Kesehatan Wanita

Penyebab Benjolan di Atas Miss V

Benjolan bisa terjadi di kulit bagian manapun termasuk vagina merupakan hal umum yang biasanya tidak berbahaya dan dapat disebabkan oleh berbagai kondisi seperti infeksi, masalah kulit dan reaksi alergi. Namun benjolan juga bisa berbahaya karena dapat disebabkan oleh kanker atau kista. Benjolan di atas miss V atau vagina, cukup sering membuat para wanita khawatir karena takut jika benjolan tersebut berbahaya.

Penyebab Benjolan di Atas Miss V

Meski miss V merupakan area sensitif, namun tidak semua benjolan di area tersebut berbahaya. Namun benjolan apapun yang muncul di area miss V bisa menyebabkan rasa tidak nyaman. Berikut merupakan beberapa penyebab munculnya benjolan di atas miss V mulai dari yang tidak berbahaya hingga yang harus diwaspadai.

Bintik kecil di miss V dapat disebabkan oleh infeksi bakteri

Benjolan di Atas Miss V yang Tidak Berbahaya

  1. Rambut Kemaluan Tumbuh ke Dalam

Saat mencukur atau melakukan waxing rambut area kemaluan bisa meningkatkan risiko rambut yang dicabut tumbuh ke dalam. Tumbuhnya rambut ke dalam bisa menyebabkan benjolan kecil muncul di vagina. Terkadang benjolan tersebut bisa menyebabkan rasa gatal dan menimbulkan rasa sakit. Benjolan yang ada juga bisa berisi nanah dan area kulit sekitar terlihat lebih gelap.

Namun untungnya hal ini tidak perlu Anda khawatirkan karena dapat sembuh tanpa memerlukan pengobatan khusus. Tapi ingat, jangan pernah mencabut rambut yang tumbuh ke dalam tersebut karena bisa menyebabkan peradangan. Jika sudah meradang, maka Anda harus langsung menemui dokter karena bisa menimbulkan infeksi.

  1. Varises Vagina

Varises merupakan suatu kondisi yang disebabkan oleh pembengkakan pembuluh darah karena adanya penumpukan darah. Varises dapat ditemukan di bagian tubuh manapun seperti di kaki, tenggorokan, panggul dan vagina.

Varises di vagina disebabkan adanya pembengkakan pada pembuluh darah pada area vulva. Biasanya hal tersebut terjadi saat kehamilan dan memengaruhi 4 persen wanita. Varises pada bisa memunculkan benjolan kebiruan di area labia minora dan mayora. 

Munculnya varises bisa tidak menimbulkan rasa sakit namun dapat membuat Anda merasa gatal. Jika tidak sedang hamil, varises bisa membuat rasa tidak nyaman saat berhubungan dan saat Anda berdiri dalam waktu lama. Anda juga tidak perlu khawatir, karena hal ini dapat sembuh enam minggu setelah melahirkan. Pembedahan atau pengobatan pada pembuluh darah bisa menjadi alternatif pengobatan.

Benjolan di Atas Miss V yang Berbahaya

  1. Herpes Genital

Merupakan herpes kelamin dapat muncul pada wanita maupun pria yang merupakan salah satu penyakit infeksi menular seksual (IMS) yang ditularkan melalui hubungan seks dari vagina, oral atau anal. Penyakit ini bisa menimbulkan luka lepuh atau benjolan berisi cairan. Herpes genital memiliki gejala seperti:

  • Demam
  • Bengkaknya kelenjar getah bening
  • Nyeri di area vagina, bokong dan kaki
  • Muncul luka lepuh di tempat yang bersentuhan langsung dengan area terinfeksi seperti bibir atau wajah.
  • Sakit kepala

Seorang ibu hamil yang menderita herpes genital dapat menularkannya pada bayi saat persalinan. Bayi yang tertular dapat mengalami komplikasi parah seperti kebutaan, kerusakan otak hingga kematian.

  1. Kanker

Benjolan pada area vagina juga bisa disebabkan oleh kanker vulva. Kanker vulva bisa menyerang area luar vagina namun jika kanker mulai membesar bisa menyerang bagian vulva lainnya. Gejala kanker vulva meliputi:

  • Pendarahan yang tidak normal
  • Rasa gatal, nyeri dan sakit pada area vulva
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Muncul benjolan atau luka mirip kutil pada vulva

Kanker vulva bisa menyerang wanita berusia di atas 55 tahun atau wanita yang merokok. Kanker ini bisa diobati dengan terapi laser, terapi radiasi hingga kemoterapi.

Jika Anda merasakan adanya benjolan di atas miss V yang tidak hilang dalam beberapa minggu dan disertai dengan cairan, maka Anda harus segera berkonsultasi ke dokter.