Rumah Sakit & Faskes

Sama-sama Rapid, Apa Itu Rapid Antigen dan Antibodi?

Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya tes rapid antigen dan antibodi. Kedua tes ini sering dijadikan sebagai pemeriksaan awal Covid-19. Namun, tak sedikit pula orang yang masih bingung dengan apa itu rapid antigen dan antibodi. Sama-sama rapid test, apakah keduanya sama?

Untuk menjawab kebingungan Anda, artikel ini akan membahas mengenai apa itu rapid antigen dan antibodi serta bahaya melakukan kedua tes ini sendirian di rumah tanpa tenaga kesehatan. Berikut ulasan selengkapnya.

Apa Itu Rapid Antigen dan Antibodi?

Memiliki nama yang mirip membuat banyak orang bingung membedakan kedua jenis tes Covid-19 ini. Meski demikian, rapid antigen dan antibodi adalah jenis tes yang berbeda. Baik dari segi kegunaan, prosedur pemeriksaan, hingga harga tes.

  1. Kegunaan

Rapid antigen atau swab antigen adalah salah satu tes Covid-19 yang digunakan untuk mendeteksi protein virus SARS-CoV-2, yaitu virus yang menyebabkan seseorang terinfeksi Covid-19 melalui pengambilan sampel di hidung atau tenggorokan. Sedangkan, rapid test antibodi adalah tes Covid-19 yang digunakan untuk mendeteksi keberadaan antibodi yang berfungsi melawan dan memusnahkan virus SARS-CoV-2 ini melalui pengambilan sampel darah orang yang diduga sudah terinfeksi Covid-19.

Bagaimana proses terbentuknya antibodi ini? Antibodi ini terbentuk ketika antigen yang bisa berupa virus dan bakteri ini masuk ke dalam tubuh manusia. Sistem imun akan mengenalinya sebagai zat berbahaya dan harus dimusnahkan sehingga sistem imun akan membentuk antibodi untuk memusnahkan antigen tersebut. Antibodi inilah yang terbaca di alat rapid test. 

Meskipun yang dideteksi berbeda, namun kedua tes ini hanya bisa digunakan untuk pemeriksaan awal saja dan bukan untuk mendiagnosis Covid-19. Namun, Anda lebih disarankan untuk melakukan rapid antigen sebagai pemeriksaan awal karena memiliki tingkat akurasi yang lebih tinggi dibandingkan rapid antibodi. 

  1. Prosedur Pemeriksaan

Setelah Anda mengetahui apa itu rapid antigen dan antibodi, ada baiknya Anda juga memahami bagaimana prosedur pemeriksaan keduanya. Adapun prosedur pemeriksaan rapid test antibodi adalah sebagai berikut. 

  • Ujung jari orang yang akan menjalani rapid test antibodi dibersihkan dengan menggunakan alkohol untuk menghindari terjadi infeksi saat penusukan.
  • Tusuk ujung jari untuk mengeluarkan sampel darah.
  • Teteskan sampel darah ke alat rapid test
  • Teteskan cairan khusus yang dapat mendeteksi antibodi ke alat rapid test yang sebelumnya sudah ditetesi sampel darah orang yang menjalani rapid test antibodi.
  • Hasil akan keluar kurang lebih 15 – 20 menit.

Sementara rapid antigen prosedur pemeriksaannya terdiri dari :

  • Tenaga medis akan meminta orang yang akan menjalani rapid antigen untuk membersihkan hidung dari kotoran, seperti ingus. 
  • Orang tersebut akan diminta mendongakkan kepalanya agar mempermudah pengambilan sampel apabila dilakukan lewat hidung. Atau membuka mulut lebar-lebar apabila pengambilan sampel dilakukan lewat tenggorokan.
  • Alat yang menyerupai cotton bud akan dimasukkan secara perlahan, lalu diputar sebanyak 15 kali untuk memastikan lendir menempel di bagian ujung alat tersebut.
  • Setelah diperoleh sampel tersebut dimasukkan ke dalam tabung khusus berisi diluen dan diputar sebanyak 5 – 10 kali. Kemudian, bagian ujung alat yang mirip cotton bud tadi diperas dan ditutup rapat. 
  • Cairan dalam tabung diteteskan ke dalam alat rapid test dan akan dalam 15 – 20 menit. 
  1. Harga Tes

Setelah mengetahui apa itu rapid antigen dan antibodi serta prosedur pemeriksaannya, berikut perbedaan harga keduanya.

Rapid test antibodi memiliki harga yang lebih murah dibandingkan rapid antigen dan swab PCR, yakni Rp150.000 saja. Sementara, harga rapid antigen Rp250.000 untuk Pulau Jawa dan Rp275.000 untuk Luar Pulau Jawa. 

Itulah perbedaan rapid antigen dan antibodi. Bagaimana? Apakah Anda masih bingung apa itu rapid antigen? Intinya, kedua tes ini memiliki kegunaan, prosedur pemeriksaan, dan harga yang berbeda. 

Rumah Sakit & Faskes

Mengapa Hasil PCR Swab Test Bisa Berbeda-beda?

Sudah lebih dari satu tahun dunia masih memerangi Pandemi COVID-19. Masyarakat pun sudah tidak asing lagi dengan PCR swab test yang merupakan metode untuk mendeteksi virus corona penyebab COVID-19. Namun, pada beberapa kondisi sering kali ditemukan bahwa hasil PCR swab test bisa berbeda-beda dalam waktu berdekatan. Padahal, PCR swab disebut metode paling akurat dalam mendeteksi virus corona.

Saat mendapatkan hasil berbeda, tentunya akan membuat bingung dan tidak yakin dengan kondisi tubuh. Kemudian, sering kali timbul pertanyaan mengapa hasil PCR swab test ini bisa berbeda-beda.

Penyebab Hasil PCR Swab Test Berbeda-beda

PCR swab test bekerja dengan mendeteksi material genetik atau DNA virus. Test dilakukan dengan mengambil sampel dari cairan tubuh yang paling banyak mengandung virus. Pengambilan sampel menggunakan alat usap melalui hidung dan tenggorokan.

Walaupun PCR swab test memiliki tingkat akurasi hingga 100 persen, dalam waktu yang berdekatan pun hasilnya terkadang bisa berbeda. Hal ini terjadi karena berbagai faktor, salah satunya karena proses pemeriksaan laboratorium melewati beberapa tahapan.

Tahap awal dari PCR swab test adalah dimulai dari penanganan sampel sebelum memasuki laboratorium, dimana meliputi pengambilan sampel, penyimpanan, dan transportasi pengiriman sampel.

Tahap selanjutnya adalah proses analisis sampel hingga hasilnya keluar. Tahap terakhir adalah keluarnya hasil test yang kemudian diserahkan kepada pasien.

Hal-hal tersebutlah yang dapat membuat hasil PCR swab bisa berbeda-beda. Secara lebih rinci, faktor yang memengaruhi hasil PCR swab test, diantaranya adalah:

  • Jenis sampel usap
  • Ketepatan teknik pengambilan sampel usap
  • Penyimpanan atau penanganan sampel usap
  • Proses transportasi sampel hingga sampai ke laboratorium
  • Sumber daya manusia yang melakukan analisis sampel
  • Prinsip tes alat deteksi
  • Kualitas alat yang digunakan
  • Standar prosedur yang sesuai dan tepat

Serangkaian proses dan banyaknya faktor-faktor tersebut, maka dapat membuat hasil PCR swab test berbeda walaupun dilakukan dalam jangka waktu yang berdekatan. 

Selain itu jika Anda mengambil sampel pada hari pertama hasilnya positif dan hari kedua negatif, bisa saja karena pada hari kedua pengambilan sampel, virus corona tersebut memang sudah tidak ada lagi di dalam tubuh.

Hasil Tes PCR Inkonklusif

Selain perbedaan pada hasil PCR swab test, ada juga hasil tes PCR inkonklusif. Hasil tes PCR inkonklusif adalah dimana hasil yang ditunjukkan tidak positif tetapi juga tidak negatif.

Kondisi ini dapat terjadi karena beberapa hal. Pertama, disebabkan oleh konsentrasi material genetik pada saat pengambilan sampel terlalu minim. Kemudian, hasil tes PCR inkonklusif juga dapat dipengaruhi oleh kemampuan alat dalam mendeteksi gen virus corona tertentu. Seperti yang diketahui, saat ini virus corona memiliki banyak ragam materi genetik karena virus ini sangat mudah bermutasi.

Jika setelah menjalani PCR swab test mendapatkan hasil inkonklusif, maka pasien perlu melakukan test kembali.

Rekomendasi Tempat PCR Swab Test

Apabila Anda mulai merasakan gejala COVID-19, Anda perlu segera melakukan PCR swab test. Jika tidak memungkinkan untuk keluar rumah, Anda bisa melakukan test dengan laboratorium yang menyediakan layanan home service.

Salah satu laboratorium yang memiliki layanan PCR swab test home service adalah Laboratorium Intibios Mangga Besar yang terletak di Jalan Raya Mangga Besar, Jakarta Barat. Selain pelayanan home service, Anda juga bisa mendapatkan hasil lebih cepat, yakni 12 jam sejak sampel diambil.

Tidak ada persiapan khusus yang perlu dilakukan sebelum melakukan PCR swab test. Namun, pastikan Anda tetap melakukan upaya pencegahan penularan virus COVID-19 dengan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menggunakan masker, menjaga jarak, hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut, tutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin, serta hindari kerumunan.