Obat

Retaphyl, Salah Satu Pertolongan Pertama Saat Asma Menyerang

Apabila Anda atau anggota keluarga menderita penyakit asma, maka penting untuk mengetahui cara-cara pertolongan pertama pada asma yang tepat. Dengan demikian, Anda tidak panik dan tahu apa yang harus dilakukan jika tiba-tiba terjadi serangan asma. Anda perlu menyediakan Retaphyl SR atau obat lainnya yang dapat meredakan serangan awal asma.

Retaphyl SR kaplet mengandung zat aktif theophylline. Theophylline mampu mencegah dan mengobati mengi, sesak napas, dan sesak dada yang disebabkan asma, bronkitis kronis, emfisema, dan penyakit paru-paru lainnya, sehingga akan mempermudah pernapasan.

Asma bisa membuat penderitanya sulit bernapas. Saat serangan asma datang, saluran napas akan bengkak, menyempit, dan menghasilkan banyak lendir. Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, tidak peduli berapa usia dan apa jenis kelaminnya. Mulai dari bayi hingga orang dewasa, baik wanita maupun pria.

Mengingat asma tidak dapat disembuhkan, pengobatan bertujuan untuk meredakan gejala yang muncul serta mencegah kekambuhan dan serangan asma di masa yang akan datang. Berikut ini adalah beberapa terapi yang umum diberikan bagi penderita asma.

  1. Terapi obat

Terapi obat untuk penderita asma merupakan pengobatan yang diberikan menggunakan obat medis.  Hingga kini, obat asma masih menjadi cara terbaik untuk meredakan asma, khususnya serangan asma akut. Pemberian obat biasanya diberikan dengan cara dihirup atau disemprot menggunakan inhaler asma. Obat minum atau pengobatan lainnya, seperti nebulizer, juga mungkin saja diberikan bila gejala yang muncul cukup berat.

Selain inhaler, Asthma and Allergy Foundation of America menyebutkan beberapa pengobatan asma lain dengan obat yang juga umum diberikan dokter, antara lain.

  • Obat steroid oral, jika penggunaan inhaler tidak dapat meredakan asma
  • Leukotriene receptor antagonists, untuk menghambat produksi leukotrien dalam tubuh yang keluar saat terjadi reaksi alergi
  • Tablet theophylline, yang dapat diminum setiap hari untuk mencegah kekambuhan
  • Injeksi obat, seperti benralizumab, omalizumab, mepolizumab, dan reslizumab untuk asma yang berat
  • Obat antihistamin, jika asma disebabkan oleh alergi
  1. Latihan pernapasan

Latihan pernapasan menjadi salah satu terapi alternatif yang terbukti dapat mencegah risiko serangan asma. Latihan pernapasan untuk asma, antara lain yoga, teknik Buteyko, dan metode Papworth. Sebuah publikasi yang dimuat dalam jurnal Cochrane menyebut bahwa latihan pernapasan berpotensi memiliki dampak positif untuk meningkatkan kualitas hidup orang dengan asma, hiperventilasi, serta memperbaiki fungsi paru orang dengan asma ringan hingga sedang. Akan tetapi, teknik pernapasan disebut tidak memberikan dampak yang signifikan untuk mengatasi asma yang disebabkan oleh alergi.

  1. Berenang

Pengobatan alternatif asma lainnya yang juga berpotensi meredakan gejala asma adalah berenang. Melansir dari jurnal Sports Medicine, berenang terbukti dapat menurunkan risiko penyempitan saluran napas, dibandingkan dengan olahraga lainnya. Hal ini diduga karena kelembapan di kolam berenang yang lebih tinggi. Dengan begitu, udara yang dihirup pun menjadi lebih lembap. Udara yang kering diketahui sebagai salah satu pemicu munculnya serangan asma. 

  1. Bahan alami dan herbal

Beberapa bahan herbal dipercaya dapat digunakan sebagai pengobatan asma.  Dalam sebuah studi berjudul Ginger’s Therapeutic Potential in Asthma menyebut bahwa pemberian ekstrak jahe pada tikus dapat membantu mengurangi peradangan pada saluran pernapasan. Beberapa bahan herbal lain yang dipercaya mampu menjadi obat asma alami, antara lain bawang putih, madu, kunyit, gingseng dan jintan hitam.

  1. Pijat

Pengobatan alternatif asma selanjutnya adalah pijat. Sebuah riset menunjukkan bahwa pijatan berpotensi membantu melegakan pernapasan pada anak yang mengalami asma. Studi tersebut menyebut, anak yang mendapatkan pijatan lembut di punggung selama 20 menit menunjukkan peningkatan fungsi paru setelah lima minggu. Namun demikian, terapi asma dengan memijat ini lebih efektif untuk anak usia 4-8 tahun dibandingkan dengan anak usia pra-remaja, yakni 9-14 tahun.

Itulah beberapa cara alami yang bisa Anda lakukan untuk mencegah atau mengatasi asma selain mengonsumsi Retaphyl SR. Anda pun harus berdiskusi dengan dokter mengenai pengobatan seperti apa yang ingin diambil agar kondisi Anda semakin membaik.