Kehamilan

Minum Teh Saat Hamil Bisa Memicu Keguguran, Benarkah Begitu?

Saat hamil, ibu diwanti-wanti untuk menjaga asupan makanannya agar tidak berdampak negatif pada bayi, salah satunya membatasi konsumsi kafein. Ibu hamil memang tidak disarankan untuk minum kopi karena dapat membahayakan bayi, tapi apakah minum teh saat hamil juga memiliki bahaya yang sama bahkan bisa menyebabkan keguguran?

Perbandingan kafein pada teh dan kopi

Teh dan kopi adalah minuman berkafein yang paling banyak diminum di dunia. Selain itu, kafein juga bisa ditemukan dalam cokelat dan minuman bersoda. 

Kafein dikenal memiliki efek stimulasi yang sangat baik yang bisa meningkatkan kewaspadaan, konsentrasi, kinerja fisik, suasana hati, dan meningkatkan metabolisme. Namun, mengkonsumsi kafein dalam dosis tinggi memiliki efek samping yang berkebalikan dengan manfaat tersebut. 

Kandungan kafein bervariasi tergantung pada bahan dan cara penyajian minuman tersebut. Misalnya, kadar kafein dalam kopi lebih tinggi daripada teh. Oleh karena itu penting untuk mengetahui kadar kafein dalam masing-masing minuman untuk menghindari efek samping kafein. 

Berikut ini kadar kafein dalam berbagai jenis teh dan kopi dalam ukuran 1 cangkir (273 ml):

  • Teh hitam: 47-90 mg kafein
  • Teh hijau: 20-45 mg kafein
  • Teh putih: 6-60 mg kafein
  • Teh hijau matcha: 35 mg kafein (per 1 gram porsi)
  • Teh yerba mate: 85 mg kafein
  • Kopi: 95 mg kafein

Kadar kafein bisa lebih banyak jika teh dan kopi diseduh dalam air panas pada suhu 90-96°C. 

Bahaya minum teh saat hamil

Menurut berbagai lembaga kesehatan internasional termasuk U.S. Department of Agriculture (USDA) and European Food Safety Authority (EFSA), asupan kafein yang aman bagi orang dewasa adalah hingga 400 mg per hari, 200 mg per dosis tunggal, atau 3 mg per kg berat badan. Batasan ini berbeda untuk ibu hamil, dimana ibu hamil hanya diperbolehkan menerima kafein kurang dari 300 mg per hari.  

Namun batasan tersebut mungkin berbeda pada setiap wanita karena ada beberapa wanita yang secara genetika lebih sensitif terhadap efek samping kafein. Penelitian menemukan mereka memiliki risiko keguguran 2,4 kali lebih tinggi saat minum teh saat hamil dengan kadar kafein 100-300 mg per hari.

Kafein juga sangat mudah melewati plasenta dan diterima bayi. Namun bayi masih belum bisa memecah kafein dengan baik sehingga mereka rentan mengalami efek samping kafein yang dikonsumsi ibu. Akibatnya, bayi juga berisiko tinggi lahir prematur, lahir dengan berat badan rendah, atau cacat lahir.  

Apakah ada teh yang baik untuk ibu hamil?

Minum teh saat hamil dianggap aman selama dikonsumsi dalam jumlah yang disarankan, yaitu tidak melebihi 300 mg kafein per hari atau hanya 1-2 cangkir. Teh yang aman dikonsumsi ibu hamil dalam batas wajar antara lain:

  • Teh hijau
  • Teh putih
  • Teh oolong
  • Teh chai
  • Teh hitam

Teh herbal yang terbuat dari buah-buahan kering, bunga, atau rempah-rempah tidak mengandung kafein sehingga seringkali dianggap aman diminum oleh ibu hamil. Tapi teh tersebut mungkin mengandung senyawa lain yang bisa membahayakan janin. 

Agar lebih aman, ibu bisa memilih teh herbal dengan label teh kehamilan yang telah terbukti manfaatnya. Misalnya teh kehamilan dengan daun raspberry merah dapat mencegah komplikasi kehamilan seperti preeklamsia, perdarahan postpartum, dan membantu mempercepat proses persalinan. 

Catatan

Minum teh saat hamil aman selama tidak melebihi dosis yang disarankan. Tapi sebelum mengonsumsi jenis teh tertentu, sebaiknya ibu hamil berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan panduan yang tepat.

Kehamilan

Tips Melahirkan Normal Lancar dan Cepat Tanpa Sakit

Melahirkan seharusnya bisa menjadi pengalaman yang indah. Namun, bagi banyak wanita, melahirkan bisa menjadi momok yang menakutkan dan membuat cemas karena dihantui oleh rasa sakit dan ketidaknyamanan. Hal itulah yang mungkin membuat banyak orang khususnya wanita untuk mencari tips melahirkan normal lancar dan cepat, tanpa disertai rasa sakit yang berlebihan.

Banyak juga para wanita yang memilih mendapatkan epidural, yaitu obat untuk menghilangkan rasa sakit agar proses persalinan bisa berjalan dengan nyaman. Namun, tidak sedikit pula para wanita yang lebih memilih untuk melahirkan secara normal tanpa obat. Hal ini karena takut jika obat epidural dapat memberikan efek samping kepada ibu dan bayi.

Oleh karena itu, selain mengetahui tips melahirkan normal lancar, Anda juga perlu melakukan diskusi kepada dokter atau bidan untuk memberikan rekomendasi dan menentukan metode persalinan apa yang terbaik untuk kondisi Anda dan bayi Anda. 

Tips Melahirkan Normal dengan Mudah dan Cepat

Bagi Anda yang ingin proses persalinannya jadi lebih mudah, Anda bisa mengikuti tips melahirkan normal lancar dan cepat berikut ini.

1. Mengikuti Kelas Melahirkan

Untuk mengetahui dan sekaligus mempersiapkan diri untuk melahirkan secara normal, mulailah untuk mendapatkan pengetahuan prenatal yang baik dengan mengikuti suatu kelas, yang mencakup cara kerja persalinan dan kelahiran, serta teknik manajemen nyeri persalinan normal seperti teknik pernapasan, self hypnosis, dan relaksasi.

2. Buat Rencana Persalinan Normal

Setelah Anda sudah memiliki gambaran atau gagasan mengenai pengalaman melahirkan normal yang ideal, langkah selanjutnya yaitu dengan membuat rencana melahirkan dengan cara merinci apa yang Anda inginkan terjadi sebelum, selama, dan setelah proses persalinan. Rencana tersebut mencakup tentang siapa yang Anda inginkan di kamar rumah sakit selama proses persalinan berlangsung, seperti apa kondisi fisik yang seharusnya, dan sebagainya.

3. Pilih Penyedia Layanan Kesehatan yang Menyukai Persalinan Normal

Saat Anda ingin mendapatkan persalinan normal, maka sebaiknya Anda mencari bidan atau dokter yang memiliki keinginan yang sama dengan Anda. Mereka akan berusaha untuk mengatur proses persalinan Anda dengan cara yang paling kondusif untuk sukses.

4. Belajar Menghadapi Kontraksi

Salah satu tips rahasia melahirkan tanpa memerlukan obat penghilang rasa sakit adalah kemampuan untuk rileks sebagai respons terhadap rasa sakit meski hal tersebut merupakan suatu hal yang sulit. Jika Anda takut mengalami kontraksi yang menyiksa, maka reaksi tubuh Anda menjadi kaku serta membuat tubuh Anda jadi tidak nyaman. Saat Anda tegang, beberapa otot akan mengencang dan mencoba untuk menahan bayi. Sementara otot-otot di rahim mengencang untuk mencoba mendorong bayi segera keluar. Hal ini akan membuat terasa lebih sakit karena otot bekerja saling berlawanan.

5. Jongkok

Anda ternyata tidak harus selalu berbaring di ranjang rumah sakit saat proses persalinan. Faktanya, banyak wanita yang cenderung dalam posisi jongkok saat melahirkan. Posisi jongkok akan membuka panggul dan membantu bayi untuk masuk ke posisi melahirkan yang ideal. 

6. Mulai Melakukan Rutinitas Olahraga

Seperti saat melakukan lari jarak jauh, proses melahirkan juga membutuhkan energi dan stamina. Olahraga akan membuat tubuh lebih bugar. Oleh karena itu, jika sering olahraga, maka hal tersebut akan meningkatkan peluang Anda untuk sukses melahirkan tanpa menggunakan obat.

Anda juga dapat melakukan yoga prenatal selama 30 menit satu atau dua hari dalam seminggu. Tubuh akan menghasilkan relaksin selama kehamilan yang akan membuat tubuh menjadi fleksibel secara alami. Namun, tetaplah untuk berhati-hati agar tidak melakukan peregangan yang ekstrim atau terlalu keras.

Rutin berolahraga juga akan mencegah Anda mengalami kenaikan berat badan terlalu banyak yang berkorelasi dengan melahirkan bayi yang ukurannya lebih besar. Semakin besar bayi Anda, maka akan semakin sulit mereka untuk keluar.

7. Aktif Bergerak Selama Proses Persalinan

Tips melahirkan normal lancar dan cepat berikutnya yaitu dengan aktif bergerak agar Anda tetap nyaman. Anda bisa berjalan, bergoyang, jongkok, atau duduk, dengan berpindah sisi saat istirahat. Hal ini dipercaya dapat membantu tubuh Anda berkontraksi karena adanya gaya gravitasi dan mobilitas sehingga membuat bayi Anda bergerak ke jalan lahir. Tak hanya itu, dengan aktif bergerak, hal ini juga dapat meredakan ketegangan dan memberi Anda pengalihan pikiran agar tidak hanya fokus pada rasa sakit yang dialami.