tindakan medis

Beragam Efek Samping Yang Dialami dari Vaksin Influenza

Vaksin influenza bisa mengakibatkan beragam efek samping yang ringan hingga efek berat. Meski begitu, beragam manfaatnya bisa Anda dapatkan agar tidak mudah terkena flu serta menulari orang-orang di sekitar Anda.”

Melaksanakan vaksin influenza merupakan cara yang terbaik untuk melindungi Anda dan keluarga. Sebab, vaksin tersebut mampu mengurangi risiko terkena penyakit flu sekitar 40 hingga 60 persen. Selain itu, dengan melakukan vaksinasi influenza, Anda bisa mengurangi keparahan gejala apabila Anda terjangkit influenza. 

Apa saja efek samping ringan dari vaksin influenza?

Perlu diketahui bahwa vaksin influenza dibuat dengan kandungan virus flu (mati) yang tidak aktif sehingga tidak dapat mengakibatkan Anda terjangkit influenza. Meski begitu, anak-anak hingga orang dewasa tetap mengalami efek samping ringan setelah melaksanakan vaksinasi tersebut.

Beberapa efek samping secara umum bagi bayi hingga orang dewasa mengalami hal yang sama. Setelah vaksinasi tersebut, terdapat efek samping yang kerap dialami seperti berikut.

1.  Reaksi atau nyeri pada tempat suntikan

Efek samping yang paling umum terjadi dan dialami dari setelah vaksin influenza adalah reaksi di tempat suntikan. Biasanya, orang tersebut mengalami nyeri di lengan atas.

Setelah suntikan vaksin influenza diberikan, Anda mungkin mengalami sakit, kemerah-merahan, kehangatan, dan dalam beberapa kasus menimbulkan efek bengkak. Efek tersebut pun biasanya berlangsung kurang dari dua hari.

Karena itu, untuk mengurangi ketidaknyamanan atas efek samping tersebut, cobalah Anda untuk mengonsumsi obat ibuprofen sebelum mendapat suntikan vaksin influenza. 

2.  Mengalami sakit kepala dan serta nyeri lainnya

Setelah melaksanakan vaksin influenza, kemungkinan Anda akan merasakan sakit kepada aray rasa sakit pada otot-otot di seluruh tubuh Anda. Hal itu wajar karena biasanya terjadi pada hari pertama dan hilang dalam dua hari. Selain itu, untuk meringankan rasa rasa nyeri yang berlebih, cobalah Anda mengonsumsi obat pereda nyeri seperti asetaminofen atau ibuprofen.

3.  Mengalami pusing ataupun pingsan

Dalam beberapa kasus, orang yang mendapatkan vaksin influenza akan mengalami pusing hingga pingsan. Namun, efek tersebut tidak akan bertahan lebih lama dari satu hari ataupun dua hari. Apabila Anda cenderung merasakan pusing atau pingsan saat mendapat suntikan vaksin influenza, pastikan Anda memberi tahu petugas vaksinasi sebelum melaksanakan vaksinasi tersebut.

4.  Mengalami demam

Biasanya, salah satu efek samping yang dialami setelah vaksin influenza ialah demam 101°F (38°C). Biasanya, efek samping yang tergolong ringan tersebut akan hilang dalam satu hingga dua hari. Jika demam yang dirasa sangat mengganggu Anda, pertimbangkan terlebih dulu untuk mengonsumsi ibuprofen atau asetaminofen.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) memaparkan bahwa efek samping orang yang sudah melaksanakan vaksinasi influenza lebih ringan jika dibandingkan dengan orang yang mengalami gejala yang disebabkan oleh penyakit influenza tersebut.

Efek samping yang serius

Selain efek samping ringan, ada pula efek samping serius yang dialami oleh orang yang telah melaksanakan vaksin influenza seperti berikut ini:

1.  Mengalami demam tinggi

Tak dimungkiri, salah satu efek samping serius yang dialami setelah melaksanakan vaksin influenza ialah demam tidak umum yang lebih dari 101 ° F (38 ° C). apabila Anda mengalami demam yang tak biasa tersebut, segeralah hubungi dokter Anda.

2.  Mengalami reaksi alergi parah

Sebenarnya, efek samping serius yang jarang dialami ialah alergi yang parah. Biasanya, alergi parah tersebut dialami setelah beberapa jam mendapatkan vaksin influenza.

Ada pula gejala alergi parah yang dialami seperti gatal-gatal, pembengkakan, sulit bernapas, detak jantung sangat cepat, pusing, hingga kelelahan. Apabila Anda mengalami gejala-gejala tersebut, segeralah menghubungi dokter Anda.

3.  Mengalami sindrom Guillain-Barre (GBS)

Pada kasus yang sangat jarang, beberapa orang yang telah mendapatkan vaksin influenza mengalami sindrom Guillain-Barre (GBS). Hal itu merupakan kondisi neurologis yang mengakibatkan kelemahan serta kelumpuhan di seluruh tubuh Anda.

Biasanya, GBS lebih mungkin terjadi terhadap orang yang memiliki riwayat sakit atau pernah menderita GBS sebelumnya. Apabila Anda pernah merasakan sindrom tersebut sebelumnya, pastikan untuk memberi tahu dokter Anda agar vaksinasi influenza yang dilakukan berjalan lancar.

Efek samping langka

Selain efek samping ringan dan serius, terdapat efeksamping langkah yang perlu dipahami setelah melaksanakan vaksin influenza. Yakni, reaksi alergi serius termasuk anafilaksis. Tanda-tanda anafilaksis seperti ruam atau gatal-gatal, sesak napas, hingga lidah, bibir serta tenggorokan yang membengkak.

Anafilaksis juga dianggap sebagai keadaan darurat medis . apabila tidak ditangani secara tepat, hal itu bisa mengakibatkan ketidaksadaran, syok, gagal jantung, pingsan, hingga kematian. Sebuah studi dari CDC menemukan bahwa tingkat anafilaksis terhadap semua vaksin sebanyak 1,31 per satu juta dosis.

Fakta vaksinasi pada orang yang alergi telur

Ada beberapa orang yang disarankan untuk tidak melakukan vaksin influenza. Salah satu ialah orang yang memiliki alergi telur. Vaksinasi tersebut sangat dihindari oleh orang yang alergi telur lantaran awal mula vaksin ditanam dalam telur ayam sehingga berpotensi menimbulkan reaksi parah.

Terdapat vaksin flu rekombinan baru seperti Flublock quadrivalent untuk orang dewasa yang berusia 18 tahun ke atas. Selain itu, Flucelvax quadrivalent untuk anak berusia 4 tahun ke atas yang diproduksi tanpa telur sehingga aman untuk orang yang alergi telur.

Itulah beberapa efek samping, efek serius, hingga efek langka setelah vaksin influenza. Perlu diketahui bahwa risiko respons alergi terhadap vaksin influenza apa pun sangat rendah, termasuk yang berbasis telur. Karena itu, CDC merekomendasikan vaksinasi bahkan untuk orang yang memiliki riwayat alergi telur atau mengalami gatal-gatal ringan setelah vaksinasi.