Uncategorized

Informasi Zat Aktif yang Terkandung di Lameson 4 mg

Jika di antara para pembaca ada yang mengidap penyakit autoimun lupus, gangguan saraf, atau pernah menderita peradangan di beberapa bagian tubuh, mungkin sudah tak asing dengan satu obat bernama Lameson 4 mg. Sebab, dalam dunia medis, obat ini umum sekali digunakan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut.

Lameson 4 mg adalah merek dagang dari Lapi Laboratories. Obat ini mengandung zat aktif methylprednisolone. Lameson punya varian lain dengan kandungan 8 dan 16 miligram zat aktif methylprednisolone dalam tiap tabletnya. Di antara ketiganya, dokter cenderung meresepkan Lameson 4 mg methylprednisolone.

Methylprednisolone adalah kortikosteroid glukokortikoid sintetis. Methylprednisolone bekerja pada sistem kekebalan tubuh manusia untuk membantu meredakan pembengkakan, kemerahan, gatal, dan reaksi alergi. Mekanisme hingga mencapai titik indikasi obat dicapai dengan cara menekan sistem kekebalan.

Lameson yang mengandung methylprednisolone merupakan obat golongan glukokortikoid yang kuat, dengan potensi lima kali lipat dari hydrocortisone. Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, Lameson 4 mg memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan mudah setelah pemberian oral.
  • Distribusi: Didistribusikan dengan cepat ke otot, hati, kulit, usus, dan ginjal. Adrenokortikoid didistribusikan ke dalam ASI dan melalui plasenta.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati menjadi metabolit glukuronida dan sulfat yang tidak aktif.
  • Ekskresi: Metabolit tidak aktif dan sejumlah kecil obat yang tidak termetabolisme dikeluarkan oleh ginjal. Jumlah obat yang tidak signifikan dikeluarkan melalui feses. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi terminal) adalah 18 hingga 36 jam.

Zat aktif yang ada di dalam Lameson, dalam hal ini Methylprednisolone, merupakan obat keras. Penggunaannya tak bisa secara bebas. Seseorang harus mendapat persetujuan dari dokter sebelum mengonsumsi obat ini. Selain itu, kandungan zat aktif di dalam Lameson 4 mg membuat obat ini perlu diwaspadai oleh ibu hamil, juga ibu menyusui.

Pasalnya, Lameson 4 mg dikelompokkan dalam kategori C. Sebagai informasi, Food and Drugs Administration (FDA) sebagai badan pengawas obat dan makanan Amerika Serikat, telah melakukan klasifikasi penggunaan obat bagi ibu hamil.

Kategori C dapat diartikan bahwa obat tersebut memiliki kecenderungan untuk memberikan dampak atau efek buruk pada ibu hamil atau janin yang dikandungnya. Kendati belum ada studi atau penelitian yang terkontrol untuk membuktikan dugaan tersebut. 

Oleh karenanya obat ini hanya boleh digunakan jika manfaat yang diberikan lebih besar ketimbang kemungkinan risiko yang bisa didapat oleh pasien. Apalagi dapat dipastikan bahwa methylprednisolone sebagai zat aktif dari Lameson 4 mg dapat terserap ke dalam ASI. 

Hati-hati dengan zat aktif di dalam obat ini, meski Lameson terbilang cukup efektif dalam indikasi obatnya. Untuk menghindari efek samping dari obat ini, pastikan seseorang selalu mengonsumsi methylprednisolone sesuai anjuran dokter. Jangan menghentikan pemakaian obat secara tiba-tiba, apalagi tanpa memperoleh persetujuan dari dokter. 

Methylprednisolone, yang sudah digunakan dalam jangka panjang, ketika dihentikan secara mendadak, berpotensi besar menyebabkan seseorang mengalami gejala putus obat. Biasanya, dokter akan mengurangi atau menurunkan dosis kepada pasien secara bertahap untuk menghindari kondisi tersebut.

Selain itu, agar methylprednisolone sebagai zat aktif yang ada di dalam Lameson 4 mg bisa bekerja dengan maksimal, sebaiknya selalu mengonsumsinya dengan makanan atau setelah makan. Praktik ini pula dilakukan untuk mencegah efek samping di lambung. 

Adapun untuk menjaga obat dan kandungan zat aktif tetap terjaga kualitasnya, simpanlah Lameson 4 mg pada suhu ruangan serta di dalam wadah tertutup dan kering untuk menghindari paparan sinar matahari. Pastikan juga obat ini jauh dari jangkauan anak-anak dan/atau hewan peliharaan.