Uncategorized

9 Bahan Alami Penghilang Alergi Tanpa Obat Alleron

Alergi bisa dialami siapa saja, dan datang dari mana saja. Untuk mengatasi kondisi yang cukup sensitif tersebut, Anda tentunya disarankan mengonsumsi obat Alleron.

Meski begitu, mengonsumsi obat antihistamin ini bukannya tanpa efek samping. Tercatat ada beberapa efek samping yang dihasilkan seperti dada sesak, mengantuk, dan mual.

Anda tentunya ingin sekali menghindari hal-hal tersebut, bukan? Hal itu bisa Anda lakukan jika ingin mengatasi alergi dengan berbagai macam bahan alami berikut ini:

1. Madu

Anda bisa mengatasi alergi dengan salah satu bahan alami yang cukup populer ini. Madu disebut mempunyai kemampuan menurunkan alergi yang Anda miliki karena kandungan zat anti-alergi di dalamnya.

Selain itu, madu dapat meredakan radang dan infeksi yang Anda miliki. Namun perlu diingat, konsumsilah madu lokal yang kualitasnya dan efektivitasnya sudah terbukti.

2. Minyak kayu putih

Minyak kayu putih yang biasa Anda gunakan saat masuk angin juga dapat mengatasi alergi pada kulit yang Anda alami akibat konsumsi makanan atau obat yang ternyata tidak cocok dengan tubuh.

Caranya adalah dengan menambahkan beberapa ml minyak kayu putih ke dalam air lalu balurkanlah ke area kulit yang mengalami alergi.

3. Oatmeal

Anda yang sedang menjalani diet tentu sudah tidak asing dengan bahan alami yang satu ini sebagai salah satu penurun kolestrol jahat.

Ternyata oatmeal juga dapat dijadikan sebagai bahan alami untuk mengatasi alergi tanpa harus konsumsi obat Alleron.

Untuk menggunakan bahan ini cukup mudah. Anda hanya perlu menghancurkan oatmeal lalu campur dengan air panas, dan aduk sampai rata.

Kemudian balurkan pada area kulit yang terkena alergi. Tunggulah selama 30 menit lalu bilaslah dengan air sampai bersih.

4. Soda kue

Bahan alami untuk pembuatan kue dan roti ini mempunyai zat antiperadangan untuk mengatasi alergi.

Cara menggunakan bahan yang satu ini adalah campurkan soda kue dengan air panas kemudian aduklah hingga berbentuk pasta.

Setelah itu balurkanlah ke area kulit yang mengalami alergi lalu diamkan selama 10 menit, dan bilaslah dengan air dingin.

5. Lidah buaya

Tanaman hias yang juga tanaman herbal ini banyak mempunyai manfaat untuk kesehatan, dan bahkan bisa mengatasi kulit yang kemerahan dan mengatasi gatal.

Cara menggunakan tanaman ini cukup mudah juga. Anda hanya perlu mengoleskan gel lidah buaya secara langsung pada kulit yang mengalami alergi.

6. Mentimun

Selama ini yang Anda ketahui adalah mentimun digunakan untuk penghias pada makanan-makan yang biasa Anda santap seperti nasi uduk, nasi kuning, dan nasi goreng.

Namun ternyata mentimun juga dapat mengatasi alergi yang Anda miliki karena mengandung zat astringent.

Untuk bisa mendapatkan secara langsung manfaat sayuran ini adalah potong tipis mentimun kemudian oleskan pada bagian kulit yang terkena alergi. Cara lainnya adalah hancurkan mentimun lalu campur dengan yogurt, balurkan ke kulit, dan bilas.

7. Batu es

Bahan alami yang satu ini bukan hanya untuk sekadar dicampurkan pada minuman, namun juga Anda dapat menggunakannya untuk mengatasi alergi. Anda hanya perlu mengoleskan berulang kali pada kulit yang mengalami alergi berupa gatal hingga gatal tersebut hilang.

8. Teh hijau

Terdapat kandungan antihistamin alami yang dapat membantu Anda meringankan alergi. Cara menggunakannya cukup mudah. Anda hanya perlu minum 1-2 cangkir teh hijau setiap hari. Namun perlu diingat sebaiknya tanpa gula.

9. Jahe

Untuk bahan yang kerap Anda jadikan sebagai minuman penghangat di kala cuaca dingin, Anda juga bisa memanfaatkannya untuk menghilangkan alergi secara alami tanpa obat Alleron. Caranya tambahkan saja setengah irisan jahe ke dalam teh atau dicampur dengan madu.

Penyakit

Mengobati Diabetes Tipe 2 dengan Forbetes 500, Apa yang Perlu Diperhatikan?

Diabetes mellitus adalah penyakit yang dikenal dengan dua tipe, tipe 1 dan tipe 2. Meski sama-sama penyakit yang bermasalah dengan insulin, keduanya cukup berbeda dari segi penyebab, kondisi, dan perawatan. Jika diabetes tipe 1 umumnya mendapat obat seperti Pramlintide, maka diabetes tipe 2 kerap diatasi dengan Forbetes 500.

Perbedaan mendasar lainnya adalah dari segi penyebab. Diabetes tipe 1 merupakan penyakit autoimun karena kerusakan pankreas akibat serangan antibodi. Akibatnya, pankreas tidak sanggup memproduksi insulin. Sementara itu, diabetes tipe 2 merupakan penyakit metabolisme. Yang artinya disebabkan oleh gaya hidup yang buruk. Akibatnya, meski pankreas dapat memproduksi insulin, sel-sel dalam tubuh tidak bisa menggunakannya dengan optimal. Ini menyebabkan terjadinya penumpukan gula dalam darah, yang akhirnya disebut sebagai penyakit gula darah.

Diabetes 1 bisa jadi disebabkan oleh riwayat keluarga atau memang lahir dalam kondisi genetik tersebut. Sementara itu, pola makan yang buruk, kebiasaan merokok, jarang beraktivitas, hingga konsumsi gula berlebih menjadi akar permasalahan diabetes tipe 2. Karenanya, diabetes tipe 2 bukanlah penyakit yang datang tiba-tiba.

Diabetes tipe 2 sendiri jadi penyakit yang cukup umum diderita banyak orang, mulai dari dewasa hingga kini anak-anak yang punya masalah kegemukan. Lantas, apa yang perlu diperhatikan dari pengobatan diabetes tipe 2, terutama yang menggunakan Forbetes 500?

Mengenali Forbetes 500

Forbetes 500 adalah obat dalam bentuk tablet yang digunakan untuk menurunkan kadar gula hanya pada pasien diabetes tipe 2. Yang artinya, penderita diabetes tipe 1 tidak diperbolehkan untuk mengonsumsi obat ini. Forbetes 500 diberikan pada pasien yang sudah melakukan perubahan gaya hidup dan diet ketat namun masih tidak menemui perubahan sebagai tambahan terapi pengobatan. Obat ini sendiri tergolong dalam obat keras, sehingga harus dikonsumsi hanya melalui resep dokter.

Forbetes 500 mengandung metformin yang mampu menurunkan produksi gula (glukoneogenesis) pada hati, mengurangi penyerapannya oleh usus, serta meningkatkan sensitivitas sel atas insulin agar penyerapan dan pemanfaatan glukosa perifer bisa lebih optimal.

Pada awal pengobatan, umumnya dokter akan menganjurkan konsumsi Forbetes 500 sebanyak 2-3 kali dalam sehari atau 850 mg sebanyak 1-2 kali dalam sehari. Namun, dosis ini dapat ditingkatkan sesuai anjuran dokter secara bertahap dengan interval waktu minimal 1 minggu. Mengingat kini anak-anak pun ada yang menderita diabetes tipe 2, maka untuk anak-anak dengan usia 10 tahun ke atas dapat diberikan Forbetes 500 sebanyak 500-850 mg/hari.

Efek Samping Konsumsi Forbetes 500

Ada beberapa efek samping dari konsumsi Forbetes 500 yang harus diperhatikan oleh penderita diabetes tipe 2, antara lain:

  • Rasa logam yang kurang enak pada mulut

Ini merupakan efek samping yang dapat diatas dengan mengunyah permen karet bebas gula

  • Muntah atau diare

Untuk mengatasi dehidrasi yang umum terjadi pada penderita muntah dan diare, cobalah untuk meningkatkan frekuensi minum air namun dalam jumlah yang sedikit. Tapi, kalau gejala dehidrasi berlanjut sampai urine jadi berwarna kegelapan dan memiliki bau yang kuat, konsultasikan segera dengan dokter.

  • Sakit perut

Ini efek samping yang sebenarnya cukup wajar terjadi, untuk itu Anda perlu mencoba untuk beristirahat dan konsumsi makanan dengan kuantitas yang sedikit namun lebih sering. Rasa nyeri di perut ini juga bisa diredakan dengan menempelkan bantal yang hangat atau botol berisi air hangat yang tertutup di area perut. Jika efek samping terus berlanjut, segera hubungi dokter.

Forbetes 500 dapat dikonsumsi bersama makanan untuk mengurangi risiko nyeri sebagai efek samping. Ini juga bisa membantu Anda meningkatkan dosis dengan interval satu minggu. Nah, agar bisa memahami konsumsi Forbetes 500 secara lebih mendalam, konsultasikan pada pakarnya melalui aplikasi SehatQ, ya. Unduh sekarang di Google Play atau App Store.

Obat

Mengenal Obat Tetes Mata Cendo, Mampu Ringankan Iritasi

Obat tetes mata Cendo adalah obat tetes mata steril yang didalamnya mengandung vitamin A serta Oxymetazoline Hydrochloride. Obat mata dengan nama lengkap Cendo Asthenof ini mempunyai kemampuan untuk mengurangi gejala kemerahan pada mata, serta rasa tidak nyaman akibat iritasi pada mata. 

Cara penggunaan Obat tetes mata Cendo:

Obat tetes mata Cendo hanya digunakan dalam penggunaan luar dengan cara diteteskan pada bagian mata yang terkena mengalami kemerahan atau iritasi, dan boleh digunakan tanpa resep dokter. Tidak boleh menggunakan lensa kontak saat menggunakannya. 

Anda bisa posisikan keadaan kepala dengan nyaman dan sedikit mendongak, lalu buka mata dengan lebar dan teteskan sebanyak 1-2 tetes. Setelah diteteskan beri waktu pada mata untuk menyerap kandungan obat selama 1-2 menit dengan memejam mata. Obat ini dapat digunakan 4-6 kali sehari.

Sebelum menggunakannya jangan lupa untuk memastikan tangan Anda telah bersih terlebih dahulu. Bila terdapat perubahan warna pada cairan Obat tetes mata Cendo, sebaiknya jangan digunakan kembali.

Saat hendak menggunakan obat lain, setidaknya tunggu 5-10 menit sebelum menambahkan obat lain pada mata. 

Jangan gunakan 3 x 24 jam setelah kemasan terbuka

Peringatan sebelum menggunakan Obat mata Cendo:

-Obat ini hanya digunakan untuk indikasi kemerahan atau iritasi mata ringan

-hanya digunakan untuk indikasi kemerahan atau iritasi mata ringan. Jika infeksi mata yang disebebkan oleh bakteri, virus, jamur, atau parasit, tidak disarankan untuk menggunakan Obat tetes mata Cendo.

-orang dengan riwayat penyakit mata harus memeriksakan pada dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan obat ini

-jangan gunakan Obat tetes mata Cendo saat hendak berkendara karena setelah pemakaian ditakutkan penglihatan akan sedikit buram

-hindari pemakaian Obat tetes mata Cendo dalam jangka panjang

Adakah efek samping yang dihasilkan dari penggunaan Obat tetes mata Cendo?

-menimbulkan sensasi pedih

-palpitasi (detak jantung tidak teratur)

-insomnia

-penggunaan jangka panjang memungkinkan untuk terkena glaukoma

Efek samping akan berbeda-beda pada tiap orang. Kondisi diatas umumnya sangat jarang terjadi dalam penggunaan harian, namun jika terdapat gejala yang sudah disebutkan setelah pemakaian Obat tetes mata Cendo, segera hentikan pemakaian dan konsultasikan ke dokter.

Uncategorized

Bronkris Eliksir, Obat Yang Dapat Mengatasi Batuk Berdahak

Batuk berdahak merupakan salah satu gejala yang timbul karena berbagai faktor seperti penyakit paru-paru. Batuk berdahak juga bisa disertai dengan gejala lain seperti masalah pernafasan. Untuk mengatasi batuk berdahak, Anda bisa menggunakan obat Bronkris Eliksir.

Sebelum Anda membeli produk obat-obatan seperti Bronkris Eliksir, Anda sebaiknya perhatikan beberapa hal sebagai berikut:

  • Harga

Salah satu hal yang sebaiknya Anda perhatikan adalah harga yang ditawarkan kepada konsumen. Jika harga yang ditawarkan terjangkau, Anda bisa memperoleh produknya dengan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Jika harganya kurang terjangkau, Anda bisa mencari alternatifnya.

Jika produk tersebut tersedia dengan harga promo, Anda sebaiknya cari tahu apakah promonya masih berlaku atau tidak.

  • Kualitas produk

Hal lain yang sebaiknya Anda perhatikan adalah kualitas produk. Kualitas produk dapat menentukan kepuasan konsumen. Jika kualitas yang ditawarkan bagus, sebagian orang mungkin akan membeli produk yang sama di lain waktu.

  • Pembelian

Anda sebaiknya jangan asal membeli produk kesehatan, karena barang-barang tersebut mungkin tidak dapat memberikan jaminan kepada konsumen. Oleh karena itu, Jika Anda ingin membeli produk kesehatan di tempat, Anda sebaiknya beli di tempat yang resmi seperti supermarket. Jika Anda ingin membeli produk kesehatan secara online, Anda sebaiknya cari toko online ternama atau toko yang memiliki ulasan yang bagus.

  • Izin edar

Hal lain yang penting untuk diperhatikan adalah izin edar produk kesehatan. Jika produk kesehatan, khususnya obat, ingin dijual di Indonesia, produk-produk tersebut perlu diuji terlebih dahulu oleh pihak terkait seperti BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), untuk mengetahui apakah aman untuk digunakan atau tidak.

  • Diskusi dan rekomendasi

Jika Anda tidak yakin apakah Anda sebaiknya membeli produk kesehatan yang Anda butuhkan atau tidak, Anda bisa bertanya kepada orang-orang yang Anda kenal dan sering melakukan hal tersebut. Jika Anda sudah mengetahui pendapat mereka dan mayoritas setuju dengan keputusan tersebut, Anda bisa membelinya.

  • Ketentuan

Tidak semua produk kesehatan memiliki aturan pakai yang sama. Oleh karena itu, pengguna perlu baca aturan pakai yang tertera pada kemasan sebelum menggunakannya. Efek samping bisa timbul jika Anda tidak menggunakan produknya sesuai dengan kemasan.

Tentang Bronkris Eliksir

Bronkris Eliksir merupakan obat mukolitik yang mengandung zat aktif bromhexine HCl. Kandungan tersebut berguna dalam mengencerkan dahak pada saluran pernafasan. Bronkris Eliksir bisa diperoleh tanpa resep dokter, namun perlu digunakan dengan hati-hati.

Jika Anda ingin memperoleh Bronkris Eliksir, Anda bisa membelinya melalui situs SehatQ. SehatQ menawarkan obat tersebut dengan harga Rp 7.400,00.

Bronkris Eliksir bisa dikonsumsi anak-anak dan orang dewasa dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Anak-anak

Dosis yang dikonsumsi anak adalah sebagai berikut:

  • Usia 2 hingga 5 tahun

Dosis yang diberikan adalah 1 sendok takar (5 mL) yang dikonsumsi sebanyak 2 kali sehari.

  • Usia 5 hingga 10 tahun

Dosis yang diberikan adalah 1 sendok takar (5 mL) yang dikonsumsi sebanyak 3 kali sehari.

  • Usia 10 tahun ke atas

Dosis yang diberikan adalah 2 sendok takar (10 mL) yang dikonsumsi sebanyak 3 kali sehari.

  • Dewasa

Dosis yang sebaiknya dikonsumsi adalah 2 sendok takar (10 mL) sebanyak 3 kali sehari.

Selain itu, Bronkris Eliksir bisa dikonsumsi baik sebelum maupun setelah makan. Anda perlu simpan obat tersebut di tempat yang kering, sejuk, dan aman dari sinar matahari.

Efek samping yang perlu diwaspadai adalah berkeringat, sakit kepala, sakit perut, mual, diare, dan pusing. Selain itu, obat tersebut tidak bisa diberikan kepada penderita yang hipersensitif terhadap bromhexine.

Jika kondisi Anda memburuk, Anda sebaiknya temui dokter. Dokter akan memberikan pengobatan yang lebih baik untuk mengatasi kondisi yang Anda alami.

Bronkris Eliksir bisa Anda gunakan untuk mengatasi batuk berdahak. Meskipun demikian, obat tersebut dapat menimbulkan berbagai efek samping dan jika kondisi memburuk, Anda sebaiknya konsultasikan masalah tersebut dengan dokter. Anda juga dianjurkan untuk memperhatikan hal-hal yang disebutkan di atas sebelum membeli produk kesehatan, supaya Anda bisa belanja dengan aman.

Obat

Apa Itu Floxigra? Obat Untuk Infeksi Bakteri

Floxigra

Floxigra adalah obat resep yang digunakan untuk merawat infeksi bakteri pada kulit, jaringan lunak, tulang, dan persendian.

Floxigra juga digunakan untuk merawat berbagai infeksi saluran pernapasan termasuk bronkitis dan sinus; untuk merawat infeksi bakteri di dalam tubuh, seperti infeksi saluran kemih, ginjal, lambung, usus, dan telinga; untuk merawat infeksi menular seksual seperti gonore; untuk merawat demam tifoid dan infeksi diare, dan untuk merawat penyakit menular yang berpotensi fatal seperti anthrax dan wabah. 

Bagaimana cara mengonsumsi Floxigra?

Floxigra dapat digunakan bersamaan dengan obat lain untuk merawat kondisi tertentu dengan rekomendasi dari dokter. Obat ini dapat dikombinasikan dengan metronidazole untuk merawat infeksi bakteri di perut. 

Floxigra merupakan obat resep yang masuk ke dalam kelas obat yang disebut fluoroquinolone antibacterial. Ini adalah kelas obat yang digunakan untuk perawatan dan pencegahan berbagai jenis infeksi bakteri. 

Obat dalam kelas obat ini biasanya digunakan untuk merawat infeksi saluran kemih dan pernapasan. Floxigra dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Minumlah banyak air saat Anda mengonsumsi floxigra, dan telan dalam bentuk utuh. 

Jangan menghancurkan, membagi dua, atau mengunyah obat ini secara langsung.Anda disarankan untuk mengonsumsi obat ini pada pagi dan malam hari. 

Rekomendasi dosis untuk orang dewasa yang menderita infeksi jaringan lunak dan kulit adalah 500-750 mg setiap 12 jam selama 1-2 minggu. Untuk infeksi bakteri usus dan lambung adalah 500-750 mg dua kali sehari selama 1-2 minggu. 

Untuk infeksi persendian dan tulang adalah 500-750 mg setiap 12 jam selama 4-8 minggu. Untuk demam typhoid adalah 500 mg setiap 12 jam selama 10 minggu. Untuk infeksi menular seksual adalah 500 mg dalam sekali dosis. 

Efek samping

Sama seperti obat lain pada umumnya, floxigra dapat menyebabkan efek samping seperti tes fungsi hati yang tidak normal, berkurangnya sensitivitas terhadap rasa, endapan kristal di bagian depan mata, daire, mata yang tidak nyaman, mata yang memerah, formasi gas, mual, ruam kulit, dan muntah. 

Apabila efek samping tersebut sebelumnya tidak kunjung sembuh setelah beberapa waktu atau malah berubah menjadi lebih parah, konsultasikan dengan dokter. 

Floxigra juga dapat menyebabkan efek samping parah, seperti:

  • Gangguan nutrisi dan metabolisme, dengan gejala seperti gula darah tinggi dan gula darah rendah
  • Gangguan gastrointestinal (kemungkinan fatal), dengan gejala seperti pendarahan di lambung dan peradangan usus karena pertumbuhan bakteri berlebih
  • Gangguan sistem kekebalan tubuh, seperti reaksi alergi serius (reaksi anaphylactic)
  • Gangguan jantung (kemungkinan fatal), dengan gejala seperti detak jantung yang cepat, tekanan darah rendah, peradangan pembuluh darah, detak jantung yang tidak teratur, serangan jantung, dan lain-lain
  • Infeksi jaringan lunak dan kulit, dengan gejala seperti reaksi kulit yang mengancam nyawa (sindrom Stevens-Johnson), meningkatnya sensitivitas kulit terhadap cahaya, pembengkakan di lapisan bawah kulit, reaksi kulit parah yang berhubungan dengan obat
  • Gangguan sistem saraf pusat, dengan gejala seperti kejang, rasa nyeri akibat kerusakan saraf di tangan dan kaki
  • Gangguan pendengaran, seperti tuli

Floxigra adalah obat resep, dalam arti untuk mendapatkan obat ini Anda membutuhkan resep dan anjuran dari dokter. 

Obat ini dapat dikonsumsi sebelum dan sesudah makan, dan biasanya digunakan untuk mengatasi infeksi saluran kemih, infeksi saluran napas, infeksi kulit, infeksi jaringan lunak, infeksi tulang, dan infeksi pada sendi. 

Sama seperti obat lain, floxigra dapat menyebabkan efek samping. Hubungi dokter apabila efek samping tidak kunjung sembuh atau malah berubah menjadi lebih parah.