Seks & Relationship

Tips Bercinta dengan Posisi Doggy Style Tanpa Berisik

Tips Bercinta dengan Posisi Doggy Style Tanpa Berisik

Melakukan hubungan seksual mungkin kurang seru jika tidak diimbangi dengan suara desahan ataupun kondisi “berisik lainnya. Namun, tidak setiap saat Anda bisa melakukan model seksual bebas dengan suara yang menggelegar, apalagi jika sedang ada tamu di rumah ataupun di tempat-tempat tertentu. 

Pemilihan posisi doggy style bisa menjadi salah satu cara untuk meminimalkan tingkat kerusuhan ketika Anda sedang bercinta. Tentunya hal ini harus diimbangi dengan berbagai cara lain untuk meminimalkan bunyi-bunyian yang membuat orang menyadari Anda sedang bercinta. 

Penasaran apa saja tips bercinta supaya tidak berisik dan tidak diketahui orang di sekitar Anda? Beberapa cara di bawah ini layak Anda coba. 

  1. Pilih Posisi yang Tepat

Beberapa posisi hubungan seksual memang akan menimbulkan suara berisik karena gerak yang berlebihan. Namun, ini tidak akan terjadi apabila Anda memilih posisi doggy style untuk gaya bercinta Anda. Posisi ini membuat perempuan tidak perlu banyak bergoyang, sementara laki-laki bisa melakukan penetrasi dalam tanpa harus menggenjot berlebihan. Alhasil, Anda bisa melakukan hubungan seksual dengan cara lebih senyap. 

  1. Lakukan di Kamar Mandi

Kamar mandi adalah tempat ideal untuk melakukan hubungan seksual. Pasalnya, Anda bisa menutupi suara desahan dengan bunyi pancuran yang menyamarkan. Namun, saat Anda memilih bercinta di kamar mandi, tidak semua gaya dapat Anda terapkan. Beberapa posisi bercinta yang cocok dilakukan di kamar mandi, antara posisi seks berdiri maupun doggy style. Tidak percaya? Coba saja. 

  1. Hindari Tempat Tidur 

Tempat tidur rentan menimbulkan keberisikan ketika Anda bercinta. Ini karena ada potensi bunyi berdecit ketika Anda melakukan gerakan seksual. Bunyi derita bahkan akan lebih kencang dan sering apabila Anda termasuk penyuka hubungan seksual yang agresif dan lincah. Jadi, jika memang ingin melakukan hubungan seksual yang hening, sebaiknya Anda menghindari menggunakan tempat tidur. Walaupun mungkin sebenarnya, tempat tidur sangat nyaman untuk melakukan beberapa gaya seksual, seperti woman on top ataupun misionari. Namun, Anda juga bisa melakukan posisi tersebut di matras lantai ataupun sofa, loh. 

  1. Sediakan Bantal di Tangan 

Penetrasi tidak jarang membuat Anda berteriak karena sakit ataupun puas. Pada saat inilah, bantal akan sangat bermanfaat. Bantal berguna saat Anda ingin berteriak, tetapi tidak bisa. Merasa aneh? Pilih dasi atau syal dan ikat di sekitar mulut Anda sebagai lelucon. Ini tidak hanya akan membantu Anda menghindari tangisan yang tidak disengaja ketika tiba waktunya untuk orgasme, itu juga akan meningkatkan faktor kegembiraan.

  1. Berciumanlah!

Salah satu untuk menghindari desahan yang berlebihan adalah dengan berciuman. Anda mungkin tidak menyangka bahwa berciuman adalah cara sempurna untuk menghindari teriakan. Anda mungkin juga ingin bereksperimen dengan meletakkan jari di mulut satu sama lain untuk mencegah suara keluar dan menimbulkan kebisingan. 

  1. Pasang Musik 

Musik dapat menjadi suara tambahan yang dapat memberi Anda sedikit lebih banyak fleksibilitas tentang seberapa keras suara yang bisa Anda keluarkan. Musik adalah pilihan siang hari atau malam hari yang bagus untuk menghindari timbulnya kecurigaan. 

  1. Fokus pada Sensasi 

Saat gerakan Anda dibatasi, lebih mudah untuk fokus pada apa yang Anda rasakan. Anda akan menemukan bahwa gerakan terkecil dan paling tenang pun dapat memicu kesenangan yang luar biasa, tanpa harus mengeluarkan banyak suara. 

Berminat melakukan posisi doggy style ataupun cara-cara lain untuk membuat aktivitas seksual lebih tenang? Tenang saja, berbagai tips di atas tetap bisa menyediakan kepuasan yang tidak berkurang, maupun suara dibatasi.

Seks & Relationship

6 Alasan Pentingnya Jarak Usia Pasangan yang Ideal

6 Alasan Pentingnya Jarak Usia Pasangan yang Ideal

Bagi sebagian orang, usia hanya sebatas angka. Termasuk jika membahas mengenai jarak usia pasangan. Tidak ada jarak usia yang secara jelas disebutkan. Namun, jika beda terlalu jauh mungkin bisa menjadi persepsi negatif di tengah masyarakat atau tak jarang pula menjadi pertengkaran dalam rumah tangga.

Selain dianggap terasa janggal oleh orang-orang sekitar, perbedaan usia yang terlalu jauh antar pasangan juga dianggap tidak seimbang.

Pertimbangan Jarak Usia Pasangan yang Ideal

Banyak kok orang yang tetap melanjutkan ke jenjang yang lebih dalam hubungannya meski pasangannya berusia jauh lebih tua dibanding dirinya. 

Meski begitu, perlu diketahui bahwa jarak usia pasangan yang terlalu jauh tidak mesti diabaikan begitu saja. Ada beberapa alasan dan pertimbangan kenapa jarak usia pasangan ideal itu adalah 1-5 tahun atau tidak lebih atau hingga mencapai 1 dekade. Kenapa? Berikut penjelasannya.

  1. Ada Perbedaan Target

Orang yang berusia 20 tahunan dengan orang yang berusia 30 akhir tentu punya target yang berbeda. Seringkali ini akan memicu adanya konflik atau ketidakcocokan.

Contoh sederhananya adalah perempuan yang masih berusia 25 tahun mungkin masih ingin melanjutkan kuliah magister sebelum menikah dan merencanakan punya anak. Sedangkan pasangan yang berusia 38 tahun tentu ingin segera menikah dan pastinya ingin memiliki anak segera. Jadi ada perbedaan, perempuan merasa serba terburu-buru. Sedangkan di sisi pria semuanya ingin segera dilakukan karena usianya tidak lagi muda.

  1. Adanya Persepsi Negatif

Jangan terlalu menghiraukan perkataan orang memang ada benarnya. Akan tetapi, sering terjadi orang yang memiliki perbedaan usia yang terlalu jauh bisa dipandang negatif di tengah masyarakat sekitar. Bisa jadi karena melihat pasangan yang beda usianya terlalu jauh seperti anak dan orang tuanya atau ponakan dan paman, bukan seperti suami dan istri.

  1. Tantangan Jadi Bertambah

Seperti yang diketahui bahwa, membangun rumah tangga memang akan banyak tantangannya. Bisa dibayangkan jika perbedaan usia pasangan yang terlalu jauh hingga 1 dekade, tentu akan bertambah pula tantangan yang dihadapi. 

Bisa dibayangkan, orang yang berusia 30 ke atas tentu menghadapi isu yang berbeda dengan orang yang berusia 20 tahunan. Berbeda masalah, beda pula persepsi terkait masalah mana yang urgen untuk diselesaikan.

  1. Adanya Perbedaan dari Sekitar

Ketika Anda atau siapapun memutuskan memiliki pasangan yang jarak usianya terlalu jauh dapat menyebabkan adanya beberapa perbedaan.

Misalnya, ada perbedaan budaya atau penolakan dari keluarga maupun teman-teman. Akan sulit untuk masuk dalam circle pertemanan Anda apalagi teman dekat karena adanya perbedaan usia yang terlalu jauh.

  1. Memiliki Ketidakpuasan dalam Pernikahan

Menurut penelitian, Orang yang memiliki pasangan lebih muda punya tingkat kepuasan dalam pernikahan yang lebih tinggi. Dan begitu juga sebaliknya. 

Sedangkan ketika usia pernikahannya sudah memasuki 6-10 tahun, maka adanya jarak usia pasangan yang terlalu jauh ini memiliki tingkat ketidakpuasan yang semakin tajam. Apalagi jika konfliknya adalah terkait keuangan.

  1. Kondisi Finansial

Kesenjangan usia yang terlalu jauh memang dapat menciptakan tantangan terkait rencana pensiun. Menurut berbagai laporan menyebut bahwa pasangan yang jauh lebih muda dapat menghambat pensiun pihak lain.

6 poin ini tidak melarang atau memastikan semua pasangan yang memiliki perbedaan usia jauh akan bernasib sama. Perlu diingat lagi bahwa masing-masing orang itu unik dan hubungan yang dijalani juga pasti tidak akan sama antara satu orang dengan yang lain.

Selain faktor jarak usia pasangan, ada pula faktor-faktor lain yang memengaruhi seperti faktor sosial, budaya, agama, norma, hingga faktor-faktor lainnya. Jadi, selain melihat usia, hal utama yang juga perlu dilihat adalah pola pikirnya realistis atau bukan. Bukalah jaringan seluasnya agar menemukan teman hidup yang tepat.

Seks & Relationship

7 Kunci Pernikahan Bahagia yang Mesti Dipahami

Pernikahan yang sukses adalah pernikahan yang bahagia. Soalnya dengan rasa bahagia yang ada dalam ikatan perkawinan, berbagai masalah tidak akan menyebabkan Anda dan pasangan menjadi cepat terberai dan memilih berpisah. Untuk mewujudkan rasa bahagia dalam pernikahan pun sebenarnya bukan sesuatu yang amat berat. 

Kunci pernikahan bahagia nyatanya kerap bersumber dalam hal-hal yang sederhana. Sayangnya karena saking sederhananya, banyak orang kerap mengabaikan dan meremehkan kunci pernikahan bahagia tersebut. 

Jangan sampai Anda menjadi bagian yang mengabaikan kunci kebahagiaan pernikahan sehingga hubungan rumah tangga menjadi kacau balau. Jalanilah hal-hal sederhana di bawah ini yang ternyata sangat ampuh membuat pernikahan Anda dan pasangan menjadi sukses dan bahagia senantiasa.

  1. Utamakan Pasangan 

Hidup pernikahan memang kompleks. Anda akan mempunyai anak, memiliki tambahan orang tua, juga keluarga baru. Meskipun demikian, pastikan bahwa pasangan Anda tetap yang utama. Beri waktu lebih kepada pasangan untuk tiap kegiatan Anda. Pastikan pula pasangan yang paling cepat mengetahui apa yang terjadi pada Anda. 

  1. Lebih Banyak Mendengar 

Anda memiliki dua telinga yang seharusnya berfungsi lebih banyak mendengar dibandingkan mulut yang hanya satu untuk berbicara. Gunakan telinga Anda dengan semaksimal mungkin untuk mendengarkan cerita pasangan Anda. Biarkan pasangan bisa mengungkapkan segala keluh kesah maupun impiannya kepada Anda. Jadilah pendengar yang baik karena itu akan membuat pasangan menjadi dihargai dan akan melakukan hal yang serupa kepada Anda. 

  1. Berkencanlah!

Berumah tangga memang tidak sama dengan pacaran. Namun, jangan sampai status pernikahan membuat Anda melupakan kegembiraan berkencang. Sesekali berkencan pada akhir pekan secara rutin nyatanya mampu menjadi kunci pernikahan bahagia yang ampuh. Lewat kencan, Anda diingatkan kembali betapa besar cinta Anda dan pasangan tumbuh bersama hingga akhirnya memutuskan untuk menjadi satu kesatuan dalam rumah tangga. Pastikan saat berkencan, Anda cukup berdua dengan pasangan, ya. 

  1. Beri Pujian 

Hidup bersama kerap membuat segala kebaikan dan kelebihan pasangan menjadi sesuatu yang wajar dan seharusnya. Namun, seharusnya tidak boleh demikian. Berikanlah pujian tiap kali pasangan Anda melakukan suatu kebaikan untuk Anda dan keluarga. Anda sendiri senang dipuji bukan? Itu pula yang sebenarnya dirasakan pula oleh pasangan Anda. Pujian nyatanya akan membuatnya senang dan menjadi kunci pernikahan bahagia yang sulit dielak. 

  1. Terima Kasih dan Tolong 

Terima kasih dan tolong adalah dua kata kunci kebahagiaan pernikahannya. Alasannya simpel, setiap kali Anda mengatakan terima kasih atas perlakuan pasangan, ia akan merasa dihargai dan tidak bosan melakukan segala kebaikan bagi Anda. Lalu setiap kali Anda mengungkapkan permintaan tolong, pasangan akan merasa ia dibutuhkan dan selalu siap melindungi Anda dan rumah tangga yang Anda berdua bangun. 

  1. Hubungan Seksual Teratur 

Seberapa sering Anda melakukan hubungan seksual dengan istri atau suami Anda? Nyatanya berdasarkan penelitian, pasangan yang melakukan hubungan seksual secara teratur lebih jarang bercerai dibandingkan pasangan yang jarang melakukan hubungan seksual. Tidak bisa dimungkiri, hubungan seksual menjadi kunci pernikahan bahagia yang sangat penting. 

  1. Selesaikan Pertengkaran

Pernikahan yang bahagia bukannya tanpa pertengkaran. Nyatanya, pasangan-pasangan yang kadang kali bertengkar, namun bisa menyelesaikannya dengan baik dan tidak menggantung cenderung memiliki kehidupan rumah tangga yang lebih bahagia. Memendam masalah dan ketidaksukaan terhadap perilaku pasangan hanya akan membuat hubungan rumah tangga menjadi canggung dan tidak lepas sehingga lebih berisiko untuk menjadi tidak bahagia. 

***

Jangan lupa, berbagai kunci pernikahan di atas akan menjadi tidak meyenangkan apabila Anda tidak menggunakan bahasa cinta kepada pasangan. Berkatalah selalu dengan kata-kata lembut dan menyenangkan. Memanggil pasangan dengan panggilan sayang bahkan setelah menikah pun sangat disarankan untuk semakin menyukseskan kehidupan rumah tangga Anda.

Seks & Relationship

Bahaya Berhubungan Suami Istri Terlalu Sering, Kapan Waktu yang Tepat?

Bahaya Berhubungan Suami Istri Terlalu Sering, Kapan Waktu yang Tepat?

Hubungan intim atau berjimak antara suami dan istri merupakan perbuatan yang suci dan sah, dan jika melakukannya merupakan bagian dari ibadah dan bahkan mendapatkan pahala. Meski begitu, dalam Islam kondisi ini tidak boleh melakukannya sembarangan waktu. Terdapat waktu berhubungan suami istri yang dianjurkan lengkap dengan tata caranya.

Jika memang ingin berhubungan intim setiap hari, baiknya dengan kesepakatan antara suami dan istri untuk melakukannya. Selama kedua belah pihak nyaman dengan frekuensi kegiatan seksual, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Meski begitu, jika aktivitas ini mengganggu pekerjaan atau kehidupan sehari-hari maka harus dipertimbangkan kembali.

Bahaya Sering Berhubungan Intim

Pada umumnya waktu berhubungan suami istri disesuaikan dengan kondisi dan keadaan yang memungkinkan bagi pasangan. Namun, ada kalanya pasangan tak kenal tempat dan waktu untuk melakukan hal ini, bahkan tak sedikit dari mereka yang melakukannya terlalu sering tanpa mengenal waktu, berikut beberapa dampak buruk yang bisa muncul.

  1. Infeksi Saluran Kencing

Bahaya terlalu sering berhubungan intim yang pertama adalah infeksi saluran kencing atau ISK, terutama pada wanita. Infeksi ini disebabkan karena virus yang menyerang uretra dalam saluran kemih dan mengakibatkan infeksi, pastikan untuk banyak mengonsumsi air putih dan bersihkan kelamin sebelum dan sesudah berhubungan seks.

  1. Sakit Punggung

Kondisi ini sering kali terjadi dan dialami baik laki-laki atau perempuan setelah melakukan hubungan intim, terutama melakukannya dengan berbagai gaya dan dilakukan setiap hari. Sangat disarankan bagi pasangan yang ingin melakukan hubungan intim untuk tidak menggunakan berbagai gaya dan posisi yang tidak terlalu memberi banyak beban.

  1. Rambut Rontok

Berhubungan intim setiap hari pada dasarnya memang meningkatkan hormon dihidrotestosteron (DHT) dalam tubuh. Hormon ini terkenal berperan membunuh folikel rambut dan menyebabkan kebotakan pada pria dan wanita jika terlalu sering berhubungan intim.

  1. Menurunkan Kekebalan Imun Tubuh

Akibat terlalu sering melakukan hubungan intim membuat sistem imun atau kekebalan tubuh menurun, prostaglandin E-2 sebagai salah satu hormon yang dilepaskan ke dalam aliran darah saat berhubungan bisa menjadi penyebabnya. Selain itu jaringan sel tubuh akan rusak, muncul nyeri saraf dan otot dan berkurangnya rangsangan seksual.

Manfaat Sering Berhubungan Intim

Manfaat bisa didapat jika waktu berhubungan suami istri diketahui dengan baik dan tidak asal dalam melakukannya. Dampak baik yang diberikan dari aktivitas ini juga tak main-main, bahkan dapat mencegah seseorang terkena penyakit berbahaya yang mengancam nyawa. Berikut ini beberapa manfaat melakukan hubungan seks setiap hari.

  1. Turunkan Risiko Kanker Prostat

Dalam sebuah studi dari Harvard Medical School menemukan bahwa pria yang ejakulasi lebih sering mengurangi risiko terkena kanker prostat sebesar 22 persen. Meskipun belum diketahui apa yang menjadi penyebabnya, namun mencegah kanker prostat pada pria merupakan manfaat yang bisa didapat selain kenikmatan hubungan intim.

  1. Meredakan Sakit PMS

Manfaat ini khususnya bisa dirasakan oleh wanita, berhubungan intim setiap hari bisa berdampak baik dalam mengurangi kram saat pra-menstruasi. Hasil studi yang dilakukan pada tahun 2000, ditemukan bahwa 9 persen dari 1.9000 wanita yang berhubungan intim minimal 3 kali dalam seminggu merasakan kram perut berkurang signifikan.

  1. Melepas Stres

Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Public Library of Science menemukan bahwa orang yang memiliki aktivitas seksual sering memiliki tekanan darah yang lebih rendah dan kecenderungan stres yang lebih sedikit ketimbang orang yang jarang berhubungan intim.

Seks & Relationship

Kecanduan Seks: Definisi, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Kecanduan seks memang telah menjadi kontroversial yang cukup besar. Banyak orang yang mungkin belum menyadari bahwa hal ini adalah sebuah diagnosis penyakit. Meskipun telah dikecualikan dari kriteria DSM-5 (Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental), tetapi masih dipelajari dalam ruang lingkup psikologi dan konseling.

Di sisi lain, kecanduan seks sebenarnya masih dapat didiagnosis menggunakan kriteria DSM-5, tetapi sebagai “disfungsi seksual lain yang ditentukan” dan juga sebagai “disfungsi seksual lain bukan karena substansi atau kondisi fisiologis yang diketahui” menggunakan kriteria ICD-10 (Klasifikasi Statistik Internasional Penyakit dan Masalah Kesehatan Terkait).

Pengertian kecanduan seks 

Secara definisi, kecanduan seks adalah kebutuhan kompulsif untuk melakukan tindakan seksual melalui gangguan kecanduan alkohol atau penggunaan opiat. Kecanduan seks di sini tidak boleh disamakan dengan gangguan pedofilia atau bestialitas. 

Seseorang yang kecanduan seks cenderung mencari banyak pasangan untuk berhubungan seksual, meskipun hal ini belum tentu menandakan kecanduan seks. Beberapa laporan terkait hal ini menunjukkan bahwa kecanduan seks dimanifestasikan sebagai kebutuhan kompulsif untuk bermasturbasi, melihat pornografi, atau berada dalam situasi dan kondisi yang merangsang seksual.

Sementara itu, gangguan kecanduan seks dapat mengubah hidup dan aktivitas penderitanya secara signifikan. Bahkan, penderitanya bisa melakukan tindakan seksual beberapa kali dalam sehari dan tidak dapat mengontrolnya, meskipun ada konsekuensi buruk yang akan terjadi.

Dampak kecanduan seks bisa sangat berbahaya dan membuat penderitanya kesulitan untuk menjalin hubungan. Layaknya ketergantungan obat atau alkohol, kondisi ini bisa berdampak negatif pada kesehatan fisik, mental, hubungan pribadi, kualitas hidup, dan keamanan penderitanya. Inilah mengapa gangguan kecanduan seks tidak boleh disepelekan.

Apa saja gejalanya?

Kriteria DSM-5 tidak menjelaskan secara detail tentang kecanduan seks, sehingga muncul kontroversi yang cukup besar terkait gejalanya. Salah satu karakteristiknya yang mungkin adalah kerahasiaan perilaku. Artinya, orang yang mengalami gangguan ini terampil dalam menyembunyikan perilakunya. Bahkan, dapat merahasiakan kondisinya dari pasangan dan anggota keluarga. 

Meskipun begitu, terkadang gejalanya juga bisa terlihat dengan kasat mata. Seseorang yang mungkin kecanduan seks akan menunjukkan beberapa atau semua tanda berikut ini:

  • Memiliki pikiran dan fantasi seksual yang kronis dan obsesif.
  • Berhubungan secara kompulsif dengan banyak pasangan, termasuk orang asing.
  • Sering berbohong untuk menutupi perilakunya.
  • Selalu asyik berhubungan seks, meskipun mengganggu kehidupan sehari-harinya.
  • Tidak mampu untuk mengontrol atau menghentikan perilakunya.
  • Menempatkan diri sendiri atau orang lain dalam bahaya akibat perilaku seksual.
  • Ada penyesalan atau rasa bersalah setelah berhubungan seks.

Penting juga untuk diingat bahwa menikmati aktivitas seksual bukanlah tanda dari kecanduan seks. Anda tentunya tahu benar bahwa seks adalah aktivitas biologis dan psikologis yang menyehatkan. Jadi, hal yang normal bila seseorang menikmatinya. Selain itu, adanya perbedaan tingkat seksual antar pasangan bukan juga pertanda bahwa salah satu pasangan mengalami kecanduan seks.

Apa saja pengobatan untuk kecanduan seks?

Melihat diagnosis kecanduan seks yang kontroversial ini, pilihan pengobatannya yang berbasis bukti pun juga masih kurang. Meskipun begitu, tenaga profesional merekomendasikan satu atau lebih metode perawatan kecanduan seks berikut ini:

  • Pengobatan rawat inap (setidaknya) selama 30 hari, biasanya mencakup sesi terapi individu dan kelompok secara mendalam.
  • Program 12 langkah, di mana anggota didorong untuk menahan diri dari perilaku seksual kompulsif dan destruktif. 
  • Terapi perilaku kognitif, membantu seseorang untuk mengidentifikasi apa pemicu kecanduan seks dan mengajarinya cara mengubah perilaku tersebut.
  • Obat-obatan, seperti antidepresan tertentu, dan harus di bawah pengawasan dokter.

Terkadang, orang yang menangani penderita kecanduan seks dapat menghadapi serangkaian kejadian atau tantangan yang unik. Misalnya saja, terlibat dalam perilaku yang membahayakan hubungan, keselamatan, serta kesehatannya sendiri dan kesehatan pasangannya. Saat ini, memang kecanduan seks masih dianggap sebagai diagnosis kontroversial, serta tidak memiliki kriteria diagnostik dan perawatan yang berbasis bukti ilmiah.