Uncategorized

Edema Idiopatik, Ketika Bagian Tubuh Membengkak Tanpa Alasan

Biasanya pembengkakan yang terjadi secara tiba-tiba pada lidah, wajah, atau bagian tubuh tertentu lainnya diakibatkan oleh alergi. Beberapa kondisi lainnya seperti edema atau penumpukan cairan tubuh juga bisa menjadi penyebabnya. Menariknya, pada kasus edema idiopatik tidak diketahui secara pasti apa yang memicu pembengkakan. 

Jenis dan penyebab edema

Ada banyak jenis edema dan memiliki penyebab yang berbeda-beda. Edema biasanya muncul di jaringan kulit, terutama pada bagian tangan, lengan, dan kaki. Namun kondisi ini juga bisa mempengaruhi organ tubuh. 

Edema lebih sering dialami oleh orang lanjut usia dan ibu hamil. Jenis atau letak edema menunjukkan kondisi kesehatan penderita. Penumpukan atau retensi cairan di dalam jaringan tubuh memiliki penyakit yang mendasari, seperti gagal jantung, ginjal, dan gangguan fungsi hati.

Beberapa jenis edema yang paling umum antara lain:

  • Edema perifer: Menyebabkan bengkak di area kaki, tangan, dan lengan. Pembengkakan menyebabkan penderitanya kesulitan menggerakkan anggota tubuh yang terdampak.
  • Edema paru: Penumpukan cairan di paru-paru yang menyebabkan sulit bernapas. Kondisi ini dipicu oleh gagal jantung kongestif atau cedera paru akut.
  • Edema serebral: Cairan berlebih terkumpul di otak. Hal ini disebabkan oleh berbagai alasan dan berpotensi mengancam jiwa.
  • Edema makula: Merupakan komplikasi serius dari retinopati diabetik. 

Sementara pada edema idiopatik, pembengkakan tidak terkait dengan masalah kesehatan yang telah disebutkan di atas. Tiga teori populer yang menjelaskan penyebab edema idiopatik adalah kebocoran pembuluh darah kapiler, pola makan, dan konsumsi obat diuretik. 

Kemungkinan penyebab edema idiopatik

Bocornya cairan dari pembuluh darah kecil (kapiler) ke jaringan tubuh menjadi penyebab mendasar dari edema idiopatik. Banyak wanita yang menderita retensi cairan memiliki respon abnormal terhadap postur tubuh tegak. 

Tekanan yang diterima pembuluh darah meningkat ketika seseorang berdiri dan duduk diam dibandingkan dengan posisi berbaring. Penderita edema idiopatik biasanya mengalami gejala yang semakin parah setelah berdiri atau duduk diam dalam waktu lama.

Salah satu penyebab kondisi tersebut adalah terlalu banyak makan makanan asin. Garam mengandung sodium, yang jika dikonsumsi terlalu banyak menyebabkan retensi natrium (sodium). Ketika tubuh menahan garam, tubuh juga menahan cairan sehingga terjadilah edema.

Kondisi tersebut juga dialami oleh ibu hamil. Selama kehamilan, tubuh melepaskan hormon yang mendorong retensi cairan, sehingga tubuh cenderung menahan natrium dan air daripada biasanya. 

Penyebab lain edema idiopatik yang jarang disadari banyak orang adalah pola makan terganggu. Kebiasaan melakukan diet ketat dan diselingi dengan makan besar dapat menyebabkan retensi cairan. 

Obesitas juga menjadi faktor risiko edema idiopatik. Demi menurunkan berat badan dengan cepat, beberapa orang mencoba mengeluarkan makanan yang dikonsumsi. Cara yang umum dilakukan adalah mengonsumsi obat diuretik atau pencahar, atau memaksa memuntahkan kembali makanannya.

Gejala edema idiopatik

Gejala yang paling umum adalah pembengkakan ringan pada kaki, tangan, perut, payudara, dan wajah. Gejala akan semakin parah di penghujung hari, dan akan hilang setelah istirahat malam. 

Gejala lainnya meliputi:

  • Kulit memar
  • Sesak
  • Nyeri
  • Kebingungan dan kelesuan
  • Masalah penglihatan

Beberapa penderita juga merasa bahwa berat badan mereka bertambah sekitar 2 kilogram di malam hari. 

Catatan

Edema idiopatik bukanlah kondisi yang mudah disembuhkan. Tapi bukan berarti orang yang menderita kondisi ini tidak bisa sembuh. Perawatannya mencakup diet rendah natrium dan karbohidrat, penghentian obat diuretik (jika mengonsumsi), dan penggunaan obat hipertensi. 

Untuk mengetahui lebih lanjut, Anda bisa bertanya kepada dokter di aplikasi kesehatan Sehat. Download aplikasinya sekarang di App Store atau Google Play Store.