederhana maupun cara yang lebih rumit. Sebagian orang bahkan ingin melakukan operasi untuk memperbaiki penampilannya. Operasi menjadi pilihan bagi sebagian orang karena alasan tertentu seperti daging tumbuh atau skin tag.

Cara menghilangkan daging tumbuh salah satunya bisa dengan operasi

Pemahaman Tentang Daging Tumbuh

Daging tumbuh merupakan kondisi yang terlihat seperti kutil dan memiliki ukuran benjolan yang sangat kecil (sekitar 0,2 cm). Pada sebagian kasus, daging tumbuh bisa mencapai sekitar 5 cm. Daging tumbuh meliputi inti serat dan saluran, sel saraf, sel lemak, dan epidermis atau penutup. Kondisi tersebut juga bersifat non-kanker dan tidak berbahaya bagi tubuh.

Daging tumbuh tampak berwarna daging atau hampir berwarna cokelat. Daging tumbuh tidak akan terasa sakit jika disentuh atau digaruk. Tergantung pada ukurannya, daging tumbuh bisa pecah jika terus mengalami tekanan (seperti disentuh).

Daging tumbuh terjadi pada pria dan wanita, khususnya jika mereka berusia lebih dari 50 tahun. Daging tumbuh bisa terjadi di bagian kulit manapun, termasuk bagian ketiak dan paha.

Penyebab Daging Tumbuh

Tidak ada penyebab yang pasti mengapa seseorang bisa memiliki daging tumbuh, namun kondisi tersebut diduga bahwa kolagen dan pembuluh darah menumpuk dan terperangkap di dalam potongan kulit yang lebih tebal. Selain itu, daging tumbuh juga berkaitan dengan faktor genetik dimana seseorang yang mengalaminya bisa menyebarkan ke anaknya.

Faktor Risiko Daging Tumbuh

Berikut adalah orang-orang yang lebih rentan terhadap daging tumbuh:

  • Memiliki anggota keluarga yang mengalami daging tumbuh.
  • Memiliki berat badan yang berlebihan.
  • Menderita diabetes.
  • Sedang hamil.
  • Penderita HPV (virus yang menyebabkan masalah pada kulit).
  • Penderita hipertensi (tekanan darah tinggi).

Jika Ada Kondisi yang Serupa

Walaupun daging tumbuh bukan merupakan kondisi yang berbahaya, Anda juga perlu waspada terhadap kondisi yang tampak seperti daging tumbuh (misalnya, tahi lalat). Kondisi tersebut mungkin bersifat kanker. Jika Anda mengalami gejala tertentu karena kondisi yang Anda alami seperti kanker, Anda sebaiknya temui dokter.

Sebelum bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal sebagai berikut:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda ajukan ke dokter.
  • Daftar gejala yang Anda alami.
  • Daftar riwayat medis dan obat yang Anda gunakan (jika ada).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter akan menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala tersebut terjadi?
  • Seperti apakah gejala yang terjadi?
  • Apakah Anda mengalami kondisi lain?

Diagnosis Terhadap Daging Tumbuh

Untuk mengetahui kondisi Anda, dokter dapat melakukan diagnosis dengan melakukan tes secara visual dan biopsi (jika perlu).

Cara Menghilangkan Daging Tumbuh

Jika daging tumbuh berukuran sangat kecil, daging tumbuh mungkin dapat hilang dengan sendiri. Jika daging tumbuh menimbulkan iritasi pada kulit dan ukurannya besar, Anda bisa meminta dokter untuk menghilangkannya. Berikut adalah cara-cara untuk menghilangkan daging tumbuh:

  • Cryotherapy

Caranya dapat dilakukan dengan membekukan daging tumbuh dengan nitrogen cair.

  • Operasi

Caranya dapat dilakukan dengan menggunakan pisau bedah.

  • Bedah listrik

Caranya dapat dilakukan dengan membakar daging tumbuh dengan energi berfrekuensi tinggi.

  • Ligasi

Caranya dapat dilakukan dengan mengikat daging tumbuh dengan benang bedah untuk memotong aliran darahnya.

Kesimpulan

Daging tumbuh merupakan salah satu kondisi yang tidak berbahaya bagi tubuh, namun dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada kulit. Ukuran daging tumbuh bervariasi. Jika Anda memiliki daging tumbuh dan ingin menghilangkannya, Anda bisa mencoba cara-cara yang disebutkan di atas. Untuk informasi lebih lanjut tentang daging tumbuh, Anda bisa bertanya kepada dokter.