Penyakit

Berbagai Perawatan untuk Mengatasi Depresi Berat

Depresi berat atau juga disebut dengan Major Depressive Disorder (MDD) adalah penyakit medis yang memengaruhi kesehatan mental dan fisikmu.

Orang dengan MDD akan mengalami perubahan dan gangguan pada suasana hati, cara berpikir, dan juga cara bersikap.

Untuk bisa sembuh dari kondisi ini, seseorang harus menjalani berbagai jenis perawatan, mulai dari pengobatan hingga terapi. Apa saja sih jenis perawatan yang digunakan? Ini ulasannya!

Diagnosis depresi berat

Sebelum melakukan perawatan, dokter biasanya akan melakukan diagnosa terlebih dahulu. Beberapa hal yang diperhatikan adalah gejala, perasaan, dan pola tingkah laku.

Kamu akan ditanya beberapa pertanyaan yang terkait untuk mengetahui seberapa parah MDD yang kamu alami. Selain itu dokter juga mungkin akan melakukan tes fisik dan juga tes laboratorium.

Kamu akan didiagnosis mengalami depresi berat jika mengalami beberapa kriteria di bawah ini:

  • Mengalami gejala depresi lebih dari 2 minggu
  • Kamu merasakan perubahan dari diri kamu sebelumnya
  • Mengalami gejala yang salah satunya adalah kehilangan minat dan kesenangan atau suasana hati yang tertekan

Pilihan perawatan depresi berat

Pilihan perawatan biasanya didasarkan pada tingkat keparahan depresi dan gejala yang muncul.

Perawatan yang diberikan bisa beragam, mulai dari aktivasi perilaku, terapi perilaku kognitif dan psikoterapi interpersonal, hingga penggunaan obat-obatan.

Berikut beberapa jenis perawatan yang biasanya diberikan pada pasien dengan masalah depresi:

1. Penggunaan obat antidepresan

Reaksi kimia di dalam otak bisa menjadi salah satu pemicu depresi pada seseorang. Nah penggunaan obat antidepresan bisa digunakan untuk memperbaiki reaksi kimia tersebut.

Obat antidepresan ini bukan obat penenang, dan tidak membentuk kebiasaan. Antidepresan umumnya tidak akan memberikan efek stimulasi pada orang yang tidak mengalami depresi.

Efek dari obat ini biasanya akan dirasakan antara 1 hingga 2 minggu setelah pemakaian. Akan terasa efek maksimalnya setelah 2 hingga 3 bulan.

Jika selama 2 minggu tidak ditemui adanya perbaikan gejala, dokter atau psikiater mungkin akan melakukan perubahan dosis atau perubahan jenis obat.

2. Psikoterapi

Psikoterapi juga populer dengan istilah terapi psikologis atau terapi bicara. Terapi ini mengharuskan kamu menjalani beberapa sesi pertemuan secara teratur dengan terapis.

Psikoterapi biasanya dilakukan bersamaan dengan penggunaan obat. Terapi ini berfokus pada bagaimana cara memecahkan masalah di masa sekarang.

Cognitive behavioral therapy (CBT) sudah terbukti efektif untuk mengatasi depresi. Terapi ini membantu kamu mengenali perilaku negatif atau menyimpang dengan tujuan mengubah pemikiran atau perilaku kamu untuk merespons hal tersebut dengan cara yang lebih positif.

Durasi dan lamanya terapi akan sangat bervariasi tergantung dengan kondisi dan gejala yang kamu alami. Biasanya terapi dilakukan antara 10 hingga 15 sesi.

3. Electroconvulsive Therapy (ECT)

Terapi Electroconvulsive Therapy (ECT) ini umum dilakukan untuk merawat seseorang dengan masalah depresi berat. 

Cara kerja ECT dalam meredakan depresi adalah dengan mengalirkan arus listrik ke otak untuk mempengaruhi  fungsi dan efek neurotransmitter di otak. Selama terapi biasanya pasien akan dibius.

Terapi ini akan diberikan pada seseorang yang sudah menjalani pengobatan namun belum juga membaik, atau orang yang tidak boleh mengonsumsi antidepresan karena alasan kesehatan.

ECT biasanya dilakukan sebanyak 2 sampai 3 kali dalam seminggu, dengan total 12 kali perawatan. Ini adalah opsi terakhir yang diketahui efektif untuk membantu masalah depresi, sejak tahun 1940-an.

Itu dia 3 pilihan perawatan depresi berat yang biasanya diberikan. Segera cari bantuan medis apabila kamu mengalami gejala depresi, ya!